Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Rara Cemburu


__ADS_3

Setelah bersih-bersih, Albert menyusul ke ruang makan.


Rara,Jimmy dan Cindy sedang berbincang seru. Albert bahkan bisa melihat Jimmy tertawa terbahak-bahak.


"Jadi bang Nicho pernah diomelin mami gara-gara motong pohon tetangga kak ?" Jimmy tertawa terbahak-bahak.


"Iya...mami gak tahu aja kalau pohon itu sudah tua. Dan jika tidak dipotong sama Nicho banyak yang bakal kena dahannya karena hujan deras."


"Gak kebayang bang Nicho diomelin mami. Secara kan dia cool banget ya. " ucap Cindy sambil tertawa.


"Kalian belum kenal dia aja. Dia tu juga bawel kayak yang lain kalau sama keluarga." jelas Rara.


Jimmy dan Cindy masih tertawa membayangkan wajah Nicho.


"Ehem... Seru amat ngobrolnya sampai abang gak diajak." kata Albert sambil duduk di kursi.


"Eh..abang dah pulang ? Kok Cindy gak tahu sih" ucap Cindy.


"Hai Al....jam berapa sampai ?" tanya Rara.


"20 menit yang lalu. Kalian asyik banget sih, sampai gak tahu kalo abang pulang." kata Albert.


"Kan kirain abang bakal nginep di luar kota. Nggak tahunya baliknya seperti biasa." ucap Cindy.


"Abang cuma lihat proyek disana kok Cin. Lagian gak ada masalah berat jadi cepet pulang. "


Cindy menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, ayo makan dulu." kata Rara.


Merekapun makan sambil ngobrol ringan. Tapi Albert merasa Rara seperti menghindarinya. Walaupun tidak kentara.


"Kakak tetep nginep disini kan ?" tanya Cindy saat mereka duduk di sofa di ruang keluarga.


"Ehm...karena abang udah pulang, kakak balik aja ya." ucap Rara sambil mengacak rambut Cindy yang memeluknya.


"Yah....kakak gak asyik. Aku kan mau ditemani sama kakak tidurnya." kata Cindy sambil cemberut.


"Tidur disini aja Ra. Lagian udah malam juga. Nicho kan masih di luar kota." kata Albert.


"Tuh kak. Abang aja minta kakak nginep disini....ya kak...pleaseeee..." rengek Cindy.


"Huuu....banyak maunya kamu Cin...pasti ujung-ujungnya besok minta dibikinin bekal sama kak Rara. Iya kak..." Goda Jimmy.


"Ih...abang tahu aja." kata Cindy sambil tertawa.


Rara hanya diam. Dan hal itu tak luput dari perhatian Albert.


"Kakak kok diam aja. Tidur disini ya kak..." pinta Cindy.


Rara menatap Cindy dan tersenyum. Kemudian dia menganggukkan kepala.


"Yes....Cindy sayang kakak" kata Cindy senang.


"Ya udah...sana masuk kamar. Nanti kakak susul."


"Oke kak."


Cindy dan Jimmy pun meninggalkan ruang keluarga.

__ADS_1


"Ra..." panggil Albert.


"Ehm..." jawab Rara tanpa menoleh karena dia sedang menatap layar televisi didepannya.


"Kamu marah sama aku ?" tanya Albert.


Rara menoleh dan menatap Albert tapi kemudian dia memalingkan wajahnya kembali.


"Marah kenapa?"


"Kok aku ngerasa kamu ada sesuatu gitu."


"Sesuatu apaan sih Al."


Albert menghela nafas.


"Please Ra. Bilang sama aku. Aku salah apa?"


Rara mematikan layar televisi. Kemudian dia menatap Albert.


"Al....seberapa sering kamu bertemu Nadia ?" tanya Rara.


"Lumayan sering. Karena aku yang memeriksa laporan di bengkel."


"Kalian deket banget ya?"


"Ra....aku hanya cinta sama kamu. Nadia hanya rekan bisnis"


"Hanya rekan bisnis ya? Sampai-sampai kamu cerita kalau kamu yang mendanai butik."


"Ra...."


"Maksudnya gimana Ra ? Kegiatan apa ?"


Rara menghela nafas.


"Tadi saat makan siang, kami bertemu dengan Nadia. Dan dia bercerita tentang kedekatan kalian. Bahkan dia juga bilang jika aku cerita ke kamu tentang sesuatu kamu bakalan lebih percaya sama dia."


Albert beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Rara. Kemudian dia mengambil kedua tangan Rara dan mengecupnya.


"Ra....jika aku bilang aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, apa kamu akan percaya ?"


"Tentu saja." jawab Rara.


"Trus...apa yang ganggu kamu" tanya Albert dengan masih menggenggam tangannya.


"Apa kalau aku bilang bahwa dia yang buat Cindy dan Jimmy berpikir negatif tentang kakak ipar, kamu percaya"


Albert diam, masih menatap wajah cantik didepannya.


"Aku nggak ngerti arah pembicaraanmu Ra." ucap Albert.


Rara melepas genggaman Albert.


"Al...apa kamu pernah bertanya kenapa adik-adikmu nggak suka dengan wanita-wanita yang coba deketin kamu ?"


Albert mengusap rambutnya sendiri dan menggeleng.


"Nggak pernah Ra. Aku pikir karena mereka gak bisa sayang sama adik-adikku. "

__ADS_1


"Ada yang meracuni pikiran mereka Al. Ada yang bilang kalau kamu menikah. Mereka bakal dikirim ke sekolah asrama."


"Itu nggak betul Ra. Mereka keluarga terdekatku. Aku gak bisa jauh dari mereka."


Rara menganggukkan kepala.


"Tapi Jimmy dan Cindy punya pikiran seperti itu Al."


Albert menghembuskan nafas.


"Apa Nadia yang bilang begitu ?"


"Kalau aku bilang iya, apa kamu percaya ?"


Albert diam. Kemudian dia menganggukkan kepala. "Aku percaya sama kamu. Tapi aku juga tidak bisa serta merta mengabaikan Nadia."


Rara menghela nafas.


"Aku gak paksa kamu buat jauhin dia. Tapi bisa nggak sih kalau kamu sedikit mengurangi intensitas pertemuan kalian ?"


Albert tersenyum. "Kamu gak percaya sama aku? Kamu takut aku tergoda?"


Rara tersenyum masam. "Aku percaya sama kamu. Justru aku gak percaya sama Nadia."


Albert tertawa. "Senangnya ada yang cemburu"


"Ih...siapa juga cemburu. Udah ah...aku mau tidur."


Rara berdiri tapi Albert menariknya dan dia jatuh di pangkuannya.


"Al...."


"Hem....kamu cantik banget sih Ra."


Blush.....pipi Rara merona.


"Lepas Al...gak enak kalau ada yang lihat." kata Rara berusaha bangkit dari pangkuan Albert. Tapi tidak berhasil.


"Sebentar aja Ra. Aku kangen." kata Albert sambil mencium puncak kepalanya.


"Aku akan minta Nicho untuk mengurus bengkel. Jadi aku nggak akan banyak berinteraksi dengan Nadia. Gimana menurutmu ?"


Rara mendongak, menatap mata kekasihnya.


"Al.....nggak harus seperti itu."


Albert menggelengkan kepalanya.


"Aku udah pertimbangkan. Biar Nicho dan Joe yang urus bengkel. Aku mau fokus sama Nyonya Syailendra. Aku gak mau dia cemburu."


Rara mencubit pinggang Albert. "Ih...dibilangin gak cemburu juga."


Albert mengaduh. "Sakit Ra..."


"Kamu sih..."


"Aku sayang kamu Ra." kata Albert sambil mengeratkan pelukannya.


Rara tersenyum. "Aku juga sayang kamu Al."

__ADS_1


__ADS_2