
"Pindah kemana bu ? Bukannya hari ini baru ada survei untuk renovasi ?"
"Iya Ra, tapi dari pihak kontraktor sudah sediain tempat buat kita tinggal sementara."
"Benarkah ?" Tanya Rara sambil melirik Albert yang menoleh ke arahnya.
"Bahkan saat ini ada orang yang bantu buat kita berkemas. Setelah anak-anak pulang sekolah nanti kita berangkat."
"Hem....baiklah bu. Kalau sempat nanti Rara kesana, kalau nggak, ibu kabari tempatnya ya."
"Iya Ra, terima kasih."
Rara menutup panggilannya. Dia termenung dengan segala yang terjadi di Panti. Dia merasa semua serba cepat. Apakah Albert memang hanya merekomendasikan panti atau dia turut andil untuk setiap hal yang terjadi akhir-akhir ini.
"Ra..." panggil Albert.
Rara masih tidak merespon panggilan Albert.
"Ra...kamu gak papa ?" Tanya Albert sambil menyentuh bahunya.
Rara tersentak dan menatap Albert.
"Kamu...okay ?" Tanya Albert lagi.
Rara menganggukkan kepala.
"Aku okay...maaf"
"Ada masalah apa Ra ?"
"Nggak ada kok Al, aku cuma mikir keadaan panti."
"Oh...Semua baik-baik saja kan."
"Lebih dari baik malahan. Hem...Al, aku mau tanya sesuatu."
"Tanyalah." Kata Albert sambil menyandarkan punggungnya ke sofa.
__ADS_1
"Kamu kenal pemilik phoenix group ?"
Albert menggaruk lehernya, salah tingkah.
"Ya...sangat dekat. Kenapa ?"
"Apakah aku bisa bertemu dengannya ?"
"Untuk apa Ra?" tanya Albert sambil menegakkan duduknya.
"Aku ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah terjadi pada panti."
"Kalau hanya untuk berterima kasih, aku bisa sampaikan."
"Tapi Al..."
Rara menghentikan ucapannya saat melihat Albert menatapnya tajam.
"Kenapa kamu sangat ingin bertemu dengannya ? Kamu gak percaya sama aku bahwa aku akan menyampaikan semua rasa terima kasihmu ?"
"Bu...bukan gitu juga Al....hanya saja, aku sangat berhutang budi sama beliau."
Rara membulatkan matanya.
"Maksud kamu apa ?"
"Nggak ada maksud apa-apa kok. Udah kamu lanjutin makannya. Sebentar lagi sepupuku datang. Dia akan menjaga tante."
"Yah...gak bisa nginep tempat kak Rara lagi dong bang ?" kata Jimmy protes.
"Tapi kan bibi belum datang bang." kata Cindy.
Albert menatap kesal adik-adiknya.
"Lalu mau kalian apa ?" tanyanya ketus.
"Ehm....terserah abang aja deh." kata Cindy sambil menunduk takut.
__ADS_1
"Please Al...kenapa kamu jadi marah-marah sih. Kan adikmu gak salah." kata Rara.
"Siapa juga yang marah." Sahut Albert.
"Aku minta maaf, aku gak akan minta ketemu pemilik Phoenix Group lagi, kalau itu bikin kamu kesal."
"Sudahlah...kalau ada waktu kamu akan kutemukan dengannya."
Rara tersenyum.
"Terima kasih."
"Tapi jangan jatuh cinta sama dia ya." pesan Albert.
"Ih...kamu apaan sih Al....emang segampang itu apa jatuh cinta."
"Yah siapa tahu."
"Kamu ngeselin."
"Hahahah......" Albert menertawakan Rara yang kesal padanya.
Jimmy dan Cindy saling berpandangan menatap interaksi Albert dan Rara. Mereka tersenyum senang.
"Kakak cocok kok sama abang....kenapa gak jadian aja sih. Aku sama Cindy setuju kok." kata Jimmy.
"Iya...tante juga setuju kok."
Semua menoleh ke tante Debby.
"Tante...." Jimmy dan Cindy segera memeluk tantenya.
Albert dan Rara pun mendekat.
"Tante...." Sapa Rara.
"Hai Ra....tante senang bisa ketemu kamu lagi, setelah sekian lama."
__ADS_1
"Rara juga senang te. Cepat sembuh ya tante."