Sweet 17

Sweet 17
54


__ADS_3

BAB 54


"El, dicari temen kamu." kata Alenka sembari membuka pintu kamar Elkhan.


"Siapa ma?"


"Linda." Elkhan memicingkan matanya. Dia lupa jika dia telah berjanji mengajak makan malam Linda.


"Katanya kalian mau keluar makan." kata Alenka.


"Oh.. Hah.." Elkhan baru ingat jika dia tadi sempat mengajak Linda makan diluar sebagai ucapan minta maafnya.


Namun, ada sedikit rasa tidak senang dari helaan nafasnya serta raut wajahnya yang murung. "Aku ganti baju bentar ma." kata Elkhan.


"Kalau kamu nggak mau pergi, biar mama yang kasih alasan." Alenka ingin membantu anaknya. Dia tahu bahwa anaknya merasa tertekan.


"Nggak usah ma. Kalau hari ini nggak, besok aku juga harus tepatu janjiku kan?" ucap Elkhan.


"Biarin aku turuti dia ma, cuma makan malam kok. Paling juga ke kafe Moon.." imbuhnya.


Elkhan hanya ganti baju lalu memakai jaket. Segera dia turun untuk menemui Linda. Meskipun sebenarnya dia malas keluar. Tapi karena sudah janji, maka Elkhan harus menepati.


"El.." Linda tersenyum saat melihat Elkhan berjalan mendekat dengan memakai jaket. Dia senang karena Elkhan ternyata menepati janjinya.


"Mau kemana kak?" tanya Kayra yang kebetulan mau ke dapur mengambil minum.


"Mau makan. Mau ikut?" kesempatan Elkhan agar tidak berduaan dengan Linda. Dia juga mengedipkan matanya memberi isyarat kepada adiknya.


"Emang boleh?" tanya Kayra yang memang paham dengan kode dari kakaknya.


"Boleh nggak Lin?" tanya Elkhan kepada Linda yang mulai memudar senyumannya.


"Nggak usah ikut aja! Jangan ganggu kita!" kata Elkhan.


"Ah pelit.." gerutu Kayra.


"Bukan pelit. Nggak semua orang kayak Ara yang mau dikintilin bocil kayak lo. Udah dirumah aja!" ucap Elkhan.


"Maaf ya Lin, dia biasanya selalu ngintil kalau gue dan Ara pergi. Jadi kebiasaan." imbuh Elkhan.


"Nggak apa kok, kalau adik lo mau ikut, kan biar rame. Gue juga bisa lebih dekat dengan adik lo." jawab Linda. Dia tidak suka dibandingin dengan Kimora.


"Tuh dengerin, kak Linda kan baik.. wekk.." Kayra meledek kakaknya dengan menjulurkan lidahnya.


"Dasar bocil.." ucap Elkhan.


"Makasih kak Linda, gue ambil jaket bentar." kata Kayra lalu berlari menuju kamarnya.


Setelah berpamitan dengan Alenka dan juga Gio. Kedua kakak beradik ditambah Linda segera keluar dari rumah.

__ADS_1


"Lo kesini naik apa?" tanya Elkhan yang tidak melihat mobil Linda di halaman rumahnya.


"Tadi naik taksi, mang Dadang lagi nggak enak badan." jawab Linda.


Padahal, itu hanyalah alasan saja. Niat Linda ialah agar dia bisa berboncengan dengan Elkhan. Lalu bisa diantar pulang sekalian.


"Ya udah lo boncengan sama gue!" Elkhan tahu maksud dan tujuan Linda. Makanya dia menurut apa yang dimau oleh Linda. Agar Linda tidak kecewa.


"Lo naik motor lo sendiri!" kata Elkhan kepada adiknya.


"Iya bawel." ucap Kayra.


Linda agak sedikit manja dengan Elkhan. Dia meminta Elkhan memasangkan helm untuknya. Elkhan sempat memutar bola matanya. Tapi dia tetap nurut.


"Sini biar gue yang benerin.." Kayra menyerobot. Dia mendorong pelan kakaknya. Dia menggantikan kakaknya memasangkan helm untuk Linda.


"Kak Linda nggak mau bonceng gue aja? Kak El kalau bawa motor suka ngebut.." kata Kayra sembari memasangkan helm untuk Linda.


"Nggak usah Kayra.. Kalau sama gue, kakak lo nggak pernah kenceng-kenceng kok bawanya." kata Linda, menolak ajakan Kayra.


Segera Linda naik ke motor Elkhan. Lalu Elkhan melajukan motornya menuju kafe Moon. Disusul oleh Kayra dibelakangnya.


Sekitar dua puluh menit kemudian. Mereka sampai di tempat tujuan yaitu kafe Moon.


Pada saat yang sama, Kimora juga baru sampai di kafe tersebut bersama teman-temannya. Dia melihat dari dalam mobil Ciara. Bahwa Elkhan datang bersama dengan Linda. Bahkan dia juga melihat Elkhan yang membantu Linda membuka helm-nya.


Dulu, Kayra juga sering ikut pergi bersama dengan dia dan Elkhan. Kini, tetap sama hanya saja wanita disamping Elkhan bukan lagi dirinya.


"El tuh kayaknya sengaja banget pamer pacar barunya." Ciara yang menggerutu karena kesal.


"Emang nyebelin tuh orang.." sahut Agata yang juga berada di dalam mobil tersebut.


"Udahlah biarin aja! Kita kesini kan mau nongkrong. Nggak usah peduliin dia!" timpal Chelsea.


"Bener Ra, kita kesini kan buat nongkrong dan senang-senang. Kasihan tuh mereka udah ninggalin pacar mereka." kata Ciara juga.


"Apanya yang ninggalin? Noh lihat Diky sama Afen." ternyata Diky dan Afen sudah menunggu di dalam.


"Gue juga nggak peduliin dia kok. Yuk masuk!" Kimora membuka pintu mobil kemudian keluar.


"Kak Ara..." seru Kayra yang melihat Kimora keluar dari dalam mobil bersama teman-temannya.


"Hai Kay.." Kimora melambaikan tangannya. Sementara Kayra sudah berlari menyongsong Kimora yang berjalan ke pintu utama kafe tersebut.


"Kak Ara, gue kangen..." Kayra segera memeluk Kimora. Sudah lebih dari semimggu, dia tidak bertemu dengan Kimora. Dia juga merasa sangat sedih saat mendengar bahwa Kimora dan kakaknya telah putus.


"Gue juga kangen sama lo.." Kimora mencubit pipi Kayra dengan lembut. Kedekatan mereka sudah seperti kakak dan adik kandung.


"Ra, makan disini juga?" tanya Elkhan yang sengaja menunggu Kimora mendekat.

__ADS_1


Tapi, Kimora hanya tersenyum kecil kemudian melewati Elkhan begitu saja. "Hai, masih ingat gue?" dia justru menyapa Linda yang mematung dibelakang Elkhan.


"I..iya.. Ara kan, pacarnya-"


"Mantan pacar." Kimora menegaskan status hubungannya dengan Elkhan.


Linda hanya mengangguk pelan. Dia melirik Elkhan yang menatap Kimora dengan tajam, tapi penuh kelembutan.


"Galih udah mau perform, yuk kuta masuk!" ajak Kimora kepada teman-temannya.


"Kita duluan ya.." pamitnya kepada Linda, Elkhan dan juga Kayra.


Sementara Elkhan hanya mematung ditempatnya. Tidak tahu apa yang dia pikirkan. Tapi kebisuannya membuat Linda merasa canggung.


"El, lo kenapa? Kalau lo merasa nggak nyaman, gimana kalau kita pindah tempat?" ajak Linda.


Elkhan hanya tersenyum kecil. "Nggak usah. Yuk kita makan!" katanya. Lalu melangkah masuk ke dalam kafe tersebut.


"Gue mau gabung sama kak Ara, nggak mau ganggu kalian." setiap ketemu Kimora. Kayra akan menjadi heboh.


Namun, Elkhan dengan cepat menahan tangannya. "Jangan bikin Linda merasa jika nggak enak!" kata Elkhan.


Kayra pun tetap tinggal bersama dengan kakaknya. Di mulai paham apa maksud kakaknya dari tatapan mata kakaknya. Ya, Elkhan tidak mau ditinggal berduaan dengan Linda.


"Lo nggak mau nyanyi kak?" tanya Kayra. Dia sedang menikmati suara merdunya Galih.


Elkhan tidak menjawab. Dia masih memandangi Kimora yang sedang bersendau gurau dengan teman-temannya.


Namun, saat Galih selesai nyanyi. Band yang biasa manggung ditempat itu juga segera perform. Kimora dan Ciara pun berteriak dengan heboh. Ya, band itu salah satu favorit mereka. Band yang sering perform di kafe tersebut.


"Ra, Rendi cakep banget yak.." seru Ciara kegirangan.


"Banget.."


"Ra, lo berani nggak kasih bunga ke Rendi?" tantang Agata. Kebetulan ada bunga plastik di dekat mereka.


"Gue aja, gue berani.." seru Ciara.


"Gue juga berani.." Kimora tidak mau kalah dengan Ciara.


Keduanya berebut siapa yang akan memberikan bunga tersebut. Dan pemenangnya adalah Kimora. Dengan langkah pasti Kimora menuju ke depan dan memberikan bunga tersebut.


Sorakan penonton menggelora karenanya. Rendi dengan tersenyum kecil maju untuk menerima bunga dari Kimora.


"Makasih.." kata Rendi.


Sementara Elkhan terus menatap dengan tajam. Brakk.


Elkhan menggebrak meja membuat Kayra dan Linda menjadi kaget. Dia segera berdiri lalu menarik tangan Kimora dengan paksa.

__ADS_1


__ADS_2