
Malam pertama adalah malam yang banyak di nantikan para pasangan pengantin baru. tidak terkecuali , Attar dan Luna, kini mereka sedang berada di kamar hotel, duduk berdua dan saling tersenyum malu. Attar binggung harus memulai dari mana sedangakan Luna masih terlalu polos dan tidak mengerti harus berbuat apa.
Perlahan Attar meraih jemari Luna dan melihat wajah Luna dan tersenyum. Attar mengusap pipi dan bibir Luna denga ibu jarinya,lalu menciumnya. Luna merasa aneh dan tidak bisa membalasnya namun ia hanya diam dan membiarkan Attar melakuakan apa yang ia suka. Attar tersenyum karena Luna hanya diam.
''Kenaapa tidak membalas ciuman kakak'' tanya Attar lalu mengecup bibir Luna dan perlahan tangannya membuka piyama Luna,
''Luna tidak bisa, Luna belum, belum pernah berciuman'' jawab polos Luna, membiarkan tangan Attar mengusap pundaknya.
''Lakukan seperti kakak lakuakan'' jelas Attar, lalu mencoba mengajari Luna berciuaman, tak sampai di situ , Attar perlahan membuka piyama Luna dan menjelajahi semua tubuhnya.
''Kamu menyukainya'' tanya Attar saat melihat sang istri sudah mulai pasrah dan menikmati setiap sentuhan dari sang Suami.
"Eum..'' Dan Attar pun memulai semuanya.
Malam semakin larut, mengiringi malam pertama mereka, malam yang begitu syahdu dan menjadi candu keduanya, di sisi lain JuLio dan Yuna juga tengah memadu kasih,dan malam pertama setelah Yuna melahirkan karena genap 2 bulan Julio baru merasakannya kembali. mereka bagai pengantin baru yang baru saja menikah, semakin romantis dan panas.
''Julio, aku harap kamu tidak seperti yang sebelumnya, yang suka menggoda para gadis apa lagi janda, jika itu terjadi aku tidak segan segan membuat diri mu sengsara'' bisik Yuna saat mereka selesai melakuakn kewajiban masing masing, julio tertawa,lalu melihat Yuna begitu lekat,
"Tidak sayang, istri seperti mu itu sudah langka, kamu sama seperti oma, tegas dan itu yang aku mau, karena aku tahu dan sadar diri ku seperti apa, jika aku tidak mendapatkan istri seperti mu, pasti aku sudah hancur sayang'' jawab Julio lalu melupat bibir Yuna, dan ******* itu semakin panas dan hingga akhirnya mereka melakukannya lagi.
Paginya Luna dan Attar bangun dari tidurnya, mereka tersenyum satu sama lain, membayangkan malam pertama mereka , hingga mereka melakukanya lebih dari dua kali, darah muda pada diri mereka saat ini tengah membara,menyatukan cinta dan kasih mereka yang di balut hasrat masing masing. terlebih Attar yang sudah lama menahan hasratnya demi menjaga sang pujaan hati agar tetep suci, kini ia sudah memiliki kesucian itu seutuhnya dan dialah orang pertama yang merenggutnya denga cara yang memang ia tahu bagaimana mendapatnya dengan cara yang baik dan tidak mendapatkan perlawanan. ( tau ah bingung ngejelasinnya )
Disisi lain, pagi pagi sekali tepatnya jam 3 pagi, Amar sudah berangkat ke pakistan, ia berangkat pun tidak berpamitan dengan sang istri dan sang mertua ia hanya meinggalkan secarcik kertas di atas bantal, ketika jane masih terlelep tidur. ia mendadak pulang lebih awal dari jadwal yang sudah ia rencanakan.ia berangkat dari lokasi pesta Attar dan jane menikah semalam, karena mereka semua menginap di hotel yang sama.
Jane terbangun dan dan mendapati surat tersebut, ia hanya menghela nafas panjang saat membaca surat darin Amar.
''Amar, kenapa kamu tidak membangunkan ku, dan membicarakan ada masalah apa di keluarga mu'' batin Jane lalu ia melihat sang anak yang masih tidur di sampingnya.Jane terdiam memikirkan Amar yang pergi begitu saja, sebenarnya ia kerepotan jika tidak ada Amar di sampingnya karena ia sudah terbiasa di manja oleh Amar.
Perlahan ia turun dari tempat tidur lalu memutuskan untuk mandi, setelah mandi ia membangunkan sang anak lalu memandikanya, setelah itu memakaikan bajunya, lalu ia menyusuinya.kemudian ia mengganti bajunya dan membereskan barang bawaannya, kemudian ia turun dan menuju restauran hoteluntuk sarapan di sana, dan kebetulan di sana ada krisna dan Elsa dan semua keluarganya
''Good morning'' sapanya dengan wajah kesal dam kecewa pada Amar,
''Morning'' jawab Krisna , Bryan dan juga Abi dan yang lainnya hanya diam dan saling melihat, lalu melihat Jane duduk di samping Julio
''Mana Amar? tanya sang mama
''Pergi ''jawab singkat Jane lalu ia memberikan Aryan pada Julio. kemudian ia mengambil sarapanya, semua saling memandang dan tanda tanya, pasalnya tidak ada yang tahu Amar pergi kemana dan tidak berpamitan dengan salah satu di antara mereka.
''Ada yang tidak beres" batin Julio yang tahu betul siakap sang adik jika sudah menjawab pertanyaan dengan jawaban sangat singkat.
"pergi kemana? tanya Abi saat Jane sudah duduk di dekat Julio.
''Pakistan, ada urusan mendadak dengan keluarganya'' jawab Jane lalu ia memakan sarapanya, dan semua diam tidak berani menanyakan lagi.
Suasana menjadi hening dan hanya suara sendok yang beradu di piring masing masing, Julio tersenyum melihat Aryan yang seolah meminta makan, lalu ia memberikan buah pepaya yang ada di piringnya. Julio walau orangnya seperti orang yang tidak bertanggung jawab, ia sangat menyayangi anak kecil, terlebih keponakannya, dan apa lagi saat ini ia juga mempunyai putra sendiri. sisi ayahnya lebih menonjol dan banyak di sukai anak anak.
__ADS_1
Tiba tiba ada seorang wanita mendatangi Julio, siapa lagi kalau bukan Erika, ia masih saja berani mendekati Julio padahal ia sudah jelas jelas di tolak julio mentah mentah dan di permalukan Yuna di depan orang banyak, kali ini mempunyai rencana licik yang ia mengira Yuna akan meninggalkan nya. ia senggaja menjalankan misinya di depan semua keluarga besar Julio.
''Julio'' sapanya , seketika semua orang melihat ke arah Erika, sadar suara yang tak asing itu memanggil suaminya Yuna langsung berdiri dan hendak menyerang Erika namun di tahan Elsa.
''Ada apa?'' tanya ketus Julio
''Aku ingin mengembalikan baju ini padamu, baju yang tertinggal di apartemen ku'' jawabnya dan tersenyum seraya melihat tajam Yuna, berharap yuna tersulut emosi, Namun yuna masih melihat Erika dengan tatapan tajam.
''Baju?, maaf tapi ini bukan baju ku dan aku tidak pernah datang ke apartemen mu'' jawab julio lalu melihat Yuna, Julio takut dengan tatapan membunuh Yuna
''Apa kamu lupa saat kamu mabuk dan datang ke apartemenku tanggal 28 seminggu sebelum Acara resepsi pesta mu'' jawab Erika dengan percaya dirinya. Yuna tidak tinggal diam dengan ingatan yang tajam dan instingnya yang kuat, Yuna mengingat semua kejadian seminggu sebelum acara pesta mereka.
Wina dan bram hanya menyaksikannya saja, ia tahu apa yang akan terjadi , Wina tersenyum,ia tahu Yuna bukan perempuan bodoh,.
''Tanggal 28 jam berapa, di apartemen mana, Apartemen siapa yang kamu sewa, heum. setahu ku kamu tidak mempunyai apartemen di kawasan jalan sudirman, dan kaos ini bukan milik Julio, kamu tidur dengan Julio yang mana, heum, Julio sarda, anak pengusaha kayu'' tanya Yuna yang sudah seperti detektif dan mengetahui betul Erika, karena semenjak kejadian penjambakan itu Yuna tidak langsung tinggal diam, ia menyuruh orang untuk mengawasi julio dan Erika.Erika terdiam seolah membenarkan dan terlihat gugup, tidak menyangka Yuna mengetahui semuanya,Namun ia mencoba tetep tenang dan mencoba membela diri.
''Apa pencuri akan mengakuinya?'' sarkas Erika
''Maksudmu?'' tanya julio melihat semuanya, Abi yang sedari tadi geram akhirnya berdiri, lalu ia berjalan meningglkan meja dan memanggil keamanan hotel miliknya, sedangkan yuna seketika tertawa. Yuna menertawai ucapan Erika seraya berjalan menghampiri Erika.
''Tepat sekali, pencuri tidak akan pernah mengakuinya'' jawab Yuna didepan Erika lalu Yuna menarik lengan Erika dan menyeretnya menjauh dari meja lalu ia mengempaskan Erika hingga terhuyung.
''Kamu pikir aku tidak mengetahui semua akal licik mu, Julio di tanggal yang kamu maksud dia ada bersama ku satu harian penuh, karena kami sedang fetting baju yang kedua, setelahny kami ke hotel untuk melihat tempat resepsdi kami, dan malamnya kami pulang kerumah utama ( rumah Syasa ) sekarang yang bodoh aku atau kamu, NONA'' ucap Yuna dengan lantang, semua keluarganya melihatnya. beruntung hanya bebeapa pengunjung lain yang melihat kejadian itu karena restauran penuh dengan keluarga besar Wina dan Bram, semua keluarga yang melihat Yuna berbicara seperti itu pun terdiam, tidak percaya, salah satu menantunya ada yang seperti oma wina, begitu mengerikan.Tidak lama Abi datang dan langsung menyuruh menyeret Erika lalu merangkul Yuna agar Yuna duduk kembali. dan Erika malu setengah mati
''Sudah, pertunjukan sudah selesai'' ucap Abi mengundang gelak tawa semuanya, sedangkan Julio mendekati Yuna,dan langsung mencium bibirnya,
* * * * *
PAKISTAN
Amar tidak tahu lagi harus mengatakan apa pada keluarganya. dan ia juga tidak mungkin memenuhi keinginan sang paman yang memintanya untuk meikahi adik sepupunya , ya dan itu memang sudah tradisi mereka. menikah dengan sepupu jauh mereka. walau tidak semua melakukan tradisi tersebut
''Amar bagaimana? apa kamu sudah memikirkanya ?'' tanya sang ibu,.
''Aku tidak mungkin menikahi Aroofa , Aku sudah menikah dengan Jane, dan mama tahu itu. dan mama menyuruh ku pulang hanya untuk hal ini, ini tidak masuk akal, mama mendukung ku aku menikahi Jane dan sekarang mama meminta ku untuk menikahi Aroofa?'' jelas Amar tidak habis pikir.
''Mama tahu nak, tapi paman mu salim menagih janji itu''
''Janji? janji apa?''' tanya Amar yang tahu tentang janji yang di maksud orang tuanya.
"Janji perjodohan?' tanya Amar dan di angguki sang mama.
''Itu janji mama bukan janji ku, dan bukan kah mama sudah membebaskan ku dengan siapa aku menikah'' tegas Amar melihat sang mama.
''Dan, apa mama tidak memberitahu paman salim jika aku sudah menikah''
__ADS_1
''Mama tidak berani kak'' saut Attaf sang adik laki lakinya menghampiri mereka di teras belakang rumah.
''Kenapa?'' tanya Amar heran, namun attaf hanya diam, diamnya Attaf pun Amar mengerti keadaan yang sebenarnya.
''ck.. aku paham sekarang. jika aku tidak menikahi Aroofa rumah ini akan di ambil alih paman salim''
''Iya kak''
''Aku tidak mau'' jawab tegas Amar
''Amar jika kamu tidak mau, bagaimana nasib mama dan papamu dan juga adik mu kami juga butuh tempat tinggal , jika kamu menikahi Arrofa setidaknya kami bisa tinggal di rumah ini''jelas sang mama memohon pada Amar
"Ma, Amar tidak mungkin menikah dengan Aroofa, Amar sudah menikah, kenapa tidak Attaf saja yang menikahi Aroofa''
''Yang di inginkan paman dirimu Amar '' saut sang papa
''Tidak, aku tidak bisa'' jawab Amar lalu meninggalkan orang tua dan adiknya begitu saja di teras belakang. lalu ia pergi untuk menemui sang paman salim di rumahnya dan untuk membicarakan masalah perjodohan tersebut, dan berbicara pada Aroofa jika ia tidak bisa menikahinya.
Amar masuk kedalam rumah paman salim tanpa permisi dan langsung mencari sang paman ditempat sang paman bersantai, dan tidak menghiraukan Aroofa menyapanya.
''Paman salim'' panggil Amar
''Amar kau datang'' jawab paman salim sedikit terkejut atas kedatangan Amar yang tiba tiba ,pasalnya paman salim hanya tahu jika Amar pulang minggu depan.
''Iya , aku sengaja pulang lebih Awal'' jawab Amar sedikit ketus.
''Ada apa kamu secepat ini datang ke rumah paman, apa kamu sudah tidak sabar ingin secepatnya menikah dengan Aroofa.''
''Paman,maaf aku tidak bisa menikah dengan Aroo, aku sudah menikah''
''Iya paman tahu, tapi kamu harus memenuhi janji ibu mu, jika tidak, silahkan pergi dari rumah itu'' jawab sang paman santai.
''Paman, aku tidak mungkin menikah dengan aroo''
''Keyakinan kita tidak melarang menikahi dua , tiga bahkan empat wanita bukan?'
''Paman!'' jawab Amar sedikit meninggi nada bicaranya.sedangkan Aroofa hanya diam menyaksiakn di balik jendela, ia tidak bisa berbuat banyak karena ia mencintai Amar sedari dulu.
''brakkkk'' paman salim menggebrak meja,
''Dengar!, karena janji itu lah Aroo tidak mau menikah dengan siapa pun kecuali dengam mu'' jawan paman Salim dengan nada tinggi.
''Itu bukan urusan ku paman, selamat tinggal'' jawab tegas Amar meninggalkan rumah salim, dan saat keluar ia melihat Aroofa sekilas, lalu membuang pandangannya, kemudian ia keluar untuk pulang kerumah.
* * * * *
__ADS_1
Terima kasih
like, komen, rate, vote