TAKDIR 2

TAKDIR 2
60.Demi Aryan.


__ADS_3

Jane Akhirnya menyerah dan memutuskan untuk pulang ke indonesia dan membawa Adnan dengan wajah yang masih lebam, Dan tampa sepengetahuan Amar. ia di antar fernando, fernando sangat prihatin melihat kondisi Jane. saat di dalam pesawat fernando lah mengurus Adnan, Dan membiarkan Jane tidur sepanjang perjalanan.


Saat sampai di Indonesia Jane di jemput Sopir rumahnya dan Fernando menuju Hotel untuk istirahat karena paginya ia harus kembali lagi ke New york. Jane berdiri di depan pintu rumahnya, ia seakan ragu untuk masuk. Tapi tekadnya sudah bulat berpisah dengan Amar.


"Klekkk" Jane membuka Pintunya, lalu perlahan ia masuk di ikuti sopir rumahnya dan membawa kopernya, semua keluarga yang sedang berkumpul di ruang keluarga menoleh karena mendengar derap langkah Jane da tangisan bayi, Krisna yang melihat Jane pun terkejut pasalnya, Krisna melihat jane datang sendiri bersama Adnan dan tidak melihat Aryan.


"Jane?" gumam Syasa dan semua menghampiri Jane terlebih krisna lebih dulu.


"Jane mana Aryan dan Amar" Tanya Krisna melihat Jane dengan begitu intens, perlahan Jane membuka kaca mata hitamnya dan air matanya sudah menetes dengan luka lebam di matanya. semua yang melihat terkejut dengan keadaan Jane jane menangis sejadi jadinya di pelukan Krisna, Elsa pun mengambil Adnan dari gendongannya.


"Jane apa yang terjadi?" tanya Krisna seraya memeluk Jane dengan erat. ya jane membutuhkan pelukan  dan perlindungan dari kakaknya. Jane terus menangis di pelukan Krisna, sedangkan Julio memastikan di luar apakah Amar ikut atau tidak, tetapi nihil Julio tidak menemukan Amar dan Aryan di luar. Tak lama Krisna merengkuh tubuh kurus adiknya untuk duduk di sofa, dan  Membiarkan Jane menangis lebih dulu semua anggota keluarga hanya diam.


Syasa terlihat memijit kepalanya, Syasa amat begitu banyak berfikir. Memikirkan sang anak. Masalah Luna belum selesai dan kini Jane tiba tiba datang sepertinya juga membawa masalah lebih besar. Setelah sedikit mereda rasa sakit di dadanya, Jane melepas pelukannya dari Krisna. Krisna memperhatikan wajah sang adik begitu lekat seolah mencari jawaban seraya mengusap air matanya dan memperhatikan luka lebam di area mata Jane.


"Amar memukul ku" jelas Jane singkat padat dan jelas. kini semua keluarga Jane sudah paham dan mengerti pokok permasalahan Jane,


"Aryan?" tanya julio


"Aryan Aman bersama kak Rey dan kak Meli, Aryan bersama Kak Rey sudah lama beberapa bulan yang Lalu." Jelas Jane melihat Krisna. Krisna begitu marah begitu juga Julio. semua keluarga marah, dan mengepalkan tangannya, Tak lama Krisna menghubungi Seseorang yang ada di new York.


"Halo antoni" ucap Krisna di sambungan ponselnya


"Ya tuan"


"SERET AMAR KHAN DARI APARTEMEN JANE DAN BAWA KE INDONESIA SEKARANG!" tegas krisna. Semua keluarga diam jika Krisna sudah turun tangan. Krisna Akan membuat perhitungan pada Amar. tak lama Krisna menyuruh Jane menceritakan semuanya lalu Jane menceritakan semuanya, Dari pertama masalah yang membuat Amar berani memukul Jane.Krisna menghela nafas panjang seraya menahan emosinya


"Krisna, Biarkan Jane istirahat. Jane istirahatlah biar kakak yang mengurus Adnan'' saut Elsa yang di Angguki Jane, lalu Jane kamar di antar Yuna.


* * * *


KEESOKAN HARINYA.


Jane sepertinya tidur terlalu lelap hingga ia bangun jam 9 pagi, Dan sang anak bersama Elsa. Rey dan Meli pun datang dan membawa Aryan, mereka mengetahui Jane pulang dari New York, karena Krisna memberitahu Rey.


Sedangkan Luna pun sudah berangsur angsur membaik, ingatannya pun sudah mulai pulih. kedatangan Adnan membuat rasa bahagia tersendiri bagi Luna. Saat pagi hari mengetahui Jane pulang dan adanya Adnan, Luna langsung menggendong dan ikut mengurusnya. dan bermain bersama Emir dan juga Wisnu, serta Aryan dan Maudy.


Jane menuruni tangga dan melihat Rey, Meli dan Aryan serta yang lainnya bermain di ruang keluarga. Jane langsung berlari menghampiri Aryan.


''Aryan'' Sapa nya , Aryan sedikit takut dan memeluk Meli.


''Mama'' Panggil Aryan pada Meli dan terus memeluknya. semua keluarga diam hanya melihat dan terharu sedangkan Jane sudah ingin memeluk anaknya.


''Sayang, jangan takut ya.. ini mama Jane'' ucap Meli memberi pengertian Aryan, Meli mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto Jane padanya.

__ADS_1


''Lihat ini, ini mama Jane, sama bukan mama cantik''


''mama antik'' jawab Aryan dengan suara cedalnya lalu melihat Jane


''Iya sayang mama cantik, jangan takut ya '' balas Meli melepaskan pelukannya . perlahan Aryan melihat Jane lalu menghampirinya. Jane mensejajarkan tingginya Dengan Aryan lalu mereka berpelukan.


''Mama Antik'' ucap Aryan memperhatikan wajah Jane. Jane menangis sejadi jadinya.


''Angan Angis ma" ( jangan menangis ma) , ucap Arya menghapus air mata Jane lalu memeluknya kembali . seketika Jane bertambah air matanya , semua yang melihat ikut menangis.


Selama ini Meli selalu menceritakan tentang Jane pada Aryan dan menyebutnya mama Cantik, menceritakan semua kebaikan Jane ,dan Jane adalah mamanya. Meli memberitahu bahwa Arya mempunyai dua mama, tak Ayal saat bertamu Aryan tidak begitu takut pada Jane. tak lupa Meli selalu memperlihatkan foto Jane saat bercerita.


"Aryan merindukan mama?'' tanya Jane melihat Aryan


''Iya, tapi mau bobok sama mana Meli''


''Mau Bobok sama mama Jane?''


''sama mama Meli mama Jane, Audy, papa'' celoteh Aryan dan hampir membuat Krisna tertawa di depan Rey. Rey menatap tajam Krisna lalu menepuk bahu Krisna sedangkan Meli hanya tersenyum mengerti itu hanyalah ucapan anak kecil yang masih polos.


''Aryan bobok sama Mama Jane sama Adik Adnan kalau sama mama Meli nanti tempat tidurnya tidak muat sayang''


''Di bawah'' celoteh Aryan seraya memperagakan tidur di lantai yang di Alasi karpet tebal. semua tertawa melihat tingkah polah Aryan.


''Iya nanti tidur di bawah ramai ramai'' Jawab Meli mengalah dan itu tidak mungkin di lakukan , Dan hanya untuk menghibur Aryan .


''Iya kak, Terima kasih'' jawab Jane dan sekilas melihat Aryan yang kini bermain bersama Rey. lalu ia tersenyum melihat kedekatan Aryan dan Rey. tak lama ia beranjak menuju ruang makan.


Saat semua Asyik bermain ,Meli diam diam menghampiri Jane yang sedang sarapan begitu lahap.


''Boleh kakak duduk Jane'' ucap Meli berdiri di samping Jane.Jane melihat Meli lalu mengangguk.


''Sarapan kak''


''Iya Terim kasih, kakak sudah makan'' jawab Mi lembut.


''Apa kamu sudah benar benar berpisah dari Amar,maksud Kakak bercerai'' tanya Meli hati hati, sejak Jane berhenti dari aktivitasnya lalu tersenyum melihat Meli


''Baru proses kak, pengacara ku yang mengurusnya di New York, karena kami menikah di sana, Sebenarnya aku tidak mau berpisah dari Amar, karena aku kasihan melihat Adnan, tapi aku juga tidak tahan dengan sikapnya yang berubah saat memiliki anak sendiri. Seolah sifat aslinya keluar semua. Aku mencintainya tapi sikapnya yang membuat aku harus melepasnya'' jelas Jane seolah mencurahkan semua isi hatinya.


''Apa kamu masih mencintai Rey'' Tanya Meli memastikan, Jane terdiam lalu menggelengkan kepalanya, tidak mungkin ia mengatakan yang sejujurnya, Namun dari sorot matanya Meli sudah mengetahuinya jika Jane masih mencintai Rey. Meli tersenyum dan meraih tangan Jane


''Jika kamu masih mencintai Rey, kakak izinkan Rey menikahi mu lagi'' Jane tercengang dan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


''Tidak kak, Jane sudah tidak mencintai kak Rey, dan Jane tidak mau menjadi alasan kakak menangis lagi dan kenapa kakak berbicara seperti itu''


''Karena kakak mencintai Rey, kakak tahu Rey masih mempunyai cinta untuk mu''


''Tidak kak, Jane tidak mencintai kak Rey lagi,'' tegas Jane lalu ia meminum minumannya. dan tidak habis pikir kenapa Meli bisa membicarakan hal yang paling sensitif.


''Jika kakak mengizinkan, kenapa Kaka dulu ingin berpisah jika aku tidak mengalah'' Meli sejenak terdiam lalu tersenyum.


''Ikhlas membutuhkan waktu Jane, kakak baru menyadari seharusnya kakak harus menerima takdir kakak karena kamu juga istri Rey saat itu.


''Tidak kak, kak Rey milik kakak seutuhnya ,dan tidak akan terpisahkan, untuk cinta , cinta itu sudah hilang , tolong jangan membahas ini lagi, Jane masih bersuami'' tegas Jane yang tidak mau lagi mengulangi kesalahan yang sama yaitu menjadi yang kedua di pernikahan Meli dan Rey.


''Demi Aryan Jane''


''Demi apa pun tidak kak, Jane mampu berdiri tanpa kak Rey dan Amar. Jane bisa membesarkan mereka berdua'' Tegas Jane menahan Air matanya. Lalu Jane berlari menuju kamarnya. tanpa mereka sadari Krisna dan Rey mendengarkan pembicaraan mereka lalu Rey dan Krisan menuju teras taman.


''Aku tidak tahu Rey, hati Istri mu itu terbuat dari apa?, bisa bisanya dia meminta Jane kembali padamu''


''Aku tidak tahu sebenarnya apa yang di inginkan Meli, aku sudah lama menjadi suaminya tapi aku tidak bisa menerka isi hatinya Kris, Meli hatinya seperti malaikat, tidak pernah marah selalu tersenyum , lemah lembut terlebih pada anak anak dan juga adik adiknya. bahkan saat adik dan anak anak bertanya sesuatu, dia bisa menjawab semuanya dengan cara bijak dan masuk akal dan di terima adik adiknya dan anak anak kami.''


''Istri mu terlalu pintar mengelola emosi Rey. Hatinya begitu lapang, dan sepertinya dia sangat mencintaimu. wanita jika sudah mencintai pasangan dengan ikhlas ia akan berkorban apa pun Rey, itulah meli. Aku yakin bukan hanya dia mencintai mu tapi Meli melakukan semuanya karena Tuhan. Lihatlah perubahan istri mu dengan memakai baju tertutup, Dan longgar serta Tutur katanya juga, yah kamu lebih mengetahuinya.'' jelas Krisna menilai Meli dengan segala perubahannya.


''Iya Aku mengerti maksudmu, aku tidak tahu kajian apa yang dia ikuti tapi yang jelas Meli berubah menjadi lebih baik, sebagai istri ,ibu dan juga kakak''


''Mungkin saja lebih bijak menjadi istri pertama'' kelakar Krisna lalu tertawa.


''Aku tidak berniat untuk mencari madu untuk nya Kris'' jawab Rey seraya duduk di kursi teras di ikuti Krisna


''jika Meli mencarikan jodoh lagi untuk mu bagaimana?''


''Yang jelas bukan Jane''


''Aku tidak mengatakan itu''


''Ucapan mu menjebak ku brengsek'' ujar Rey menepuk punggung Krisna dan mereka tertawa kecil.


''Ayo lah jangan pungkiri kamu masih mencintai adik ku bukan?''


''Tidak, Aku heran denganmu, kenapa kamu malah mendukung ku berpoligami Dan menikahi adik mu''


''Karena aku lebih percaya dirimu ,kamu bisa berbuat adil dan Jane juga masih mencintai mu''


'' sudah Cukup aku tidak akan menikahi siapa pun , istri ku hanya meli, titik.'' Tegas Rey berdiri dan masuk kedalam. sedangkan Krisna tertawa melihat tingkah sahabat itu.

__ADS_1


* * * *


Terima kasih.


__ADS_2