TAKDIR 2

TAKDIR 2
66 Akhir cerita


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian


Semua sudah menemukan kebahagiaan masing masing, masalah demi masalah sudah teratasi , Yuna, Elsa dan Luna penampilan mereka kini berubah menjadi lebih baik berkat pengaruh Meli dan Jane, walau belum sepenuhnya seperti Jene, begitu juga Syasa .


Syasa sangat bahagia dan berterima kasih pada menantunya Amar, Amar, membawa pengaruh baik dalam keluarganya. mungkin kesalahan Amar waktu lalu tidak bisa di lupakan akan tetapi semua manusia mempunyai kesalahan, dan belajar dari kesalahannya untuk menjadi lebih baik.


Jane juga sudah menyelesaikan pendidikannya dan sudah mempunyai bayi yang lucu, Yuna dan Julio berubah menjadi lebih baik, begitu juga Krisna dan Elsa. untuk Meli dan Rey kini mereka juga sudah memiliki bayi lagi dan Aryan tetap dalam pengasuhannya meli, dan Jane selalu bekerja sama untuk urusan Aryan.


Untuk Laras sendiri ia masih sama, Masih belajar menerima kenyataan jika cinta Ardan sudah tidak ada lagi untuknya. kini ia fokus dengan anak bungsunya yang ia beri nama Alano garmond,


"Mama" panggil Wisnu pada Elsa yang menjemputnya di sekolah.


"Sayang.. bagaimana sekolahnya"


"Seru ma, Bu guru mengajari bernyanyi, dan Tante Neha eh.. Bu neha mengajari menulis,'' balas Wisnu menceritakan pengalaman pertamanya sekolah.


"Begitu, Wisnu bisa?" tanya Elsa,lalu menggendong Wisnu keluar gerbang sekolah,


"Bisa ma, gampang.''


''Pintar anak mama!" jawab Elsa mencium pipi Wisnu.


"Elsa!" panggil Meli yang baru sampai ke sekolah dan ingin menjemput Maudy dan Aryan .


''Meli?" balas Elsa lalu mereka sekilas berpelukan.


''Tunggu aku jemput ,Aryan sama maudy''


''iya." jawab Elsa lalu tersenyum, kemudian Meli menjemput Aryan dan Maudy di kelas.


Tak lama meli keluar bersama kedua anaknya dan menghampiri Elsa.


"Elsa kita ke restauran om Abi, aku sepertinya merindukan suasana tempat kerja kita di sana?"


''Eum.. ide bagus, Ayo, eh tapi Aku izin Krisna dulu.''


''Iya nanti di perjalanan.'' jawab Meli lalu keduanya masuk kedalam mobil masing masing, mereka juga mempunyai sopir masing-masing.


Disisi lain, Yuna sedang bersama Julio dan anak mereka Emir, mereka tengah liburan di ke New York, sekaligus meninjau perusahaan, yang dikelola Siena, bagaimanapun Julio lah CEO utamanya.


"Julio, apa urusan kantor sudah selesi?'' tanya Yuna saat Julio baru Sampai di apartemen.


''Sudah sayang, semua berjalan lancar berkat tangan dingin kak Siena.'' jawab Julio melihat sang istri sedang bermain dengan Emir.


"Begitu, baiklah temani Emir sebentar, aku siapkan air hangat untuk mu mandi'' balas Yuna dan di Angguki Julio.


* * *

__ADS_1


"Ayo duduk sayang ,jangan berlarian,'' ucap Meli pada Aryan dan Maudy.


"Mama, ada om Krisna sama papa," ucap maudy


''Hah.., Els, memangnya kamu menyuruh mereka datang kemari?'' tanya Meli pada Elsa,


''İya Mel, kita reuni pertama kali bertemu mereka di restoran om Abi,''


''Ouh..manis sekali ide mu Els'' jawab Meli lalu tersenyum. dan melihat kedatangan suami suami mereka.


''Hai sayang." sapa Krisna pada Elsa, Lalu ia sekilas mencium kening nya.


''Papa" teriak Aryan, lalu menghambur ke pelukan Rey.


''jagoan papa" balas Rey lalu menggendong Aryan.


''papa" sapa Maudy yang memeluk kaki Rey.


"hai tuan putri, apa kabar , bagaimana sekolahnya.'' jawab Rey lalu menggendong ke-dua anaknya, sedangkan wisnu sudah bermain tos bersama papanya


"Seru pa, Bu gurunya cantik seperti mama cantik"


''Sepertinya ada yang menyebut nama mama cantik," saut seseorang yang mengunakan cadar dan bersama suami nya yang juga menggendong anak laki laki.


''Mama cantik!'' panggil Aryan, lalu turun dari Gendongan Rey, kemudian berlari ke arah Jane dan Amar.


Amar menyalami Rey dan Krisna lalu memberi salam pada Meli dan Elsa dengan cara menakupkan kedua tangannya. tak lama Jane memeluk Meli dan Elsa Secara bergantian, lalu mendekati Krisna dan memeluknya.


''Kak, Jane merindukan kakak.'' ucap Jane saat memeluk Krisna,


"Iya kakak juga merindukan mu'' balas Krisna menakup kedua pipinya dan memperhatikan mata Jane, lalu Krisna memeluknya kembali , tanpa terasa Krisna menangis di pelukan Jane.


Krisna menangis bukan tanpa Alasan, Krisna membayangkan perjalanan Jane sampai ia berubah menjadi lebih baik, dan membawa semua keluarga menjadi lebih baik, Krisna sangat berterima kasih kepada adiknya.


''Terima kasih Jane, Adik ku , kamu membawa perubahan di semua keluarga kita." ucap Krisna lalu melepaskan pelukannya. Jane tersenyum di balik cadarnya , ia juga menangis.


''Jangan berterima kasih pada ku kak, tapi berterima kasih lah pada Tuhan, karena Dia yang menuntun kita semua.'' jelas Jane mengusap air mata Krisna. keduanya tersenyum. tak lama Jane sekilas melihat Rey lalu menunduk dan menakupkan kedua tangannya. Rey pun tersenyum dan melakukan hal yang Sama.


''Semoga Tuhan selalu memberi mu keberkahan Jane, Terima kasih sudah pernah menjadi bagian hidup ku, dan Terima kasih sudah melahirkan Anak kita,'' Batin Rey lalu menarik nafas panjang kemudian ia mendekati Meli dan merangkulnya.


kini mereka, duduk bersama, makan bersama dan membiarkan anak anak bermain di tempat permainan yang tersedia di restoran Abi.


''Kak, besok Jane dan Amar mau pulang ke Pakistan'' ucap Jane mengawali pembicaraan.


''Pulang?''


''Maksud Jane mengunjungi ibu.''

__ADS_1


''Oh.. iya salam untuk ibu.'' jawab Krisna.


''Baba, Aryan ikut ke Pakistan'' saut Aryan menghampiri Amar. Jane dan Meli saling pandang, lalu mengangguk.


''Boleh''


''Hore''


''Mama Meli, Aryan boleh ikut ya,'' Tanya Aryan melihat **** yang tersenyum.


''Boleh sayang, tapi harus jaga sikap dan jadi anak manis'' jawab Meli


''Iya ma, pasti''


''Ma maudy boleh ikut'' protes Maudy karena ia juga tidak mau berpisah dengan adiknya. Meli tersenyum dan mengusap rambut panjang anaknya.


''Boleh, tapi mama tidak ikut dan papa juga''


''kenapa tidak ikut''


''Sayang, lain waktu ya, Maudy harus sekolah''


''Tapi Aryan'' protes Maudy


''Sayang, Pakistan jauh sayang, di sana udaranya dingin, ingat kamu alergi dingin''


''hah, iya ma lupa, he, tante. Maudy tidak jadi ikut , Maudy takut dingin.'' jawabnya dengan gayanya yang lucu. dan membuat semuanya tertawa.


''Kenapa , nanti di sana tante pakaikan jaket tebal''


''Tidak mau, nanti merepotkan mama , kasihan mama '' jawab nya seraya memeluk leher Meli dan Semuanya tertawa.


Ada banyak hal yang tidak kita ketahui dalam hidup kita sendiri, misteri demi misteri di kehidupan perlahan terbuka seiring waktu dan manusia baru menyadarinya setelah menjalani Takdirnya, bahwa hidup sudah ada yang mengatur , tugas kita hanyalah menjalani dengan ikhlas dan menerima ketetapan Tuhan.


_______ END________


* * * *


Terima kasih ,para reader setia, maaf TAKDİR 2 aku tamatin lebih cepat, karena udah gak ada lagi konflik yang bisa di bahas. dan aku juga lagi fokus nulis di platform sebelah yang logonya pink tapi belum aku up ya , inshAllah bulan September kalau gak ada halangan. rencana aku up Agustus tapi berhubung suami mau pulang jadi aku tunda me time dulu sama suami di bulan Agustus. 😁


ok , baiklah lanjut kisah CINTA OM ARDAN Takdir 2 the series. udah up 5 episode ya tapi up-nya mungkin slowly karena bagi waktu nulis di sebelah, untuk BENİM nnt juga aku tamatin lebih cepat dan Maaf juga Tuan William , aku tunda dulu.


klik bio aku nnt nemu Cinta om ardan.


Awal cerita di cinta om Ardan sama seperti di part takdir 2 tapi ada yang aku tambahin, Monggo baca ulang.


__ADS_1


__ADS_2