
Jane tidak pernah menyangka takdir cintanya berlabuh di tanah pakistan, walau cinta itu belum sepenuhnya tumbuh subur. Ada rasa yang berbeda di hatinya, Entahlah semoga saja bukan sandiwara yang mengatasnamakan kenyamanan. Nyaman bersama Amar namun cintanya masih di genggaman Reymond, Atau mungkin ia belum benar benar menyadari cinta dari Amar yang begitu tulus mencintainya , menerima statusnya dan juga anaknya. Akan tetapi, Saat mengetahui dirinya tengah hamil anak Amar, entah mengapa dirinya tidak mau berpisah dari suaminya. dan semakin ingin dekat dengan sang suami.
"Amar di mana Aryan"tanya Jane saat Jane bangun tidur dan tidak mendapati Aryan di sisinya.
"Ada, sedang bermain dengan Attaf di halaman belakang bersama neneknya" jawab Amar mempererat pelukannya.
"Amar'' panggil jane memperhatikan Wajah tampan dan tegas suaminya.
"Heum.." jawab Amar yang juga memperhatikan wajah manis Jane. perlahan jane mengusap pipi Amar lalu mengusap bibirnya kemudian mencium bibirnya. perlahan ciuman itu semakin panas. sampai tidak memperdulikan panggilan sang ibu yang sedang memanggil mereka berdua untuk sarapan pagi. ibu Amar tersenyum saat mendengar suara mereka berdua, dan mengurungkan niatnya untuk memanggil mereka.
"Dasar anak muda sekarang'' batin sang ibu saat menuruni tangga.
Rumah yang kini di tempati keluarga Amar cukup luas dari pada rumah yang terdahulu. rumah bergaya moderen dan memiliki dua lantai, lantai bawah mempunyai tiga kamar dan lantai atas juga memiliki 3 kamar. rumah yang membuat Jane nyaman, krisna memang ingin memberikan adiknya yang terbaik agar sang adik nyaman bersama keluarga barunya di pakistan,
Jane dan Amar kini selesai mandi dan hendak turun ke bawah. mereka berjalan menuruni anak tangga, Amar dengan hati hati memegangi tangan Jane.
"hati hati sayang, bagaimana kalau kamar kita pindahkan di bawah saja?''
"Boleh" jawab Jane lalu tersenyum. Mereka berjalan menuju Ruang makan, dan sarapan berdua. sedangkan orang tuanya ada di taman belakang bersama Attaf dan Aryan.
''Minggu depan kita sudah kembali ke New York, Apa kamu sudah siap aku repot kan lagi" ucap Jane lalu menarik tangan Amar lalu ia letakkan di perutnya.
"Aku selalu siap sayang, kapan pun'' Jawab Amar mengusap perut Jane kemudian merapikan kerudung Jane yang sedikit terbuka.
"Kamu sudah seperti wanita pakistan'' ucap Amar saat selesai membenarkan selendang Jane di kepalanya. Tanpa mereka sadari orang tua Amar dan adiknya melihat mereka dari ruang pintu keluar taman belakang.
"Ma.. apa boleh Attaf mencari istri orang indonesia''
''Tidak boleh"
"Kenapa ma"
"Nanti yang menjaga mama siapa kalau anak anak mama mempunyai istri beda negara semua, cukup kakak mu saja'' jawab sang ibu lalu masuk kedalam rumah dan bergabung di meja makan. sedangkan Attaf hanya menarik nafas panjang seraya melihat Aryan di gendongannya sedangkan sang ayah ikut bergabung di rumah makan.
"Mama, ada kabar baik untuk mama" ucap Amar saat sang mama duduk di kursi di seberang mejanya
"Kabar baik?, Apa itu?" tanya sang mama penasaran
"Jane hamil" jawab Amar lalu tersenyum begitu juga Amar sang mama begitu bahagia serta sang papa.
"MasyaALLAH, benarkah, ini kabar Yang mama tunggu Amar" jawab sang mama menghampiri Amar lalu memeluk Amar dan juga memeluk Jane.
" Terima kasih sayang, kamu sudah memberikan keluarga kami penerus''
''Iya ibu'' jawab Jane tersenyum.
" kakak ipar selamat, semoga nanti anak kakak, laki laki" saut Attaf yang masih menggendong Aryan,
"Aku ingin perempuan Attaf'' balas Amar seraya mengambil ARyan dari gendongan Attaf
"Tapi aku ingin laki laki lagi Amar'' jawab Jane
__ADS_1
"Laki laki atau perempuan sama saja yang terpenting sehat, selamat'' saut seseorang yang baru masuk. semua orang melihat ke arah sumber suara
"Ahmed ?'' jawab mama Amar lalu menghampirinya sedangkan Amar menarik kerudung Jane agar rambutnya tertutup serta membenarkan ujung selendangnya agar menutup leher dan dadanya. Ahmed menyalami semuanya, kecuali Jane karena saat Amed mengulurkan tangannya Amar memegang tangan Jane lalu menggenggamnya dan Amar yang menjabat tangan Ahmed.
"Jaga batasan mu" bisik Amar pada Ahmed, ahmed hanya tersenyum jengah, Jane kini tahu apa yang membuat Amar begitu cemburu pada Fernando tempo lalu.
"Halo kakak ipar, apa kabar" tanya Ahmed basa basi.
"Baik'' Jawab Jane singkat lalu tersenyum simpul kemudian melihat Amar yang tidak menyukai Ahmed,tak lama Jane di bawa Amar untuk ke kamarnya tak lupa Aryan juga ia bawa.
Ahmed adalah sepupu Amar dari pihak sang mama , dan karna ahmed lah ia baru menikah di usia 35 tahun karena calon istri Amar yang terdahulu berselingkuh dengan Ahmed dan itu membuat Amar sakit hati, dan perjodohannya dengan Aroofa terjadi saat ia putus dengan kekasihnya yang selingkuh dengan Ahmed.
''Jane kamu di kamar, jangan keluar jika Ahmed belum pulang, jika kamu membutuhkan sesuatu kirim pesan saja pada ku'' ucap Amar lalu ia keluar begitu saja dan mengunci Jane dari luar, tanpa memberi kesempatan Jane bertanya, dan itu membuat Jane kesal.
''Ckk. Kenapa Amar cemburunya besar sekali, lalu untuk apa aku di kunci di kamar'' Grutu Jane kesal,lalu ia melepas selendangnya dan menghampiri Aryan yang tengah bermain di tempat tidur.
"pagi pagi sudah di kunci di kamar menyebalkan'' batin Jane lalu ia melempar gelas ke lantai, Aryan yang melihat sang mama marah ia pun menangis, namun Jane langsung memeluknya
"Maaf sayang, mama kesal, baba mu bersikap berlebihan'' ucapnya dan Aryan pun diam kemudian Jane menyusuinya .Amar yang belum jauh dari kamarnya mendengar gelas pecah pun hanya diam dan mengira Jane menjatuhkannya. dan ia terus bejalan menuju ruang keluarga menemui Ahmed.
* * * * *
Hampir dua minggu Krisna tidak bertemu dengan Elsa dan anaknya Wisnu, itu membuat dirinya rindu. Krisna berjalan memasuki rumah Syasa dengan tergesa-gesa, ia memang sengaja jika tidak berada di rumah, krisna selalu menitipkan Elsa di rumah sang mama, Agar Elsa tidak kesepian.
Krisna mendapati sang istri tengah berbincang dengan Syasa dan Bryan, sedangkan wisnu di pangkuan sang mama.
"Selamat malam ma" Sapa Krisna lalu menyalami mama dan papanya
''Nanti saja ma" jawab Krisna lalu menghampiri Elsa kemudian membopongnya.
''Astaga Krisna'' pekik Elsa dan di tertawai sang mertua. krisna membawanya menaiki tangga.
''Ma titip wisnu sebentar'' teriak Krisna saat masih di atas tangga.Bryan dan Syasa tertawa dan menggelengkan kepalanya.
"Krisna turunkan aku" ucap Elsa menepuk pundak Krisna, Namun Krisna hanya tertawa dan langsung masuk kamarnya kemudian menghempaskan Elsa di tempat tidur. Elsa yang awalnya kesal bercampur malu karena tiba tiba Krisna membopongnya ke kamar menjadi tertawa, Melihat tingkah Krisna yang tidak sabar ingin menerkamnya,
"Krisna tunggu, bersihkan badanmu dulu" ucap Elsa saat krisna mendekatinya,
"Ok baiklah'' jawab krisna lalu menuju kamar mandi di ikuti Elsa yang juga membersihkan tubuhnya. selang beberapa menit mereka keluar dan ( ah sudahlah kalian udah paham ).
Pagi menjelang, Dua manusia yang sedang tidur tak kunjung bangun. mereka merasakan lelah setelah pertempuran semalam, siapa lagi kalau bukan Elsa dan Krisna. Mereka terbangun setelah sang anak menangis.
"Krisna... Wisnu bangun" ucap Elsa parau dan menggoyang tubuh Krisna.
"Heum.." perlahan Krisna bangun lalu menuju boks Wisnu dan menggendongnya, Ada aroma tidak sedap di popo wisnu, Krisna pun sedikit mendengkus lalu membawa Wisnu ke kamar mandi dan membersihkan wisnu sekaligus memandikannya, setelahnya dengan cekatan ia mengganti baju dan popoknya lalu memberikannya pada Elsa.
"Sayang ini anak KIta" ucap Krisna membaringkan Wisnu di tengah tempat tidur.
"Aku masih ngantuk Krisna, kamu yang urus" jawabnya parau dan masih memejamkan mata
"sudah sayang, dia ingin menyusu'' perlahan Elsa membuka mata lalu melihat wisnu yang sudah rapi. ia pun tersenyum melihat Krisna. yang berbaring kembali di sisi Wisnu. Perlahan Elsa menarik lembut Wisnu lalu ia memberinya ASI.
__ADS_1
"krisna apa kamu tidak ke kantor?''
"Tidak, Aku masih lelah sayang'' jawab Krisna melihat Elsa, Wajah polos Elsa membuat garis Senyum sendiri di bibir Krisna, dengan atau tanpa riasan pun Elsa begitu cantik dan manis, rambut yang tebal dan hitam, tahi lalat di atas bibir sebelah kiri membuat senyumnya semakin memikat, matanya yang bulat dan bulu matanya yang lentik membuat siapa saja yang melihat wajah Elsa tak pernah bosan.
''Krisna kenapa kamu melihat ku seperti itu" tanya Elsa saat mendapati Krisna terus menatapnya
"Cantik, kamu cantik Elsa'' jawabnya tanpa sadar.dan itu membuat Elsa tertawa.
''Kamu sudah berapa kali mengucapkan itu Krisna, aku bisa melayang terbang tinggi ke awan'' jawabnya seraya meraih jemari Krisna lalu tersenyum dan sekilas mencium punggung tangan Krisna.
''Jangan pernah pergi dari ku Elsa" ucap Krisna mencium pipi dan kening Elsa.lalu mereka saling melihat dan tersenyum.
''Tidak Krisna hati ku sudah kamu genggam dengan erat''
Disisi lain Luna dan Attar sedang memulai Aktifitasnya kembali setelah bulan madu, Luna kembali ke kampus dan Attar mulai kembali bekerja di kantor sebagai Asisten Sang kakak.
"Luna ini bekal makan siang mu dan ini minum mu, ingat selesai kuliah langsung pulang" ucap Attar seraya memberikan kotak bekal
''Terima kasih kak, tapi setalah dari kampus aku mau ke galeri, nanti aku naik taksi saja'' jawab Luna lalu menyalami Attar. kemudian Attar mencium keningnya.
"Oh ya ada pesan untuk kakak?"
"Apa"
"Prihal rasa Aku tidak pernah main mata, apa lagi prihal hati, sudah pasti aku tidak akan membagi. Jika kakak ingin aku terus menggenggam hati kakak, jangan pernah biarkan siapa pun berada di tengah tengah kita'' ucap Jane lalu ia tersenyum kemudian mencium pipi Attar, lalu ia keluar dari mobil , setelahnya Attar melajukan Mobilnya seraya mencerna ucapan Luna
"Aku tidak akan melakukan hal itu Luna, kamu segalanya bagi ku'' batinnya lalu tersenyum. dan terus melajukan mobilnya. sementara itu Luna yang berada di kampus di sambut dengan teman temanya setelah ia izin untuk menikah, dan banyak yang menggodanya.
''pengantin baru,, selamat datang'' goda temannya yang bernama nike.
"biasa aja nike , nanti banyak yang mendengar'' saut Luna seraya menarik Nike kedalam kelasnya.
"biar saja, Biar Ardi tahu kalau kamu sudah menikah dan tidak mengganggu mu lagi'' balas nike
"Sudah aku tidak mau membahas pernikahan di kampus, sudah'' jawab Luna, Luna memang tidak suka membahas masalah pribadinya walaupun itu dengan sahabatnya. ia lebih suka membahas masalah pribadi dengan orang tuanya, atau kakaknya terutama Laras, laras adalah panutannya dalam apa pun, karena terkadang ia bercerita dengan teman pun bukan solusi yang ia dapat justru malah lebih menjerumuskan bahkan terkadang tidak bisa dipercaya, maka dari itu ia lebih suka bertukar pikiran dengan sang mama atau kakak kakaknya.
* * * * * * *
Terima kasih
vote like komen
Julio
Krisna
Elsa
__ADS_1