Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Persiapan#1


__ADS_3

Setelah melakukan serah terima MaxLi. Albert melajukan mobilnya ke butik Rara.


"Selamat siang pak" sambut pegawai butik.


"Siang. Bu Rara ada mbak ?"


"Ada pak. Di ruangannya. Tapi saat ini sedang ada tamu"


"Cowok apa cewek ?" tanya Albert yang membuat pegawai butik itu tersenyum.


"Hem....kebetulan...cewek pak."


"Oh.....ya udah saya tunggu di sofa itu aja."


Pegawai itu mengangguk dan Albert berjalan menuju sofa.


Diapun mengeluarkan gawainya dan membuka aplikasi pesan berwarna hijau.


Di ruangan Rara, tampak dia sedang duduk dan mendengarkan permintaan dari pelanggannya.


"Jadi....kira-kira kapan gaun saya bisa jadi mba ?"


"Saya usahakan paling lambat hari sabtu ini ya bu. Tapi kalau bisa lebih cepat saya akan kabari ibu."


"Oh ya, untuk seragam keluarganya gimana ?"


Rara tersenyum.


Dia mengambil daftar baju yang sudah tersedia di butiknya.


"Ibu bisa bawa ini, untuk barangnya bisa dilihat di luar bu. Nanti akan ada yang menunjukkan ke ibu."


"Oke mba Rara. Saya akan kabari jika sudah menemukan yang cocok."


"Baik ibu"


"Saya pamit dulu ya mba. Terima kasih untuk waktunya"


Rara berdiri dan menyambut uluran tangan si ibu.


Rara membukakan pintu dan mengantar si ibu keluar.


Saat akan membalikkan badannya, sudut matanya melihat seorang pria yang berdiri menatapnya.


Diapun tersenyum kemudian menghampiri pria itu.

__ADS_1


"Sudah lama ?"


Albert menggelengkan kepalanya.


"Ayo masuk dulu. Aku sedang ada kerjaan didalam."


Albert meraih tangan Rara dan menggenggamnya. Kemudian mereka berjalan menuju ruangan Rara.


Para pegawai yang melihat hal itu menjerit dalam hati melihat kelakuan manis bos mereka.


"Aaaaaa......kenapa mereka mesra sekali..."


Saat menutup pintu, Albert mendorong tubuh Rara dan mengungkungnya.


"Al...."


"Kenapa kamu ngeyel sih Ra."


"Apa?"


Jari Albert menelusuri pipi dan rahang Rara.


"Sebentar lagi kita menikah. Dan kamu masih mengambil orderan."


"Al.."


"Aku masih bisa mencukupi kebutuhamu Ra."


Rara menghela nafas.


"Aku tahu Al. Tapi aku masih ingin bekerja."


Albert menatap Rara. Kemudian dia beranjak dan membelakangi Rara.


"Aku akan berusaha mengatur waktuku Al. Untuk kamu,adik-adikmu, keluarga kita juga untuk anak-anak kita nantinya. Tapi aku mohon. Ijinkan aku tetap bekerja."


Albert diam.


Rara mendekat dan memeluk punggung lebar calon suaminya.


"Aku mencintaimu Al. Bukan karena kamu punya segalanya. Tapi karena aku ingin menua bersamamu."


Albert menggengam tangan Alexa yang melingkari pinggangnya.


"Hem. Baiklah. Tapi aku akan menambah karyawan untuk membantumu."

__ADS_1


Rara melepas pelukannya kemudian berjalan menjauhi Albert.


Albert tersenyum.


"Hei....kamu minta dicium ya."


"Apa..?"


"Tuh bibirnya maju gitu"


"Albert....." teriak Rara.


Albert tergelak kemudian duduk dikursi didepan Rara.


"Terima atau aku akan tutup butik ini."


"Jahat banget sih Al sama calon istri."


"Habis calon istrinya ngeyel."


"Kamu gak kasihan apa sama anak-anak diluar kalau butik ini tutup."


"Hem"


"Iya.....aku nurut."


Albert tersenyum puas.


"Albert bangkit dari kursi dan berjalan menuju sofa.


"Kamu selesaiin kerjaanmu. Habis ini kita ketemu WO yang akan mengurus pernikahan kita."


"Aye aye captain"


Albert tergelak.


Albert membuka ponselnya kembali setelah duduk di sofa.


Diapun membalas pesan dari Rama yang memberitahu bahwa WO akan datang ke cafe sebentar lagi.


Sementara Rara segera menyelesaikan pekerjaannya. Karena waktu janjian dengan EO sudah dekat.


"Ayo Al, kita berangkat sekarang."


Albert mengangguk dan berdiri menghampiri Alexa.

__ADS_1


Kemudian dia menggenggam dan membawanya ke bibir untuk diciumnya.


"Ayo..."


__ADS_2