Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Membantu


__ADS_3

Keesokan harinya, Rara membangunkan Jimmy dan Cindy setelah dia menyiapkan sarapan.


"Masakan kak Rara enak, bang Albert juga pasti suka nih." Celetuk Jimmy.


"Iya bang Jim...enak banget." tambah Cindy.


"Makasih ya kak..." kata Jimmy dan Cindy berbarengan.


Rara tersenyum, "Kakak senang, makanannya cocok sama kalian"


"Ayo kita berangkat, o ya, abang kalian suka sarapan apa ?"


"Kopi...." kata Jimmy dan Cindy bersamaan.


Rara tertawa. "Okay."


Setelah mengantar kedua adik Albert ke sekolah dan memberi pesan bahwa dia akan menjemput mereka, Rara mengemudikan mobil Albert ke toko rotinya.


"Mbak Rara gak bikin roti hari ini ?" tanya Ratu.


"Nggak Tu, aku ada keperluan, aku buat adonan dari rumah, nanti tinggal dipanggang aja ya, cobain ni yang udah aku panggang di rumah."


Ratu menerima roti dari Rara,"Hem...enak mbak, rasa lemonnya kerasa. Sip...hari ini menu special lemonia."


Rara tertawa, "Aku cabut dulu ya, kabari kalau ada apa-apa."


"Okay mbak."


Rara membawa 2 cup kopi yang dibuatnya dan menaruhnya di bangku penumpang.


Dia pun melajukan mobil ke rumah sakit.


"Halo Al, masih di IGD atau dimana ?"


"Ra...udah pindah di Ruang teratai no 2."


"Okay, aku kesana."


Rara segera berjalan ke lift terdekat.


Sampai didepan kamar, Rara membuka pintu dan mendapati Albert sedang duduk di samping pembaringan tante Debby dan menggenggam tangannya.


"Al..." kata Rara sambil menyentuh bahunya.


Albert menoleh dan menatap wajah cantik Rara.


"Hai Ra." Sapa Albert sambil tersenyum.


"Kamu...berantakan." kata Rara sambil tersenyum.


"Aku tidak bisa tidur tentu saja."

__ADS_1


"Mandilah, aku udah bawain baju ganti dan sarapan buat kamu."


"Jimmy dan Cindy tidak merepotkanmu kan?"


"Jangan khawatir, mereka baik kok."


Albert memandangi wajah Rara.


"Kenapa?" tanya Rara


"Apanya?"


"Kenapa liatin aku kayak gitu?"


Albert menggelengkan kepala. "Kamu ...cantik."


Pipi Rara merona.


"Dan aku suka rona merah itu."


"Ih...apaan sih AL, sudah mandi sana, keburu kopinya dingin."


Rara memalingkan wajahnya dan mengeluarkan kopi dan roti yang dibawanya untuk menghilangkan kegugupannya.


Albert tertawa dan mengambil baju ganti yang dibawakan Rara.


"Hmmm....baunya enak Ra." kata Albert setelah selesai mandi, dia mendekati Rara dan duduk di samping Rara.


Rara tersenyum, "Cobain Al, aku baru buat tadi pagi."


"Enak, ini dari ubi ungu ya."


Rara menganggukkan kepala.


Mereka menikmati menu sarapan pagi dalam diam, meskipun Albert selalu menatap wajah Rara.


Bunyi dering ponsel memecah kesunyian.


Albert mengambil ponselnya di nakas dekat tempat tidur tante Deby.


"Ya....."


........


"Aku minta detailnya, dan pastikan jumlah penghuninya."


......


"Tentu saja, kita pindahkan mereka sementara."


......

__ADS_1


"Ya. Terima kasih."


Albert meletakkan ponselnya kembali. Dia menatap Rara yang sedang duduk di sofa.


"Kenapa?" tanya Rara.


"Apa ?" Albert balik tanya.


Rara menghembuskan nafas.


"Kenapa kamu liatin aku kayak gitu.... lagi"


Albert tersenyum.


"Maaf "


"Kamu....ada hal yang harus dikerjakan ?" tanya Rara.


"Nggak, kenapa ?"


Albert duduk di kursi sehingga berhadapan dengan Rara.


"Sepertinya pikiranmu bercabang."


"Sedikit." Kata Albert sambil meminum kopinya.


"Aku...bisa menunggu tante Deby disini."


Albert mengerutkan dahinya.


"Itupun kalau kamu percaya sama aku." Kata Rara.


"Hem .. thanks ya Ra. Aku percaya sama kamu kok, tapi ...ngelunjak banget ya kalau aku nyusahin kamu lagi."


"Aku hanya ingin membantu." kata Rara.


"Thanks..anyway. Nanti biar aku yang jemput Cindy sama Jimmy, kamu gak keberatan kan nungguin tante Deby sebentar."


"Nggak kok."


"Makasih lagi ya Ra."


Rara menganggukkan kepala.


Albert mendekati tempat tidur tante Debby dan mencium keningnya, kemudian dia pun berpamitan dengan Rara dan meninggalkan ruang rawat itu.


"Gimana Rick, semua sudah bisa dipindah ke penampungan sementara ?" tanya Albert.


"Sudah pak, saya sudah mempersiapkan segalanya. Rumah bapak sudah bisa ditempati."


"Baiklah, segera hubungi Dimas untuk melakukan survei, nanti aku yang akan membuat desainnya."

__ADS_1


"Siap pak."


"Thanks Rick, sampaikan salamku untuk Dimas."


__ADS_2