Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Calon Adik Ipar


__ADS_3

"Klakson siapa sih Nick?" tanya Rara saat Nicholas membunyikan klakson mobilnya.


Nicho tersenyum.


"Bos Nicho sama sekretarisnya kak."


"Oh...jadi kamu diterima di Phoenix group?" tanya Rara antusias.


Nicho menganggukkan kepala.


"Wah...senangnya adikku. Jangan lupa traktir kakak ya."


"Pastilah" kata Nicho sambil tertawa.


" Hem....kakak juga ingin ketemu sama bos kamu." kata Rara lirih, tapi Nicho mendengarnya.


Nicho mengeryitkan alisnya.


" Kakak belum ketemu?" tanya Nicho heran.


Rara menggelengkan kepala.


"Albert bilang kalau dia yang akan sampaikan ucapan terima kasih kakak."


" Uhuk..uhuk.." Nicho tersedak mendengar ucapan Rara.


"Kenapa Nick....?"


"Hm..gak papa kak. Kenapa kakak gak telpon ke kantornya atau datangin aja kantornya."


"Gak enak ah Nick kalau langsung ke sana."


"Yah...kalo gak minta tolong temen kakak buat bikin janji."


"Iya...coba nanti aku tanya ke Albert."


Nicho tersenyum.


"Sampai kapan kamu nutupin kebenarannya pak Albert." katanya dalam hati.

__ADS_1


-‐------‐------------------------


"Jadi dia adik Rara" kata Rama.


"Andre gak bilang apa-apa sama kamu ?" tanya Albert.


"Nggak." jawab Rama.


"Bukannya kamu udah suruh orang mengawasi dan menyelidiki Rara." kata Albert sambil menatap Rama jengah.


"Iya sih, hanya ada laporan dia punya adik cowok. Bahkan namanya juga gak tahu."


"Andre ya....besok kamu panggil dia, aku mau bikin perhitungan dengan dia."


"Maksudmu, Andre sengaja gak kasi tahu gitu ?"


Albert menggelengkan kepalanya.


"Nicho yang minta sama Andre supaya informasi tentang dia gak dilaporkan." kata Albert.


Rama menatap Albert tak percaya.


"Kamu...yakin dia bisa baca pikiran orang?"


"Aku masih tidak percaya, Al. Dia bisa baca pikiranku."


Albert menganggukkan kepalanya.


"Itu kelebihannya." kata Albert tersenyum.


"Hah...menyebalkan sekali jika dia tahu semua apa yang aku pikirkan." gerutu Rama.


"Makanya jangan sembarangan berpikir. Hah..coba saja tadi dia mau ngomong apa yang kamu pikirkan." kata Albert tertawa.


Rama mendelik menatap Albert.


"Hati-hati kamu Al, berarti dia tahu kamu bos nya Phoenix. Hem...jangan-jangan dia ngomong lagi ke Rara kalau kamu bos"


Albert tertegun.

__ADS_1


"Gawat...jangan sampai Rara tahu dari orang lain. Bisa ambyar nanti." kata Albert. "Ram...bagi no ponsel Nicho. Aku harus minta supaya dia nggak ngomong dulu ke Rara."


"Hahaha.." tawa senang Rama.


"Rasain kamu Al...ga jujur, bakal kebongkar juga kelakuan kamu bohongin Rara."


"Eh...aku kan gak bohong, hanya belum menceritakan nya."


"Bodo amat lah, intinya sama aja."


Rama memberikan no ponsel Nicho.


Sementara Albert duduk di ruangan Rama, Rama menyelesaikan pekerjaannya.


Albert_S : "Halo Nicho...ini Albert."


Nicho_Wijaya : "Iya pak, ada apa ya ?"


Albert_S : " Aku tahu kamu adik Rara, saya mohon jangan bilang dulu ke Rara, kalau aku pimpinan kamu."


Nicho_Wijaya : "Emang kenapa ya pak. Kan bagus kalau kak Rara tahu siapa bapak."


Albert_S : " Saya yang akan ngomong sendiri. Saya gak bermaksud bohong ke kakak kamu. Hanya saja saya belum temukan waktu yang tepat."


Nicho_Wijaya : "Waktu yang tepat kapan ?"


Albert_S : "Secepatnya. "


Nicho_Wijaya : "Baik pak."


Albert_S : " Jangan panggil pak jika tidak di kantor."


Nicho_Wijaya :" Saya harus panggil apa pak"


Albert_S : " Panggil abang aja. Sama seperti adik-adikku."


Nicho_Wijaya : " Kenapa harus itu ?"


Albert_S : "Kamu pasti sudah tahu."

__ADS_1


Nicho_Wijaya : " Saya harap, abang gak main-main sama kakak saya."


Albert_S : "Tentu saja calon adik ipar."


__ADS_2