
dua bulan kemudian
acara resepsi pernikahan Krisna dan Elsa sudah di gelar di Surabaya dan banyak yang menghadiri acara tersebut. hubungan meli dan Rey berjalan baik, meli mengetahui jika Jane menyukainya Rey, ia pun pasrah walau hatinya tersayat jika melihat Jane mengajak Rey makan bersama di restoran tempat meli bekerja ,Rey sebenarnya sudah memberikan kesempatan npada Jane namun hati Rey tidak bisa berbohong, ia tidak bisa membuka hatinya untuk Jane hanya nama dan wajah meli yang ada di hatinya dan pikirannya walau sebenarnya ia juga masih ragu dengan meli ,ia ragu karena ancaman Julio waktu itu.
kini Krisna dan Elsa kini tengah berada di rumah sakit dan memeriksakan kesehatan dan kandungannya. Elsa harap harap cemas saat dokter melihat hasil tesnya terdahulu.
''nyonya jangan berkecil hati, kami akan memeriksa kembali kesehatan dan rahim anda dan juga melakukan serangkaian tes kembali,dan untuk tuan Krisna juga nanti ada tes tersendiri, semoga hasilnya nanti bagus , untuk rahim sendiri bangus nyonya. di lihat dari tes sebelumnya yang bermasalah hormon anda, tapi nanti kami akan tes kembali'' jelas dokter kandungan yang bernama Fira
"dok seandainya istri saya bisa mengandung apa bisa kami program bayi kembar" tanya krisna penuh harap dan terus menggenggam tangan Elsa
"bisa tuan, sangat bisa kita lihat nanti hasil tesnya'' jelas dokter lagi lalu Tersenyum
"dan ini saya berikan resep untuk hormon nya nanti di minum sesuai anjuran" ucap dokter lagi lalu memberikan kertas resepnya pada Krisna
"terima kasih dok.." balas Krisna
''sama sama"
"permisi"
"mari" jawab dokter kemudian Krisna dan Elsa keluar dari ruangan dokter. saat keluar dari ruangan dokter Elsa diam memikirkan hasil tesnya terdahulu karena bukan masalah hormon yang di sampaikan dokter terdahulu nya melainkan penyumbatan di Toba falopinya.
"sayang kamu kenapa?" tanya Krisna saat berjalan di lorong rumah sakit karena sedari tadi ia diam dan memikirkan sesuatu
"tidak Krisna aku hanya lapar" jawab Elsa sedikit mengulas senyum lalu meraih jemari Krisna yang sedari tadi merangkul pinggangnya
"baiklah kita ke restauran om Abi yang dekat pantai" jawab Krisna mengeratkan rangkulannya dan mereka tersenyum.
sepanjang perjalanan Elsa diam dan hanya sesekali menjawab pertanyaan Krisna, Krisna mengira Elsa sedang mengantuk dan tidak mengetahui apa yang sebenarnya yang di pikirkan
Elsa
''kenapa dokter tadi mengatakan jika hanya masalah hormon sedangkan dokter yang dulu mengatakan ada penyumbatan di bagian Toba falopi ku, apa yang sebanding mas Alan sembunyikan pada ku dan aku juga tidak tahu hasil miliknya selama ini sampai berpisah'' batin Elsa lalu menghela nafas panjang lalu melihat Krisna yang sedang bernyanyi menirukan lagu yang ia dengar dari mobil nya.
''kamu tidak pernah berubah Krisna'' ucap Elsa tertawa melihat Krisna bernyanyi lagu milik Kahitna berjudul tanpa cinta.
''ini lagu favorit kita sayang'' balas Krisna melihat Elsa lalu tersenyum, Elsa begitu terharu ada laki laki yang mencintai nya sampai saat ini
''sepertinya kamu tidak melupakannya Krisna, terima sudah mencintai ku sampai saat ini aku begitu sangat beruntung''
''bukan beruntung sayang, kamu memang takdir ku, dan aku akan menjaga mu sampai nanti'' jawab Krisna meraih jemari Elsa
''terima kasih Krisna, kamu memang suami terbaik'' balas Elsa lalu tersenyum. tak lama mereka sampai di restoran yang di maksud Krisna. mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam.dan seperti biasa Krisna memilih lantai dua agar lebih santai menikmati hidangan dam melihat pemandangan sekitar pantai.
saat Krisna sampai di lantai atas ia melihat Rey bersama Jane sedang makan siang bersama. lalu Krisna menghampiri mereka
''ahem..'' suara deheman Krisna mengagetkan mereka.
''kakak..''ucap Jane saat menoleh ke arah Krisna dan Elsa sedangkan Rey terlihat biasa dan seperti tidak nyaman dan pandangan terus kearah meli yang sedang melayani pelanggan
''kalian ada di sini'' tanya Krisna sambil menarik kursi untuk Elsa
''Jane yang mengajak ku kemari'' jawab Rey lalu ia berdiri lalu melangkah menghampiri meli. Jane dan Krisna serta Elsa hanya bisa melihat brey berjalan menghampiri meli yang sedang membereskan meja pelanggan yang sudah selesai makan.
''meli..''panggil Rey memegang pergelangan tangannya,sejenak meli terdiam mengatur nafasnya lalu tersenyum ke arah Rey, namun mata meli tidak bisa berbohong ia menahan tangis karena sedari tadi melihat nya bersama Jane.
''meli.. '' panggil Rey memegang pipi meli
''maaf tuan saya harus bekerja'' jawab meli menyingkirkan tangan Rey
''mel.. maafkan aku'' balas Rey melihat lekat meli
''maaf..?'' maaf untuk apa?'' jawab meli biasa lalu melanjutkan pekerjaannya. Elsa ,Rey dan Jane hanya bisa melihat dari kejauhan
''saya bukan siapa siapa tuan, jadi terserah tuan ingin berkencan dengan siapapun?'' jawab meli sambil menunduk, dan menahan air matanya. Rey sadar dengan ucapan meli yang seakan meminta kejelasan. Rey lalu memeluknya dan meli masih menahan tangisnya, saat Rey memeluk meli Jane hendak menghampiri nya namun Krisna menahannya.
''aku akan menikahi mu''ucap Rey pelan seketika tangis meli pecah karena sudah tidak sanggup menahan sesak di dadanya.
''aku mencintai mu meli.. ''ucap Rey menakup wajah meli dan itu membuat tangis meli semakin pecah dan Rey langsung memeluknya, Rey tidak perduli dengan ancaman Julio tempo lalu ia hanya mengikuti kata hatinya meski masih ragu dengan meli.
__ADS_1
Jane yang menyaksikan Rey memeluk meli pun tak kuasa menahan air matanya, menyaksikan orang yang ia cintai memeluk wanita lain. ia pun memutuskan untuk pergi dari restoran.
''jane..'' panggil Krisna saat melihat Jane berlari,lalu Krisna mengejar adiknya dan meninggalkan Elsa. Elsa paham apa yang terjadi pada Jane namun ia tidak bisa berbuat banyak. ia yakin Krisna bisa mengatasi adiknya
''meli..'' panggil Elsa, meli pun melepaskan pelukannya dari rey
''Elsa ..''jawab meli berjalan menghampiri Elsa lalu mereka berpelukan.
''Elsa.. kenapa menjadi seperti ini'' ucapnya lirih
''menjadi seperti apa? kalian saling mencintai, aku tahu kamu memikirkan Jane adik ipar ku tapi cinta tidak bisa di paksa meli, dan Krisna sudah menjelaskan itu semua pada Jane'' jawan meli melepaskan pelukannya
''Elsa besok aku akan menikahi meli, aku harap kamu dan Krisna mau menjadi saksi ''ucap Rey Lalu merangkul meli
''iya pasti Rey.. '' jawab Elsa lalu tersenyum. disisi lain Krisna berbicara pada Jane di pelataran parkiran.
''jane.. kamu harus menerima semuanya, Rey tidak mencintaimu. Rey menganggap kamu sebagai adik ' ucap Krisna lalu memeluk Jane yang sedari tadi menangis
''tapi Jane mencintai kak Rey kak, Jane mencintai kak Rey '' Jawab lirih Jane yang masih memeluk Krisna
''cinta tidak bisa dipaksakan jane, tolong mengerti.'' jelas Krisna yang masih memeluk adiknya, Krisna merasakan apa yang di rasakan Sofi saat ia tidak bisa membalas cintanya
''dengar kamu masih muda perjalanan masa depan mu masih panjang, kelak kamu akan mendapatkan seseorang yang akan mencintai mu''
''kakak tidak mengerti dengan perasaan ku, kakak tidak mengerti'' jawab Jane lalu mendorong Krisna dan ia pun berlari menuju mobilnya.krisana mengejarnya dan meraih pergelangan tangannya
''jane..! tolong mengerti'' ucap Krisna melihat raut wajah sang adik. terlihat rasa kecewa yang teramat dalam dari sorot matanya. Jane hanya bisa menangis di pelukan sang kakak, namun tak lama asmanya Kabuh dan dengan sigap Krisna membuka tasnya dan mencari nabulizer milik jane.
''hiruplah.. tenang.. ''ucap Krisna membantu Jane sampai Jane bernafas normal. Elsa dan Rey serta meli yang melihat Jane dan Krisna dari bawah pun khawatir namun Elsa yakin Krisna bisa mengatasi sang adik
''apa karena penyakit ku ini kak, kak Rey lebih memilih meli walau meli hanya seorang pelayan''
''apa yang kamu katakan hah.. kenapa kamu membawa profesi seseorang, apa maksud mu'' jawab Krisna sedikit emosi
''maaf..'' jawab Jane lalu bergegas masuk kedalam mobil nya
''jane..buka.. jangan mengendarai mobil dengan kondisi mu seperti ini'' ucap Krisna sambil mengedor pintu mobil Jane namun Jane tidak menghiraukannya dan terus menjalankan mobilnya
''brakkk..''
''jane...!!!'' teriak Krisna laku berlari kearah mobil Jane, Rey, Elsa dan meli yang juga melihat kejadian tersebut pun syok dan berlari menuju lokasi kejadian.
''jane..!'' teriak Krisna berusaha membuka pintu mobil nya. orang orang sudah berkerumun melihat mobil Jane dan Jane sendiri.
''tuan tuan mengenal nya'' tanya salah satu warga
''dia adik saya'' jawab Krisna yang masih berusaha membuka pintu mobil nya
''jane..'' panggil Rey yang baru sampai bersama Elsa dan meli
''rey tolong bantu aku membuka pintu nya'' ucap Krisna tanpa pikir panjang Rey mengambil batu untuk memecahkan kaca pintu mobil bagian belakang mobil Jane
''pyar..'' dan akhirnya pintu mobil bisa di buka
''bawa ke mobil ku Kris..'' ucap Rey yang juga panik lalu Krisna membawa Jane ke mobil Rey
''meli.. aku ke rumah sakit, nanti aku kabari'' ucap Rey sekilas mencium kening meli ,Rey tahu meli masih jam kerja dan tidak mungkin meli ikut ke rumah sakit.
'' Rey..'' panggil Elsa yang sudah duduk dan memangku kepala Jane dan Krisna yang sudah duduk di mobil kemudi, Rey pun bergegas masuk kedalam mobil di samping kemudi. secepat kilat Krisna menekan tuas gasnya menuju rumah sakit
β¨
"brengsek..'' umpat Julio saat masuk ke ruangan perawatan Jane lalu menghajar Rey tanpa ampun, Krisna yang sedang makan bersama Elsa pun syok lalu melerai mereka
''lio hentikan..''teriak Krisna merengkuh tubuh adiknya. namun Julio terus berusaha menghajar Rey. Karen Julio terus memberontak akhirnya Krisna memukul Julio di bagian pipi nya lalu mencengkram kerah bajunya
''kamu sudah gila !'' ucap Krisna emosi lalu mendorong Julio
''aku tidak terima jika terjadi sesuatu pada Jane dan itu semua karenanya, aku sudah bilang padanya jika terjadi sesuatu pada Jane aku akan melakukan sesuatu padanya '' balas Julio yang tak kalah emosi sambil menunjuk Rey yang masih terduduk di lantai
__ADS_1
''ada apa ini, ini rumah sakit'' tanya syasa pada semuanya dan melihat Rey, anak dan menantunya satu persatu
''kamu kenapa Rey, julio'' tanya syasa melihat luka lebam di wajah Rey dan Julio sedang Bryan duduk di samping Elsa dan ikut makan bersama
''jangan katakan kalian habis baku hantam'' tanya syasa sedikit emosi
''ma..'' panggil Krisna merangkul sang mama lalu menceritakan awal mula Jane kecelakaan hingga Julio baku hantam dengan Rey
''lio.. kamu tahu cinta itu tidak bisa dipaksakan, Rey mencintai meli, meli mencintainya ,jika adik mu mencintai Rey dan tidak terbalaskan itu masalah adik mu yang sudah di beri pengertian tapi keras kepala''
''ck.. mama, mengatakan cinta tidak bisa di paksakan , begitu juga jane yang tidak seorang pun bisa melarangnya dengan siapa dia akan jatuh cinta. tidak ada ma.. seharusnya Rey tahu diri sudah bekerja di perusahaan kita bertahun-tahun hingga mempunyai segalanya, apa salahnya membalasnya dengan cara mencintai jane''
''lio!'' nada tinggi Bryan menggelar, lalu Bryan menghampirinya dan ''plak'' Bryan menampar julio, semua orang terkejut melihat nya
''ini tidak ada sangkut pautnya,ini masalah hati dan kamu tahu itu''
''cukup'' suara meli tiba tiba terdengar di ambang pintu, semua orang melihat nya
''maaf tuan, nyonya jika kedatangan saya mengganggu, saya hanya ingin bicara dengan Rey'' ucap meli yang sudah berkaca kaca, perlahan meli mendekati Rey
''Rey.. kita batalkan pernikahan kita, maafkan aku. aku tidak bisa bahagia di atas derita orang lain'' ucap meli melihat Rey yang sedikit syok mendengar ucapan meli
''apa maksud mu?''
''menikahlah dengan nona Jane, nona Jane sangat mencintai mu, jangan pikirkan aku, aku bisa melewati semuanya, tapi Jane .. Jane membutuhkan mu''
''tidak meli, bagaimana dengan diri mu dan adik adik mu''
''aku baik baik saja, untuk urusan adik ku aku masih bisa mengurusnya, sebelum aku mengenal mu aku sudah mengurusnya mereka sendiri, ini cincin pemberian mu aku kembalikan dan tolong jangan lagi menemui ku'' ucap meli memberikan cincin pemberian Rey sebulan lalu
''meli..?''
''ssstttt, tolong lupakan aku dan aku akan melupakanmu,dan menikahlah dengan nona jane. selamat tinggal'' jawab meli meneteskan air matanya lalu tersenyum dan melihat Jane sekilas yang tengah berbaring di brankar lalu melihat Elsa ,dan juga Krisna serta syasa dan Bryan
''permisi'' pamit meli lalu berjalan keluar
''meli.. tunggu'' panggil Rey.namun meli terus melangkah dan berlari
''meli..'' ucap Rey lirih yang terduduk di lantai di ambang pintu ruang rawat Jane
''puas kamu Julio, puas..'' ucap Rey yang begitu kecewa dengan semuanya di sisi lain ia juga memikirkan ucapan Julio yang menyinggung balas Budi,Julio hanya diam begitu juga Bryan dan syasa tidak bisa berbuat banyak
''kejar meli Rey..'' ucap Krisna
''tidak.. biarkan meli, aku lebih tahu meli, jangan ganggu meli lebih dulu'' saut Elsa
''baiklah.. jika kamu menginginkan aku membalas cinta Jane, persiapkan pernikahan ku besok di rumah sakit ini'' balas Rey yang sudah pasrah dengan kisah cintanya dengan meli
''Rey..'' balas Krisna tidak habis pikir
''jangan menghancurkan masa depan mu Rey''ucap Krisna lagi
''masa depan ku sudah tidak ada lagi Krisna, sudah hancur'' jawab Rey tersenyum sinis melihat Julio lalu mendekati Jane
''jane bangun lah, besok kita menikah ini cincin untuk mu '' ucap Rey pada Jane lalu memasangkan cincin bekas milik meli ke jari Jane
''om siapkan pernikahanku dengan Jane besok'' ucap Rey menatap Bryan dan syasa . Bryan dan syasa hanya diam, semua diam tidak bisa berbuat banyak
''dengan diamnya kalian aku tahu kalian ingin aku menikahi jane'' ujar Rey tersenyum sinis lalu melihat Jane
''tidak buruk menjadi menantu dan adik ipar dari orang berpenagaruh di negeri ini'' batin Rey lalu mengusap rambut jane
''aku akan membalasnya Julio seperti mau mu'' batin Rey lagi lalu ia duduk di dekat brankar Jane
* * * * * *
terimakasih
maaf ya baru up ,aku lagi tepar mohon pengertian nya
__ADS_1
πππ