Sweet 17

Sweet 17
61


__ADS_3

BAB 61


Acara ulang tahun Hendri berjalan dengan cukup meriah. Semua teman-temannya hadir dan memberinya selamat serta hadiah. Setengah tempat di kafe Moon dia booking untuk acara ulang tahunnya.


Namun, meskipun begitu meriah. Tapi, wajah Elkhan nampak cemberut. Itu semua karena Rendi yang juga turut diajak untuk merayakan acara tersebut.


Galih yang kebetulan kenal dengan Rendi mengajaknya untuk bergabung. Niatnya untuk menggoda Kimora yang waktu itu sempat membuat heboh karena memberi bunga untuk Rendi.


"Hai.." Rendi menyapa semua teman-teman Kimora termasuk Kimora dan juga Elkhan. Namun, Rendi merasa canggung saat melihat wajah Elkhan yang dingin.


"Hallo kak Rendi.." sapa Ciara dengan heboh.


"Kemarin lo minta nomer Ara kan? Udah telepon belum? Kalau belum, ngomong sekarang aja mumpung orangnya ada. Katanya mau ngomong sesuatu ke Ara." kata Ciara yang membuat mata Elkhan membulat.


"Ciara.." bisik Kimora sembari mencubitnya. Kimora lalu menggerakan kepalanya ke arah Elkhan yang semakin cemberut.


"Eh.. nggak kok cuma mau berterima kasih aja untuk bunganya." mata Rendi terus melirik Elkhan yang berwajah masam.


"Eh gue.. gue kesana dulu yak. Bentar lagi mau tampil." pamitnya.


"Ntar kesini lagi bro!" seru Galih.


"Gampanglah, gue duluan." kata Rendi tanpa berani menatap Elkhan.


Sementara itu, Kimora mencubit paha Elkhan. "Jangan pelototin dia kayak gitu!" katanya pelan.


"Lo seneng di deketin dia?" tanya Elkhan dengan marah.


"Bukan gitu. Kok pikiran lo gitu sih?"


"Terus kenapa senyum sama dia?" tingkat kecemburuan Elkhan sudah diatas rata-rata.


"Jadi gue harus cemberut gitu walau dia nyapa duluan?"


"Harus!" mata Kimora terbelalak. Dia tidak menyangka jika Elkhan akan tidak masuk akal seperti itu.


"Udah ya El, gue capek lo kayak gini terus." Kimora hampir kehilangan kesabaran.


"Karena gue nggak mau kehilangan lo."


Kimora menghela nafas berkali-kali. Tidak tahu lagi bagaimana menghadapi tingkah kekanakan kekasihnya. "Gue nggak akan tinggalin lo, tapi gue juga perlu interaksi dengan yang lain kan?" kata Kimora.


"Iya ih El, Ara kan juga berhak punya temen kan?" sahut Ciara yang memang mendengar pertengkaran itu.


"Ara orangnya setia, jadi lo nggak perlu khawatir." imbuhnya.


Kimora menggenggam tangan Elkhan dengan lembut. "Jangan seperti ya! Percaya sama gue!" katanya.

__ADS_1


Elkhan terus menatap Kimora dengan lekat. Begitu lama sampai membuat teman-teman Kimora bengong. Kemudian, dia menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Nah gitu dong!" seru Ciara yang menunggu daritadi.


Sementara Elkhan hanya tersenyum kecil. "Kapan lo punya pacar? Biar nggak nempel Ara mulu." katanya sembari tersenyum.


"Hendri udah nungguin lo tuh." imbuhnya.


"Mulut lo.." seru Hendri tak terima.


"Males banget gue nunggu dia." katanya lagi.


"Gue juga ogah ya sama lo.." seru Ciara juga tak terima.


"Najis tralala tahu nggak." imbunya sembari mendengus.


"Mending juga sama Galih.." lanjut Ciara yang membuat heboh semuanya.


"Oh sekarang udah ganti? Kemarin katanya lo suka sama Dian?" sahut Kimora semakin membuat heboh.


"Jangan ngaco deh. Kapan gue bilang suka sama Dian? Gue takut dijambak Ayudya." jawab Ciara dengan cepat.


"Ayudya nggak segarang itu kok." Kimora menatap Ayudya yang hanya senyam senyum saja disebelah Dian.


"Cuman masalahnya, Dian mau nggak sama lo? Dia kan sekarang udah tobat." imbuh Kimora dengan tertawa.


"Nj*r. Setiap orang pasti akan menemukan seseorang yang paling dia cintai. Contohnya Elkhan tuh. Dulu dia juga gonta ganti pacar, nggak mau yang namanya balikan sama mantan. Tapi, setelah ketemu Ara, dia bisa sebucin itu. Begitu juga gue, mungkin Ayudya-lah pawang gue." kata Dian dengan malu-malu.


Tapi memang harus diakui. Semenjak dekat dengan Ayudya. Dia sudah tidak lagi tertarik dengan cewek lain.


"Ayudya emang pawangnya buaya.." sahut Kimora.


"Buaya pala lo.." Dian tidak terima dengan julukan yang diberikan oleh Kimora.


Sudah jam 9 malam, kafe Moon sudah harus tutup. Akan tetapi, Hendri mengajak teman-temannya untuk ke club malam terlebih dahulu. Dia masih ingin merayakan ulang tahunnya bersama dengan teman-temannya.


"Gue nggak bisa. Sorry." kata Elkhan sembari melirik Kimora.


"Biarin aja sih Ra. Kapan lagi rayain ulang tahun gue." kata Hendri.


"Kalau untuk mabuk, gue nggak akan ijinin. Tapi kalau Elkhan mau ya silahkan sih." kata Kimora mengandung isyarat.


"Sorry Hen.." kata Elkhan.


"Ya udah deh. Kalian pulang berdua aja?"


"Iya. Have fun yak!" kata Kimora.

__ADS_1


Dari semua teman-temannya yang ikut. Hanya Kimora dan Elkhan yang tidak ikut ke club malam.


"Lo beneran nggak ikut?" tanya Ciara.


"Iya."


Mereka berpisah arah. Kimora dan Elkhan menuju ke arah rumah Kimora. Sementara teman-temannya ke club malam untuk merayakan kembali pesta ulang tahun Hendri.


"Bang Aldo belum pulang?" tanya Elkhan yang melihat rumah Kimora sepi.


"Tadi katanya masih di rumah temennya." Aldo sempat mengirim pesan kepada adiknya tadi.


"Ayah dan ibu?"


"Ada tugas ke luar kota. Pulang besok sore katanya." jawab Kimora.


"Masuk yuk!" ajaknya karena tiba-tiba saja hujan turun dengan begitu derasnya.


"Mau kopi atau teh?"


"Kopi aja."


"Bentar." Kimora segera meluncur ke dapur untuk membuatkan Elkhan kopi.


Mereka menunggu hujan reda sembari mengobrol di ruang tamu ruang Kimora. "Ra, janji jangan tinggalin gue?" kata Elkhan.


Elkhan menatap Kimora dengan dalam. "Gue nggak pernah tinggalin lo. Lo yang ninggalin gue waktu itu." kata Kimora.


Tanpa peringatan Elkhan langsung mencium bibir Kimora. "Uhm.." membuat Kimora terkejut.


Hawa dingin yang menuntun sejoli itu untuk melakukan hal-hal yang memancing kehangatan. Nafas memburu menciptakan kenikmatan diantara mereka.


Elkhan memejamkan matanya seolah merasakan kenikmatan yang tiada tara. Tangannya terus membelai rambut Kimora yang berjongkok di depannya.


Setengah jam kemudian suara erangan terdengar memenuhi ruangan. Dengan segera Kimora mengambil tisu untuk mengelap bibir tipisnya yang berair.


Bersamaan dengan itu. Dari luar terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Kimora. Dengan cepat Elkhan dan Kimora membenahi pakaian mereka masing-masing. Kimora juga membuang sisa tisu yang berserakan ke tempat sampah.


"El, belum pulang?" Aldo pulang dari rumah temannya.


"Belum bang. Tadi waktu antar Ara, hujan lebat banget." jawab Elkhan.


"Ini juga masih hujan. Ya udah gue ke kamar dulu. Pulang kalau udah reda aja!"


"Iya bang."


Kimora pun bernafas lega karena dia dan Elkhan sudah selesai sebelum kakaknya pulang.

__ADS_1


__ADS_2