
Rara berdehem memecahkan kesunyian.
"Gimana kalau mereka menginap di tempatku ?" tanya Rara. "Kamu fokus urusin tante kamu, biar adik-adikmu ditempatku, lagian sekolah mereka lebih dekat dari apartemenku."
Cindy dan Jimmy menganggukkan kepala saat Albert menoleh ke arah mereka.
"Hem....baiklah Ra, aku minta tolong ya, maaf nyusahin kamu. Aku akan minta bi Surti supaya bisa balik cepet."
"Tenang Al, aku gak keberatan kok, jagain mereka."
"Baiklah." Albert menyerahkan kunci mobil ke Rara. "Kamu pakai mobilku aja, hati-hati."
Rara menatap Albert, dan menerima kunci itu.
"Kalau gitu, kami pulang dulu. Kabari kalau ada yang bisa aku bantu." kata Rara.
Albert mengangguk.
Rara mengajak Cindy dan Jimmy pulang. Rara dan Cindy berjalan duluan.
"Abang yakin kan, kakak cantik gak akan culik kami." kata Jimmy seraya meninggalkan Albert.
Albert terdiam, kakak cantik, sepertinya dia tidak asing dengan sebutan itu.
Albert menepuk dahinya. Ternyata kakak cantik yang diceritakan adik-adiknya adalah Rara.
__ADS_1
Albert tersenyum, "Dan adik-adikku pun menyukaimu Ra."
Rara mengantar Cindy dan Jimmy ke rumah untuk mengambil baju dan perlengkapan sekolah, Rara pun meminta mereka mengambilkan baju untuk Albert.
Setelah selesai, Rara membawa mereka ke flatnya.
"Maaf, rumah kakak kecil, Jimmy nanti tidur di kamar tamu, Cindy tidur sama kakak ya." kata Rara.
Mereka menganggukkan kepala.
"Rumah kakak, nyaman ya...bang Albert pernah kesini kak ?" tanya Jimmy.
"Baru hari ini,itupun cuma jemput kakak buat ke tempat Rama." kata Rara sambil membuka pintu kamar tamu. "Kamu bisa taruh barangmu di lemari Jim."
Mereka menggelengkan kepala. Rara melihat jam dinding yang menunjukkan angka 10.
"Kakak gak punya makanan.Kita pesan aja ya, lagian kalo masak bakalan lama."
Mereka hanya menganggukkan kepala.
Rara hanya menggelengkan kepala dan tersenyum geli. Apa yang bisa dilakukan dua orang anak kecil tanpa keluarga ini, Jimmy masih duduk di bangku SMP sedangkan Cindy masih SD.
Rara memesan makanan dilantai bawah. Sambil menunggu dia menyiapkan tempat tidur untuk Jimmy. Sedangkan Cindy hanya mengikutinya dan mengambilkan barang yang diminta Rara.
"Ra...apakah mereka menyusahkanmu ?" tanya Albert
__ADS_1
Rara keluar dari kamar dan menutup pintunya.
"Nggak Al, mereka baik kok." Rara membuka kulkas dan mengeluarkan botol air minum.
"Gimana kabar tante kamu ?"
"Sudah membaik, tapi belum sadar. Sepupuku sedang dalam perjalanan. Dan Bi surti lusa baru bisa balik."
"Kamu gak usah mikirin adik-adikmu Al, aku bantu jaga mereka. Kamu fokus aja sama kesehatan tante kamu, dan kamu juga jaga kesehatan juga. Aku udah bawa baju ganti kamu, besok setelah antar adik-adikmu ke sekolah aku akan kesana setelah mampir toko dulu. Gak papa kan ?"
"Makasih banyak Ra, kamu baik banget."
"Anggap aja itu balasan karena kamu udah kasi proposal panti ke Phoenix Group. Dan katanya besok akan ada yang survei ke sana untuk renovasi. Al...bagaimana aku bisa balas semuanya." kata Rara senang.
"Dengan menjadi kekasihku." kata Albert dalam hati
"Tetaplah menjadi Rara yang baik hati." kata Albert.
Mereka terdiam.
"Al...sebaiknya kamu istirahat, besok juga aku harus bangun pagi." kata Rara memecah kediaman mereka.
"Baiklah, aku titip adik-adikku ya Ra."
"Iyaa...kamu tenang aja."
__ADS_1