Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Resepsi


__ADS_3

Albert menggenggam jemari Rara dengan erat saat mereka menuju pelaminan.


Pandu melihat wanita yang dicintainya hadir di resepsi pernikahannya dan dia terlihat sangat cantik. Lalu dia melihat tautan jemari Rara dan pria yang sangat dibencinya itu.


Saskia menoleh saat dia mendengar dengusan suaminya. Kemudian dia melihat arah pandang suaminya. Dan dia menjadi kesal.


"Kamu masih mengagumi dia. Bahkan setelah kejadian itu." kata Saskia geram.


Pandu menoleh dan menatap Saskia.


"Rara pernah bilang bahwa kamu terlibat. Tapi dia tidak ingin memperpanjang selama kamu diam."


Saskia menatap Pandu dengan raut wajah memerah menahan amarah.


"Dan kamu percaya apa yang dikatakannya ?"


"Tentu saja. Apalagi adek Rara punya indra keenam yang pasti dia tahu apa yang dialami Rara."


Wajah Saskia memucat. " In...indra keenam ?"


"Ya...jadi jangan macam-macam kamu sama Rara. Karena Nicho pasti tahu jika ada sesuatu yang terjadi sama Rara."


Saskia termenung.


"Pantas saja Rara tidak bisa disentuh oleh orang-orang itu. Ternyata ada yang melindunginya." Saskia menggeram dalam hati.


"Dan apa kata Pandu tadi...Rara tahu dia terlibat. Sialan.."


"Siapa pria yang bersama Rara itu Pan.?" tanya Saskia mencoba mengalihkan percakapan tentang kegagalan rencananya.


"Orang yang ngaku-ngaku pacar Rara." jawab Pandu kesal.


"Hah...ternyata Rara juga suka tebar pesona ya. Belum lama putus dari kamu sudah dapat gandengan. Aku yakin dia hanya mengincar harta pria itu." kata Saskia memancing suaminya.


"Entah dia kaya atau tidak tapi dia yang memberikan pinjaman untuk butik Rara dan mengembalikan dana itu ke aku." kata Pandu.


"Wow....jadi dia menjebak pria itu sama seperti dia menjebakmu dulu. Hingga kalian rela memberikan dana kepada dia." kata Saskia sinis.

__ADS_1


"Rara tidak menjebakku" kata Pandu kesal.


"Kamu udah dikasi apa sih sama dia. Sampai segitunya kamu belain Rara." kata Saskia makin kesal.


"Please Sas, kita udah bahas ini berkali-kali. Aku udah ngabulin permintaanmu dengan pernikahan ini. Apalagi yang kamu mau?" kata Pandu berusaha menjaga emosinya.


"Aku mau kamu lupain dia"


Pandu menghela nafas lelah.


"Kita bahas nanti Saski...banyak tamu. Kamu nggak mau kita malu kan ?"


Saskia masih kesal tapi dia setuju dengan perkataan Pandu.


Dia masih menatap marah melihat Rara yang akrab dengan pria itu.


"Yang penting saat ini aku bisa mengalahkanmu Ra. Karena Pandu memilih menikahiku."


Dan Saskia tersenyum.


"Kalau capek kamu duduk aja Ra. Aku akan ambilkan makanan. Kamu pengen apa ?" tanya Albert.


"Ya udah, kamu tunggu disini, aku mau ambil minuman ya."


Rara tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Hai Ra....kamu datang juga ?"


Rara mendongak dan melihat Reni CS teman kuliahnya dulu.


"Hai....aku diundang jadi ya aku datang" kata Rara sambil tersenyum.


"Gimana lihat mantan nikah Ra....sakit dong pastinya." kata Asri.


Rara mengulum senyum.


"Kalau kalian gimana ya...lihat mantan kalian nikah. Kira-kira kayak gitulah. Cuma aku udah ikhlas kok. " kata Rara dengan santai.

__ADS_1


Reni, Asri dan Sari adalah teman dekat Saskia. Dan bisa dipastikan mereka akan mendukung Saskia dan ingin mempermalukan Rara.


"Lagian ya...Pandu pasti memilih Saskia dong. Udah cantik, kaya lagi. Dibandingkan dengan kamu Ra. Aku heran deh kenapa dulu Pandu mau jalan sama kamu."


Rara hanya diam mendengar olokan temen-teman Siska. Lagian dia malas membalas mereka.


"Yang....ini minumannya." kata Albert sambil mengulurkan gelas yang berisi cairan berwarna orange ke Rara.


Rara tersenyum dan menerima gelas itu.


"Eh....mbak-mbak nya temen kamu yang?" tanya Albert sambil menunjuk ketiga wanita yang berdiri didepan Rara.


"Hem....lebih tepatnya teman mempelai wanita." kata Rara yang kemudian meminum jus orange nya.


Albert mengangguk anggukkan kepalanya.


Ketiga wanita itu terpana melihat Albert. Sementara Albert hanya tersenyum kecil.


"Si...siapa dia Ra?" tanya Sari.


"Oh...lupa kenalan deh. Saya Albert. Pacar Rara." katanya tanpa mengulurkan tangan.


Ketiganya saling melempar pandangan.


Rara menahan senyumnya.


"Eh yang, kita ke depan yuk. Sekalian ucapin selamat buat mempelainya. Jimmy dan Cindy pengen pulang."


Rarapun berdiri, setelah meletakkan gelasnya di meja terdekat dia menyelipkan tangannya dilengan Albert.


"Duluan ya Ren, As, Sar. " katanya sambil melambaikan tangan.


Sepeninggal Rara ketiganya tampak shock melihat Rara bukannya sedih malah datang dengan gandengan yang lebih macho dari Pandu.


"Gila si Rara....udah pernah jalan sama Pandu ditinggal nikah malah dapat yang wow gitu." kata Reni.


"Iya tuh...pakai pelet apa coba dia." sambung Asri.

__ADS_1


"Beruntung banget sih Rara. Dikelilingi pria-pria cakep. Kita kapan dong?" kata Sari.


"Kita....? Kamu aja kali Sar." kata temen-temennya sambil tertawa.


__ADS_2