
Sudah hampir 3 Minggu ini Luna lupa jalan pulang, entah apa yang terjadi pada dirinya. dan jika sudah seperti itu ia menghubungi Julio dan hanya Julio yang dia ingat. lalu ia di jemput dan di antar pulang ke rumahnya.
Attar pun menjadi bingung pasalnya saat di rumah Luna tiba tiba lupa kamar mandi dan buang air kecil di celana di ruang keluarga bahkan terkadang di dapur, Namun Attar tidak marah ia memaklumi ia sedang hamil. Dan terkadang Luna juga merengek untuk meminta pulang ke rumah orang tuanya, dan mengira ia belum menikah.
Syasa dan Bryan serta Attar sepakat untuk memeriksa Kesehatan Luna kedokter spesialis otak dan syaraf, tentunya di bawah pengawasan Banyu sendiri.
''om, bagaimana hasil tesnya om, bagaimana Luna? tanya Attar saat di ruangan banyu. banyu menghela nafas panjang. lalu melihat Attar, Syasa dan juga Bryan.
''Luna mengudap penyakit Alzheimer'' jelas Banyu dengan berat hati.
''Apa?'' jawab semuanya terkejut. Attar pun langsung terdiam dan menyandarkan punggungnya di kursi. Syasa dan Bryan masih mencerna penjelasan Banyu.
''Itu sebabnya Luna tiba tiba lupa dan ilang ingatan, yang ia ingat adalah memory lamanya. itu juga hanya sebagian. tapi kakak dan Attar jangan khawatir masih bisa di sembuhkan, dan tolong dukungannya, terlebih sekarang dia sedang hamil muda, dan hamil juga bisa mempengaruhi ingatan seseorang Karena faktor hormon yang berubah'' jelas Banyu yang sedikit melegakan ke tiganya.
''Tapi Luna masih sangat muda banyu untuk mengidap penyakit seperti itu'' jawab Syasa tidak percaya karena penyakit ini menyerang rata rata pada usia 30 tahun ke atas dan lebih sering terjadi pada orang yang sudah berumur.
''Iya saya tahu kak, tapi hasil pemeriksaan Luna mengatakan seperti itu'' jawab Banyu yang juga prihatin dengan keadaan keponakannya yang sudah seperti anaknya sendiri.
''Mama ayo pulang'' ucap Luna tiba tiba keluar dari ruangan pemeriksaan Banyu dan kakinya sudah basah karena tiba tiba buang air kecil
Syasa dan Bryan menoleh ke arahnya dan melihat Luna sudah buang air kecil tanpa sadar. Attar pun dengan sigap membopong Luna dan membawanya ke kamar mandi. Syasa dan Bryan saling pandang lalu menghampiri kamar mandi dan mengetuk pintunya.
''Attar biar mama bantu''
''Tidak ma, Attar saja'' jawab Attar yang sudah menangis melihat kondisi istrinya.
''Sayang duduk ya, biar kakak ganti bajunya'' ucap Attar seraya menyiram kaki Luna dan Luna duduk di closed. Attar memang sudah menyiapkan semuanya, berjaga-jaga kemungkinan Luna buang air kecil.
''Ganti baju, memang kita mau kemana?'' tanya Luna melihat Attar dengan begitu lekat
''Jalan jalan ke danau, kita melukis danau di sana? jawab Attar mengusap air matanya dan Syasa dan Bryan cemas mendengar semua ucapan Luna.
''oh ya, nama kakak siapa, kenapa membantu ku Menganti baju, kakak siapa?'' ucap Lun tiba tiba lupa dengan Attar. Attar memejamkan matanya, dan menunduk di hadapan Luna. lalu ia menghela nafas panjang.
''Kakak suami Luna, nama kakak Attar Pratama'' jawab Attar menahan air matanya.
''SUAMI?''tanyanya ragu
''Iya.. ini lihat foto kita berdua'' Jawab Attar memberitahu layar ponselnya. Luna memperhatikan layar ponsel milik Attar lalu melihat Attar dan tersenyum.
''kakak'' ucapnya lalu memeluk Attar dan mengingatnya.
''sekarang ganti baju ya, nanti kita ke danau'' jawab Attar melepaskan pelukannya. lalu membuka baju Luna dan
membersihkan area tubuh Luna yang terkena air tandasnya. lalu dengan terpaksa Attar memakaikan popok dewasa pada Luna seraya menahan tangis dan terus tersenyum.
''Kak ini celana Apa?'' tanya Luna saat Attare memasangkan popoknya
''ini celana motif baru, biar baju Luna yang cantik tidak basah lagi'' jawab Attar lalu tersenyum, dengan menatap nanar wajah sang istri.
''Oh.. ya sudah sini bajunya, Luna bisa pakai sendiri'' ucap Luna mengambil dress berwarna merah, warna favorit nya. lali ia menggunakannya sendiri. Attar hanya diam dan membuang pandangannya,Air matanya lolos terjatuh di pipinya.
__ADS_1
''Kakak sudah, Ayo ke danau'' ucap Luna saat selesai menggunakan dress nya. buru buru Attar mengusap air matanya seraya mengangguk dan tangannya merapikan baju bekas Luna yang terkena air tandasnya kedalam plastik yang sudah ia sediakan.
''Iya, Ayo'' ajak Attar lalu mereka berdua keluar dari kamar mandi.
''Luna..''panggil Syasa, Syasa memperhatikan Luna yang sudah berganti baju lalu tersenyum ke arahnya.
''Mama ,mama kenapa ada di sini,bukannya mama mau ke apartemen kak Jane mau melihat kak Jane dan kak Rey'' ucap Luna, yang ingatannya kembali ke tiga tahun lalu saat Jane dan Rey Masih suami istri dan Syasa dulu pernah mengatakan itu. Syasa terdiam dan Melihat Banyu serta suaminya dan tersenyum tipis pada Luna
''Iya sayang, nanti saja. mama mau ikut kamu ke danau'' jawabnya lalu tersenyum dan mengusap rambut Luna.
''Kalau begitu, Ayo berangkat ma'' Jawab Luna. lalu melihat Attar dan Bryan, serta melihat banyu.
''Om dokter Terim kasih , Luna sudah sehat'' ucapnya sebelum melangkah, ia seperti memang lupa dengan Om nya.
''Iya, Luna sehat terus ya ,hati hati'' jawab Banyu melambaikan tangan nya dan tersenyum dan mengedipkan mata ke arah Syasa mengisyaratkan semua pasti baik baik saja. lalu Luna dan Attar serta orang tuanya menuju danau.
* * * *
Attar dengan sabar, menunggu dan menjaga Luna di danau, ia melihat Luna dengan serius melukis, walau sesekali ia lupa dengan warna namun berkat bantuan Attar, Luna bisa menyelesaikan lukisannya.
''Papa, lukisan Luna sudah jadi , pasti di sekolah Luna juara satu lomba melukis'' ucap Luna yang ingatannya kembali ke sekolah. Bryan tersenyum daan mendekati Luna. perlahan Bryan mengusap rambut putri bungsunya itu.
''Sayang, kamu sudah kuliah dan sudah menikah dan sekarang Luna sedang hamil'' jawab Bryan seraya memegang tangan Luna dan menempelkan di perut Luna
''Hamil?, Luna masih sekolah pa'' jawab ya tidak terima.
''Kan Luna sudah menikah?'' balas Bryan tersenyum, lalu melihat Attar. Luna juga melihat Attar dan mengamati wajah suaminya
''Sudah, tidak apa apa. Luna pasti sembuh kita hanya butuh mendukungnya dan jangan mengiyakan semua yang ia ingat di masa lalu.'' jelas Bryan memeluk Syasa.
''Mama Ayo pulang, Luna lapar'' ucap Luna menghampiri syasa dan Bryan sedangkan Attar membereskan peralatan lukis Luna.
''Iya, tunggu suami mu membereskan peralatan lukisan mu'' jawab Bryan laku tersenyum, Luna mengangguk dan melihat Attar. setelahnya mereka pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah ternyata Luna tertidur di mobil Lalu Attar membopongnya menuju kamarnya. kakak dan kakak iparnya yang sudah mengetahui kondisi Luna pun khawatir.
''Bagaimana hasil pemeriksaan Luna ma'' tanya Julio saat Syasa dan Bryan duduk di sofa.
''Benar katamu lio, Adik mu terkena Alzimer" jawab Syasa sendu.
''Apa? tapi bagaimana bisa ma, Luna masih sangat muda''
''Penyakit tidak memandang usia kita Julio,tapi semua penyakit pasti ada obatnya'' sambung Yuna mendekati Sang mertua.
''Mama papa makan ya , Yuna dan kak Elsa sudah memasak untuk kita semua'' ucap Yuna pada Syasa. syasa tersenyum dan mengusap pipi Yuna
''iya, tapi kita tunggu adik mu bangun, katanya tadi dia lapar'' jawab Syasa.lalu mereka semua duduk di sofa dan menunggu Luna bangun tidur. Tak lama Attar keluar dan membawa beberapa kertas warna dan pulpen di tangannya lalu ia menuju ruang baca, semua melihat nya dengan heran lalu syasa menghampiri Attar di ikuti yang lainnya.
Attar membuat beberapa catatan kecil untuk keseharian Luna, mulai dari bangun tidur sampai kegiatannya di luar rumah. Syasa melihat sedikit bingung dan bertanya-tanya.
''Untuk Apa semua ini''
__ADS_1
''untuk membatu Luna agar mudah mengingat kegiatannya ma ,dan agar tidak lebih parah, kita sekeluarga harus saling mendukung agar Luna cepat pulih, khususnya keluarga inti kita. Attar minta semua keluarga tinggal di rumah ini agar Luna bisa selalu mengingat kita semua,'' jelas Attar melihat semuanya. semuanya terdiam dan saling melihat satu sama lain.
''Tolong kak, demi kebaikan luna dan apa yang di derita Luna belum parah'' ucap Attar melihat Krisna dengan tatapan nanar dan memohon. Krisna pun mengangguk dan menepuk pundak Attar.
''Terima kasih Kak'' jawab Attar.
''Kakak...!'' panggil Luna tiba tiba di anak tangga rumahnya. Attar berlari menghampiri Luna.
''Hati hati sayang'' ucap Attar merangkul Luna.dan semua menunggu di bawah.
''kak mama mana , Luna lapar''
''Mama ada, iya kita makan bersama''
Semua ada di meja makan, semua nampak diam, hanya suara piring dan sendok yang saling beradu.
''Kak suapin'' ucap Luna tiba tiba pada Julio dan menyodorkan piringnya. Julio melihat Luna lalu melihat semuanya kemudian tersenyum melihat Luna, dengan sabar Julio menyuapi Luna hingga habis tidak tersisa.
Setelah mereka selesai makan, Attar mengambil obat untuk Luna, dan membantu untuk minum obatnya.
* * *
ke esoknya harinya ,Attar sudah selesai menempelkan semua catatan catatan kecil di setiap sudut kamar dan ruangan lainnya. dan menamai beda serta warna dan kegunaannya. Agar memudahkan Luna untuk mengingatnya.
Attar membatu Luna untuk mandi karena tiba tiba ia lupa cara menyalakan shower di dalam kamar mandinya.
''kak.. maaf Luna banyak merepotkan kakak, Luna tiba tiba tidak tahu apa yang Luna lakukan Luna seperti lupa'' ucap Luna saat selesai mandi.dan ia mengingat siapa dirinya dan Attar.
''Tidak apa apa, asal kamu jangan melupakan kakak. kakak akan membantu mu sampai kamu pulih. kakak sudah membuat catatan kecil kecil ini agar kamu tidak lupa semuanya.'' jelas Attar mengusap pipi Luna.
''Terima kasih kak'' jawab Luna lalu memeluk Attar dan tersenyum.
TaK lama mereka turun dari lantai Atas dan ingin sarapan pagi fi dapur dan ruang makan sudah penuh dengan kakak ipar dan kakak kakaknya kecuali siena dan Jane serta suami mereka.
Luna Nampak bahagia dan sesekali melihat catatan kecil yang juga ada foto foto keluarga nya lalu membaca dan melihat satu persatu wajah kakaknya dan tersenyum.
''Kak Yuna'' panggil nya
''Luna.. ?''
''Eum.. Luna mau batagor buatan kakak''
''eum.. boleh nanti kita masak bersama ya, tapi sekarang kita sarapan dulu, mama dan kakak juga kak Elsa sudah membuat roti panggang keju kesukaan mu'' jawab Yuna lembut.
''dan ini susu untuk mu'' saut Elsa memberikan susunya pada Luna. Attar terharu melihatnya , tidak menyangka semuanya membantu demi kesembuhan İsterinya.
''Ya Tuhan, Jangan hilangkan aku dari ingatan istri ku, aku yakin Luna pasti sembuh''' batin Attar yang sedikit meneteskan air matanya lu buru buru ia menyeka dengan ibu jarinya
''Sudah semua pasti baik baik saja'' saut Krisna menepuk pundak Attar.
* * * *
__ADS_1