
BAB 33
Seminggu lamanya Elkhan tidak berangkat ke sekolah. Pagi ini, dia berangkat dengan diantar oleh papanya. Sengaja dia menunggu Kimora di depan pintu gerbang sekolahnya.
"Udah sembuh lo?" tanya Kresna menghentikan motornya di depan Elkhan.
"Udah. Nggak sembuh-sembuh ntar lo godain cewek gue terus." kata Elkhan sembari tersenyum.
Kresna pun ikut tersenyum. "Lo percaya dengan foto atau video yang temen lo kirim?" tanyanya.
Kimora sempat memberitahu Kresna mengenai video mereka yang dikirim oleh Ulfa kepada Elkhan. Untungnya Elkhan sangat percaya kepada pacarnya.
"Nggaklah. Gue percaya kalau cewek gue nggak akan mau balik sama mantan, apalagi mantan kayak lo." jawab Elkhan sembari tersenyum setelah meledek Kresna.
"Anj*r lo." Kresna pun tersenyum mendengar perkataan Elkhan.
"Cewek lo noh!" Kresna menunjuk mobil milik kakaknya Kimora yang berjalan mendekat.
"Hem, sama calon abang ipar gue." kata Elkhan lagi yang kembali membuat Kresna tersenyum.
Tanpa berkata dia kemudian masuk ke dalam sekolah. Sementara Elkhan tetap menunggu Kimora.
"Udah sembuh lo?" tanya Aldo dari dalam mobil.
"Udah bang."
"Ya udah, gue duluan." pamit Aldo.
Elkhan pun menganggukan kepalanya. Bersama dengan kekasihnya, mereka berjalan memasuki sekolah. Kimora senang melihat Elkhan yang telah sembuh.
"Kaki lo udah nggak sakit?" tanya Kimora.
"Hmm.. Kenapa? Masih khawatir?" Kimora menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Gue udah nggak kenapa-napa. Nih gue buktiin." Elkhan segera melompat-lompat kecil. Dia ingin menunjukan jika dia memang sudah benar-benar sembuh.
Tapi ternyata Elkhan kehilangan keseimbangan. "Eh.." Elkhan hampir terjatuh. Untung saja ada Kimora di sebelahnya. Kimora pun menahan agar Elkhan tidak jatuh.
"Lo nggak kenapa-napa? Masih sakit?" tanya Kimora dengan khawatir.
Elkhan kembali tersenyum senang. Dia senang karena kekasihnya sangat mengkhawatirkannya. Itu tandanya dia sangat menyayangi Elkhan. "Nggak apa kok. Tadi cuma nggak seimbang aja." katanya.
"Ra, gue sayang banget sama lo." kata Elkhan sembari terus menatap Kimora.
Seketika, wajah khawatir Kimora berubah menjadi wajah tersipu. "Apaan sih.." gumam Kimora kemudian melanjutkan langkahnya lagi diikuti oleh Elkhan di sebelahnya.
__ADS_1
"Weekend gue sama keluarga gue mau ke rumah tante gue. Lo mau ikut nggak?" tanya Elkhan.
"Mama sih pengennya lo ikut." imbuh Elkhan. Dia tahu jika Kimora tidak akan bisa menolak ajakan mamanya. Jadi Elkhan memanfaatkan keuntungan itu untuk mengajak Kimora liburan ke rumah tantenya yang ada di desa.
"Oma Vika juga pengen ajak lo." lanjut Elkhan.
"Gue ijin ke ayah sama ibu dulu." jawab Kimora. Dia ingin menolak, tapi tidak enak dengan mama dan neneknya Elkhan.
"Pacaran mulu!" tiba-tiba dari arah belakang muncul sosok Dian yang juag berjalan menuju kelasnya.
"Nj*r iri lo?" tanya Kimora dengan sewot. Dia sempat njodil saat tiba-tiba Dian ada di belakangnya.
"Ra, gimana?" tanya Dian.
"Gimana apanya?" Kimora bertanya balik. Dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Dian.
"Anak baru.."
"Gue belum bilang."
"Ah, gimana sih lo.."
"Anak baru yang mana?" tanya Elkhan.
"Anak baru di kelas lo." jawab Kimora.
"Lo belum lihat sih. Lo kan nggak masuk. Kalau lo lihat. Lo pasti nyesel udah pacarin dia." Dian berkata sembari mendorong kepala Kimora. Dia juga terbahak menggoda Kimora.
"Sat lo ya. Emang Elkhan mata keranjang kayak lo.." seru Kimora dengan kesal. Bukan hanya karena kepalanya yang didorong oleh Dian. Tapi juga karena membandingkan dia dengan anak baru di kelas Elkhan.
"Halah, masih cantik Ara juga." meskipun belum ketemu, tapi Elkhan udah lihat dari foto profil wa-nya.
"Lo belum lihat sih."
"Gue punya nomer wa-nya nj*r."
"Tuh Ra, dia malah udah punya nomernya. Wah parah lo." celetuk Dian.
"Kan dia masuk ke grup kelas gue makanya gue punya, anj*r. Mau pantai selatan pindah ke utara, gue tetap cinta sama Ara." kata Elkhan yang membuat Kimora tersenyum senang. Sebaliknya, perkataan itu membuat Dian mendengus.
"Selain ganteng lo ternyata juga buta. Modelan gini aja lo pacaran, di sekolah sebelah banyak yang modelan gini." Dian kembali mendorong kepala Kimora.
"Bac*t lo.." Kimora membalas dengan gantian mendorong kepala Dian.
"Dulu aja lo sempat ingin deketin gue kan? Sekarang kayak gitu lo sama gue, mentang-menatang gue lebih milih El." kata Kimora.
__ADS_1
"Anj*r, yang lalu biarlah berlalu. Lagian cuma mau kenal aja." Dian membela dirinya.
"Cewek tuh emang gitu, suka mengingat-ingat masa lalu." celoteh Dian kemudian berjalan mendahului Kimora dan Elkhan.
"Kenapa mukanya merah gitu?" seru Kimora sembari tertawa kecil.
Memang dulu, Dian sempat naksir Kimora waktu pertama ketemu Kimora. Tapi, dia sadar diri, tidak mau menyakiti Kimora karena dia sepupu sahabatnya. Akhirnya Dian hanya menganggapnya sebagai teman saja.
Ternyata, beberapa tahun kemudian. Tepatnya beberapa saat setelah Elkhan putus dari Ulfa. Elkhan mengungkapkan perasaannya jika dia menyukai Kimora. Waktu itu Elkhan masih malu-malu mendekati Kimora.
Dan, alasan Elkhan sekolah di sekolah itu juga karena dia ingin satu sekolah dengan Kimora. Tapi ternyata, beberapa minggu sekolah disitu. Kimora telah memiliki kekasih, yaitu kakak kelas mereka.
Namun, hubungan itu tak berlangsung lama. Kimora dikhianati kemudian disembuhkan oleh Elkhan. Dan kini mereka telah berpacaran.
"Lo tahu darimana kalau Dian sempet naksir lo?" tanya Elkhan. Dia sama sekali tidak merasa gimana-gimana.
"Permana yang bilang. Tapi waktu itu Permana melarang gue deket sama Dian. Alasannya karena Dian playboy. Permana nggak mau gue sakit hati." jawab Kimora merasa bangga dengan sepupunya yang begitu melindunginya.
"Permana bilang juga nggak kalau gue juga suka sama lo?" tanya Elkhan lagi.
"Awalnya nggak. Tapi setelah insiden malam itu. Permana kasih tahu gue kalau elo udah suka sama gue duluan."
"Terus Permana bilang apa?" Elkhan penasaran.
"Nggak bilang apa-apa. Cuma bilang, kalau lo emang suka, lo jalani aja. El itu anaknya baik, dia tidak suka dikhianati, sudah pasti dia orangnya setia. Kalau lo sama dia, gue dukung. Gitu doang." jawab Kimora. Memang faktanya Permana berkata seperti itu.
Elkhan hanya tersenyum mendengar jawaban Kimora. Itu sebabnya Permana tidak melarang Elkhan mendekati sepupunya. Karena mungkin dia percaya Elkhan tidak akan pernah menyakiti sepupunya.
"Tahu nggak, lo sempet jadi rebutan temen-temen gue waktu itu. Mereka tertarik sama lo. Tapi dilarang semua oleh Permana waktu mau deketin lo." kata Elkhan.
"Tapi waktu itu lo masih pacaran sama Ulfa kan?" Elkhan menganggukan kepalanya.
"Tapi jujur, waktu pertama ketemu lo, hati gue sempet bergetar."
"Masa?"
"Beneran. Lo tipe gue banget. Apa adanya, agak tomboy tapi cantik, lucu nggegemesin." kata Elkhan.
"Gue bahagia banget, akhirnya gue bisa dapetin lo. Bersyukur banget gue." imbuh Elkhan.
"Gue berharap kita akan bersama sampai kapanpun. Kayak papa dan mama, mereka pacaran dari SMA, nikah waktu masih sekolah. Sampai sekarang masih romantis terus. Lo mau nggak seperti itu?" tanya Elkhan.
"Kalau untuk bersama sampai akhir sih gue mau. Tapi kalau untuk nikah muda, gue menolak. Gue masih ingin menikmati masa muda gue yang tidak akan pernah terulang kembali." jawab Kimora. Dia ingin mengukir kenangan yang tak akan terlupakan di masa mudanya.
Di usianya yang masih menginjak 17 tahun. Dia ingin mengukir kenangan sebanyak-banyaknya untuk bekal masa tuanya yang akan dia ceritakan ke anak cucunya kelak.
__ADS_1
Usia 17 tahun yang merupakan usia termanis dalam hidup. Sweet seventeen yang terjadi sekali seumur hidup. Dimasa itulah jati diri seseorang mulai terbentuk. Kedewasaan semakin terukur.
Diusia itulah gerbang masa depan mulai kian mendekat. Masa sekolah yang tak akan pernah terlupakan sepanjang hidup. Sweet seveenten.