Sweet 17

Sweet 17
49


__ADS_3

BAB 49


Sampai menjelang petang, pikiran Kimora masih saja memikirkan hal yang sama. Kenapa dan mengapa.


Tidak mau hanya menerka-nerka. Kimora memutuskan ke rumah Elkhan untuk bertanya secara langsung. Apa yang sebenarnya membuat Elkhan marah.


Setelah mandi, dia segera menuju rumah Elkhan. Disana, dia masih disambut baik oleh mamanya Elkhan. "El ada tante?" tanya Kimora.


"Ada Ra, kayaknya tidur karena dari tadi belum keluar kamar. Bentar, tante panggilin ya.." kata Alenka.


"Iya tante.."


Alenka belum tahu jika anaknya sedang marah dengan Kimora. Dia segera ke kamar Elkhan. Namun, tak lama kemudian Alenka kembali dengan wajah kusut.


"Maaf Ra, El nggak mau buka pintu. Mungkin dia masih tidur. Atau kamu coba ke kamarnya." kata Alenka. Dia masih belum ngeh kalau Elkhan dan Kimora sedang ada masalah.


"Nggak usah aja tante.. Aku pulang aja." pamit Kimora. Dia benar-benar nggak ngerti lagi dengan pacarnya itu.


Ada rasa kecewa, bingung juga sedih. Pulang dengan hati kecewa dan sedih. Tak tahu apa yang harus dia lakukan. Tiba-tiba tanpa sadar air matanya menetes. Tidak kuat menahan rasa kecewa dalam hatinya.


Keesokan paginya.


Begitu sampai di sekolah. Kimora segera berlari menuju kelas Elkhan. Dia melihat motor Elkhan yang sudah ada di parkiran.


"El, gue mau bicara.. Lo kenapa sih? Apa salah gue?" tanya Kimora.


Akan tetapi, Elkhan langsung berdiri tanpa menjawab pertanyaan Kimora. Dia malah berjalan mendekat ke bangku Ulfa.


"Fa, lo tadi mau bareng sama gue pas reuni besok?"


"I...ya..." Ulfa kebingungan, karena tadi Elkhan jelas-jelas menolak. Tapi kenapa sekarang dia bertanya.


Mata Ulfa kemudian tertuju kepada Kimora yang berwajah kesal. Sepertinya dia mulai tahu kondisinya. Ulfa pun segera bangkit dan meraih tangan Elkhan.


"Iya, besok gue jemput lo, kita pergi bareng.." Ulfa bahkan melingkarkan tangannya dilengan Elkhan.


Mata Kimora pun terbelalak. Apalagi saat melihat Elkhan hanya diam saja. Kimora segera mendekat dan menarik tangan Elkhan. Dia merasa masih pacarnya Elkhan jadi wajar kalau dia marah.


"Kenapa lo nggak nyerah aja sih Fa?" tanya Kimora.


"Lo sadar nggak lo bukan siapa-siapanya El lagi. Buktinya dia cuekin lo dan malah ajak gue bareng waktu reuni besok." tutur Ulfa dengan senyum meledek.


"Siapa bilang gue bukan siapa-siapa dia lagi? Gue belum dengar kata putus dari dia." kata Kimora sembari menatap Elkhan dengan tajam.


Tapi, Elkhan selalu mengalihkan pandangannya. Tidak berani menatap Kimora balik.


"Kalau gitu, tolong suruh dia putusin gue!" ucap Kimora membuat mata Elkhan terbelalak. Namun, dia kembali teringat akan kakak sepupu Kimora.


Tanpa berkata, Elkhan meninggalkan kelasnya begitu saja. Dia juga tidak mengajak Kimora.


****


Waktu reuni tiba.

__ADS_1


Ulfa datang ke rumah Elkhan. Sebelumnya mereka telah janjian untuk berangkat bersama. Hatinya merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa pergi dengan Elkhan kembali.


Namun, dia merasa kecewa tatkala melihat Elkhan pergi bersama seorang wanita yang tidak dia kenal. Elkhan dan wanita itu menunggu kedatangan Ulfa.


"El dia??" tanya Ulfa.


"Kenalin, temen gue, Linda.." Elkhan mengenalkan Linda kepada Ulfa.


"Dia ikut kita?"


"Ya." jawab Elkhan.


"Tapi El??"


"Berangkat sekarang atau nggak usah ikut reuni aja." kata Elkhan dengan tegas.


Sikapnya sangat berbeda dari waktu di sekolah tadi. Di depan Kimora, Elkhan bersikap baik kepada Ulfa. Bahkan terkesan begitu lembut. Tapi saat tidak ada Kimora, dia akan bersikap dingin lagi.


"Iya, yuk.."


"Gue naik motor aja." kata Elkhan. Dia sepertinya tidak mau semobil dengan Ulfa dan Linda.


"Gue ikut lo.." pinta Linda.


"Tapi lo..?"


"Nggak apa, mang Dadang biar nunggu disini aja." Linda segera naik ke motor Elkhan.


Dengan adanya Linda, itu akan membuat Ulfa tidak memiliki kesempatan untuk mendekatinya.


"Ya udah.." jawab Elkhan.


Dia segera melajukan motornya. Diikuti oleh Ulfa yang merasa sangat kesal. Apalagi saat melihat Linda memeluk pinggang Elkhan.


"Si*l, harusnya gue yang bonceng Elkhan kayak gitu.." kesalnya sembari memukul stir kemudinya.


Sesampainya di tempat reuni. Ulfa dengan kesal segera bergabung dengan Santi dan juga Chila. Dia mengutarakan kekesalannya kepada kedua temannya tersebut.


"Dia siapa Fa?" tanya Santi.


"Temennya El.." jawab Ulfa masih dengan kesal.


Kedatangan Elkhan bersama dengan Linda tersebut membuat Dian, Permana dan juga teman-temannya yang lain yang kenal Kimora menjadi bingung.


Tapi, Dian kemudian teringat wajah masam Kimora dua hari terakhir. Dia juga tidak melihat Kimora dan Elkhan bersama. Dian menebak jika mereka berdua sedang bertengkar.


"Ara nggak ikut?" tanya Permana dengan wajah yang mulai kesal.


"Nggak." jawab Elkhan singkat.


"Gue kesana bentar.." Elkhan pergi ke teman-temannya yang lain. Dan tetap diikuti oleh Linda yang malu jika berdiri seorang diri.


Dia kenal dengan beberapa teman Elkhan, termasuk Dian dan Permana. Tapi mereka tidak begitu dekat. Hanya pernah dikenalkan oleh Elkhan dulu.

__ADS_1


Dian dan Permana kemudian memvideo momen tersebut kemudian mengirimnya ke Kimora. Dengan pertanyaan yang sama pula.


"Lo sedang bertengkar dengan El?"


"Ngapain sih lo ikut-ikut? Cepu banget lo mentang-mentang Kimora sepupu lo.." gerutu Dian.


"Lo juga kenapa ikut kirim video ke Ara? Lo juga cepu.. Kalau gue wajar, dia adik gue. Gue nggak akan biarin dia terluka." jawab Permana dengan yakin.


"Gue juga temennya Ara, juga temen El. Gue nggak mau mereka saling menyakiti." kata Dian.


"Tapi gue juga aneh, dua hari ini Ara kayak murung terus. Dan tidak kelihatan mereka jalan bareng. Apa mereka lagi ada masalah?" Dian masih saja penasaran.


"Gue harus pastiin, kalau El emang udah nggak suka Ara, kenapa nggak putus aja? Kalau gini kan mereka akan sama-sama terluka." ucap Permana.


Sementara di rumah, Kimora membulatkan matanya melihat video yang dikirim oleh Dian dan juga Permana. Jelas dalam video tersebut jika Elkhan bersama dengan Linda. Wanita yang bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu.


"Anj*r, apa sih maunya?" Kimora marah. Dia melempar ponselnya ke atas kasur karena kesal.


Tapi, tak lama kemudian dia mengambil ponselnya kembali. Kembali melihat video tersebut. Hatinya kembali merasakan kesal.


Akhirnya Kimora memutuskan untuk ke rumah Elkhan untuk meminta penjelasan. Siapa tahu ada kesalahpahaman seperti beberapa waktu yang lalu.


Dengan mengendarai mobil milik kakaknya. Kimora menuju rumah Elkhan. Tapi, yang menyambutnya justru mamanya Elkhan. Karena Elkhan belum pulang dari tempat reuni SMP-nya.


"Kalian sedang bertengkar?" tanya Alenka. Dia juga merasa aneh dengan sikap anaknya yang seperti sedang memiliki banyak masalah dan juga tidak bersemangat.


"Sebenarnya nggak bertengkar sih tante. Tapi beberapa hari ini El kayak ngejauhi aku. Makanya aku kesini mau minta kepastian." jawab Kimora berterus terang kepada mamanya Elkhan. Selama ini mamanya Elkhan sangat mendukung hubungan mereka.


Kimora tidak mau masuk ke rumah. Dia sengaja menunggu Elkhan di halaman rumahnya bersama dengan mamanya Elkhan. Dia tidak mau diajak masuk meskipun Alenka memintanya.


Tak lama kemudian. Elkhan pulang berboncengan dengan Linda yang tertidur sembari memeluk pinggang Elkhan.


Kimora hanya menatap pemandangan tersebut dengan nanar. Ya, hatinya terasa sangat sakit. Bagai jutaan panah menusuk ke dalam hatinya. Sakit.


Akan tetapi, Kimora masih berusaha untuk menahan amarah. Bahkan disaat Elkhan menggendong Linda ke dalam mobilnya. Sebenarnya, Elkhan terkejut waktu melihat Kimora. Tapi, dia memang sengaja melakukannya di depan Kimora. Tidak tahu apa maksud dan tujuannya.


Bahkan Elkhan hanya berjalan melewati Kimora begitu saja. "El, selesaiin urusan kamu dengan Ara dulu!" pinta Alenka.


"Nggak ada yang perlu diselesaiin ma. Kita udah selesai dari kemarin."


Jleb. Hati Kimora kembali merasakan sakit.


Selesai? Dari kemarin?


"Jadi maksudnya kita udah selesai? Kita putus?" tanya Kimora dengan gemetar karena menahan rasa sakit di dalam hatinya.


"Ya." jawab Elkhan cepat.


Kimora kembali menahan rasa yang begitu menusuk ke dalam hatinya. Bahkan tangannya bergetar karena menahan amarah dan air matanya. "Oh gitu. Oke, mulai sekarang kita bukan siapa-siapa. Gue nggak mau minta penjelasan apapun. Gue hanya tahu, lo udah nggak suka sama gue. Gue terima semua. Thanks udah pernah ada di hidup gue." Kimora melepas kalung dan cincin yang pernah Elkhan berikan.


"Aku pamit tante.." kata Kimora dengan suara serak. Dia segera berlari meninggalkan tempat tersebut dengan hati terluka.


"Ara... Ara.." Alenka mengejar Kimora tapi Kimora cepat masuk ke dalam mobilnya. Dan segera melaju meninggalkan rumah mewah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2