TAKDIR 2

TAKDIR 2
34 Segalanya


__ADS_3

kondisi Attar sudah membaik dan sudah di perbolehkan pulang. dan Luna selalu ada untuknya, rumah yang di bangun Attar kini pun sudah selesai berkat Luna, dan pembangunannya di kebut agar saat Attar pulang dari rumah sakit langsung bisa ia tempati. Namum Attar tidak mengetahuinya jika rumahnya sudah jadi dan di dalamnya sudah lengkap dengan segalanya isinya. dan Luna juga sudah menyiapkan satu perawat laki laki untuk merawat Attar saat di rumah nanti sampai Attar bisa melakukan aktifitasnya sendiri.tak lupa Luna menyediakan asisten rumah tangga untuk Attar.


''kak, sudah siap pulang?'' tanya Luna yang berdiri di belakang kursi roda milik Attar dan siap mendorongnya , Attar tersenyum dan mendongak ke arah Luna


''iya, siap ''jawab Attar seraya meraih jemari Luna dan menciumnya.setelahnya Luna mendorongnya di ikuti dua perawat di belakangnya.


''kakak.., Luna punya kejutan untuk kakak''


''apa itu?''


''nanti kakak pasti tahu''


''kamu sekarang sudah pintar merahasiakan sesuatu ya'' balas Attar lalu keduanya tertawa kecil


''jika Luna katakan, nanti bukan kejutan namanya''


''ok baiklah'' balas Attar pasrah, tak lama mereka sampai di depan rumah sakit dan langsung masuk ke mobil. karena sedari tadi sang sopir sudah menunggunya di depan rumah sakit.



''Luna.. apa aku sudah boleh membuka menutup matanya'' ucap Attar saat mereka tiba di rumah barunya.


''sebentar kak, tunggu aba aba dari Luna'' jawab Luna sambil mendorong kursi roda Attar sampai ke teras, lalu Luna membuka pintu rumahnya. setelah itu Luna mendorong kembali kursi rodanya untuk masuk kedalam rumah.


''Luna hitung sampai tiga ya kak'' ucap Luna saat masuk sampai rumahnya


''satu..dua...tiga..'' Attar pun membuka penutup matanya, betapa terkejutnya ia, melihat sekitarnya lalu melihat Luna, ia tidak percaya rumahnya sudah selesai dan begitu Bagus dan memang sesuai permintaan Luna.


''Luna..apa ini rumah kita?'' tanya Attar yang nampak tidak percaya


''iya kakak, rumah kakak, sudah selesai ,setelah ini, Luna akan secepatnya menyelesaikan kuliah luna, lalu kita akan menikah ,kita bangun masa depan bersama, Luna tidak masalah hidup sederhana kakak'' ucap Luna seraya berlutut di hadapan Attar


''Luna..maafkan kakak, kakak belum bisa memberikan apa pun yang sifatnya berharga untuk mu, justru kakak sepertinya yang selalu merepotkan mu'' jawab Attar sendu


''Luna tidak merasa direpotkan kak, Luna cinta dengan kakak bukan hanya cinta tapi lebih ke rasa sayang kak, Luna ingin selalu bersama kakak'' balas Luna sambil mengusap lembut pipi Attar namun Attar tertawa kecil.


''kenapa kakak tertawa?''


''kamu seperti nya sudah sangat mencintai kakak, sampai sampai logika mu tidak kamu pergunakan'' jelas Attar mengusap lembut kepala Luna dan tersenyum dan Luna masih bingung dengan kepolosannya


''kemari lah'' ucap Attar lalu sedikit menarik lembut tubuh Luna lalu memeluknya.


''terima kasih atas cinta mu selama ini, kakak juga menyayangi mu'' ucap Attar mengusap usap punggung Luna


''baiklah, ayo Luna antar ke kamar kakak yang nanti juga akan menjadi kamar ku'' ucap Luna seraya melepaskan pelukan Attar kemudian mendorong kursi rodanya sampai ke kamar , dua perawat yang menyaksikan adegan mereka hanya tersenyum dan mengikuti langkahnya kedalam.


''semua sudah lengkap kak, foto foto keluarga kakak juga sudah Luna ambil di rumah lama kakak, barang yang tidak lagi di pakai, Luna letakan di gudang, jika ada yang mau di ambil nanti biar bibi Yati yang mengambilnya'' jelas Luna lalu tersenyum.


''lukisan itu?'' tanya Attar melihat lukisan dirinya saat pertama kali menjadi sopir,kala itu Luna menarik kerah bajunya dari belakang, dan lukisan itu sama persis menggambar diri mereka awal bertemu.


''astaga Luna, ekspresi ku'' ucap Attar Melihat ekspresi nya yang terkejut saat Luna menarik kerah kemejanya, mereka tertawa bersama sedangkan dua perawat meletakkan barang barang milik Attar di meja lalu keduanya keluar


''Lukisan ini akan selalu mengingatkan kita awal kita bertemu'' balas Luna merangkul Attar dari belakang.


''pasti sayang, kakak tidak akan pernah melupakannya'' ucap Attar lalu tersenyum melihat lukisan mereka berdua.namun seketika ada yang menganggu pikiran Attar, ia mengingat asisten rumah tangga dan dua perawat yang ada di rumahnya siapa nanti yang menggaji mereka. namun ia hanya diam tidak mau menapakkan kecemasannya, ia tahu tujuan Luna adalah demi kebaikannya. untuk saat ini nanti saja ia pikirkan untuk semuanya, dan semoga tabungan masih bisa untuk membayar orang orang yang di bekerja di rumahnya.sedangkan bagi Luna ia tidak mempermasalahkan jika harus menanggung biaya hidup Attar, karena Attar adalah segalanya bagi Luna setelah orang tuanya.



suara tawa Krisna menggelegar di ruangannya, ia menertawai tawaran konyol dari teman wanitanya, yang menawarkan dirinya untuk menjadi kekasihnya, agar kerja sama yang mereka jalin menjadi lancar.


''Ambar Ambar, tawaran mu itu sungguh konyol, kamu sudah tahu aku mempunyai istri, dan kamu ingin menjalin hubungan asmara dengan ku, ck.. menarik'' ucap Krisna yang tertawa kembali


''bagaimana?, apa kamu mau?, aku jamin rahasia kita Aman'' jawab Ambar dengan percaya dirinya. Krisna berdiri dari kursi kerjanya lalu ia duduk di atas meja didepan Ambar, lalu ia melihat Ambar dan memicingkan matanya,lalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


''Ambar, tanpa bekerja sama dengan mu bisnis ku sudah jaya, dan aku tidak mau melakukan itu, karena bagi ku istri ku adalah segalanya'' ucap Krisna lalu berdiri dan kembali duduk di kursinya dan Ambar sedikit kesal atas jawaban Krisna, kemudian Ambar berdiri dan menghampiri Krisna lalu mengunci Krisna dengan kedua tangannya yang ia letakkan di sandaran kursinya, Krisna hanya tersenyum dan bersikap biasa dan memilih membuang pandangannya.


''kenapa kamu menolak ku Krisna, aku cantik, laki laki mana pun tergila gila pada ku'' jawab Ambar seraya memainkan dasi Krisna, krisna mencekal pergelangan tangan Ambar dan melepaskan dengan lembut, sebenarnya Krisna risih dan ingin sekali menyeret wanita jalang ini keluar dari ruangannya. Namun ia masih mempunyai batas sabar Karena Ambar seorang wanita dan ia tidak mau bersikap kasar


Krisna berdiri dan berhasil menghindar dari kungkungan Ambar lalu ia berdiri kearah jendela besar ruangannya.


''keluarlah, aku tidak tertarik dengan tawaran konyol mu itu, kita akan profesional dalam bekerja sama, aku tidak mau karir ku hancur hanya karena wanita lain dalam hidup ku, aku belajar dari mendiang papa ku, karirnya hancur setelah perselingkuhannya terbongkar, dan tidak ada yang tersisa''


''tapi nyatanya perusahaan ini baik baik saja'' sanggah Ambar


''itu karena mama ku yang mengambil alih,dan ini bukan perusahaan papa ku, ini perusahaan kakek buyut ku'' jawab tegas Krisna melihat tajam Ambar.


''Ayolah Ambar hargai dirimu sendiri, kamu tak ubahnya wanita murahan, padahal kamu dari kalangan terhormat''


''munafik'' jawab Ambar lalu berdiri.krisna Melihat kearah jendela Kembali


''aku batalkan kerja sama ini,jika kamu masih memaksa kehendak mu aku beri waktu tiga hari untuk kamu memikirkannya, tapi jika kamu masih memaksa, semua selesai,dan Asal kamu tahu istri ku lebih cantik dari wanita mana pun'' jelas Krisna tanpa melihat Ambar.


''sayang..'' suara Elsa tiba tiba terdengar di ambang pintu, dengan menggendong sang putra yang bernama, Wisnu Putra Balder, ya , Wisnu adalah Putra Krisna, pewaris kerajaan bisnis keluarga Balder dan Kusuma.


Perusahaan keluarga balder sebagian besar jatuh di tangan Krisna, yang awalnya di pegang Laras dan kini saat Krisna sudah menikah dan mempunyai anak laki laki semua di pindahkan atas nama Krisna dan kelak Wisnu lah yang memimpin, itu semua atas kesepakatan perjanjian sang kakek Ayah dari dewa. dan Laras hanya mendapatkan seperempatnya saja.


Laras tidak mempermasalahkan itu karena ia pun sudah mempunyai bisnis di bidang kecantikan dan kuliner yang sudah mempunyai banyak cabang.


Ambar Melihat takjub dengan sosok Elsa yang anggun dan lemah lembut, rambutnya yang panjang terurai dengan busana dress sederhana berwarna putih yang panjangnya di bawah lutut, dan riasan wajahnya yang tipis dengan senyum lembut, senyum yang membuat Krisna nyaman, tenang saat melihatnya.


''hai sayang.. kamu datang?'' Tanya Krisna menghampiri Elsa.lalu menggendong Wisnu yang baru saja berusia tiga bulan


''iya Krisna, aku bosan di rumah jadi aku menyusul mu sekaligus mengantarkan makan siang untuk mu'' jawab Elsa lembut lalu tersenyum dan sekilas melihat Ambar, sadar jika Elsa Melihat Ambar, Krisna pun langsung tersenyum


''oh ya sayang, ini Ambar, rekan bisnis ku'' ucap Krisna memperkenalkan Ambar, Elsa tersenyum dan mengulurkan tangannya, Namun Ambar Melihat tajam dan pergi begitu saja, Elsa pun bingung dan Melihat Krisna yang juga jengah Melihat sikap Ambar.


''Dia kenapa Krisna, kenapa pergi begitu saja'' tanya Elsa heran melihat Ambar ke luar dari ruangan Krisna.


''sedang datang bulan mungkin'' jawab Krisna santai lalu duduk di sofa seraya memangku Wisnu, Namun Elsa tidak percaya dengan jawaban Krisna.


''ok baiklah, dia menyukaiku''


''apa..?'' jawab Elsa terkejut lalu duduk di samping Krisna


''lalu?'' tanya Elsa lagi


''Dia ingin aku menjadi pacarnya'' goda Krisna yang membuat Elsa kesal


''krisna..''


''tidak sayang, mana mungkin aku tertarik dengan wanita sepertinya, kamu sudah menjadi segalanya bagi ku'' jawab Krisna tersenyum dan mencium pipi Elsa.


''Awas..'' ancam Elsa lalu menyandarkan punggungnya seraya melipat tangan di dadanya


''hai..kamu jelek kalau cemburu'' goda Krisna melihat wajah Elsa cemberut.namun Elsa hanya diam.


''ceklek'' suara pintu ruangan di buka seseorang , Elsa dan krisna menoleh ke arah sumber suara dan ternyata adalah julio


''kak'' panggil Julio seraya berjalan menghampirinya ke sofa


''ada apa?''


''aku izin pulang, Yuna ada di rumah sakit'' jawab Julio sembari menyentuh pipi Wisnu


''Apa sudah mau melahirkan?'' tanya Elsa


''iya, masih kontraksi, makanya harus ke sana'' jawab Julio.

__ADS_1


''ya sudah pulang lah nanti surat cuti mu biar kakak yang mengurusnya di bagian HRD''


''iya kak, terima kasih'' jawab Julio lalu tersenyum melihat Wisnu, ia membayangkan calon anak yang juga berjenis kelamin laki laki.


''kalau begitu aku permisi'' pamit Julio dan di angguki Krisna dan Elsa


''julio maaf kakak belum bisa ikut ke rumah sakit'' ucap Elsa


''iya kak, tidak apa apa, aku mengerti ada si kecil '' jawab Julio tersenyum dan sedikit mengusap pipi wisnu setelahnya ia keluar ruangan dan langsung menuju rumah sakit.


Sementara itu Yuna sudah menahan kontraksi sedari tadi ia berjalan ke sana kemari seperti setrika baju dan mengoceh dengan berbagai topik serta menanyakan Julio . syasa yang menemaninya pun heran kenapa menantu yang satunya ini sangat cerewet


''mama..mana Julio ma, lama sekali dia datang'' tanya Yuna pada Syasa seraya menahan kontraksi dan berjalan ke sana kemari.


''mungkin sudah di perjalanan, kamu duduk sayang atau berbaring nanti kamu kecapean'' jawab syasa yang duduk di kursi para suster pun hanya tertawa Melihat tingkah Yuna.


''tidak ma, aku rasanya ingin menjambak Julio , aku sudah bilang jangan pergi ke kantor, tapi ah sudahlah'' jawabnya asal seraya mengusap perutnya dan sesekali mendesis kesakitan


''Mungkin ada yang penting''


''Aku lebih penting ma''


''iya iya .. duduk lah'' jawab Syasa mengalah lalu Yuna duduk sambil mengatur nafas.


''nyonya mari berbaring, biar kami periksa sudah pembukaan berapa?'' ucap dokter


''nanti dok suami saya belum datang''


''nyonya mari''


''yuna..'' panggil Julio tiba tiba masuk dan langsung menghampiri Yuna, Namun Yuna bukan menyambutnya dengan senyum melainkan menjambaknya


''ihhh..kamu dari mana, ini sakit''


''Aduh sakit sayang, iya ini aku sudah datang'' jawab Julio mengusap rambutnya dan semuanya tertawa,


''dok baiknya saya ke luar'' ucap syasa lalu tersenyum melihat dokter kemudian melihat Julio dan Yuna


''iya nyonya'' jawab sang dokter


''tuan bantu istri anda untuk berbaring'' ucap sang dokter pada Julio


''baik dok'' jawabnya lalu Julio membantu Yuna berbaring dan dokter memeriksa Yuna.


''pembukaan nya sudah lengkap nyonya, jika merasa mules dan ingi mengejan, mengejan saja dan ikuti arahan saya'' ucap sang dokter


''iya dok'' jawab Yuna Melihat Julio yang sudah berada di atas kepalanya


''julio kamu harus tetap di sini'' ucap Yuna memegang jemari Julio


''iya ,memang aku mau kemana'' jawab Julio lalu mencium kening Yuna


''kamu'' pekik Yuna menjambak rambut Julio


''Aduh duh.. sakit'' jawab julio mengaduh Karena Jambak kan sang istri dan semua yang melihat pun tertawa.tak lama Yuna merasakan ingin mengejan dan ada sesuatu yang ingin keluar , sang dokter pun dengan sabar memberi arahan dan Julio juga dengan sabar menemani Yuna dan memberikan semangat.


situasi sedikit tegang saat Julio hampir tidak sadarkan diri, Namum justru Yuna yang menyadarkan Julio dengan cara menjambak nya, sedikit terdengar tawa di ruangan bersalin namun itu tidak berlangsung lama karena tiba tiba terdengar suara tangis bayi. semua terlihat bahagia terlebih Julio dan Yuna, bayi yang ia nantikan kini telah lahir ke dunia.


Ada rasa yang tidak dapat di ungkapkan boleh Yuna dan Julio, mereka mengingat perjalanan cinta mereka sampai lahir sang buah hati


perjalanan yang tidak mudah, mengingat mereka benar benar dari nol. fasilitas yang di cabut, tinggal di rumah peninggalan sang kakek buyut dan menggunakan mobil sang kakek. dan harus membayar hutang akibat ulah Julio.serta Yuna yang harus menguras tabungannya serta menjual semua perhiasannya.dan berkat tangan dingin dan kecerdasan Yuna dalam mengelola uang serta membuka kafe batagor kini mulai sedikit pulih keuangan mereka dan ini semua pelajaran terlebih untuk Julio . kini Julio sadar Yuna segalanya untuk nya


* * * * *

__ADS_1


maaf ya , baru bisa up kemarin author nya ada acara keluarga.


terima kasih 🙏🙏


__ADS_2