Sweet 17

Sweet 17
16


__ADS_3

BAB 16


Ulfa kembali ke kelas dengan marah. Dia tidak jadi ke kantin. Dia memukul meja yang ada di depannya dengan geram. "Brengs*k, beraninya mereka pamer kemesraan." gumamnya marah.


"Fa, tenang! Kita akan balas mereka." ucap Santi menenangkan Ulfa.


Namun, hati Ulfa tetap saja panas. Dia tidak menyangka bahwa Elkhan yang dulunya begitu dingin bisa sebucin itu dengan Kimora. Bahkan saat berpacaran dengannya pun Elkhan tidak seperti itu.


"Apa bagusnya dia dibanding gue?" tanya Ulfa dengan kesal.


"Lo lebih segalanya dari dia. Hanya saja saat ini Elkhan dibutakan oleh cintanya. Kita akan cari cara membuat mereke putus." sahut Chila.


"Benar. Jangan sedih lagi!" timpal Santi.


"Ke kantin yuk! Gue laper!" ajak Santi yang tidak bisa menahan rasa lapernya. Tadi pagi dia tidak sarapan.


Ulfa mulai tenang. Dia pergi ke kantin bersama dengan Santi dan Chila. Persahabatan mereka juga sudah terjalin cukup lama. Sehingga mereka bisa memahami satu sama lain.


Saat mereka masuk ke kantin. Mereka kembali melihat Kimora dan Elkhan yang sedang bersendau gurau dengan teman-temannya yang lain. Ulfa hendak kesal. Tapi Santi kembali menyemangatinya. Sehingga Ulfa bisa lebih tenang lagi.


"El, lo kok mau sih sama cewek modelan Ara gini?" tanya Putra.


"Kenapa emangnya?"


"Dia kan kayak anak laki. Lo nggak ilfeel?" tanyanya lagi.


"Nggaklah. Cuma gayanya aja yang kayak laki. Tapi dia kan cewek tulen, mana cantik lagi.." puji Elkhan yang membuat teman-teman Kimora menjadi heboh.


"Ihirrr.. Ara mah bikin iri.." seru Agata.


"Nj*r besar kepala dia.." Galih menoyor kepala Kimora membuat Kimora berteriak kesal.


"Kenapa? Emang gue cantik.. wekk.." tutur Kimora membuat teman-temannya mendengus.


"El, nanti malam kita ke kafe Moon gimana?" ajak Galih.


"Gue ada jadwal perform disana." lanjut Galih. Selama ini Galih menyanyi di kafe yang menyediakan live music. Lumayan untuk tambahan uang jajannya.


"Lo sering perform di kafe Moon?" tanya Elkhan.


"Yoi.. Lumayan buat tambahan uang jajan." jawab Galih.


Sementara Elkhan hanya tersenyum sembari menganggukan-anggukan kepalanya pelan. Dia tentunya tidak asing dengan kafe bernama Moon tersebut. Karena kafe itu milik orang tuanya. Hanya saja Elkhan memilih untuk diam saja. Tidak mau memamerkannya.


"Kalian juga boleh datang! Seperti biasa." kata Galih kepada teman-temannya yang lain.

__ADS_1


"Boleh juga. Udah lama nggak nongkrong bareng." sahut Angga dengan antusias.


"Lo ikut kan Dim?" tanya Widi.


Dimas nampak sedih entah apa yang dia alami. Tapi, semenjak memiliki kekasih. Dia sudah jarang ngumpul sama teman-temannya.


Kali ini, teman-temannya sengaja mengajaknya untuk nongkrong bareng. Mereka ingin melihat reaksi Dimas. Apakah dia akan ikut dengan teman-temannya. Atau dia memilih tidak ikut.


"Lo kenapa sih? Sejak pacaran sama Silvi, lo berubah banget.. Lo udah jarang nongkrong sama kita. Lo selalu aja alasan setiap kali kita ajak nongkrong." Widi mencoba protes karena perubahan Dimas yang signifikan.


"Silvi nggak suka kalau gue nongkrong malam." jawab Dimas yang sebenarnya juga ingin kumpul dengan teman-temannya lagi.


"Udahlah, jangan egois! Dimas juga berhak bahagia." sahut Galih. Dia tidak ingin mengulangi kesalahannya. Dia tidak ingin menghakimi temannya yang memiliki pacar. Karena dia sendiri juga punya pacar.


"Iya. Biarin aja! Mungkin itu yang membuat Dimas bahagia. Lagian kapan lagi dia punya pacar." kata Kimora sembari terbahak.


"Sial*n lo.." Dimas tersenyum kecil.


Candaan Kimora tersebut mampu mencairkan suasana yang menegangkan.


Cinta dan persahabatan adalah dua hal yang berbeda. Dan semua orang menjalani itu. Namun, kita tidak berhak untuk menghakimi mereka yang sedang jatuh cinta. Apa yang mereka lakukan tentunya untuk membahagiakan orang yang dia cinta.


****


Tetapi, Elkhan mengedipkan matanya. Mengisyaratkan agar para pelayan pura-pura tidak mengenalnya. Dia pun segera mendekat ke meja Kimora.


"Lo datang?" tanya Kimora yang kaget melihat kedatangan kekasihnya.


"Hmm.. Lo sering nongkrong disini?" Kimora dengan cepat menganggukan kepalanya.


Kimora tidak tahu bahwa pemilik kafe anak muda itu adalah orang tua Elkhan. Yang Kimora tahu, orang tua Elkhan pemilik kafe bernuansa klasik yang cukup terkenal dengan taman yang begitu luas, bernama GiLoveKa park. Restoran unik tersebut berada dilereng gunung dengan pemandangan alam terbuka yang sangat indah.


Kimora pernah diajak kesana oleh orang tua Elkhan. Makanya Kimora tahu. Tapi untuk kafe Moon. Alenka sama sekali tidak tahu bahwa pemiliknya juga orang tua Elkhan.


Kimora segera meminta Elkhan untuk duduk dan menyaksikan Galih yang akan perform. "Duduk!" katanya.


Elkhan terus memperhatikan Galih yang sedang menyanyi di atas panggung kecil. "Enak juga suaranya." puji Elkhan.


"Gue kesana dulu." Elkhan bangkit dari tempat duduknya.


"Kemana?" tanya Kimora.


Elkhan melangkah menuju panggung kecil tempat Galih masih bernyanyi. Dia segera mendekat dan berbisik kepada Galih.


"Serius?" Elkhan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Baik teman-teman semua. Ini ada teman aku yang ingin bernyanyi untuk kekasihnya juga. Mari kita beri tepuk tangan untuk Elkhan." kata Galih yang disambut dengan tepukan tangan yang sangat meriah.


Wajah tampan Elkhan mampu menghipnotis para pengunjung khususnya kaum hawa. Mereka memuji ketampanan Elkhan yang unik. Wajahnya yang terkesan dingin, tapi terlihat begitu lembut dan tampan dengan senyuman tipisnya.


"Waow ganteng banget.."


"Malam semua. Perkenalkan aku Elkhan, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untuk pacar aku yang duduk disebelah sana." Elkhan menunjuk Kimora yang duduk di meja ketiga dari depan.


Prokk. Prokk. Prokk.


Tepukan tangan bergemuruh. Sedangkan wajah Kimora memerah karena tersipu malu. Dia terus menatap kekasihnya yang mulai memainkan gitar ditangannya.


Pasalnya, bukan pertama kalinya Elkhan bernyanyi untuk Kimora. Tapi malam ini special, karena Elkhan menyanyi di depan banyak orang. Dan dengan lantang memperkenalkannya kepada publik bahwa dia adalah kekasihnya.


"Melihat tawamu


Mendengar senandungmu


Terlihat jelas di mataku


Warna-warna indahmu


Menatap langkahmu


Meratapi kisah hidupmu


Terlihat jelas bahwa hatimu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki."


Kimora tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia tersenyum kecil mendengar Elkhan menyanyikan sebuah lagu untuknya.


"Ara.. terima kasih karena telah memberi warna dihidup gue.. Lo anugerah terindah yang pernah gue miliki." Elkhan mengakiri performnya dengan kata-kata yang begitu romantis.


"Awh..." teman-teman Kimora yang lain jadi heboh.


"Gue mau jadi Ara. Punya cowok yang romantis, ganteng lagi.." seru Ciara.


"Hendri noh, siap membahagiakan lo." sahut Angga dengan terbahak.


"Ih najis.." seru Ciara dan Hendri bersamaan.


"Lumayan lah bro, daripada jomblo." sahut Dian.


"Najis tralala.." kata Hendri. Tapi sesaat kemudian dia mendapat jambakan oleh Ciara yang tidak terima dikatain najis.

__ADS_1


__ADS_2