Syailendra Love Story

Syailendra Love Story
Serah Terima


__ADS_3

"Hai bang Rama....ada apa bang Albert panggil kami ?" tanya Jonathan saat sampai didepan ruangan Albert.


Rama tersenyum. "Tanya aja sama yang bersangkutan"


"Bang Rama gak asyik" kata Jonathan lagi sambil mengetuk ruangan Albert.


"Langsung masuk aja. Bos udah nunggu dari tadi."


Jonathan dan Nicho masuk ruangan Albert. Albert yang melihat kedatangan mereka berdiri dan mengajak mereka duduk di sofa.


Setelah mereka bertiga duduk. Albert menyerahkan map berwarna biru ke Jonathan.


"Apa ini bang ?" tanya Jonathan sambil menerima map itu.


"Baca dulu" kata Albert sambil melirik Nicho.


Jonathan melihat Nicho, saat Nicho menganggukkan kepalanya Jonathan pun membuka map dan mulai membaca dokumen di dalamnya.


"Kenapa abang minta kami berdua mengurus Maximus Lion?" tanya Jonathan setelah membaca sebagian isi map itu.


Albert menghela nafas.


"Aku tahu abang sayang kak Rara. Tapi nggak gini juga bang. Lagian kalian kan belum menikah." kata Nicho yang membuat Albert melotot.


"Aku akan menikahi kakakmu Nick. Jadi aku mau jaga perasaannya. Selagi aku bisa aku akan lakukan untuk membuat kakakmu tenang." kata Albert sambil melipat tangannya di dada.


Jonathan menatap Albert dan Nicho bergantian.


"Ehem....jadi ini ada hubungannya dengan kak Rara ? Kok aku nggak tahu sih." Jonathan membalik lagi map yang ditangannya. Kemudian dia mengangguk - anggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ngerti kan kamu sekarang?" Sindir Nicho.


Jonathan mengangguk lagi.


"Jadi gimana Nick. Kamu setuju gak kita pegang MaxLi ?"


Nicho menatap Albert kemudian menghela nafas.


"Baiklah, aku setuju. Abang atur aja kapan serah terimanya."


Albert menghela nafas lega kemudian dia menganggukkan kepala.


"Thanks Nick, Joe. Dan sebagai ucapan terima kasih kalian masing-masing dapat unit di Apartment K."


Jonathan dan Nicho tersenyum.


Nicho dan Albert tertawa.


Mereka tahu Jonathan masih tinggal dengan orang tuanya. Meskipun sebenarnya dia mampu membeli unit sendiri tapi orang tuanya tidak mengijinkannya anak bungsu mereka pindah. Setidaknya dia bisa mencari alasan untuk tinggal di unit sendiri.


Sementara Nicho, tentu saja senang karena dia memang baru mencari unit untuk dia tinggali sendiri.


Setelah Rama bergabung mereka pun menentukan waktu serah terima MaxLi.


"Emang ada acara apa sih kok bengkel sampe harus tutup lebih awal?" tanya seorang crew bengkel kepada rekannya.


"Nggak tahu juga sih. Tapi dari kabar yang aku dengar Pak Albert tidak lagi pegang bengkel ini."


"Hah....beneran ? Padahal pak Albert baik lo. Gak galak juga. Beda sama bu Nadia.."

__ADS_1


Ucapannya berhenti saat rekannya memyenggol bahunya.


Mereka terdiam dan menundukkan kepala karena melihat Nadia keluar dari ruangan pimpinan dengan wajah yang memerah.


Merek saling berpandangan kemudian mengangkat bahu.


Tak lama Albert dan beberapa orang keluar dari ruangan itu.


Albert mengajak mereka ke ruangan yang sudah disiapkan.


Setelah semua berkumpul dan duduk di kursi masing-masing. Albertpun berdiri.


"Selamat sore teman-teman. Sengaja saya undang team MaxLi untuk bertemu saat ini. Saya ingin mengumumkan bahwa mulai hari ini, saya tidak lagi memegang MaxLi secara langsung karena saya mempunyai rekan yang lebih tahu mengenai bisnis ini. Saya akan perkenalkan rekan-rekan dengan pimpinan yang baru selain bu Nadia. Saya minta untuk bapak Jonathan dan bapak Nicholas untuk berdiri dan memperkenalkan diri."


Albert pun memperkenalkan Jonathan dan Nicholas. Serta meminta semua untuk tetap memajukan bengkel.


Sementara Nadia tampak kesal karena kesempatannya untuk mendekati Albert menjadi semakin terbatas.


"Kenapa sih kak, wajahnya kelipet gitu ..kusut."


"Diam kamu San. Aku kesal banget kenapa Albert harus serahin bengkel sama dua anak ingusan itu sih."


"Hem....tapi ganteng-ganteng tahu kak."


"Hah...kamu ya, kalau liat yang bening-bening selalu genit. Udah ah, aku mau balik."


Sandra menyusul Nadia yang bergegas meninggalkan tempat acara.


"Hem...Nicho....aku akan mendapatkanmu." kata Sandra dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2