Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Pandu Jayadi


__ADS_3

"Ya Pan, ada apa ?"


Suara yang sangat kurindukan begitu dingin menyapa.


Aku tahu aku yang salah karena menduakan dia, tapi aku masih sangat mencintainya.


Wanita yang sangat sulit kudekati saat itu hingga aku bisa menjadi kekasihnya. Meskipun aku tahu, adiknya tidak menyukaiku dari awal pertemuan kami.


Adora Angelica Wijaya, nama yang akan selalu kuukir dalam hatiku. wanita yang sangat kucintai sekaligus sulit kuraih.


Disaat banyak wanita yang dengan senang hati mendekatiku, dia bahkan tidak melirik padaku. Hingga kesempatan itu datang, disaat dia memulai usahanya dan aku menawarkan kerjasama.


Saat-saat awal berdekatanpun dia tetap mengabaikanku dan selalu bersikap profesional dengan bisnisnya. Sampai suatu hari aku bisa meraih hatinya dan menjadikan dia sebagai kekasihku.


Rara....wanita yang kucintai adalah wanita yang hangat, ramah dan penuh kasih.


Semakin mengenalnya aku semakin menyukainya, karena dia juga aktif membantu sebuah panti asuhan yang bisa dibilang kekurangan.


Dia tidak pernah memaksaku untuk membantu dipanti itu bahkan dia juga tidak meminta tolong padaku untuk memasukkan proposal ke perusahaan ayah.


Hubungan kami baik-baik saja dan sudah hampir lima tahun. Meskipun kontak fisik kami sangat minim. Ya...Rara tidak mau melakukan kontak fisik selain berpegangan tangan dan cipika cipiki. Hanya itu.


Aku menghormati pilihan. Meskipun diluar sana banyak yang melemparkan diri kepadaku. Tapi demi Rara aku mengabaikannya.


Sampai....


Masa laluku kembali. Cinta pertamaku. Wanita yang aku cintai sebelum aku bertemu Rara.

__ADS_1


Saskiana Rejo.


Jantungku masih berdebar saat bertemu dengannya.


Dan kejadian malam itu membuatku tidak bisa mengabaikan dia.


Diantara dua pilihan, mau tak mau aku harus memilih salah satu dari dua wanita yang saat ini mengisi hatiku.


Bersama Rara, hatiku tenang dan nyaman, karena dia tidak pernah menuntut apapun dariku. Sedangkan bersama Saskia, aku merasa dibutuhkan.


Saskia seakan bergantung padaku sangat berbeda dengan Rara yang mandiri.


Bersama Saskia aku bisa merasakan kemanjaan seorang wanita dan perasaan yang menggebu-gebu.


Dan karena kesalahanku malam itu bermalam dengan Saskia membuatnya menuntutku untuk menikahinya.


Keluarga kami cukup dekat hingga kehamilan Saskia akhirnya terdengar oleh keluarga besarku.


"Tapi yah...aku mencintai Rara."


Plak.....tamparan ayah mendarat di pipi kananku.


"Dari awal ayah tidak setuju kamu pacaran dengan Rara, apa untungnya buat keluarga kita. Putuskan Rara dan nikahi Saskia. Keluarga Rejo sudah mendesak ayah karena tidak ingin dipermalukan lagi."


Ayah pergi meninggalkan aku dan ibu.


Kulihat ibu menghapus air mata yang mengalir dipipinya.

__ADS_1


"Kamu mengecewakan ibu, Pandu. Ibu menyukai Rara, tapi kamu malah menghianatinya."


Aku menunduk dan lebih merasa bersalah mendengar ucapan ibu dibandingkan dengan perkataan ayah bahkan tamparan ayah lebih tidak berasa dibandingkan dengan perkataan ibu.


Ibu pun meninggalkan aku seorang diri di ruang keluarga.


Aku diam termenung. Jika boleh memilih tentu saja aku akan memilih Rara. Tapi ada janin yang sekarang tumbuh di rahim Saskia dan aku tidak bisa mengabaikannya.


Dering ponsel membuat anganku kembali.


Saskia menelponku untuk kesekian kalinya.


"Halo...."


"Kamu dimana Pandu ? Aku di apartemenmu dan kamu nggak ada."


"Aku di rumah ayah. Ada apa ?"


"Kenapa sikapmu seperti itu. Aku sedang hamil dan aku butuh perhatianmu."


Kuhela nafas dan mengacak rambutku.


"Jangan bilang kamu mau lari dari tanggung jawab Pandu. Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan aku. Aku akan bilang sama Om dan tante Jayadi...."


"Aku akan menikahi, aku akan bertanggung jawab untuk anak itu." Sahutku mendengar perkataan Saskia.


Aku mendengar dia menghela nafas.

__ADS_1


"Baiklah...aku akan menunggu di sini."


Ku tutup telpon dan berdiam sejenak.


__ADS_2