
Cindy terbangun dan tidak menemukan Rara di sampingnya.
Diapun segera turun dari pembaringan dan berjalan keluar kamar.
Bau harum masakan singgah di penciumannya dan membuatnya tersenyum.
Dia tahu bahwa Rara pintar memasak karena saat menginap dulu Rara selalu memasak makanan untuk mereka.
" Pagi kak...." sapa Cindy sambil duduk di kursi.
Rara menoleh dan tersenyum saat mendapati Cindy duduk dengan wajah bangun tidurnya.
"Pagi Cindy...kenapa gak cuci muka dulu."
Cindy tersenyum.
"Tadi bangun kak Rara udah gak ada dikamar. Mastiin aja kalau memang kak Rara disini sama aku."
Rara tersenyum. " Kakak gak kemana-mana kok. Udah sana cuci muka sama gosok gigi. Bagusan lagi kalau sekalian mandi."
"Kakak masak apa ? Eh...itu ada klepon ya kak ?" tanya Cindy antusias saat melihat kue yanh ditaburi kelapa.
"Iya...kakak dapat ubi kuning. Kakak coba bikin klepon deh."
"Wah....kayaknya enak nih...masih anget pula."
" Enak kok...kamu buruan mandi gih. Ntar rebutan sama bang Jimmy loh." kata Rara.
Cindy bergegas berdiri.
" Kak...sisain buat aku ya..." katanya memelas.
Rara tertawa. " Iya...buruan mandinya."
Cindy segera berlari balik kekamar. Hampir saja dia menabrak Albert yang berjalan menuju pantry.
"Cin...ngapain lari-lari." tegur Albert.
"Mau mandi...abang jangan habisan klepon nya ya." teriak Cindy.
Albert menggelengkan kepalanya.
"Pagi Ra..." sapa Albert.
"Hai....pagi juga. Kamu mau ke kantor ?" tanya Rara saat melihat pakaian yang dikenakan Albert.
"Nggak. Cuma mau ketemuan sama klien." jawab Albert sambil duduk di kursi makan.
__ADS_1
Rara membuatkan Albert kopi kemudian mengambil piring kecil dan meletakkan beberapa kue klepon diatasnya dan membawanya ke meja makan.
Albert yang sedang berkutat dengan ponselnya mendongak saat mencium aroma kopi didepannya.
"Hem....harum banget kopinya Ra. Thanks ya." kata Albert sambil meletakkan ponselnya di meja.
Rara tersenyum. "Cobain ini Al." katanya sambil mendekatkan piring kecil ke Albert.
"Apaan ini ? Kayak klepon tapi kok kuning. Biasanya kan hijau." Albert mengambil satu dan mengamatinya.
"itu klepon dari ubi kuning Al. Cobain deh" kata Rara sambil duduk dihadapan Albert.
Albert memasukkan kue itu ke mulutnya dan mengunyah pelan. Sementara Rara menatapnya.
"Hem....enak. Enak Ra." katanya sambil mengambil lagi.
Rara tersenyum melihat Albert makan dengan lahap. Tapi tak lama diapun berdecak dan mengambil tisu kemudian memberikannya ke Albert.
"Apa ?" tanya Albert.
"Kebiasaan sih kamu. Ada gula sama kelapa parut di sudut bibir kamu." kata Rara.
Albert menerima tisu itu dan membersihkan mulutnya.
Rara menggelengkan kepala dan meraih tisu daei tangan Albert dan membersihkan bagian yang tidak terjangkau oleh Albert.
Albert tertegun dan menatap Rara. Rara pun membeku saat menyadari sikap spontannya. Mereka saling menatap hingga suara deheman menyadarkan mereka.
Rara menarik tangannya dan menyerahkan tisu itu kembali ke Albert. Sementara Albert berdehem untuk mengurangi kecanggungannya.
"Kakak dan abang ngapain ?" tanya Jimmy tanpa merasa bersalah sedikitpun. Dan malah duduk di kursi sebelah Albert.
"Nggak ngapa-ngapain kok. " kata Rara salah tingkah.
Jimmy menatap Albert dan Rara bergantian.
"Wajah abang kenapa, itu tisu buat apa ?" tanyanya lagi.
"Eh...Jim, kamu mau klepon ? Kakak baru bikin lo." kata Rara berusaha mengalihkan pembicaraan Jimmy.
Jimmy menatap Rara dan melirik Albert yang sedang meminum kopinya.
"Mau dong kak. Jimmy kan selalu suka kue buatan kak Rara." kata Jimmy senang.
Rara mengambilkan piring kecil dan meletakkan kue untuk Jimmy. Tetapi baru saja Rara meletakkan piring kecil didepan Jimmy, Cindy berteriak.
"Abang....jangan dihabisin...."
__ADS_1
Albert dan Jimmy yang sedang meminum kopi dan teh tersedak mendengarnya.
Rara segera mengambilkan tisu untuk menyeka tumpahan minuman mereka.
"Cin....kenapa harus teriak sih." kata Jimmy kesal.
"Habis abang kalau dapat kue dari kak Rara pasti lupa sama yang lain." gerutu Cindy.
Jimmy menggaruk lehernya yang tidak gatal sambil tersenyum ke arah Albert.
Sementara Cindy segera menempati kursi di meja makan dan menerima piring dari Rara.
"Iya ih Cin, kenapa harus teriak sih. Kakak pasti bagi kok ke kamu. Lagian kalau habis kita bisa bikin lagi." kata Rara sambil mengacak rambut Cindy.
Cindy hanya tersenyum malu.
"Kalian ya, kalau urusan dengan kak Rara gak ada habisnya. Segitunya suka sama kak Rara ya." kata Albert.
Jimmy yang mulutnya penuh dengan makanan hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya lah bang, dimana lagi abang bisa dapat calon istri kayak kak Rara." kata Cindy.
Rara yang sedang minum teh tersedak mendengar perkataan Cindy.
"Cin...tuh kasihan kak Rara sampai tersedak gitu." kata Albert.
"Ayolah kak...terima abang ya...please." rayu Cindy.
Muka Rara semakin memerah karena rengekan Cindy. Dan tiga pasang mata Syailendra bersaudara menatapnya penuh harap.
end....cut....
iseng aja nih judulnya...
btw...mau share aja resep klepon ubi kuning, sudah cobain dan enak, gampang lagi....cuzzz bikin yuk...
bahan : ubi kuning kupas dan dikukus, tepung tapioka, garam, gula merah dan kelapa parut.
cara membuat : ubi yang sudah dikukus dicampur dengan tepung tapioka dan sedikit garam kemudian ambil adonan sedikit, bulatkan pipihkan dan kasi gula merah tengahnya lalu dibulatkan lagi sampai adonan habis.
Rebus air sampai mendidih, kemudian masukkan adonan ke air, tunggu sampai mengapung dan angkat.
Gulingkan diatas kelapa parut yang sudah dikukus, dan sajikan.
simple, mudah, enak dan bikin kenyang.
😉😉
__ADS_1
resep lengkap bisa dicari digoogle ya m.briliofood.net