
BAB 59
Kimora pulang ke rumah Elkhan terlebih dahulu. Sesuai janjinya kepada Elkhan tadi. Kedatangannya disambut bahagia oleh Alenka yang memang sudah kangen dengan Kimora. Selama Kimora bertengkar dengan Elkhan, mereka tidak saling jumpa.
"Ara.. tante kangen.." kata Alenka sembari memeluk Kimora.
Kimora, pacar pertama yang Elkhan bawa pulang dan yang dia kenalkan kepada orang tuanya. Dan, mamanya sangat menyukai Kimora.
"Aku juga kangen sama tante."
"Kamu lama nggak main sini.." ucap Alenka dengan manyun. Tapi, sesaat kemudian dia tertawa kecil.
"Kalian balikan ya? Ah tante senang sekali.." imbuh Alenka yang membuat Kimora malu-malu.
"Enggak kok tante, kita cuma temenan." jawab Kimora dengan wajah yang merah.
"Ara.." seru Elkhan dengan melotot. Dia tidak terima dengan perkataan Kimora.
Kimora hanya nyengir. Sementara Alenka tertawa kecil melihat anaknya yang biasa cool menjadi kesal.
"Kalau tante jadi kamu, tante juga nggak mau diajak balikan. Enak aja, udah marah-marah nggak jelas, minta putus, sekarang ngajak balikan." kata Alenka semakin membuat Elkhan kesal.
"Kalau bisa cari lagi aja!" imbuhnya.
"Mama!!" seru Elkhan semakin kesal. Mamanya malah mendukung Kimora untuk cari pacar baru.
"Apa sih El.." jawab Alenka dengan santai bahkan sembari tertawa.
"Kemarin aja mama bingung waktu aku nggak mau makan setelah putus dari Ara, mama sampai minta papa dan Kayra untuk bawa Ara kesini. Sekarang malah ngajarin Ara buat cari pacar baru. Mama udah nggak mau punya anak kayak aku?"
"Elkhan!!" seru Alenka.
Awalnya perkataan Elkhan yang pertama membuatnya tertawa. Namun, perkataan terakhir Elkhan membuatnya terbelalak.
Kelahirannya adalah anugrah terindah dan pelengkap kebahagiaan untuk mama dan papanya. Bagaimana mungkin ibunya tidak menginginkan dirinya lagi.
"Kamu nyawa mama, mana mungkin mama tidak mau punya anak kamu lagi?" tanya Alenka dengan sedih.
__ADS_1
"Mama cuma bercanda tadi. Mama tahu kamu sangat mencintai Ara. Mama cuma bercanda tadi." lanjut Alenka dengan sedih.
Elkhan langsung mendekati mamanya dan memeluknya. "Maafin aku ya ma! Aku cuma bercanda tadi." ucapnya.
Alenka menganggukan kepalanya dengan cepat. Matanya telah berkaca-kaca dan hampir luruh. "Kamu.." lirihnya sembari memeluk dada Elkhan pelan.
"Jangan nangis, nanti nggak cantik lagi.." goda Elkhan.
Sementara Alenka hanya tersenyum di dalam pelukan anak lelakinya. Anak lelaki yang lahir disaat usianya masih sangat muda. Anak yang dia harapan menjadi penopang masa tuanya. Anak yang kepadanya tertumpah segala kasih sayang serta doa dan harapan.
"Kalian udah makan? Yuk makan!" ajak Alenka ketika sadar ada Kimora disana.
"Kayra kemana tante? Kok nggak kelihatan?" tanya Kimora.
"Katanya lagi main sama teman-temannya. Kalau tahu ada kamu disini, dia pasti akan segera pulang. Dia suka banget sama kamu, sama kayak El.." kata Alenka yang kembali membuat Kimora tersipu malu.
Sembari makan siang. Ketiganya mengobrol kesana kemari. Selalu menyenangkan saat mengobrol dengan mamanya Elkhan. Dia sama sekali tidak kolot. Kimora betah banget ngobrol dengan mamanya Elkhan.
Bahkan sampai pindah tempat ke ruang tamu samping kolam renang. Kimora dan Alenka masih saja nyambung. Membuat Elkhan harus menahan amarah karena dia dicuekin oleh kedua wanita yang dia cintai itu.
"Ma,, gantian aku yang ngobrol sama Ara dong.." kata Elkhan dengan memelas.
Tiba-tiba Kayra berlari menuju ke tempat mereka ngobrol juga. "Kak Ara...." serunya dengan bahagia.
"Hai Kay.." begitu juga Kimora yang sangat senang bertemu dengan adiknya Elkhan.
Setelah mamanya, kini giliran adiknya yang mengajak ngobrol Kimora. Elkhan pun menjadi semakin kesal karenanya.
Karena tidak bisa menahan lagi. Dia segera menarik tangan Kimora dan membawanya ke kamarnya. Elkhan mengunci kamarnya karena tidak mau diganggu oleh mama dan adiknya lagi.
"El, lo apa-apaan sih?" Kimora hampir marah. Tapi seketika luluh karena Elkhan memeluknya.
"Gue nggak mau dicuekin. Gue juga pengen ngobrol sama lo." kata Elkhan.
Bibir Kimora pun mengembang. "Ish.." dia berjalan ke sofa kemudian duduk disana.
"Main Play Station yuk!" katanya.
__ADS_1
"Lo bisa?" dengan cepat Kimora menganggukan kepalanya.
"Oke, main apa?" tanya Elkhan dengan semangat.
"Bola aja."
"Okeh.. kalau kalah hukumannya apa?"
"Nggak usah pakai hukuman keles, kayak apa aja.." Kimora menolak.
"Gini aja, kalau lo kalah, lo cium gue. Tapi, kalau gue kalah, gue cium lo.." kata Elkhan.
"Idih, enak di lo semua anj*r. Ogah gue.." Kimora langsung menolak.
"Nggak mau tahu, pokoknya gitu rulesnya.."
Beberapa menit kemudian. Kimora mencak-mencak karena kalah mulu. Jadi Elkhan dengan bebas menciumnya. "Anj*r.." gumamnya.
Sedangkan Elkhan tersenyum penuh kemenangan. Apalagi saat melihat wajah Kimora penuh dengan lipstick. Sebelum mencium Kimora, Elkhan memakai lipstick terlebih dulu.
"Ihh nggak bisa dihapus El.." seru Kimora dengan kesal. Berkali-kali dia mencoba menghapus sisa lipstick yang menempel dipipi dan keningnya.
Setelah kalah berkali-kali. Akhirnya Kimora menang juga. "Yeyyy..." Kimora berseru dengan senang.
Kini dia bersiap untuk membalas dendam. Dan Elkhan sudah pasrah dengan menyodorkan pipinya mendekat ke bibir Kimora.
Kimora yang ragu dan malu hanya mengecup pipi Elkhan dengan cepat. Namun, dengan cepat pula Elkhan meraih kedua pipinya.
Elkhan mencium bibir Kimora dengan ganas. "Uhm.." Kimora menepuk lengan Elkhan.
Perlahan Elkhan memperlembut ciumannya. Kimora pun terhanyut. Sepasang muda mudi tersebut saling memautkan bibir dan lidah mereka.
"Hah..." nafas keduanya memburu.
"I love you.." lirih Elkhan kembali mencium Kimora.
Semakin turun ke leher Kimora. Kemudian ke dada Kimora. Dia membuka kancing baju Kimora yang paling atas lalu mengecupnya dengan lembut.
__ADS_1
"Akh.. sakit El.." Kimora mengerang saat Elkhan menggigit dan meninggalkan bekas disana.
Elkhan mengubah posisi. Dia memangku Kimora dan kembali melakukan hal yang sama. "Gue cinta sama lo.." kata-kata cinta keluar dari mulutnya.