
Aku jalan, kesamping rumah Nia, dan belok kekiri, dan masuk kegang kecil sedikit,
baru ada deretan kontrakan tepat dibelakang rumahnya Nia.
didepan kontrakan banyak gerobak bubur kacang ijo berjejer, ya, bpkku seorang penjual bubur kacang ijo, begitu pun orang disini makanya jadi banyak gerobak.
Aku ga malu, Bpkku seorang penjual bubur kacang ijo. mlah aku senang.
karna meskipun hanya penjual bubur kacang ijo, itu penghasilan bpk yg sudah bertahun-tahun lamanya.
dari situ jg, bpk bisa memberi nafkah semua keluarganya.
Aku sangat bersyukur.
Aku membuka pintu dan masuk kekontrakan bpkku ini, kebetulan memang ga dikunci karna bpkku tau aku akan datang. Kontrakannya sih ga begitu besar, ada tiga petak, depan, tengah dan belakang, depan buat ruang tamu, yg tengah buat tidur dan yg belakang untuk kamar mandi.
Bpkku lg ga ada, karna lg belanja buat keperluan dagang besok.
Aku meletakan tasku dibawah dekat kasur, aku lngsung menghempaskan badanku dikasur.
Bluk, suara dikasur.
Aku memejamkan mataku dan tertidur.
**
"Jul, Julia bangun ini udah sore, makan ke, mandi ke, ayo bangun belum shalat ashar jg" bpkku membangunkanku.
"hmmm" karna aku masih ngantuk, aku terduduk sambil kumpul nyawa.
setelah agak sadar aku turun dari kasur langsung mengambil handuk, dan masuk kekamar mandi.
***
Waktupun semakin malam, tapi Nia belum pulang juga.
ini udah jm 9 mlm lebih, Aku dari tadi bolak-balik kerumah Nia, masih belum pulang juga.
Laperrr, perutku keroncongan lagi, padahal udah makan tadi abis magrib, sekarang mlah laper lagi.
"Pak, didepan ada tukang makanan apa jam segini?" aku bertanya pada bpkku.
"Banyaklah, coba aja lihat" kata Bpkku.
"ya, udah deh, Julia liat kedepan" Aku keluar.
Aku jalan kedepan dan membuka gerbang pintu yg kecil itu.
__ADS_1
Aku tengok kekanan ada tukang pecel lele, tapi rame banget males ngantrinya.
akupun tengok kekiri, ada tukang ketoprak ga begitu rame, serame-ramenya ketoprak tetep aja cuma sebentar.
gak kaya pecel lele lama banget.
Aku menghampiri gerobak ketoprak itu.
"Kang Amir, ketopraknya satu ya" aku mulai memesan.
"eh neng Julia, tunggu aja ya, masih 2 lagi" ujar kang Amir, aku udah lama kenal kang Amir karna udah langganan dari dulu.
"iya, kaleum kang" ucapku.
Aku duduk dibangku yg sudah disiapkan.
"kang Amir biasa yaa" kata seorang cowo didepanku.
"iya, Dit, tenang aja masih banyak" kata kang Amir lagi.
Cowo itu narik bangku yg dibelakang dan duduk disampingku.
"Julia" panggilnya pelan.
"Masih inget aku kan?" tanyanya.
"hmmm" Aku pura-pura berpikir, tapi sebenernya aku tau.
"iya, kenal laahh, orang kamu tinggal disamping, Adit yg Bandel" aku ngeledekin dia.
"haa..haaa.. kamu masih inget aja" ujarnya.
kami ngobrol-ngobrol lumayan lama.
"neng, Jul, nih udah" kang Amir memberikan ketoprak pesananku.
Aku merogoh kantong celanaku. "berapa kang," tanyaku, "10.000 rbu neng" kata kang Amir.
Aku mau memberikan uangku. Adit memegang tanganku dan melepasknnya lg pelan-pelan,
Aku ga tau sejak kapan Adit berdiri.
"Biar sekalian aja aku yg bayar." Adit menawarkan.
"eh, bener niihh" Aku meyakinkan.
Adit cuma menangangguk dan tersenyum.
__ADS_1
Aku terima tawarannya, kapan lg coba, ye kan.
kalo kata orang mah rejeki anak sholeha.
"Makasiih yaa" kataku berterima kasih pada Adit.
sekali lg Adit hanya tersenyum dan mengangguk.
"Aku duluan yaa, sekali lagi makasih yaa" Aku mengucapkannya lg.
"ok siip" katanya pendek sambil mengacungkan jempolnya.
Aku tersenyum padanya, dan Adit pun jg sama, aku jalan kedepan dan belok kanan sedikit, aku buka garbang pintu kecil dan menutupnya kembali.
aku melangkah kedepan, Aku ga sengaja lihat, Nia dan pacarnya sedang berciuman didepan rumahnya, Aku menunduk.
"Ijuulll" teriak Nia. pacar Nia jadi nengok kebelakang.
"sini" teriaknya lg. Aku sebenernya malu siihh, tp, tetep aja aku nyamperin Nia.
"oh ya sayang, kenalin ini sahabatku namanya Ijul" Nia malah ngeledekin aku.
pacarnya Nia mengulurkan tangannya.
"Panji" katanya mengenalkan diri, Aku membalas uluran tangannya.
"Julia" Aku melepaskan tanganku.
"Aku kira Ijul tuh cowo, ternyata namanya Julia yaa" Panji menanyakan padaku. " sering dipanggil gitu yaa sama Nia" sambung panji.
" gitu lah" kataku pendek.
" ya, udah sayang aku pulang yaa" pamit Panji,
Panji mengecup kening dan bibirnya Nia lagi.
Aku menoleh kesamping.
Panji pun jalan kedepan dan menghampiri motor moge yg didepan gerbang itu.
Aku ko ga ngeh ya ada motor disitu, padahal motor segede itu.
__ADS_1