TAKDIR 2

TAKDIR 2
61.Berbaikan.


__ADS_3

"stop kak.. cukup" ucap Jane yang melihat Amar sudah tidak berdaya, karena Krisna dan Julio mengajarnya. Jane menghampiri Amar dan membantu duduk.


"Seharusnya aku tidak membantu keluarga mu saat kamu sedang kesusahan. Laki laki tidak berterima kasih" ucap lantang Krisna yang masih emosi.


"Ceraikan adik ku sekarang dan pergi dari sini" saut Julio menatap tajam Amar. Namun Amar terus diam dan menatap Jane begitu lekat, Amar benar benar tidak mau berpisah dari nya.


"Jane istri ku, kalian tidak mempunyai hak apa pun, aku yang berhak sampai kehidupan kedua nanti , dan aku tidak akan pernah menceraikan Jane.Sampai kapan pun" jawab Amar dengan sedikit terbata bata.


''Kau..!'' balas Krisna


''Seharusnya kalian berdua paham tidak mencampuri urusan rumah tangga kami, Aku akui aku memang lepas kendali, dan aku juga berusaha mengontrol emosi ku, aku sudah sering datang ke psikolog untuk bagaimana meredam emosi ku"


"Lantas Apa hasilnya, adik ku tetap kau siksa brengsek, kamu masih beruntung papa tidak sedang di rumah jika tidak kamu sudah di bunuh"


''Bunuh saja, Aku tidak takut, karena memang aku benar, urusan rumah tangga ku dengan Jane adalah urusan ku, biar kami yang membicarakannya, kalian tidak mempunyai urusan dan hak Apa pun''


"Cukup" teriak Syasa lalu mendekati Amar


"Dan aku tidak terima jika kamu menyiksa anak ku, apa kamu tidak berfikir Jane itu Ibu dari Anak mu hah, dan kamu juga terlahir dari seorang wanita, ok baiklah selesaikan masalah kalian tapi jika kamu menyiksa anak ku, aku yang akan membunuhmu" Jawab Syasa, dan Amar hanya menunduk


"Selesaikan sekarang dan pergi dari rumah ku" ucap lantang Syasa.


Amar berdiri lalu melihat Jane, kemudian memegang pergelangannya, kemudian Amar menariknya lembut dan membawa ke kamar. Krisna Hendak mencegah Namun Elsa melarangnya dengan cara mencekal pergelangan tangan Krisna.


"jangan Krisna, Amar benar, kita tidak mempunyai hak atas diri Jane, Amar lebih berhak" ucap Elsa


"Elsa apa maksud mu?, bagaimana jika Amar melakukan kekerasan lagi?"


"Tidak, kali ini tidak, percaya pada ku Amar dan Jane akan kembali baik baik saja'' jelas Elsa, Elsa tahu dari sorot maya Amar, Amar begitu menyesali perbuatannya.


Amar benar benar sujud di kaki Jane, dan menangis meminta maaf,Jane terdiam dan tidak bergeming.


"Jane Maafkan aku, Aku benar benar meminta maaf Jane, tolong maafkan aku, aku sangat mencintaimu dan anak kita, tolong mengerti aku selama ini sudah berusaha mengontrol emosi ku,Aku juga sudah berkonsultasi dengan psikolog Jane, Bantu aku"


"Kamu sudah berulang kali mengatakan maaf Amar, sampai aku lelah, Aku lelah dengan posesif mu, aku lelah dengan cemburu mu yang tidak beralasan Amar, Tidak kita berpisah, silahkan cari wanita yang benar benar mengerti dirimu'' balas Jane yang sudah tidak mempercayai Amar.


"Beri aku kesempatan sekali lagi Jane, tolong maafkan aku,Aku sangat mencintaimu" mohon Amar memeluk kaki Jane. Hati Jane bimbang, Namun kali ini ucapan Amar begitu dari dalam hati


Jane terdiam, melihat Amar masih meringkuk di pangkuannya, Jane tidak tega melihat Amar, Namun ia takut Amar akan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Perlahan Jane mengusap rambut Amar.


''Amar, apa yang kamu inginkan dari ku'' tanya Jane, perlahan Jane mengangkat bahu Amar agar saling berhadapan.

__ADS_1


''Tetap bersama ku, Aku mau tinggal di Indonesia, Aku akan menuruti semua kemauan mu, Dan.." Amar mengeluarkan selendang dari sakunya, lalu memakaikannya di kepala Jane sampai membungkus lehernya.


"Aku mau kamu menutup rambut mu Jane, kamu cantik jika seperti ini, bagaimana pun kamu adalah tanggung jawab ku di kehidupan ke-dua nanti dan atas sikap ku, aku minta maaf. aku tidak akan mengulanginya lagi" jelas Amar yang benar benar tulus dan menginginkan Jane berubah, karena Selama ini pakaian Jane selalu terbuka dan menjadi pusat perhatian laki laki, dan itulah yang membuat Amar semakin cemburu dan posesif sampai emosinya tidak terkontrol.


"Aku mencintaimu Jane, Aku mau selalu bersama mu sampai di kehidupan kedua bersama anak anak kita" jelas Amar meyakinkan Jane seraya menggenggam jemari Jane.


"Amar" ucap Jane lalu memeluknya, Ada benarnya apa yang di ucapkan Amar, Amar hanya ingin Jane berubah menjadi lebih baik dan ikhlas dalam melayaninya.


Mereka menangis berdua, saling menyatukan keningnya, Jane menyeka darah yang sedikit mengalir di pelipis Amar.


"Maafkan aku Jane" ucap Amar, lalu mencium keningnya. perlahan mereka berciuman. Masih ada cinta di hati keduanya, walau di pihak Jane tidak sepenuhnya mencintai Amar. mungkin saja Amar yang salah mengutarakan niatnya dan Jane masih belum siap untuk merubah semuanya. dan menjadi mereka mempertahankan ego masing-masing.


Perlahan ciuman itu menjadi ciuman panas, Rindu di hati Amar begitu membara, Jane menyadari Amar masih berhak atas dirinya, sesuai keinginan Amar Jane pun melayaninya.


Tak lama, mereka menyudahi kemudian, Mereka berdua membersihkan badannya. setelah Amar Menganti bajunya dengan baju yang sudah ada di lemari Jane. mereka saling berpelukan menumpahkan emosi mereka.


"Untuk malam ini, tidurlah di Apartemen ku, Mama masih marah pada mu, besok pagi pagi aku akan menyusul mu bersama Adnan" jelas Jane mengusap pipi Amar.


"Aku mencintaimu Jane" ucap Amar memeluk Jane, Jane hanya tersenyum simpul tidak menjawab atau membalas ungkapan cinta Amar.


''Pergilah''


''Boleh Aku bertemu Adnan sebentar, aku sangat merindukannya" izin Amar lalu di angguki Jane kemudian Amar menuju boks Adnan dan menggendongnya.


Di waktu yang sama Krisna dan Julio nampak gelisah menunggu di bawah sudah hampir dua jam mereka menunggu. Namun Jane tidak kunjung turun. sedangkan syasa memilih untuk ke kamar, ia merasa pusing dengan semua yang menimpa keluarga sementara Bryan masih ada urusan di luar kota.


"Kalian apa tidak bisa duduk''Ucap Elsa melihat Adik ipar dan suaminya mondar mandir seperti setrikaan. Namun keduanya hanya diam.


"Percuma kalian menunggu mereka , sedangkan mereka sudah berbaikan, tidak terjadi sesuatu pada Jane, tenanglah, Dan mungkin besok Akan ada adik untuk Adnan'' jelas Elsa menahan tawanya, melihat kakak adik itu terlihat syok.


Elsa tidak sengaja saat melintas di depan kamar Jane setelah menidurkan Wisnu, sayup sayup Elsa mendengar suara Jane dan Amar sedang bercinta. Elsa hanya tersenyum. dan menggelengkan kepalanya.


''Maksud mu" tanya Krisna.


''mereka masih saling mencintai Krisna, dan mungkin mereka memilih berdamai dan percayalah Amar tidak akan pernah mengulanginya lagi.


Benar saja Amar dan Jane turun dengan keadaan rambut mereka basah walau hari sudah menunjukkan hampir dini hari. dan mereka saling bergenggaman tangan.


Elsa tersenyum melihat sang Adik ipar baik baik saja terlebih melihat tanda merah di leher keduanya.


"Jane kamu tidak apa apa?'' tanya Krisna saat Jane berada di bawah, Jane lihat sang kakak dan tersenyum . lalu Amar merangkulnya.

__ADS_1


'' Tidak kak, maaf mungkin kakak kecewa dan menganggap ku bodoh, tapi kami memilih bersatu lagi, ini kesempatan terakhir Amar jika dia melakukan lagi, silahkan kakak bertindak.'' beber Jane lalu tersenyum. Elsa tersenyum dan lalu menghampiri mereka.


''kalian ditakdirkan bersama, dan Kak Amar tolong jaga Jane, kami sekeluarga berharap kalian baik baik saja" ucap Elsa tersenyum dan menarik lembut pergelangan Krisna. sedangkan Julio jengah dan memutuskan masuk naik ke kamarnya.


Krisna akhirnya ikut jengah dan ikut menaiki tangga menyusul Julio.


''Ya sudah ,Amar kamu ke Apartemen saja, besok aku menyusul''


''Eh tidak tidak , tidak ada yang boleh pergi dari rumah ini'' balas Elsa seraya mendorong Amar dan Jane menaiki tangga.


'''Tapai kak, mama sedang marah''


''iya,kakak tahu, tapi tidak sopan jika Amar keluar rumah ,sudah besok mama pasti sudah tidak marah'' jelas Elsa yang terus menaiki tangga bersama mereka , Amar dan Jane hanya pasrah lalu masuk ke kamar mereka, Elsa pun masuk kedalam kamar nya.


Pagi harinya semua berkumpul di meja makan, keadaan sedikit canggung terlebih Amar, namun Jane terus menggenggam jemari Amar.


"Ma.. "panggil Amar mencoba membuka pembicaraan. perlahan Amar berdiri dan berlutut di di samping Syasa. Syasa hanya diam


"Maafkan Amar ma, Amar salah, Amar minta maaf"


"Ini kesempatan terakhir, jika terjadi lagi aku yang akan menghajar mu sampai mati, untuk saat ini jangan di rumah ku ,aku tidak mau melihat mu''


''Ma..'' pekik Jane meraih pundak syasa dan merangkulnya.


''Ma, maafkan Amar ma, Demi Adnan'' ucap Jane yang sudah berkaca kaca


''Iya ,tapi untuk saat ini aku tidak mau melihat wajah Amar'' jawab tegas syasa lalu meninggalkan meja makan dan menuju kamarnya.


Julio dan Krisan hanya diam lalu meninggalkan meja makan, Yuna dan Elsa saling pandang, mereka tahu apa yang harus mereka lakukan sebagai istri dari kakak kakak Jane, Mereka berdua akan membuat rumah ini menjadi hangat lagi. sementara itu Luna dan Attar hanya diam Tidak tahu pokok permasalahannya.jadi tidak mau ikut campur.


Amar dan Jane memutuskan untuk tinggal di Apartemen, untuk sementara waktu sampai hati syasa melunak.


Amar juga diam diam sudah mempunyai pekerjaan di Indonesia, Ia menjadi dosen di salah satu universitas terkenal di Jakarta, ia sengaja melamar pekerjaan di Indonesia agar Jane bisa berkumpul dengan keluarganya.


Waktu terus berjalan Amar memang sudah berubah dan Jane pun perlahan berubah menjadi lebih baik menutup rambutnya seperti Meli tanpa paksaan. ia belajar dari Meli dan ikut kajian bersama, Rasa cemburu Amar sedikit mulai mereda setidaknya bisa mengontrol emosinya.


Jane juga bekerja di perusahaan Julio membantu nya di sana, Amar tidak keberatan ,Amar mulai terbiasa dan harus membiasakan, sekali lagi Amar mempercayai Jane bisa menjaga batasan-batasan.


* * * * * *


terima kasih

__ADS_1


selamat hari raya idul Adha


mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏


__ADS_2