TAKDIR 2

TAKDIR 2
41.Dari hati


__ADS_3

Pagi hari media sosial di penuhi berita dan wajah Erika, berita semakin memanas tatkala mengetahui kejadian terjadi di kediaaman rumah Bryan.Luna yang jarang membuka media sosialnya pun terkejut saat melihat beranda  media sosialnya yang penuhi dengan wajah Erika dan Yuna. Tampak jelas siapa yang salah di sana, Syasa tersenyum saat Luna memperlihatkan video tersebut dan membayangkan nasib Julio memiliki istri garang dan tegas.Luna heran saat melihat sang mama tersenyum melihat videonya.


''Kenapa mama justru tersenyum?'' tanya Luna heran dan duduk di samping Syasa


''Tidak. mama membayangkan kakak mu Julio pasti tidak berkutik mempunyai istri seperti kakak ipar mu Yuna, tapi keren, menantu mama yang satu itu seperti tante utari dan oma wina, sadis'' jawab Syasa lalu tertawa.


''Itu kalau Luna, bukan hanya Luna jambak tapi habis Luna hajar'' geram Luna dan itu membuat Syasa semakin tertawa.


''Tidak seperti itu juga sayang, mama yakin kesabaran kakak mu Yuna sudah habis, mama Juga yakin Yuna sudah bicara baik baik, tapi sepertinya Erika selalu menyulut emosinya, yah, jadinya seperti itu, dan mama yakin kelas Attar tidak seperti julio, kamu tahu sendiri kakak mu yang satu itu seperti apa playboy seperti papamu waktu muda'' Bisik Syasa di akhir kalimatnya.


''Sepertinya sifat jelek papa dibawa kakak Julio semua" balas Luna tertawa kecil melihat Bryan sedang asyik membaca  buku lalu keduanya tertawa.


"Ahem..'' terdengar suara Bryan lalu melihat sekilas Syasa dan Luna, Bryan sedari tadi sudah mendengar percakapan istri dan anaknya.hanya ikut tersenyum di balik bukunya.


''Luna..'' panggil Bryan


''Ya pa''


''Bagaimana persiapann pernikahan mu?''


''Gratis pa'' jawab Luna lalu mendekati Bryan.


''Gratia?, maksudmu?'' tanya Bryan melihat sang anak lalu melapaskan kaca matanya dan meletakan bukunya di atas meja,


''Endors pa, jadi tante Utari menawari Gaun pengatin dari acara ahad sampai resepsi,sekaligus aku dan kak Attar menjadi modelnya dan juga kak Yuna dan kak Julio, Untuk gedung, my  sugger daddy Abi, juga memberikan Endors gedung barunya untuk acara tersebut pa, untuk Catering dari tante Putri, make up tante Bianca, aku dan kak Attar hanya mengurusi undangan saja,dan bulan madu dari Om putra dan kak Krisana , uang saku bulan madu dari kak Laras'' jelas Luna penuh bahagia, bagaimana tidak bahagia ia mempunyai saudara yang banyak perduli dengannya, terlebih ia adalah  anak bungsu.


''heum, Tapi Attar sudah mengetahui semuanya?'' tanya Syasa melihat Luna bersandar didada Bryan.


''Belum ma, ini nanti mau Luna bicarakan dengan kak Attar''


''Bicarakan, mama yakin Attar pasti memikirkan biaya pernikahannya, belum lagi dia menjemput pamannya di kampungnya''


''Iya pa, sebentar lagi Luna juga mau menemui kak Attar'' jawab Luna lalu mengeratkan pelukannya pada Bryan,


''kamu bukannya siap siap malah memeluk papa''


''Luna pasti akan meriundukan hal ini pa'' jawab Luna sedikit sendu.


''Sudah sana temui Attar, bukankah hari ini hari minggu?'' balas Bryan melepaskan pelukan Luna dan mereka tersenyum dan tiba tiba Krisna datang.


''Selamat pagi semua'' sapa Krisna yang baru saja bangun dan masih menggunakan piyama, dengan wajah bantalnya ia menghampiri Luna dan mencium puvuk kepalanya.


''Kakak..!''  protes Luna yang tidak mau lagi di cium sang kakak.dan Krisna hanya tertawa duduk di samping Luna , Krisna memang sedang berada di rumah sang mama, Syasa yang memintanya sampai  kondisi Elsa benar benar pulih, dan krisna tidak dapat membantah sang mama, begitu juga Elsa.


''Mana istri mu, masih tidur ma, kasihan tadi malam bergadang karena Wisnu bergadang biasa bayi usia 4 bulan ke atas masih senang bergadang tengah malam''


''Dan kamu?''


"Ikut bergadang'' jawan Krisna yang kini tidur di pangkuan Luna


''Kakak.. awas Luna mau mandi mau menemui kak Attar?'' protesnya lagi lalu menepuk pundak Krisna


''Sebentar Luna, kapan lagi kakak menjaili mu, sebentar lagi kamu sudah pergi dari rumah dan ikut suami gondrong mu itu,tapi kakak heran sama kamu kenapa  seleramu sama seperti kak Laras.


''Siapa yang satu selera sama kak Laras, memang aku suka Laki laki yang rambutnya sedikit panjang sama seperti papah waktu muda, keren'' balas Luna lalu mengangkat kepala sang kakak dan ia pun berdiri.


''Kak Attar bukan gondrong tapi memang seperti itu rambutnya sedikit panjang, sudah Luna mau ke rumah kak Attar'' jelas Luna lalu menuju kamarnya yang berada di atas,


''Krisna..!" panggil Elsa tiba tiba semua melihat ke arah Elsa yang sedang berjalan menghampirinya sambil menggendong Wisnu


"Ada apa sayang'' jawabnya lalu Elsa duduk di samping Krisna dan Syasa mengamambil Wisnu dari gendongan Elsa.


''Lapar'' jawabnya seraya memeluk Krisna, Bryan dan Syasa pun saling melihat dan tersenyum kemudian memutuskan meniggalkan mereka berduaa di ruang keluarga, dan mengajak Wisnu ke taman belakang untuk berjemur.


* * * * * *


''Kakak..!!'' panggil Luna hendak meminta gendong Attar, Namun ia teringat bahwa Attar belum,sepenuhnya pulih dan hanya memeluknya saja


''Sebenarnya Luna ingin minta gendong tapi''

__ADS_1


''Nanti saja kalau kakak sudah benar benar pulih'' jawab Attar melepaskan pelukannya dan tersenyum.kemudian mereka duduk di sofa di ruang tamu rumah Attar,


"Ada kabar gembira untuk kita kak, soal pesta pernikahan kita'' jela Luna tersenyum


"Apa itu?, sepertinya kamu sangat bahagia?'' tanya Attar tersenyum seraya mengusap rambut Luna dan melihat raut wajah bagagianya.


''pernikahan kita gratis''


''Apa gratis, maksud mu?


''kita berdua dapat endorse dari tante Utari,om Abi ,tante Bianca,dan tante Putri, kita hanya mengurusi undangan saja'' jelas Luna lalu tersenyum


''undangan?''


''iya kak''


''tunggu di sini sebentar'' ucap Attar lalu ia masuk kedalam kamarnya dan mengambil  amplop coklat.kemudian ia keluar dan duduk kembaki di samping Luna


''ini kakak hanya mempunyai seratus juta untuk membuat undangan, jika kurang nanti kakak usahakan lagi'' ucap Attar memberikan amplop coklat berisikan uang,yang ia peroleh dari hasil meminjam sang paman. luna menerimanya dengan senang hati dan tidak mau menolaknya. Luna menganggap itu semua adalah bentuk tanggung jawab Attar dan luna tidak mau menjatuhkan harga dirinya dengan menolaknya.


''Ini aku terima kak, nanti aku sampaikan pada mama untuk mengurusi surat undangannya.'', jawab Luna lalu tersenyum


''Luna maafkan kakak tidak bisa memberikan yang terbaik di hari pernikahan mu,kakak benar benar minta maaf , justru kakak selama ini merepotkan kamu dan keluarga mu'' ujar Attar sendu


''Apa yang kakak bicarakan, bukan materi yang membuat Luna jatuh hati pada kakak, melainkan tutur kata kakak yang lembut pada Luna dan tanggung jawab kakak sebagai laki laki, Luna mencintai kakak dari hati kakak yang tulus, apa adanya dan semua kekurangan yang ada dalam diri kakak , adalah kesempurnaan bagi Luna'' jelas Luna lalu tersenyum dan mengusap punggung tangan Attar,


''Cinta itu dari hati,lalu naik ke mata, jika hatinya sudah cinta, seburuk dan kurangnya orang yang kita cintai akan terlihat indah dan sempurna'' jelas Luna lagi lalu keduanya tertawa kecil.


''Tapi memeliharanya butuh uang sayang''


''Materi bisa kita cari bersama kak, semua pasti ada jalan, Tuhan sudah menyiapkan rejeki kita masing masing, tuagas kita hanya berusaha, dan usaha ktidak akan pernah mengkhianati hasil''


''Pintar, siapa yang mengajari'' puji Attar mengsap kepala Luna


''My daddy sugger'' jawab Luna dan keduanya tertawa jika mengingat tingkah polah Abi.


* * * * * *


''Amar, sepertinya libur musim panas kali ini, kita harus pulang ke indonesia, karena  Luna menikah dengan kekasih'' ucap Jane memberitahu Amar yang sedang bermain bersama Aryan.


''Kamu sudah siap bertemu dengan mantan suamimu, siap mempertemukan Aryan denagn Ayah kandungnya''


''Aku tidak akan menemuinya''jawab jane sendu, ada getaran di hatinya saat mengingat Rey, entah mengapa ia belum sepenuhnya melupakan Reymond.


''Jangan seperti itu, nanti aku temani, ada satu hal yang kamu harus jelaskan padanya, karena kamu menyembunyikan kehamilannya, apa lagi Krisna kakak mu mengatakan ia sudah mengetahui tentang Aryan'' beber Amar melihat Jane tertunduk lesu.


''Baiklah,semoga aku bisa'' jawab Jane lalu tersenyum


''Aryan sudah delapan  bulan, sudah bisa naik pesawat, nanti aku pesankan tiket pesawat secepatnya''


''Tidak perlu Amar, asisten papa yang mengatur  keberagkatan kita semua dengan pesawat pribadi papa, aku tidak pernah naik pesawat kompersil, mertuamu itu mempunyai pesawat sendiri'' jelas Jane  lalu tertawa kecil melihat ekpresi Amar yang tidak percaya jika sang mertua mempunyai pesawat pribadi.


Bagaimana  Amar tidak terkejut, jika sang mertua mempunyai pesawat pribadi sedangkan Luna tidak pernah menceritankanya. Anak anak Syasa  memang semua bergelimang harta dari lahir namun mereka tidak pernah memberitahu pada orang lain, penampilanya biasa saja  dan sederhana, walau semua barang yang mereka kenakan adalah barang yang bermerk dan branded.Dan pada dasarnya mereka tidak mau menunjukan dirinya kaya.


''Apa yang sudah aku lewatkan dari keluarga istri ku'' batinnya lalu melihat Jane kini tengah tidur di pangkuannya.


''Jadi kapan kita akan berangkat'' tanya Amar mengusap kepala Jane


''Lusai'' jawab jane lalu tersenyum dan merih tangan Amar lalu meletakannya di perutnya


''Kenapa?' tanya Amar saat tangannya ia letakkan di perutnya Jane


"Tidak hanya ingin di usap saja'' jawab Jane santai lalu tersenyum seraya melihat Aryan,


''Aryan apa kamu mau adik?'' celetuk Jane dan membuat Amar mengerut kan dahinya


"Maksud mu?"


"Eumm tidak Amar ini juga belum pasti sebenarnya aku sudah telat 2 hari tapi kali ini aku tidak mau mengetesnya, aku takut kecewa seperti yang sudah sudah'' balas Jane tersenyum seraya mengusap pipi Amar

__ADS_1


''"Iya tidak apa apa. Aryan masih kecil sayang dan selesaikan saja kuliah mu yang tinggal satu tahun lagi''e jawab Amar sedikit kecewa, pasalnya ia juga ingin segera memiliki anak sendiri darah dagingnya sendiri.Jane bangkit dari pangkuan Amar dan lalu ia duduk di pangkuannya.Ia tahu jika suaminya ingin menginginkan anak sendiri


''Maafkan aku, sepulang dari indonesia nanti kita program bayi kembar, mau?'' ucap jane mendekatkan wajahnya lalu sekilas mencium pipi Amar


''Jika kamu tidak keberatan dan kerepotan''


''Jika aku kerepotan kamu yang harus membantu ku'' jawab Jane dan mereka tertawa kecil lalu berciuman.


"Ma-mama''ucap Aryan tiba tiba dan membuat keduanya terkejut,


''Mama?'' ucap jane yang pertama kali mendengar sang anak mengucapkan kata mama, sedangkan selama ini kata yang di ucapkan adalah Baba atau ayah untuk Amar, dan selama ini Aryan sangat dekat dengan Amar.


''Mama'' ucapnya lagi,kemudian Jane memangku Aryan .


''coba panggil mama lagi'' ucap jane melihat wajah sang anak


''Baba'' ucapnya memanggil Amar dan menunjuk Amar, dan Amar pun tertawa kemudain mengambil Aryan dari pangkuan Jane


''kamu memang anak baba'' saut Amar lalu mencium pipi Aryan, sementara itu Jane mengerucutkan bibirnya


''ting tong.'' suara bel berbunyi, keduanya saling melihat, cepat cepat jane membawa Aryan kekamar karena jane sedang mengenakan pakaian terbuka.sedangkan Amar membuka pintunya,


''Permisi'' salam tamu tersebut setelah Amar membyka pintunya


''Iya bisa saya bantu dan Maaf,  anda siapa? tanya Amar pada sang tamu


''Perkenalkan saya Fernando, Asisten dan orang kepercayaan tuan Bryan, pasti anda menantunya''


''Oh iya, silahklan masuk'' Jawab Amar mempersilahkan Fernando masuk dan mereka berdua  duduk di sofa.


''Bisakah saya bertemu dengan nona Jane?''


''Tentu"


''Uncle Nando'' saut jane yang sudah menggunakn baju tertutup, bukan tertutup semua hanya saja baju yang pantas umtuk menemui tamu.


''Hai jane apa kabar? tanya Nando dan mereka saling bersalaman, dan Amar terlihat tidak menyukai Fernando dan hanya diam saja


''Baik uncle'' Jawab Janelalu duduk di sebelah Amar


''Oh ya nona, saya datang kemari untuk memberikan ini, karena nona Siena sedang berada di indonesia , ini berkas untuk meeting besok dan harus di tanda tangani setelah meeting, dan anda yang harus mewakili meeting tersebut''


''Baiklah ,jam berapa? saya harus tiba di kantor''


''Seperti biasa nona, jam 9 ''


''Baiklah, saya pasti datang dan berkas ini saya akan pelajari dulu''jawab Jane lalu tersemyum seraya mengambil berkasnya di atas meja


''kalau begitu saya pamit nona, tuan''


''Apa uncle tidak mau minum kopi dulu?'' balas Jane


''Tidak perlu, sudah malam, kalian juga harus istirahat'' jawab Fernando menolak karena ia tahu tatapan Amar kurang menyukainya


''Permisi'' pamit, fernando lalu menyalami mereka berdua. setelah itu fernando pulang dari Apartemen Jane.


''Kamu sudah lama mengenalnya'' tanya Amar saat menutup pintu dan melihat jane sedang membaca berkasnya


''Sudah, dari aku kecil, uncle Nando seumuran dengan mu 35'' jelas Jane tanpa melihat Amar.


''Jane, lihat mata ku jika aku  bicara'' balas Amar sedikit ketus dan Jane tidak menyukai itu


''Amar kenapa nada bicara mu seperti itu kamu tahu kan aku tidak menyukai mada seperti itu, jika kamu cemburu, cemurumu itu salah tempat. ok''


''Terserah yang jelas aku tidak menyukai kamu terlalu akrab dengannya'' seketika jane tertawa dan langsung menghampiri Amar, lalu mengalungkan kedua tanganya  dileher Amar


''Kamu mau aku banting atau aku seret heum..'' ucap pelan Jane lalu mencium bibir Amar, Amar hanya diam dan tidak berbuat apa pun, namun jane tiadak tinggal diam ia terus menggoda Amar sampai Amar tidak tahan dan langsung membopong Jane ke kamar, sementara itu Aryan ternyata sudah tertidur di dalam boks nya sambil memegang botol susu, rupany sebelum jane keluar menemui fernando jane membuatkanya susu.


* * * * * *

__ADS_1


Terima kasih


komen, vote, like , rate


__ADS_2