
Sesampainya di rumah krisna menidurkan Wisnu di dalam boks nya, sedangkan Elsa membersihkan tubuhnya di kamar mandi, tak lama Krisna menyusul Elsa ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. krisna melihat Elsa tanpa mengenakan apa pun dan sedang berdiri di bawah shower, krisna menelan silva nya saat melihat lekukan tubuh Elsa. tidak ada yang berubah di tubuh Elsa entah apa yang di lakukan pada tubuhnya sampai krisna semakin tergila gila padanya, terlebih saat di atas ranjang.
krisna dengan ketidak sabarannya memeluk perut Elsa dan meraba bagian sensitifnya, Elsa hanya pasrah dan menikmatinya, satu persatu pakaian Krisna ia tanggalkan sendiri, lalu menciumi tengkuk Elsa. setelah itu krisna mematikan shower nya dan membopong Elsa keluar kamar mandi dan membawanya ke tempat tidur. Elsa hanya pasrah membiarkan krisna melakukan apa yang ia suka. hanya suara lengkuhan Elsa yang menggema di kamar besarnya dan itu membuat krisna semakin menggila.
''krisna..'' sebut Elsa saat krisna memberikan kenikmatan.
''sebut nama ku sayang'' ucap lirih Krisna dan terdengar lengkuhan keduanya.
satu jam berlalu mereka berada di titik kenikmatan memenuhi hak dan kewajiban masing masing.kini mereka berbaring saling berpelukan, krisna yang sudah terlalu lama berpuasa pun kini tertidur pulas bak terkena bius tidur, ya.. ia memang terbius dengan permainan sang istri.
''kamu pasti langsung tidur,jika sudah selesai'' batin Elsa melihat wajah krisna yang tertidur pulas, lalu mencium pipinya sekilas. kemudian ia bangkit dari tempat tidur lalu membersihkan tubuhnya, setelahnya ia minum dan melihat sang putra di dalam boksnya.
''Hai.. kamu sudah bangun sayang'' ucap Elsa pada wisnu yang memainkan jemarinya, kemudian Elsa menggendong wisnu dan menyusuinya di kursi khususnya
Jam dinding terus berputar hingga jam menunjukan pukul 04:00 sore hari, Krisna bangun dan mendapati sang istri juga sedang disampingnya dan sang putra berada di antara meraka. Krisna tersenyum melihat sang istri dan bayinya yang tertidur pulas, senang bisa memberikan kenyamanan pada anak dan istrinya dan akan terus seperti itu. perlahan krisna bangun dan duduk bersadar di sandaran tempat tidur, lalu ia mengecek ponselnya, kemudian meletakan nya lagi di meja nakas.
''jam empat'' gumamnya lalu ia turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. sedangkan Elsa juga bangun setelah mendengar gemricik air dari kamar mandi.kemudian ia pun menyusul Krisna.Elsa menanggalkan semua bajunya,lalu menyusul Krisna mandi di bawah guyuran shower. Elsa memeluk Krisna dari belakang, dan membuat Krisna sedikit terkejut.
''Astaga sayang kamu membuat ku terkejut'' ucap Krisna seraya memegang tangan Elsa, Elsa hanya tersenyum dan masih memeluk Krisna.
''kamu hebat Krisna, siapa yang mengajarimu'' mendengar kalimat Elsa,Krisna tertawa lalu membalikkan badannya dan kini meraih pinggang Elsa, dan menatap Elsa begitu dalam seraya keduanya tersenyum.
''kamu yang mengajariku sayang, kamu yang membuat ku tergila gila padamu''
''Apa kamu menyukainya?''
''heum'' lalu keduanya berciuman, semakin lama ciuman meraka semakin panas dan akhirnya mereka melakukannya lagi di bawah guyuran shower. tidak begitu lama mereka melakukannya, karena wisnu tiba tiba menangis.cepat cepat mereka menyelesaikannya, lalu keduanya mandi. tiba tiba pintu kamar mandinya ada yang mengetuk.
''Siapa..?'' tanya Krisna di balik pintu kamar mandi.
''Mama''
''Iya ma, sebentar'' saut krisna dan keduanya menyudahi mandinya. Elsa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono, sementara Krisna hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Mereka keluar bergantian dan melihat Syasa sudah menggendong wisnu.
'kalian berdua benar benar'' ucap Syasa menggelengkan kepalanya melihat anak dan menantunya.
''Mama juga pernah muda kan'' Balas Krisna santai lalu menuju ruang baju yang menyatu dengan kamarnya.sedamgkan Elsa hanya menyunggingkan senyumannya dan menyusul Krisna. Syasa hanya menghela nafas panjang dan memaklumi anak dan menantunya.
''Bukannya mama di rumah Julio?'' tanya Krisna saat keluar dari ruang ganti, dan berjalan menghampiri Syasa yang duduk di sofa kamarnya sambil memangku Wisnu, lalu Krisna pun duduk di sebelah Syasa
''iya.. tapi mama sengaja kemari lebih dulu, karena mama ingin berangkat dari sini bersama kalian, papa mu masih di kantornya, dan mama ingin menyampaikan sesuatu padamu.''
''Apa itu ma.''
''Papa mu ingin menarik julio agar memimpin perusahaan batu baranya, dan kamu harus mencari asisten untuk menggantikan Julio'' jelas Syasa, Krisna menautkan kedua alisnya, kenapa keputusan sang papa begitu mendadak.
''Kapan?'' tanya Krisna melihat Syasa.
''Mungkin minggu depan''
''Kenapa mendadak ma, banyak projeck yang belum selesai di tangani Julio''
''kamu tanyakan saja pada papa mu''
''Ya sudah tidak apa apa, tapi aku akan menarik Reymond kembali ke perusahaan kita'' jelas krisna menatap Syasa meminta pengertian, karena selama ini Syasa tahu bidang yang dipegang Julio bukan lah bidangnya, dan itu sedikit menghambat kinerja perusahaan.
''Tapi krisna?''
''Tidak ma, kali ini keputusan sepenuhnya ada di tangan Krisna tidak ada yang boleh melarangnya, termasuk papa, dan.. jangan mencampur masalah pribadi yang sudah berlalu, Jane dan Rey sudah mendapatkan kebahagian masing masing.'' jelas Krisna tidak mau di bantah lagi.
Ya, memang sudah waktunya Julio harus menggantikan Bryan, mengingat usia sang papa sudah tidak muda lagi. Sudah sepatutnya Julio mempunyai tanggung jawab seperti Krisna, dan sudah cukup ia belajar dari Krisna bagaimana cara mengelola perusahaan, dan menjadi pemimpin yang baik, yang bisa mengambil keputusan yang kelak bisa di segani rekan bisnisnya.
✨
Acara pemberian nama anak Julio pun berjalan lancar, Julio dan Yuna sepakat memberi nama EMIR ABYASA AKBAR.ya, nama itu yang di sematkan Julio pada putranya dan mereka memanggilnya dengan sebutan EMIR. Setelah acara selesai, Bryan dan krisna serta Julio dan yang lainya membicarakan masalah kepemimpinan perusahaan batu bara milik Bryan. Bryan sudah menunjuk Julio sebagai penerusnya dan julio sudah menyanggupinya. setelah selesai membicarakan hal tersebut mereka pulang ke rumah masing masing.
__ADS_1
Keesokkan harinya krisna yang sudah berada di kantor pun langsung menghubungi Reymond sang sahabat.ia meminta Rey datang ke kantornya, ada hal yang ingin ia sampaikan secara langsung mengenai pekerjaannya dulu, Rey pun menyanggupi untuk bertemu krisna dan ia tidak pernah bisa menolak ajakan Krisna. Namun ia tidak mengetahui arah pembicaraannya
'' Ada apa kamu memanggil ku krisna, ada hal penting apa ?'' tanya Rey saat duduk di kursi di depan meja krisna.
''Aku ada tawaran untuk mu''
''Apa?''
''Bekerja di kantor ini lagi, menjadi asisten ku'' jelas krisna dan itu membuat Rey tertawa.
''Ayolah Rey, jangan tertawa seperti itu, aku tidak mau orang lain yang menjadi Asisten ku''
''aku sudah tidak tertarik lagi bekerja di kantoran Krisna, baiknya kamu mencari orang lain saja, permisi'' jawab Rey lalu berdiri.
''Gaji mu dua kali lipat dari yang sebelumya''
''Maaf kris, aku tidak bisa, pasti kamu sudah tahu alasannya , jadi aku tidak perlu lagi menjelaskannya'' jawab tegas Rey lalu meninggalkan ruangan krisna begitu saja.
''Ternyata kamu tidak pernah berubah Rey. pendirian mu sangat teguh'' batin Krisna, lalu mengusap kasar wajahnya.lalu Krisna menghubungi seseorang.yang ada di kantor bryan.
''halo Daud, ini aku krisna''
''ya tuan bisa saya bantu? tanya Daud, di sambungan ponselnya
''Apa Attar sudah masuk bekerja?'' tanya krisna
''kemungkinan besok tuan''
''Ok baiklah, katakan pada Tuan Bryan mulai besok Attar saya tarik ke perusahan kusuma group''
''Baik tuan'' jawab Daud,lalu Krisna mematikan sambungan ponselnya.
krisna memang sudah berniat menarik Attar untuk ia jadikan asisten,karena ia tahu Rey pasti menolaknya mentah mentah tawaran untuk bekerja kembali padanya.dan benar saja dugaannya. Krisna memang sudah lama mengincar Attar, karena ia tahu suatu saat Julio pasti akan menggantikan Bryan.
''Kakak..''Panggil Luna tiba tiba datang ke kantor Krisna, Luna datang bersama Arya dan Abi.
''Hai juga sayang'' saut Abi, sontak Krisna memutar kursinya dan Abi
''Hai om, aku pikir tadi hanya Luna saja yang datang'' jawab Krisna lalu menghampiri Abi dan menyalaminya.lalu mereka semua duduk di sofa.
''justru my baby Luna om yang mengajaknya'' balas Abi di iringi gelak tawa semuanya kecuali Luna yang melirik tajam Abi
''tidak usah melihat om seperti itu, nanti jatuh cinta sama om baru kamu merana''
''hiii.''jawab luna memalingkan wajahnya dan itu membuat gelak tawa menghiasi ruangan Krisna.
''Oh ya om, ada perlu apa, tidak biasanya om dan Arya datang kemari bersamaan'' tanya Krisna,
'' biasa.., om sedang meninjau restauran dan hotel, sekaligus om memberitahu apa saja yang harus di kerjakan pada Arya, sudah saatnya Arya yang menggantikan om, om sudah tua.'' jawab Abi mulai serius dan melihat Arya,
''ya sudah sepatutnya yang tua istirahat'' celetuk Luna dan semua pun tertawa.
''baiklah om tidak bisa lama lama, om mau menemui seseorang'' ucap Abi lalu berdiri
''om Luna ikut'' rengengek Luna seperti anak kecil
''Tidak usah, om mau menemui pacar om'' canda Abi
''pacar om kan aku?''
''oh ya lupa , ayo my baby, kita jalan jalan'' dan semuanya tertawa
''jangan memanjakan Luna om'' saut Krisna
''tidak apa apa, dia pacar ku'' canda Abi lagi lalu tertawa sambil merangkul Luna berjalan keluar ruangan Krisna.
__ADS_1
''Mereka ada ada saja'' ucap Arya menggelengkan kepalanya.
''memangnya papa kamu ingin menemui siapa?'' tanya Krisna Lalu berdiri menuju lemari pendingin untuk mengambil minuman kaleng.
''Mama, mama juga ikut tapi sedang di butik cabang''
''Oh..'' jawab Krisna memberikan minuman kaleng pada Arya.
Mereka bercerita membahas bisnis dan hal lainnya sampai membahas pasangan hidup, banyak hal yang Arya ceritakan termasuk kisah asmaranya. yang sulit mendapatkan sosok yang pas seperti mamanya.
''kamu ada ada saja, tidak ada lagi wanita yang seperti tante utari yang menguasai banyak bahasa dan konyolnya sama seperti papamu, pasangan hidup itu cerminan kita Arya, siapkan saja dirimu sebaik mungkin dan tunggu Tuhan akan mengirim wanita yang tepat untuk mu nanti.'' jelas Krisna lalu tersenyum.Arya diam namun ia juga mencerna ucapan Krisna, lalu terbayang wajah gadis yang baru saja ia temui di hotel, gadis yang juga pegawai hotelnya.
''Ya, kakak benar, terima kasih'',
Sementara itu Luna yang sedang jalan bersama Abi mereka terlihat mesra, Abi melakukan itu karena banyak mata laki laki yang melirik Luna,Abi memperlakukan luna seperti pacarnya , terus menggandeng tangan Luna dan Luna hanya menurut saja.mungkin bagi yang tidak mengetahui akan salah paham dengan sikap Abi pada Luna.mereka berdua makan di salah satu restauran milik abi yang ada di mall, sembari menunggu Tasya dan juga Tara sang anak kembarnya serta utari
''oh ya, bagaimana hubungan mu dengan Attar?'' tanya Abi lalu ia minum minumannya
''ya.. masih biasa belum ada kemajuan, Papa masih tetap ingin aku menyelesaikan kuliah baru menikah'' jelas Luna kecewa
'' Laras, Jane mereka menikah sebelum mereka lulus kuliah, mereka bisa sukses''
''papa takut aku menjadi janda, di usia muda om'' jawab Luna dengan polosnya dan membuat Abi tertawa
''memangnya Laras , Jane , mama mu dan Oma Wina menginginkan hal itu. tidak Luna, menjadi janda bukan keinginan mereka dan bukan cita cita mereka. itu semua TAKDIR''
''iya om Luna tahu.. tapi jika TAKDIR ku seperti yang sudah sudah bagaimana''
''memangnya kamu sudah tahu akan seperti itu, ya tinggal jalani saja. dengar.. tidak baik berpacaran lama lama. membuang energi, pikiran. lebih baik kalau kalian saling yakin. menikah saja'' jelas Abi meyakinkan
''Tapi setelah menikah kehidupan kita juga Akan berubah om, banyak tanggung jawab , mengurus ini itu, di tambah aku belum selesai kuliah''
''Lalu apa manfaatnya lama lama pacaran. mau menambah dosa, kalau memang belum siap tidak perlu pacaran'' jelas Abi lagi dan itu membuat Luna berfikir.
''memang om Abi sama Tante Utari dulu kenal berapa lama, sebelum memutuskan untuk menikah?''
''eum.. 3 bulan atau 2 bulan, lupa. Tante kamu dulu sempat menghilang tanpa kabar''
''kalau itu Luna tahu'' jawab Luna lalu tertawa kecil
''Luna bertunangan lama belum tentu sampai ke pelaminan, contoh Krisna Kakak mu, mama sama papa mu dulu ''
''Tapi mereka akhirnya bersama om''
''karena TAKDIR''
''ah sudahlah otak ku belum sampai ke arah sana, masih banyak yang harus aku persiapkan ,usia ku juga baru mau 19 tahun bulan depan'' jawab Luna yang sudah pusing mendengarkan Abi berceramah
''tante kamu bianca 19 tahun sudah menikah sama kakek kakek'' seketika ada seseorang yang tersedak di belakang Abi
''brengsek kamu Bi mengataiku kakek kakek '' saut orang di belakang Abi yang ternyata adalah Reza, Reza sedari tadi sudah di belakang Abi namun Abi dan Luna tidak mengetahuinya. dan Reza sengaja diam Karena ingin mendengarkan mereka bicara. lalu Reza bergabung duduk di sebelah Luna dan berhadapan dengan Abi
''sudah om sama sama sudah menjadi kakek tidak perlu berdebat.'' balas Luna menengahi
''kamu mengganggu saja za, aku sedang pacaran dengan Luna''
''Oh.. kalian manis sekali'' jawab Abi seolah meledek
''pacaran sama om yuk'' goda Reza merangkul Bianca
''ih.. lama lama Luna bisa gila dekat dekat dengan om berdua ,ini belum om banyu sama Om Bayu datang ,belum lagi kakek Arjuna ikut bergabung'' geram Luna kesal lalu berdiri dan melangkah pergi ,Abi dan Reza hanya tertawa.
'' mau kemana''
''mau cari sugger Daddy baru, yang waras tidak gila seperti om berdua'' saut Luna di iringi tawa Reza dan Abi , dan karyawan serta pelanggan restauran yang mendengar pun ikut tertawa karena mereka tahu itu semua hanyalah candaan seorang om dan keponakan.
__ADS_1
* * * * *