
BAB 57
Elkhan berjalan sembari terus menggandeng tangan Kimora. Tak peduli jika banyak orang melihatnya. Dari tempat dia turun dari angkot sampai menuju gang ke sekolah.
"Malu El..." katanya sembari menarik tangannya.
Tapi, Elkhan lebih erat menggenggam tangannya. Dia sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang.
"El, kita udah putus, tolong jangan kayak gini!" pinta Kimora.
"Kalau gitu mulai sekarang kita balikan." kata Elkhan dengan santai. Karena sejujurnya, di dalam hati Elkhan. Kimora masih tetap kekasihnya.
"Gue nggak mau. Lo anggap gue apa? Sesuka hati lo mutusin gue, sekarang lo mau ajak gue balikan. Lo tahu nggak sesakit apa hati gue waktu itu?" tanya Kimora dengan marah.
"Gue minta maaf. Lo mau gue lakuin apa biar lo maafin gue?" tanya Elkhan dengan rasa bersalah. Dia menatap Kimora dengan lembut.
"Dahlah.." Kimora mengibaskan tangannya. Dia tidak tega saat melihat wajah Elkhan yang merasa bersalah.
"Lo maafin gue?" tanya Elkhan.
"Hmm.."
"Serius?"
"Hmm.."
"Nggak bohong?" Elkhan terus mencecar Kimora, membuat Kimora kesal.
"Iya.." jawabnya dengan kesal.
"Yakin?"
"Iya.." Kimora semakin kesal.
"Balikan?"
"Iya Elkhan.." jawabnya dengan kesal.
Tapi, sesaat kemudian dia tersadar. Dengan segera dia menoleh, menatap Elkhan. "Eh,, enggak..." imbuhnya.
"Nggak bisa. Udah gue keep, nggak bisa cancel." kata Elkhan dengan senang.
"Barang kali ah, keep segala.." Kimora tersenyum geli.
"Pokoknya kita udah balikan. Nggak bisa diganggu gugat!" kata Elkhan.
"Maksa.."
"Biarin. Lo udah setuju tadi."
"El, lo kan cakep, tajir, banyak wanita diluar sana yang lebih baik dari gue."
"Terus gimana dong? Gue sukanya sama lo, gue cintanya sama lo." kata Elkhan.
__ADS_1
"Ra.." Elkhan semakin mempererat genggamannya.
"Gue nggak peduli sama orang lain. Yang gue mau cuma lo, yang gue cinta cuma lo. Jadi please kasih gue kesempatan sekali lagi!" kata Elkhan membuat Kimora menjadi bingung.
Ya, dia memang masih mencintai lelaki itu. Tapi, saat teringat kejadian malam itu, hatinya kembali merasakan sakit. "Sebelum gue jawab. Gue mau tanya dulu sama lo." kata Kimora.
"Apa?" Elkhan begitu antusias.
"Kenapa lo putusin gue? Kenapa lo tiba-tiba marah?" tanya Kimora. Sampai saat ini, dia masih kepikiran akan hal tersebut.
Sejenak Elkhan terdiam. Ya, dia memang harus mengatakan alasan kenapa dia marah waktu itu. Agar supaya sakit hati Kimora bisa sedikit terobati.
Elkhan mengajak Kimora untuk duduk di bangku depan lapangan basket. Tempat biasa mereka pacaran dulu. Dan Elkhan ingin menciptakan moment indah itu kembali.
"Duduk! Akan gue ceritain semuanya." katanya.
"Pertama-tama, gue minta maaf karena udah putusin lo secara sepihak. Alasan kenapa gue marah, karena.." Elkhan sempat terhenti.
"Karena apa?" tanya Kimora yang semakin penasaran.
"Lo masih ingat cerita gue kalau ada seorang wanita yang mencoba merusak hubungan papa dan mama gue?" Kimora menganggukan kepalanya. Meskipun dia bingung apa hubungannya dengan putusnya hubungan mereka. Tapi Kimora masih begitu penasaran.
"Kenapa?"
"Wanita yang gue maksud itu adalah kakak sepupu lo yang ketemu di mall tempo hari." imbuh Elkhan yang membuat Kimora kaget.
"Ha? Kak Raisa maksud lo?" Kimora masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.
"Ya. Raisa. Wanita yang berkali-kali merusak hubungan mama dan papa gue." jawab Elkhan.
"Yakin, karena gue udah pernah lihat dia sebelumnya bersama papa." kata Elkhan.
"Ra, maafin gue ya?"
Kimora bukannya menjawab malah menggenggam tangan Elkhan dengan erat. "Maafin kakak gue ya!" katanya.
"Sebenarnya gue dan dia juga nggak terlalu deket. Tapi biar bagaimana pun dia saudara gue." imbuh Kimora.
Elkhan pun langsung memeluk Kimora tanpa berkata apapun. "Gue udah tahu dari Permana mengenai hubungan lo dengan Raisa." bahkan Elkhan langsung menyebut nama begitu saja.
"Pokoknya kita balikan!" kata Elkhan lagi.
"Idih maksa." kata Kimora lalu berlari meninggalkan Elkhan.
Elkhan pun langsung menyusul Kimora sampai ke kelas Kimora. Di kelas, Kimora menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Mereka menggoda Kimora yang akhirnya balikan dengan Elkhan.
"Terus gimana nasib Rendi dong? Mana kayaknya dia baper sama lo." kata Ciara.
"Bener, kemarin aja dia minta nomer lo." sahut Chelsea.
"Oh jadi yang telepon gue semalam itu dia? Soalnya ada telepon dari nomer tak dikenal." kata Kimora.
"Bisa jadi."
__ADS_1
"Gue save dulu aja." Kimora hendak menyimpan nomer Rendi. Tapi dengan cepat Elkhan merebut ponselnya. Dia segera memblolir nomer Rendi.
"Lo simpan nomer dia. Gue buat dia tidak lagi bisa nyanyi di kafe Moon." kata Elkhan sembari mengembalikan ponsel Kimora.
"Ya ampun posesif banget sih.." seru Ciara.
"Tau tuh.." gumam Kimora dengan kesal.
Elkhan hanya terus menatap Kimora tanpa berkata apapun. Itu justru membuat Kimora menjadi canggung. "Lo nggak ke kelas lo?" tanyanya.
"Nggak." jawab Elkhan.
"Udah mau bel, kasihan Ciara pengen duduk." kata Kimora lagi.
"Janji dulu kalau lo nggak akan simpan nomor cowok lain!" ucap Elkhan. Tatapannya sangat tajam, tembus ke dalam hati Kimora.
"Hmm.." jawab Kimora singkat.
"Ara.."
"Iya." jawab Kimora dengan cepat.
Elkhan pun segera berdiri. "Kalau gitu gue ke kelas dulu." katanya dengan lembut sembari menyentuh kepala Kimora.
"Ya."
"Aw.. so sweet.." seru Ciara, Agata dan Chelsea bersamaan.
....
Di dalam kelas. Ulfa masih belum tahu jika Elkhan telah baikan dengan Kimora. Dia berusaha mendekati Elkhan seperti biasa. "El, lo kan sendiri sekarang, gue juga sendiri. Kenapa kita nggak balikan lagi?" tanya Ulfa.
Dia memiliki keberanian untuk menyatakan perasaan terlebih dulu. Karena menunggu Elkhan berinisiatif, dia takut Elkhan direbut cewek lain. Karena banyak sekali wanita yang tentunya ingin mendapatkan hati Elkhan.
"Lagipula gue jauh lebih baik dari Ara. Lihat aja setelah kalian putus, dia deketin mantannya lagi. Bener-bener cewek nggak bener, nggak setia."
"Balikan?" Elkhan tersenyum dengan sinis.
"Kenapa lo mau balikan ama sampah yang udah lo buang? Lo nggak takut alergi?" tanya Elkhan menyindir Ulfa. Kata-kata itu dulu yang Ulfa ucapkan kepadanya.
"Atau karena sekarang lo udah tahu kalau orang tua gue kaya?" imbuh Elkhan.
Jleb.
Kata-kata Elkhan tersebut membuat Ulfa membulatkan matanya. Dia tak menyangka jika ucapan Elkhan akan setajam itu.
Dia merasa sudah tidak mengenal Elkhan lagi. "Lo beda sekarang.." katanya.
"Gue tetap sama, hanya hati gue yang berubah setelah lo sakiti gue." jawab Elkhan.
"Gue kan udah minta maaf. Dan lo bilang yang lalu biarkan berlalu. Tapi kenapa lo kayak gini?" tanya Ulfa dengan sedih.
"Karena lo menghina pacar gue. Lo bandingin diri lo dengan dia. Padahal sudah jelas jika dia lebih baik daripada lo. Tidak nggak pernah duain gue, nggak pernah lukai hati gue dengan perkataannya. Dia jauh lebih baik dari lo." kata Elkhan sembari melotot.
__ADS_1
"Langit, tidak pernah mengatakan bahwa dia tinggi.." imbuhnya.