Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Pindah


__ADS_3

"Jadi...kalian tetep mau nginep rumah kak Rara ?" tanya Albert mengulang pertanyaan yang sudah kesekian kalinya ditanyakannya ke adik-adiknya.


Jimmy dan Cindy memutar bola matanya, jengah dengan pertanyaan abangnya.


Sementara Rara yang duduk di sebelah Albert hanya tersenyum.


"Segitunya siu Al nanyanya, mereka juga jengah kali kamu tanyain hal yang sama." kata Rara geli.


"Trus nanti abang sama siapa di rumah kalau kalian di tempat kak Rara."


"Ih...abang biasa aja kali....biasanya juga abang yang ninggalin kita. Sekali-kali kita yang pergi, ya kan bang ?" Cindy minta dukungan pada Jimmy.


"Betul bang, sekali-kali ini kan. Makanya abang cari cara biar kak Rara bisa tinggal sama kita." tambah Jimmy.


"Eh...kok gitu, kenapa aku dibawa-bawa ya..?" protes Rara.


Jimmy dan Cindy tersenyum.


"Aku nggak boleh nginep tempatmu juga Ra ?" tanya Albert.


"Eh...ya nggak bisa Al, mana muat flatku menampung kalian semua ?"


Albert menghela nafas sambil tetap berkonsentrasi menyetir mobilnya.

__ADS_1


"Eh...ini kita mau kemana sih bang. Kan jalan ke tempat kak Rara bukan kesini." kata Jimmy.


"Oh iya Jim, kakak lupa kasi tau, mumpung masih siang, kakak mau ajak kalian ke panti. Hari ini panti pindah tempat sementara."


"Oh....ya gak apa-apa si kak. Jimmy juga penasaran sih sama pantinya."


Sampai di panti, mereka melihat beberapa mobil dan truk yang sudah penuh dengan barang.


"Ini panti asuhan yang kemarin sempat kakak singgung, Jimmy, Cindy. Banyak dari mereka yang sudah tidak punya saudara dan tempat tinggal. Kalian masih beruntung punya abang yang sayang sama kalian." kata Rara.


Merekapun diajak Rara masuk ke dalam.


Tampak ibu panti dan penghuni panti sudah berkumpul. Dan walaupun pindah tempat untuk sementara, wajah mereka tampak berseri-seri.


"Rara...akhirnya kamu datang. Kami sudah siap untuk berangkat ke tempat penampungan sementara. Dan ibu tadi pagi juga sudah kesana. Tempatnya sangat bagus."


"Benarkah bu ? Rara jadi penasaran deh."


"Iya...bentuknya seperti villa dengan banyak kamar. Mungkin pemiliknya memang memyewakan untuk tempat training atau untuk keluarga besar. Ada tempat outbondnya juga loh."


"Wah....semoga adik-adik nyaman ya bu."


"Ibu harap begitu. Terim kasih ya nak Albert...udah bantu Rara. Selama ini dia yang sibuk untuk cari donatur buat panti kita."

__ADS_1


Albert tersenyum.


"Iya bu...saya juga senang kok bisa membantu Rara dan panti. Oh ya....kenalkan mereka adik-adik saya."


"Wah...adiknya ganteng dan cantik ya. Kalian harus bersyukur masih punya keluarga. Dan kalian bisa menganggap kami juga keluarga kalian." kata ibu panti uang dibalas dengan senyuman oleh Jimmy dan Cindy.


"Baiklah...kalau semua sudah siap, ayo kita berangkat." kata Albert kemudian.


Suasana menjadi riuh karena anak-anak panti berebut naik mobil.


Jimmy dan Cindy tersenyum melihat kehebohan yang terjadi. Dan mereka menatap ke abang mereka dengan penuh rasa syukur.


Jimmy menggandeng tangan Cindy dan berjalan mengikuti Albert dan Rara.


Mereka pun tiba di lokasi.


Anak-anak panti dan ibu panti serta Rara kagum melihat tempat yang disediakan oleh Phoenix Group.


"Terima kasih ya Al....berkat kamu, anak-anak tidak terlantar dan panti kita akan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali."


"Aku hanya melakukan bagianku Ra....semua karena andil kamu."


Rara tersenyum. Bertahun-tahun dia ingin memperbaiki keadaan panti tapi belum juga ada donatur yang bersedia membantu. Berkat Albert dan Phoenix Group hal itu bisa terjadi.

__ADS_1


Semua indah pada waktuNya.


__ADS_2