TAKDIR 2

TAKDIR 2
15 aku yang mundur


__ADS_3

dua bulan kemudian


selama dua bulan Krisna dan Elsa melakukan serangkaian tes untuk memastikan Elsa tidak mandul dan Rey seperti awal pernikahannya hanya seminggu sekali mengunjungi Jane dan waktunya lebih banyak untuk meli. dan hubungan Luna dan sang sopir berjalan baik masih antara nona dan sopir belum ada yang spesial walau keduanya saling mengagumi.dan Julio diam diam selalu datang ke restauran hanya untuk melihat meli


''sayang...aku pulang'' ucap Krisna yang baru saja pulang dari kantor dan melihat Elsa sedang berdiri di balkon kamarnya.Elsa membalikkan badannya saat mendengar suara Krisna


''sudah pulang''


''iya.. sedang apa dan apa ini'' balas Krisna melihat kertas yang di pegang Elsa


''ini hasil laporan kesehatan ku, aku.. aku tidak mandul krisna, aku bisa mengandung'' jelas Elsa penuh bahagia melihat ekspresi Krisna yang juga ikut bahagia.


''benarkah..?''


''heum..'' dan mereka saling berpelukan.


''dari awal aku sudah curiga kalau aku tidak mandul krisna, waktu itu hanya percaya apa kata dokter pilihan mas Alan dan aku waktu itu juga meminta ke dokter lain tapi mas Alan tidak mau'' beber Elsa sambil meneteskan air mata


''sudah.. yang lalu biarlah berlalu, sekarang kamu istri ku, jangan membicarakannya'' jawab Krisna lalu mencium kening Elsa kemudian mereka berpelukan


''oh ya .. aku sudah memasak sesuatu untuk mu ''ucap Elsa lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum


''dan itu pasti sangat enak'' balas Krisna lalu mereka turun ke bawah


''krisna bagaimana kabarnya Rey?'' tanya Elsa sambil mengambilkan makanan ringan Krisna


''baik.. tapi sepertinya dia berubah semenjak menikah dengan jane, berubah sedikit pendiam'' beber Krisna lalu memakan kue kesukaannya sedangkan Elsa membuatkan teh hangat untuk Krisna


''lalu bagaimana dengan meli'' tanya Krisna


''meli pasti baik baik saja, aku juga belum datang lagi ke rumahnya, terakhir kemarin aku berbalas pesan dia sedang sakit, tapi tidak apa apa mungkin dia kelelahan'' jelas Elsa sendu


''baiknya kamu menjenguknya atau datang ke tempat kerjanya''


''iya pasti.. ''jawab Elsa lalu tersenyum.


''kakak...!'' panggil Luna tiba tiba datang bersama Jane


''suara mu Una..'' geram Krisna namun Luna hanya menyunggingkan senyumannya lalu mencium pipi Krisna sedangkan Jane duduk di depan di sebrang meja Krisna dan hanya diam


''kak Elsa ini dari mama'' ucap Luna memberikan kotak boks


''apa ini'' tanya Elsa


''oleh oleh dari Mekkah'' jawab Luna santai lalu duduk di samping Jane


''mama sudah pulang umroh''


''iya tadi pagi''


''oh.., eum kurma muda'' ucap Elsa saat membuka kotak nya yang berisikan kurma muda


''semoga kakak cepat hamil dan kak Jane juga'' ucap Luna sekilas melihat Jane yang terdiam sendu


''Aamiin'' saut Krisna mengaAmini


''jane kamu kenapa?'' tanya Krisna melihat Jane yang hanya diam saja. Elsa yang melihat Jane yang juga berubah pun menjadi tanda tanya dan merasa tidak ada yang baik baik saja dengan pernikahannya dengan Rey .lalu Elsa berdiri dan membuatkan minuman untuk kedua adik iparnya


''tidak apa apa kak, Jane hanya letih saja'' jawab Jane lalu tersenyum sedangkan Luna asyik dengan ponselnya


''istirahatlah di kamar, nanti aku hubungi Rey jika kamu ada disini. Rey sedang menemui klien di luar kota'' saut Krisna melihat Jane


''iya kak tadi kak Rey sudah memberitahu ku dan aku sudah memberitahu jika aku datang ke rumah kakak'' bohong Jane,


''oh.. ya bagus, sekarang istirahatlah'' jawab Krisna lalu berdiri dan menuju wastafel untuk mencuci tangannya.


''ini minum teh dulu biar rileks'' ucap Elsa memberikan teh pada adik ipar nya.


''kak.. mau kue lagi'' ucap Luna pada Elsa


''tunggu kakak ambilkan'' jawab Elsa


''Luna'' panggil Krisna agar Luna mengambil sendiri


''iya kak...maaf'' jawab Luna lalu berdiri menuju lemari pendingin sedangkan Elsa hanya tertawa.


krisna duduk di depan Jane, melihat lekat adiknya ia tahu adiknya menyimpan sesuatu, karena terlihat jelas raut wajahnya.


''jane jika ada masalah atau sesuatu yang ingin kamu katakan katakanlah.''


''tidak ada kak.. Jane baik baik saja'' jelasnya lalu tersenyum lalu mengambil kue yang ada di piring Luna


''ah.. kakak ambil sendiri'' pekik Luna yang tidak terima kuenya di ambil Jane

__ADS_1


''satu Luna'' jawab Jane lalu memakan nya sambil tertawa kecil. Krisna melihat ekspresi adiknya tertawa seolah menutupi semua gejolak di hatinya. disisi lain Rey sudah pulang ke rumah dan mendapati dua adik iparnya sedang belajar, lalu ia masuk ke kamar dan melihat meli sedang berbaring.


''sayang...'' panggilnya namun meli tidak menjawab lalu ia mendekati meli dan mengusap pipinya


''hai..''


''eum.. Rey..kamu sudah pulang'' jawab meli lesu saat membuka matanya dan melihat Rey tersenyum padanya


''aku pikir kamu bekerja?''


''tidak Rey.. aku izin tidak masuk kerja, badan ku rasanya sakit semua, pusing, mual mulut ku rasanya pahit'' jawab meli lalu memeluk Rey


''aku pikir kamu hamil'' balas Rey membalas pelukan meli


''itu yang aku inginkan Rey dan aku sudah telat 2 Minggu'' jawab meli melihat Rey lalu mengecup bibir Rey..


''kita ke dokter'' balas Rey lalu di angguki meli.


''akhirnya ada alasan kamu tidak bekerja'' batin Rey mengecup kening meli.


''Rey.. maaf hari ini aku tidak memasak''


''tidak apa apa nanti kita makan di luar setelah dari dokter'' jawab Rey lalu tersenyum kemudian ia berdiri dan meletakkan jasnya di tempat tidur


''kalau begitu aku mandi kamu bersiaplah'' ucap Rey lalu menuju kamar mandi. kemudian meli bersiap lalu ia keluar untuk membuatkan minuman untuk Rey.


''kakak mau kemana?'' tanya Amel saat melihat meli berpakaian rapi


''kakak mau ke dokter, kalian mau ikut?'' tanya meli mengusap pipi Amel


''tidak kak, kami di rumah saja, tugas sekolah Amel masih banyak''


''ya sudah.. Andi jaga Amel ya ''


iya kak.. '' jawab Andi lalu tersenyum. kemudian meli menuju dapur.meli membuat teh hangat untuk Rey lalu membawanya ke kamar


''Rey.. ini teh hangat'' ucap meli meletakkan gelasnya di meja dan Rey sedang mengenakan baju santai senada dengan meli.


Rey dan meli nampak bahagia saat mengetahui meli tengah hamil. Rey dan meli ke luar dari ruangan dokter dengan tangis bahagia. sejenak Rey dan meli duduk di kursi tunggu untuk mengekpresikan kebahagiaan mereka.meli duduk dan Rey berlutut di depan meli dan mengusap perutnya tidak perduli dengan pasangan lainnya buang sedang mengantri ingin memeriksakan kandungannya


''terima kasih sayang dan mulai besok kamu tidak boleh bekerja heum.. '' ucap Rey melihat meli sambil mengusap perut meli sambil meneteskan air matanya


''iya.. aku pasti menurut dengan mu'' jawab meli lalu tersenyum dan menghapus air mata Rey


''Elsa..?'' ucap keduanya terkejut dan saling memandang


''sedang apa kalian di sini, ini ruangan dokter kandungan'' tanya Elsa mengintrogasi


''eum.. eum.. '' jawab meli yang bingung dan melihat rey


''meli jelaskan'' pinta Elsa yang masih bingung


''aku hamil Elsa''


''apa?''


''iya aku hamil anak Rey.. ''


''Elsa nanti aku jelaskan'' ujar Rey yang langsung menarik meli kesebuah ruangan karena melihat kedatangan Krisna dan Elsa juga melihat krisna.


''krisna sepertinya antrian masih beberapa orang lagi, bagaimana kalau kita ke kantin sebentar ,aku haus'' ucap Elsa beralasan sambil melihat Rey dan meli yang bersembunyi yang sedikit terlihat


''baiklah ayo.. '' jawab Krisna lalu mereka menuju kantin kemudian Elsa memberi isyarat agar Rey dan meli keluar. Rey melihat isyarat Elsa pun bergegas keluar dengan sedikit berlari


''Rey.. sepertinya sudah tidak terlihat.'' ujar meli yang mengatur nafasnya


''iya.. apa kamu lelah'' tanya Rey melihat meli bersandar di tiang


''tidak.. ayo'' jawabnya lalu mereka menuju parkiran


''Rey... bagaimana ini?'' tanya meli cemas


''sudah jangan di pikirkan, nanti kita jelaskan pada Elsa pelan pelan, Elsa pasti mengerti'' jawab Rey mencoba menenangkan Elsa


''iya... tapi sekarang aku lapar''


''mau apa?''


''bubur ayam'' jawab meli tersenyum


''baiklah kita ke kafe di ujung jalan sana'' jawab Rey mengusap lembut pipi meli dan tersenyum kemudian Rey melakukan mobilnya. sepanjang jalan Rey terus menggenggam jemari meli sesekali mencium punggung tangannya dan meli hanya tersenyum. meli paham rasa bahagia Rey saat mengetahui dirinya mengandung anaknya.


''mulai besok kamu harus mengundurkan diri dari restauran dan besok aku akan menyerahkan semua aset ku atas nama mu seperti rumah dan beberapa kontrakan dan juga ruko'' ucap Rey pada meli,

__ADS_1


''Rey kenapa atas nama ku semua, untuk Jane?''


''jane sudah mempunyai segalanya meli jika ia suatu saat nanti menuntut aku akan memberikannya 3 apartemen, toh yang atas nama mu itu tidak satu pun keluarga Jane yang tahu. kecuali 3 apartemen yang sekarang Jane tempati dan yang duanya aku sewakan, nilainya juga sebanding dengan apa yang aku berikan pada mu, jadi adil kan''


''Rey kamu seolah akan pergi dengan memberikan semua aset mu pada ku''


''tidak sayang.. aku hanya mengantisipasi, aku tidak akan pergi meninggalkanmu apa pun yang terjadi'' jelas Rey melihat meli yang begitu cemas.



meli sudah mengundurkan diri dari restauran dan beralasan pindah tempat kerja.teman teman meli hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk meli karena mereka tahu bagaimana perjuangan meli hidup tanpa orang tua dan harus menghidupi dan menyekolahkan adik adiknya.sekarang ia berada di rumah sambil mengurusi rumah kontrakan dan ruko milik Rey yang sudah atas namanya. dan menikmati masa masa kehamilannya dan sekarang ia bersama Rey dan Elsa sedang berada di sebuah restauran untuk menjelaskan status mereka pada Elsa sahabatnya


''jelaskan Rey apa maksud mu meli hamil anak mu'' tanya Elsa yang juga tidak mau menghakimi Rey dan meli karena Elsa tau mereka berdua saling mencintai


''aku menikahi meli sebelum menikahi Jane, dengan kata lain meli istri pertama ku''


''lalu kenapa kamu bersedia menikah dengan Jane jika kamu sudah menikah dengan meli'' tanya Elsa tidak habis pikir


''aku sudah menolak bukan tapi kalian semua bungkam tidak ada yang bersuara, dan Julio mengancam membunuh ku jika terjadi sesuatu pada Jane'' beber Rey sedikit emosi


''lalu kamu takut dengan ancamannya''


''Elsa kamu tidak tahu Julio, kamu tahu saat aku pulang setelah memasangkan cincin di jari manis Jane dia menemui ku di apartemen dengan membawa pistol dan mengancam ku, setelah nya aku menyuruh meli untuk datang dan menikah dengan ku''


''lalu kamu takut dengan ancamannya'' jawab Elsa


''tidak..''


''Lantas''


''aku hanya takut meli tidak bersamaku''


''brak..'' Elsa menggebrak meja lalu mencengkram kerah kemeja Rey


''itu sama saja kamu mempermainkan aduk ipar ku dan juga sahabat ku meli'' geram Elsa melihat tajam Rey


''kenapa kamu menjadi seberengsek ini Rey'' geramnya lagi lalu mendorong tubuh Rey. Rey hanya tersenyum simpul dan melihat Elsa


''aku hanya menuruti permainan Julio Elsa, tidak lebih. Jane juga sudah mengetahui semuanya dan tau posisi nya jika ia yang kedua''


''kamu benar benar brengsek Rey''


''ya aku memang brengsek Elsa'' jawab Rey lalu tertawa kecil, sedangkan meli hanya diam beruntung restauran tersebut tidak begitu ramai pengunjung jadi mereka bertiga bebas berdebat.


''aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa Rey, semua sudah terjadi. aku tahu meli dan Jane sama sama mencintai mu dan aku juga tahu kamu lebih mencintai meli. tapi apa kamu juga memikirkan perasaan meli?''


''perasaan, apa dia mempunyai rasa, aku pikir tidak. yang dia punya hanya ego dan memaksa ku untuk mencintainya, yang sudah jelas aku tidak bisa membalas rasa itu Elsa dan kamu tahu itu'' jelas Rey apa adanya


''ceraikan Jane'' ujar Elsa


''Elsa ! apa maksud mu'' saut meli tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya


''tidak.. aku tidak membiarkan Rey menceraikan Jane kecuali Jane memintanya sendiri dan aku tidak mau Jane menjadi seorang janda'' beber meli sambil berdiri melihat Elsa


''aku tidak mau tahu ceraikan Jane''


''aku tidak mau kak.. ''saut Jane tiba tiba datang


''jane?'' jawab Elsa terkejut


''aku tidak keberatan menjadi yang kedua kak, aku mencintai kak Rey, walaupun aku tahu kak Rey lebih mencintai kak meli''


''bodoh'' saut Elsa kesal lalu meninggalkan mereka bertiga dengan rasa kecewa.


''meli Jane ayo pulang'' ucap Rey lalu Rey meraih jemari meli dan berdiri kemudian berjalan di ikuti Jane. Jane berjalan di sisi kanan Rey lalu merai jemari Rey lalu mereka berjalan bertiga sekilas Rey melihat Jane lalu melihat meli. ingin sekali Rey meninggalkan Jane detik ini juga namun itu tidak mungkin. kini ia bagaikan buah simalakama. ya memang dari awal sudah seperti buah simalakama.


kini mereka bertiga satu mobil dan saling diam tidak ada kata satu pun yang keluar dari bibir mereka. hanya deru suara mesin yang mendominasi kebisingan yang sesekali menyadarkan lamunan mereka. sesampainya di apartemen mereka Jane dan meli duduk berdampingan sedangkan Rey berjalan ke sana kemari dan itu membuat meli khawatir


''Rey.. '' panggil meli lembut lalu Rey berhenti kemudian meli menghampirinya. Rey tiba tiba memeluk meli dan menangis


''apa yang sudah aku ciptakan meli kenapa aku begitu lemah di hadapan julio, hingga aku mengorbankan masa depan Jane''


''dengar.. semua ini sudah takdir kita bertiga, mungkin Tuhan menginginkan kita bertiga hidup bersama Rey, tidak ada yang salah dengan cinta kita bertiga, yang salah adalah situasinya'' jelas meli menenangkan Rey


''jika kamu memang bisa mencintai kita berdua lakukanlah, jika tidak biarkan aku yang mundur'' ucap meli sontak membuat Rey melepaskan pelukannya dan melihat meli begitu lekat. sejujurnya meli juga tidak bisa jika harus berbagi cinta dengan Jane namun ia juga tidak mungkin membuat Jane menjadi seorang janda lebih baik dirinya yang mundur.


''tidak meli, aku tidak akan melepaskan mu sampai kapan pun, karena hanya kamu orang yang mampu membuat ku tahu arti hidup dan bersyukur, tidak meli. dan jangan pernah berfikir kamu pergi dari ku'' jawab Rey menyakinkan meli sedangkan Jane hanya diam ,ia tidak bisa mundur lebih tepatnya untuk saat ini ia tidak bisa melakukan itu karena rasa cinta dan egonya lebih tinggi .


''baiklah kita jalani bersama sama, Jane kemarilah'' ajak Rey yang tiba tiba tidak tega jika harus membicarakan perpisahan dengan nya. lalu Jane menghampiri meli dan Rey. mereka berpelukan. dan menangis bersama perlahan meli mundur dan membiarkan Jane memeluk Rey lalu ia duduk di sofa.


''aku yang akan pergi'' batin meli sambil mengusap perutnya lalu menghapus air matanya kemudian tersenyum simpul melihat Rey dan Jane berpelukan .


* * * * *

__ADS_1


__ADS_2