Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Teman Baru


__ADS_3

"Bang....Cindy lapar." kata Cindy sambil memegang lengan Jimmy.


"Eh...kamu bawa uang ?" tanya Jimmy.


Cindy menggelengkan kepala.


Jimmy mengambil dompetnya.


"Cin...abang kan baru kena hukuman dari bang Albert. ATM disita. Tadi belum sempat minta uang." Kata Jimmy.


"Kamu bawa handphone ?" tanya Jimmy.


Cindy mengangguk dan mengambil handphone di tasnya. Tapi raut wajahnya kecewa saat melihat handphonenya mati.


"Bateray abis bang." kata Cindy.


Jimmy menghela nafas lagi.


Wanita disebelah mereka tersenyum mendengar percakapan kakak adik itu.


"Kalian mau ikut kakak ?" tanyanya.


Jimmy dan Cindy saling berpandangan.


"Kakak gak niat culik kalian kok. Kakak hanya mau ajak kalian makan."


Wanita itu menatap kakak beradik yang hanya diam.


"Can we go now ?" tanya nya lagi.


Jimmy berdiri dan menggandeng Cindy mengikuti wanita itu.


Mereka sampai di tempat parkir dan wanita itu mendekati brio merahnya.


"Ayo..."


Jimmy membukakan pintu untuk Cindy di kursi belakang. Sedangkan dia duduk dikursi penumpang di samping wanita itu.

__ADS_1


Wanita itu membawa mereka ke sebuah kedai yang menyajikan makanan dengan sambal special.


"Ayo...temani kakak makan." katanya.


Si wanita memanggil pelayan dan segera memesan makanan.


"Maaf kak. Kita belum pernah bertemu. Dan kami belum mengenal kakak. Kenapa kakak mau menolong kami ?" tanya Jimmy.


"Ehm....emang aku nolong kalian apa ? Oh ya....kenalkan nama kakak Rara. Kalian ?"


"Kakak bisa panggil saya Jimmy, dan ini adik saya Cindy."


"Okay. Jimmy, tadi kamu bilang, saya nolong kalian. Emang apa yang saya lakukan ?"


"Kakak pasti dengar pembicaraan kami tadi. Adik saya lapar, dan kami tidak bawa uang."


"Oh...Saya sedang membutuhkan teman. Apa salah saya ajak kalian makan. Kalian mau jadi teman saya kan ?"


Jimmy dan Cindy saling berpandangan.


Tak lama makanan datang dan mereka pun mulai menikmati hidangan.


Jimmy tersedak mendengar pertanyaan Rara.


"Kalian gak kasihan sama orang tua kalian ?"


"Papa dan mama sudah gak ada Kak, kalau ada mereka kami pasti gak akan kabur." kata Cindy.


"Keluarga kalian yang lain ? Apa kalian gak mikirin?" tanya Rara mencoba menasehati.


"Abang kami pasti tidak akan khawatir." kata Jimmy.


"Tau darimana kamu ?" tanya Rara heran.


"Abang menamparku kemaren kak. Itu kan bukti bahwa abang tidak sayang lagi."


Rara mengambil gelas minumannya dan meminumnya seteguk.

__ADS_1


"Jim....abang kamu nampar mungkin karena dia kecewa atau kamu melakukan kesalahan."


"Kok kakak bela abang sih." kata Jimmy kesal. Rara tersenyum dan menatap Jimmy.


"Jim, kakak kan gak tahu abang kamu. Kita juga baru ketemu kan ? Kakak hanya objektif aja."


Jimmy dan Cindy saling berpandangan.


"Ehm....kak, maaf ya. Kami bikin kakak harus denger ocehan kami. Padahal kita baru ketemu." kata Jimmy sambil menatap Rara.


Rara tersenyum dan menyentuh punggung tangan Jimmy dan Cindy yang ada di meja.


"Gak papa. Kakak juga punya adek seperti kalian kok."


Jimmy dan Cindy tersenyum.


"Kalian udah makannya?" tanya Rara sambil melihat arlojinya.


"Udah kak. Makasih ya udah traktir kami." kata Cindy sambil tersenyum.


Rara menatap kedua kakak beradik itu dan wajah mereka tampak tidak asing. Tapi dia memang baru pertama bertemu dengan mereka.


"Okay, udah hampir jam 7 ini. Kakak antar pulang ya." kata Rara sambil berdiri.


"Kakak gak repot nih anterin kita ?" tanya Cindy.


Rara tersenyum. "Kalo kakak gak anterin, kalian pulangnya gimana ? Oh...apa mau minta jemput abang kalian ?"


"Nggak kak....nanti pasti abang marah ke kita." Kata Cindy menggelengkan kepala.


Rara berbalik dan menghadap ke arah Jimmy dan Cindy.


"Jim, Cin, kakak tidak tahu alasan abang kalian marah, tapi kakak kasi saran, kalian jangan kabur-kabur lagi ya. Coba minta maaf ke abang kalian. Katakan apa yang kalian ingin kan. Kakak akan kasi no ponsel kakak ke kalian jika kalian mau ketemu kakak lagi. Kakak akan jemput kalian jika kalian memang suntuk dirumah."


Cindy meraih lengan Jimmy. Mereka saling berpandangan. Kemudian mereka menatap Rara.


"Makasih ya kak." kata keduanya.

__ADS_1


Rara tersenyum. Dia menghela nafas dan merasakan rindu pada adik-adiknya.


__ADS_2