Sweet 17

Sweet 17
29


__ADS_3

BAB 29


"Uhh manisnya.." seru Ciara dan Agata. Mereka sengaja melirik Ulfa yang terlihat kesal dengan pemandangan yang manis itu.


Sembari menunggu Kimora menyuapi Elkhan. Teman-teman Kimora berbincang-bincang dengan mamanya Elkhan.


"Tante, tante, kalau boleh tahu. Emang tante beneran mamanya Elkhan?" tanya Ciara.


Tak lama, Ciara pun mendapat jitakan di kepala oleh Chelsea dan Agata. "Pertanyaan lo nggak ada yang lebih berbobot?" omel Chelsea yang merasa tidak enak dengan mamanya Elkhan.


"Beg* banget emang nih anak. Kalau bukan anaknya tante Alenka emang anak siapa?" Agata juga kesal dengan pertanyaan Ciara yang dianggap tidak berbobot.


"Bukan gitu anj*r. Maksudnya gini, tante Alenka kan masih muda banget tapi punya anak segede Elkhan." kata Ciara juga bingung cara ngejelasinnya.


Alenka hanya tersenyum melihat teman-teman Kimora yang pada ribut sendiri. "Iya lah, pastinya El itu anak kandung tante. Tante sama Om dulu nikah muda. Sebelum lulus SMA malahan." jawab Alenka dengan tersenyum.


"Ha? Emang boleh tante? Atau mungkin karena tante hamil duluan?" Ciara kembali mendapat jitakan karena dia berkata sembarangan dan tanpa dipikirkan dulu.


"Nih anak mulutnya.." Chelsea semakin tidak enak hati karena Ciara yang berkata sembarangan.


Tapi Alenka bukannya marah malah tertawa mendengar pertanyaan Ciara. "Enggak, tante nggak hamil duluan. Tapi waktu tante seumur kalian, tante dijodohin sama papanya El. Kebetulan kita juga satu sekolah. Karena kita cocok akhirnya kita mau, lalu kita memutuskan untuk nikah muda." kata Alenka menjelaskan kisahnya dengan santai.


"Terus tante sama om nggak dimarahin pihak sekolah karena nikah waktu masih sekolah?" teman-teman Kimora semakin penasaran dengan kisah percintaan papa dan mamanya Elkhan.


"Tante sama om sembunyi-sembunyi. Bahkan teman-teman dekat kita tidak ada yang tahu kalau om sama tante udah nikah. Hanya sepupu tante yang kebetulan satu sekolah dengan tante yang tahu." imbuh Alenka.


"El lahir satu setengah tahun setelah om dan tante nikah. Jadi waktu acara kelulusan sekolah, tante udah hamil El." tutur Alenka kembali mengenang masa-masa indah itu.


"Tapi pesan tante. Kalian jangan seperti om dan tante ya! Kalian harus sekolah dulu yang bener, lalu kerja dan sukses baru nikah!" pesan Alenka untuk teman-teman anaknya juga untuk anaknya.


"Yang paling penting, hindari pergaulan bebas yang berdampak negatif untuk masa depan kalian. Nikmati masa muda kalian dengan baik, karena masa-masa itu tidak akan pernah terulang lagi."

__ADS_1


"Perjalanan kalian masih panjang. Ciptakan kenangan yang tak terlupakan di masa kalian sekarang ini. Di usia 17 tahun yang tak akan terlupakan karena tidak bisa terulang."


"Iya tante.." jawab Chelsea, Agata, dan Ciara bersamaan.


"Tante, tante cantik banget. Papanya El pasti juga ganteng?" Ciara yang memang belum pernah melihat papanya Elkhan secara langsung. Dia hanya tahu nama Gio Rafael Wijaya dan artikel di google. Tapi belum pernah melihat secara langsung.


"Kalau kamu lihat El, kamu udah lihat papanya El. Mereka mirip banget. Bukan hanya wajahnya, tapi juga sifat dan karakternya. Kalau udah suka sama wanita, dia akan bucin sekali." Alenka tersenyum sembari menatap anaknya yang masih bermanja kepada Kimora.


Sementara Ulfa hanya berdiam diri karena tidak ada yang menghiraukan dirinya. Dia menatap Kimora dengan tatapan tajam. Seperti tidak rela jika Elkhan bahagia bersama dengan Kimora. Tanpa sengaja tangannya mengepal menahan amarahnya.


Sudah cukup lama. Teman-teman Kimora akhirnya pamit pulang. "Lo mau bareng gue atau mau anterin Elkhan pulang dulu?" tanya Ciara kepada Kimora.


Elkhan pun dengan segera menahan tangan Kimora. "Ara bareng gue, ntar gue yang anter." sahut Elkhan.


"Tapi kan kaki lo masih sakit, gue bareng anak-anak aja.." timpal Kimora.


"Pokoknya nggak boleh! Nanti kan bisa ajak sopir." Elkhan tetap tidak membiarkan Kimora pulang duluan.


"Iya Ra, nanti biar diantar sopir kalau nggak biar dianter om." sahut Alenka. Sebelumnya Elkhan sempat melirik mamanya. Mungkin meminta bantuan mamanya untuk tetap menahan Kimora.


"Nah, katanya lo pengen lihat papanya Elkhan?" tanya Chelsea ke Ciara.


"Nj*r nih anak bikin nggak enak sama mamanya Elkhan.." bisik Ciara sembari mencubit pinggang Chelsea.


"Emang lo udah pernah ketemu papanya Elkhan?" tanyannya balik.


"Udah." jawab Chelsea dengan cepat. Tapi dia tidak mengatakan dengan jelas. Karena itu hanya akan mengingatkan dia pada lelaki brengs*k itu.


Alenka tersenyum melihat tingkah teman-teman Kimora. Dia jadi kangen dengan teman-teman sekolahnya dulu. "Tante punya temen namanya juga Ciara. Dia sama kayak kamu, cantik tapi konyol. Tapi itu yang membuat kalian menyenangkan." tutur Alenka.


"Masa iya tante? Tuh dengerin, gue tuh cantik dan menyenangkan. Iya kan tante?" Ciara berkata dengan senang karena pujian dari mamanya Elkhan.

__ADS_1


"Songong lo.." Agata mendorong kepala Ciara.


Alenka kembali tersenyum melihat anak-anak muda itu. Kangen dengan teman-temannya yang memiliki kesibukan masing-masing. Meskipun masih kerap komunikasi. Tapi karena kesibukan masing-masing mereka jarang ketemu.


Alenka lalu menyadari keberadaan Ulfa yang telah lama diabaikan. "Oh ya Fa, kamu udah makan belum? Cari makan sama tante yuk!" ajak Alenka.


Ulfa pun yang sudah lama terabaikan menjadi senang. Dia menganggap mamanya Elkhan ingin dekat dengannya. "Ayo tante.." Ulfa pun segera bangkit dengan tersenyum senang.


"Kalian mau ikut nggak?" tanya Alenka kepada teman-teman Kimora.


"Nggak usah tante. Kita mau pulang aja." jawab Agata.


"Ayo tante!" Ulfa menggandeng tangan Alenka kemudian menariknya keluar. Dia tidak suka melihat kedekatan Alenka dengan teman-teman Kimora.


"Iya. Mama cari makan dulu ya El!" Alenka menatap anaknya dengan senyuman tersirat. Sebenarnya, Alenka hanya ingin memberi kesempatan kepada anaknya supaya bisa berduaan dengan kekasihnya.


Oleh sebab itu, saat teman-teman Kimora berpamitan. Alenka langsung memutar otak, mencari cara bagaimana membuat Ulfa keluar dari kamar anaknya. Sehingga membiarkan Elkhan dan Kimora berduaan.


Alenka juga pernah muda. Dia juga pernah mengalami seperti yang anaknya alami sekarang.


"Iya ma." Elkhan tersenyum senang. Untungnya, dia memiliki ibu yang begitu perhatian dan peka.


Setelah Ulfa dan mamanya Elkhan pergi. Teman-teman Kimora pun juga berpamitan. "Kita pergi ya, kita nggak ganggu kok.." kata Chelsea menggoda Kimora.


"Awas aja kalau besok nggak jadi traktir kita!" Kimora balik menggoda Chelsea dengan mengingatkan pada janji Chelsea tadi.


"Emang dia ulang tahun?" tanya Elkhan penasaran.


"Nggak. Dia jadian sama Diky.." bisik Kimora.


"Ha? Diky teman sekelas gue?" Kimora menganggukan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


"Anj*r gercep banget.. Baru kapan hari itu dia nanyain lo, sekarang udah jadian aja. Cepat tanggap sekali.." kata Elkhan menggoda Chelsea.


Sementara Chelsea hanya tersenyum malu-malu karena godaan teman-temannya. Lalu mereka pergi meninggalkan Kimora dengan Elkhan berdua di kamar rawat tersebut.


__ADS_2