TAKDIR 2

TAKDIR 2
16 aku memilih mundur


__ADS_3

terdengar lantunan musik dangdut yang berjudul "kopi dangdut'' di mobil yang di Luna yang kini sedang Attar bersihkan sebelum sang nona berangkat ke tempat tujuan. sesekali Attar berdendang mengikuti lantunan lagunya dan sesekali ia berjoget. Luna yang melihatnya dari balkon pun hanya tertawa namun Attar tidak menyadarinya. sang mama yang melihat Luna sedang berdiri di balkon sambil tertawa pun menghampiri.


''Luna kamu kenapa tertawa, katanya mau pergi''


''ah.. iya ma sebentar, Luna sedang melihat kak Attar'' jawab Luna santai dan sekilas melihat syasa


''Attar Attar ada ada aja tingkahnya'' ucap syasa yang juga ikut tertawa melihat Attar lalu melihat Luna yang terus melihat Attar


''eum.. kamu menyukainya''


''iya ..''jawab Luna tanpa sadar. tak lama Luna tersadar dengan jawabannya lalu melihat syasa


''ah.. tidak, biasa saja'' jawab Luna lalu memutar matanya dan meninggalkan syasa dan bergegas turun menghampiri Attar.


Bryan melihat heran anak bungsunya yang turun dan keluar sambil membawa secangkir kopi.lalu Bryan bertanya pada sang istri


''putri kita kenapa''


''jatuh cinta'' jawab syasa lalu tersenyum dan menarik lembut Bryan mengikuti sang anak. Bryan dan stasa melihat dari jendela.melihat Luna memberikan kopi untuk Attar lalu Luna duduk di kap mobil begitu juga Attar.


''eum.. kopi buatan nona nikmat, seperti nya bisa'' ucap Attar ambigu lalu melempar senyum dan melihat Luna.


'' bisa apa?'' jawab Luna mengerutkan dahinya


''bisa buka kafe seperti kakak nona Luna'' jawab Attar lalu tertawa melihat ekspresi Luna


''aku pikir apa ? '' jawab Luna lalu turun dari kap mobil dan Attar masih tertawa


''aku pikir bisa jadi calon istri idaman begitu'' batin Luna sambil masuk kedalam mobil dan mengganti musiknya dengan lagu Sheila on seven dengan judul ''Dan'' lalu Luna bernyanyi di ikuti Attar sambil mengelap mobil nya. Bryan dan syasa yang melihat tingkah anaknya bersama Attar hanya tertawa di dalam mengingat masa masa mereka muda dulu saat Bryan menjadi sopir syasa.


''mas.. jika memang benar Luna jatuh cinta dengan Attar bagaimana''


''tidak apa apa ,Attar pemuda baik tapi aku akan mencari tahu latar belakangnya lebih dulu, dan biarkan Luna menyelesaikan pendidikannya''


''heum.. menyelesaikan pendidikannya, bahkan Jane pun mas tidak bisa mencegahnya untuk tidak menikah dengan Rey yang jelas jelas tidak mencintai anak kita''


''entahlah anak kita yang satu itu susah di nasehati, keras kepala'' jawab Bryan lalu menghela nafas panjang kemudian mereka masuk kedalam menuju ruang keluarga dan membiarkan Luna dan Attar bersendau gurau.


'' ya sudah kak kita berangkat'' ucap Luna pada Attar yang baru saja selesai membersihkan mobilnya


''baik nona'' jawab Attar lalu meletakkan gelasnya di meja yang ada di dekat garasi mobil kemudian masuk kedalam mobil di ikuti Luna yang duduk di depan


''kak aku duduk di depan'' ucap Luna sambil menutup pintu


''tapi non''


''sudah jalan'' jawab Luna menepuk lengan Attar lalu tersenyum


''baik non'' jawab Attar yang hanya menuruti ucapan Luna lalu Attar melajukan mobilnya menuju tempat tujuan Luna.


''kak.. apa kakak mempunyai seseorang yang spesial'' tanya Luna tiba tiba saat di mobil


''eum.. iya'' jawab Attar lalu tersenyum


''siapa?''


''ibu..'' jawab Attar lalu tersenyum melihat Luna yang sedang melihat nya dan Luna menahan senyum saat Attar menyebut ''ibu'' kemudian Luna membuang pandangannya ke arah jendela dan menggigit bibirnya.


''kenapa nona menanyakan hal itu''


''eum.. tidak aku hanya ingin tahu saja'' jawab Luna lalu tertawa kecil.dan Attar hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


''kakak mau tidak menjadi kekasih ku''


''what..?''


''ah.. lupakan'' jawab Luna seolah tidak mengatakan apa pun dan Attar hanya tersenyum


''Luna...apa yang kamu katakan, harga diri mu dimana? '' batin Luna merutuki dirinya sendiri


''itu tidak mungkin nona, perbedaan kita sangat jauh, dan itu tidak mungkin Attar'' batin Attar tersenyum kecut. sepanjang perjalanan Luna dan Attar terdiam melayang dengan pikiran masing-masing, hingga tak terasa Luna tertidur.


setelah sampai ke tempat tujuan,Attar membangunkan Luna. namun sebelum membangunkannya Attar melihat Luna dan meyibak rambutnya dan tersenyum. lalu perlahan Attar membangunkan Luna dengan sedikit mengguncang lengan nya.

__ADS_1


''non.. nona bangun, sudah sampai''


''hem..sudah sampai'' jawab Luna membuka matanya dan melihat sekelilingnya


''iya..non''


''kak itu tolong ambil jaket di belakang'' pinta Luna untuk mengambil jaket di belakang kursinya. lalu Attar mengambil.


''ini non.. ''


''untuk kakak''


''hah..'' jawab Attar heran dan mengerut dahinya Luna yang melihat ekspresi Attar hanya menghela nafas panjang lalu tersenyum kemudian mengambil jaketnya dan memakaikannya pada Attar.


''ok.. keren sekarang temani aku untuk lomba melukis di dalam'' ucap Luna merapikan jaketnya bagian dada Attar. Attar serasa tidak percaya perlakuan Luna padanya dan seminggu terakhir ini sikap begitu manis sedangkan Attar hanya pasrah dan menurut saja.


mereka turun dan berjalan menuju tempat lomba melukis. tak lupa Jane membawa peralatannya. dengan tanpa sadar Jane meraih lengan Attar dan berjalan menuju meja panitia untuk pendaftaran ulang. setelahnya Jane menuju arena lomba.


''nona semangat.. nona pasti menang'' ucap Attar memberi semangat.


''terima kasih kak'' jawab Luna lalu tersenyum


''kakak tunggu disana'' balas Attar tanpa sadar menyebut kata kakak untuk dirinya


''ah kakak..?''


''eum..maaf maksudnya saya'' jawab Attar menahan malu dan mengusap tengkuknya, namun Luna hanya tersenyum. tak lama Attar menepi di bagian penonton. dan memberi semangat luna dari kejauhan.


lomba berjalan dengan tertib Attar setia menunggu di kursi penonton. Dan Luna diam diam melukis Attar sebagai objeknya. waktu terus berjalan hingga perlombaan selesai dan panitia memberitahukan jika hasil perlombaan akan di umumkan Minggu depan.setelahnya para peserta membubarkan diri masing masing.


Luna menghampiri Attar yang sedari tadi setia menunggunya,lantas mereka keluar dari gedung dan menuju parkiran mobilnya


''kak.. ke kafe itu yuk kak'' ucap Luna saat setelah meletakkan peralatan melukisnya di bagasi mobil


''baik nona'' jawab Attar lalu tersenyum kemudian menutup kap bagasi nya kemudian mereka menuju kafe yang tidak jauh dari parkiran


''silahlahkan nona'' ucap Attar menarik kursi untuk Luna


''terima kasih kak'' jawab Luna lalu Attar duduk di kursi depan Luna.tak lama pelayan menghampiri mereka


''siang.. ''jawab Luna lalu membuka buku menunya


''kakak mau apa''


''terserah nona saja'' jawa Attar lalu tersenyum


''eum.. bakso saja ya kak''


'' boleh non''


''mbak bakso dua sama minumnya jus jeruk dua'' pesan Luna dan sang pelayan mencatatnya


''ada lagi nona?'' tanya sang pelayan


''tidak itu saja'' .


''baik nona'' mohon di tunggu'' balas sang pelayan dan Luna hanya tersenyum lalu sang pelayan mengambilkan pesanannya


''kak..ini untuk kakak.'' ucap Luna memberikan kotak kecil untuk Attar


'' apa ini..'' tanya Attar menerima kontaknya lalu membukanya. Luna tersenyum melihat Attar membuka kotaknya


''jam tangan''


''eum.. Luna sengaja membelikan jam tangan untuk kakak, Karena Luna lihat jam tangan kakak kemarin talinya putus.'' ujar Luna sambil mengambil jam tangannya dan memasangkan di pergelangan tangan Attar lalu Luna berdiri kemudian melepaskan ikat rambutnya lalu ia berjalan dan berdiri di belakang Attar


'' maaf ya kak , kakak lebih keren jika rambut kakak diikat'' ucap Luna mengikat rambut Attar dan Attar hanya menurut saja sambil tersenyum.


''sudah.. keren'' ucap Luna lalu tersenyum menepuk kedua pundak Attar


''terima kasih nona'' jawab Attar melihat Luna duduk kembali di depannya lalu tersenyum.


''sama sama kak'' jawabnya lalu merapikan rambutnya dan mengambil jepit rambutnya di dalam tasnya dan mereka saling melepas senyum.tak lama pesanan mereka datang dan mereka makan bersama

__ADS_1



Elsa kini tengah berada di rumah lama meli, dan kebetulan meli sedang ada di rumah lamanya untuk membersihkannya di temani sang asisten rumah tangganya. rumah yang tidak begitu besar namun nyaman untuk meli tempati bersama adik adiknya


meli menceritakan semua keluh kesahnya kepada Elsa, karena hanya Elsa sahabat baiknya setelah Rendi. Elsa begitu syok dan marah saat meli mengutarakan jika ingin pergi dari Reymond suaminya


''kamu gila mel hah, kamu sedang mengandung dan ingin berpisah dari Rey?'' ucap Elsa tidak habis pikir dengan jalan pikiran meli


''Els.. ternyata aku tidak sanggup untuk menjalani pernikahan ini, aku akui aku bodoh sudah mengizinkan Rey untuk menikah dengan Jane dan bodohnya aku mau menikah dengannya'' beber meli di sela tangisnya


''cinta memang membuatmu bodoh meli termasuk diriku, aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini'' jelas Elsa lalu memeluk meli


''lantas aku harus bagaimana Els..''


''jalani demi anak kamu mel,anak mu butuh sosok ayah, semua sudah terjadi. aku juga tidak bisa menyalahkan siapapun disini'' jawab Elsa yang masih memeluk meli


''kamu dan Rey sama sama sahabat ku, Jane adik ipar ku dan kalian berdua sama sama istri Rey, tapi jika aku ingin menyalahkan aku menyalahkan julio, karenanya ini semua terjadi'' jelas Elsa mengusap air mata meli dan tanpa mereka sadari Rey dan Krisna mendengar percakapan mereka dari awal


''meli..''panggil Rey tiba tiba datang bersama krisna, Rey sudah berterus terang dengan Krisna. bagaimana pun Krisna harus tahu.


''Rey..'' balas meli melihat Rey menghampirinya. Rey pun langsung memeluknya.


''maafkan aku, maafkan aku'' ucap Rey memeluk meli dan mereka menangis berdua.


''maafkan aku seharusnya aku mengabaikan ancaman Julio, seharusnya aku hanya menikahi mu. maafkan aku meli, maafkan aku'' ucap Rey menciumi tangan meli


''Rey.. aku mau mundur''


''tidak meli.. aku tidak mau berpisah dari mu'' jawab Rey yang berlutut di hadapan meli dan mendekap kaki meli , Krisna dan Elsa hanya bisa diam tidak bisa berbuat apa pun


''Rey.. '' ucap meli mengangkat kedua bahu Rey agar Rey duduk di sampingnya. Andi dan Amel hanya mendengar percakapan mereka di ruang makan dan ikut menangis.tiba tiba Jane datang dan melihat Krisna Elsa dan meli yang sedang memeluk Rey.


''kakak'' ucap Jane buang berdiri di ambang pintu


''jane'' balas mereka bersamaan dan saling melihat satu sama lain


''kenapa kamu kemari'' tanya Krisna datar


''aku hanya mengantarkan surat perceraian ku dengan kak Rey'' ucap Jane menahan tangisnya.semua melihat Jane dengan penuh tanda tanya


''mungkin ini sudah terlambat aku menyadari semuanya, jika cinta tidak bisa di paksakan,aku tahu perasaan kak meli jadi aku memilih mundur'' jawab Jane yang tanpa terasa meneteskan air mata


''dan setelah ini aku akan pergi ke new York, aku ingin melanjutkan pendidikan di sana'' ucap meli yang masih berdiri.


''tapi dengan satu syarat, tinggalkan perusahaan'' ucap Bryan tiba tiba di belakang Jane


''kamu sudah tahu maksudku kan'' ucap Bryan lagi , bagaimana pun seorang ayah akan selalu membela anaknya sesalah apa pun itu dan Bryan tidak mau lagi melihat Rey


''pa.. apa hubungannya, ini tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi'' saut Krisna


''papa tahu, tapi ini keputusan papa dan yang akan menggantikan Rey nanti adalah Julio. ayo jane'' jawab Bryan tidak mau di bantah dan merangkul sang putri


''pa.. bisa Rey bicara sebentar dengan Jane'' ucap Rey


''tidak perlu..,sudah cukup Rey . seharusnya kamu tegas dan mengabaikan ancaman julio, oh ya satu lagi aku bukan papa mertua mu lagi. permisi'' pamit Bryan lalu merangkul Jane keluar dari rumah meli


''selamat tunggal kak Rey, terima kasih atas semuanya ,aku akan menjaga anakmu dalam kandunganku walau sendiri'' batin Jene saat di dalam mobil bersama Bryan menuju bandara dan memeluk sang papa dengan sangat erat sambil menangis


''maaf pa jika aku hamil tapi tidak memberitahu pada siapa pun, biar takdir saja nanti yang mempertemukan anak ini dengan ayahnya'' batin Jane sambil mengusap perutnya dan menangis. sementara itu meli dan Rey terdiam dan semua nya terdiam. meli memikirkan pernikahan Rey dan Jane yang baru saja berjalan 3 bulan harus kandas begitu saja, apa ini ke egoisan meli, sehingga Jane menjadi seorang janda di usia muda, mungkin iya karna ia juga ikut terlibat dalam hal ini dan ia mengizinkan Rey menikahinya.


''apa yang sudah aku perbuat Els, Jane menjadi seperti mu 2 tahun lalu, dan status itu yang tidak Jane inginkan''


''sudah.. semua sudah takdir, Jane masih muda dan pikirannya mudah berubah, pasti nanti Jane mendapatkan kebahagiaannya sendiri ,di New York dia tidak sendiri ada kak Siena dan Nathan yang baru saja pindah satu bulan lalu bersama anak anaknya, Jane tidak kesepian'' balas Krisna menyakinkan meli dan Rey


'' terima kasih Kris'' ucap Rey memeluk Krisna


''sama sama.. berbahagialah, kami permisi'' jawab Krisna lalu menepuk pundak Rey


''untuk urusan perusahaan, maaf Rey aku tidak bisa membantu. mungkin aku akan merekomendasikan dirimu di perusahaan lain''


''tidak apa apa kris, aku mengerti. aku akan berusaha sendiri dan mungkin aku tidak akan bekerja di perusahaan, aku akan membuka usaha saja bersama meli, kami pasti bisa'' jawab Rey pasrah.


''baiklah nanti aku dan Elsa akan membantu kalian'' jawab Krisna lalu tersenyum melihat meli dan Elsa saling berpelukan dan entah apa yang mereka bicarakan yang jelas meli tersenyum sambil mengusap perut Elsa.

__ADS_1


* * * * * * * *


terima kasih


__ADS_2