Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Lanjutan Kencan


__ADS_3

Albert berdiri didepan pintu flat Rara dengan kemeja berwarna biru dan celana jeans. Albert terlihat sangat....tampan.


"Hai Ra, selamat malam." sapa Albert.


Rara berdeham untuk menghilangkan kecanggungannya.


"Oh...hai Al, selamat malam." balas Rara.


"Kamu sudah siap ?" tanya Albert.


Rara mengangguk. "Tunggu, aku ambil tas ku dulu." kata Rara dan meninggalkan Albert didepan pintu.


Albert tersenyum. Rara terlihat manis dengan gaun biru pilihan mereka.


"I'm ready." kata Rara.


"Ok. Let's go."


Albert meraih tangan Rara dan menggenggamnya.


Rara hanya diam memperhatikan tangannya yang digenggam Albert.


"Al...harus ya gandengan ?"


"Biar kamu gak ilang." kata Albert.


"Ih...apaan sih."


"Tenang Ra, aku gak bakal apa-apain kamu kok. Kecuali kamu yang minta."


"Ih...ngarep banget."


"Emang gak boleh ya, ngarepin kamu."


"Kok...garing gitu sih Al. Udah ah...gak usah dibahas." Rara cemberut.


Albert tertawa pelan melihat wajah Rara yang memerah.

__ADS_1


"Udah.....gak usah malu-malu gitu,bikin gemes aja deh." kata Albert yang semakin membuat Rara merona.


"Al...udahan deh kayak gitu, aku balik aja."Rara melepaskan tangan Albert dan berbalik.


Albert menarik tangan Rara.


"Ra...maafin aku, janji gak bakal kayak gitu lagi, okay."


Rara menarik nafas dan menghembuskannya.


"Okay. Tapi gak usah pakai gandengan juga."


Rara berjalan meninggalkan Albert.


Albert segera menyusulnya.


"Ra...tunggu, masa kita datang bareng tapi kayak musuhan sih."


Rara berhenti dan menghadap ke Albert.


"Al....aku hanya menepati janjiku untuk nemenin kamu. Gak lebih."


"Maaf jika aku terlalu berlebihan."


Rara menghela nafas. "Baiklah."


Albert tersenyum dan mempersilakan Rara berjalan kembali.


Belum jauh mereka berjalan, ada seseorang memanggil Rara.


Rara menoleh dan mendapati Pandu menghampirinya.


Rara menatap Albert dan Albert bisa melihat kegugupannya.


"Ra...are you okay ?" tanya Albert yang dibalas dengan gelengan oleh Rara.


"Hai Ra, aku sudah menghubungimu dan mencarimu di flat tapi kamu gak angkat telpon aku." kata Pandu sambil meraih tangan Rara.

__ADS_1


Rara menjadi gusar dan mencoba melepaskan genggaman tangan Pandu.


"Pan....please...." pintanya saat ia tidak bisa melepaskan genggaman Pandu.


"Kenapa ?" tanya Pandu bingung melihat sikap Rara yang menjauhinya.


"Aku gak mau ganggu hubunganmu dengan Siska, jadi tolong gak usah hubungi aku lagi Pandu, kita sudah bahas ini. Please."


"Tapi aku cinta kamu Ra."


Rara menatap Albert.


Albert berdehem.


"Maaf...mas nya siapa ya, seenaknya pegang tangan pacar saya." kata Albert membantu Rara melepaskan genggaman tangan Pandu.


"Pa...pacar...kamu pacarnya Rara?" Pandu menatap Albert tidak percaya.


"Iya...dan anda menggangu waktu kami." kata Albert sambil menggandeng dan menarik Rara menjauhi Pandu.


Pandu masih tidak percaya, bahkan sampai Rara dan Albert masuk ke dalam mobil dan meninggalkan apartemen dia masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri.


"Gak mungkin Rara secepat itu melupakan aku, aku yakin dia masih mencintaiku." gumam Pandu dan diapun beranjak dari tempatnya berdiri.


"Dia....pacar kamu ?" tanya Albert saat mereka berhenti di lampu merah.


Rara membuang muka menatap jendela disampingnya. "Mantan."


"Oh..."


"Al....aku minta maaf." kata Rara tanpa menoleh ke Albert.


"Untuk ?"


Rara menatap Albert yang fokus menyetir.


"Karena kamu harus berada ditengah-tengah kami tadi."

__ADS_1


"Gak masalah." kata Albert masih fokus dengan kemudinya.


"Kamu...masih mencintainya ?" tanya Albert setelah berhasil memarkir mobilnya.


__ADS_2