
Albert meninggalkan flat Rara setelah kedua adiknya masuk ke kamar.
Saat menunggu lift, ponselnya bergetar dan dia tersenyum saat melihat siapa yang menelponnya.
"Hem...."
"Dimana ?"
"Apartemen K."
"Hah...ngapain ?"
"Emang kenapa ?"
"Jangan bilang kamu bawa cewek ke sana."
"Sialan....sejak kapan aku brengsek seperti itu."
"Oke. Aku kesana. Ketemu di cafe aja."
"Oke."
Albert menutup ponselnya dan masuk ke dalam lift.
Albert sampe di cafe tempat janjiannya dengan Rama. Dia memilih meja yang dekat dengan jendela.
Sekilas dia melihat pria yang duduk di sebelah mejanya. Albert mengerutkan keningnya karena merasa pernah bertemu dengan pria itu.
"Hei...udah lama ?" Tanya Rama. Ia pun duduk didepan Albert.
"Belum...kopinya juga belum datang kok."
"Hem...jadi..?"
Albert menaikkan alisnya.
"Apa ?"
"Perlu saya perjelas pertanyaan saya bapak Albert yang terhormat." Kata Rama kesal.
Albert melempar kentang goreng didepannya.
"Sialan kamu..." umpatnya.
"Jimmy dan Cindy menginap di flat Rara."
__ADS_1
Rama melipat tangan didada.
"Aku mengantar mereka tadi dari rumah sakit. Ga ada yang salah kan ?"
Albert meminum kopinya dan mengalihkan pandangan dari Rama yang masih menatapnya.
"Setahuku, tuan Albertus Syailendra mempunyai unit di tempat ini. Dan unit itu bisa di pakai kapan pun. Tetapi....kenapa adik-adiknya harus menginap di unit orang lain ?"
"Ya....ya itu kemauan mereka kok." kata Albert gugup.
"Karena kamu punya maksud lain kan ?"
Albert menghembuskan nafas.
"Ram....unit itu bukan aset keluarga. Jimmy dan Cindy bahkan tidak tahu aku punya unit di sini."
"Ya...aku sangat tahu itu. Kamu beneran tertarik sama Rara ya ?"
"Bukan hanya aku....mereka juga menyukai Rara." Kata Albert sambil tersenyum.
"Hem...okay. Kamu sudah memberitahu Rara kalau selama ini kamu yang bantu Panti ?"
Albert menggengkan kepala.
Rama menghela nafas.
"Jangan lama-lama Al, Rara bukan tipe cewek yang suka dibohongi. Sekali saja kamu berbohong,kamu akan kehilangan dia."
Albert menatap Rama.
"Sejauh mana kamu menyelidikinya ?"
Rama mengangkat bahu dan meminum kopinya yang mulai dingin.
"Baru sedikit, tapi aku tahu, pria disamping meja kita adalah mantan Rara."
"Hah....?"
Albert terkejut dan melihat pria yang sedari tadi membuat dia penasaran karena merasa pernah bertemu.
"Dan dia disini untuk bertemu Rara." Lanjut Rama.
"Kok kamu tahu ?" tanya Albert.
Rama memberi kode dengan matanya.
__ADS_1
Albert menoleh dan dia melihat Rara berjalan mendekati meja di sebelah mereka.
Albert mengambil ponselnya dan mengirim pesan.
Albert_S : "Sudah tidur Jim?"
Jeremy_S : "Belum bang, baru selesai ngerjain tugas."
Albert_S :"Cindy...?"
Jeremy_S :"Sudah tidur."
Albert_S : "Sama kak Rara ?"
Jeremy_S : "Sendiri, kak Rara baru ketemuan sama temennya di bawah."
Albert_S :"Owh....oke. Kamu cepet tidur, besok sekolah. Abang anter."
Jeremy_S :"Okay."
Albert menghela nafas.
"Kenapa....? Kamu nanya ke Jimmy ?" tanya Rama.
Albert mengangguk.
"Setidaknya dia pamit ke Jimmy kalau mau ketemu sama temennya di sini."
"Rara nggak akan meninggalkan adikmu begitu saja Al. Dia wanita yang bertanggung jawab."
Albert menyetujuinya dengan mengangguk.
Mereka memdengar semua percakapan Rara dan mantan kekasihnya.
Albert mengepalkan tangannya berkali-kali mendengar perkataan mantan kekasih Rara.
Ingin sekali dia menghajar mantan Rara jika tidak dicegah oleh Rama.
"Kamu dengar kan....gila banget dia, mau duain Rara."
"Sabar......" kata Rama.
Albert menahan kemarahannya. Tapi dia berjanji akan membantu Rara membalas sakit hatinya.
Mendengar informasi dari Rama dan mendengar percakapan Rara dengan mantannya, membuat Albert ingin melindungi dan menjaga Rara.
__ADS_1