TAKDIR 2

TAKDIR 2
24.Menyesal


__ADS_3

''Julio bangun, ayo ke kantor, kemeja sudah aku siapkan, sarapan sudah matang, itu kopi sebentar lagi dingin'' ucap Yuna dari dapur membangun Julio, julio bangun lalu melihat jam dinding dan pandangan masih sedikit kabur.


''julio putra Akbar!'' panggil Yuna sekali lagi dari dapur


''iya cerewet'' jawab Julio lalu ia bangun dan menuju kamar mandi yang terletak di dekat dapur, namun sebelum masuk ke kamar mandi ia menghampiri Yuna yang sedang mencuci perkakas bekas memasak.


''pagi sayang..''sapa Julio mencium pucuk rambut Yuna


''heum.. sudah sana mandi'' balasnya lalu tersenyum. lalu julio menuju kamar mandi. sedangkan Yuna menuju kamar untuk membereskan kamarnya. dan mengambil baju baju kotor lalu membawanya ke tempat mencuci di samping kamar mandi. setelahnya ia menyapu, semua ruangan di karenakan rumahnya tidak terlalu besar maka membersihkan pun tidak memakan banyak waktu. setela menyapu ia mengepel kamar lebih dulu agar cepat kering lalu mengepel semua ruangan sampai Julio selesai mandi


''kamu mandi apa tidur lio'' teriak Yuna dari balik pintu kamar mandi sambil membawa kain pel dan ember lalu meletakkannya di tempat mencuci


''tidur..'' jawab Julio santai sambil keluar dari kamar mandi lalu tertawa melihat ekspresi kesal sang istri.


''terserah.. sudah sana ganti baju mu, biar aku yang memanaskan mobilnya'' jawab Yuna melenggang keluar lalu menyambar kunci mobil di atas meja televisi.


''punya suami bocah apa apa serba di perintah'' gumam Yuna sambil menyalakan mesin mobilnya


''mobil tua ini susah sekali hidup, sepertinya harus ganti mobil, setengah pakai juga tidak apa apa, tapi nanti saja, aku mau fokus untuk membeli rumah baru yang sedikit besar, mobil ini masih bisa di pakai'' batin Yuna sambil menekan pedal gas mobilnya. setelahnya ia masuk kedalam rumah untuk merendam cucian


''sayang kamu sudah sarapan?'' tanya Julio yang sudah rapi dengan setelan kemeja


''belum, kamu saja sarapan lebih dulu'' jawab Yuna sambil merendam cucian. Julio hanya menghela nafas panjang lalu duduk di meja kursi meja makan. dan mengambil sarapannya sendiri.julio melihat Yuna yang pagi pagi sekali sudah membereskan rumah, menyiapkan sarapan dan membuatkannya kopi bahkan dapurnya pun sudah rapi,dan sekarang sedang mencuci.


''nanti pulang dari kantor kita beli mesin cuci'' ucap Julio yang tidak tega melihat sang istri mencuci menggunakan tangan


''kenapa tidak dari kemarin kemarin kamu mengizinkan ku untuk membelinya'' saut Yuna lalu berdiri kemudian mencuci tangannya.


''iya maaf.. '' jawan Julio santai. melihat Yuna membuka lemari tempat menyimpan makanan


''ini uang bensin mu dan uang makan siang mu tiga ratus ribu, harus cukup'' ucap Yuna memberikan uang pada Julio.


''tambah sayang''


''tidak ada, kita harus hemat, gaji mu sudah tidak seperti dulu sekarang hanya 20 juta.nanti biar aku sendiri saja yang membeli mesin cucinya, belum lagi cicilan asuransi kesehatan kita berdua '' balas Yuna tidak mau di bantah. ya semua gaji Julio Yuna yang mengelolanya. dan Yuna sangat pintar dalam mengatur uang, sebenarnya sisa gaji Julio ia alokasikan untuk investasi membeli emas, karena Yuna saat ini ingin fokus membeli rumah baru. dengan gaji dua puluh juta ia harus benar-benar berhemat agar bisa terwujud keinginannya. dan mengajari Julio agar tidak berfoya foya lagi seperti waktu masih sendiri.


''ok baiklah'' jawab Julio pasrah. lalu melihat Yuna melanjutkan membilas baju


''kerja Yuna cepat juga ini baru jam delapan sudah selesai semua pekerjaan rumah'' batin Julio lalu ia menyeruput kopinya.


''kalau sudah selesai sarapan, cuci piringnya sendiri'' ucap Yuna sambil membilas bajunya


''iya cerewet'' balas Julio lalu berdiri menuju tempat pencucian piring setelahnya ia menyusun piringnya di rak piring. tak lama ia keluar dan mematikan mesin mobilnya. setelahnya ia kembali masuk kedalam.


'' sayang aku berangkat'' pamitnya pada Yuna yang sedang menjemur baju.


''iya.. sebentar..'' jawabnya lalu menghampiri Julio dan mengalaminya.


''cepat pulang'' ucap Yuna menggoda namun Julio tertawa


''iya.. pasti, dan kamu jangan nakal'' balasnya lalu mencium kening yuna kemudian memeluknya.


''aku nakal hanya dengan mu'' jawab Yuna lalu kedua tertawa.


''sudah aku berangkat hari ini aku meeting dengan klien baru, doakan semoga lancar''


''Aamiim pasti..'' jawab Yuna lalu Julio berangkat ke kantor.setelah Julio berangkat Yuna menyelesaikan pekerjaan rumahnya lalu sarapan, kemudian mandi dan belanja sayur ke pasar dan ke toko elektronik untuk membeli mesin cuci.


''akhirnya selesai pekerjaan ku, padahal aku sudah membayangkan tinggal di rumah mewah taunya, ah sudalah yang terpenting menantu orang kaya walau belum di anggap'' gumam Yuna saat di rumah dan sedang berbaring di ruang tamu di depan televisi.tak lupa ia juga mengunci pagar dan pintu rumahnya. tanpa terasa ia tertidur sampai jam dua siang.


''jam 2..''batinnya saat ia terbangun Lalu ia menuju dapur dan makan siang.


''julio, sebenarnya kamu suami ku atau adik ku, kenapa penurut sekali, padahal kata Luna kamu sangat egois'' batin Yuna saat makan siang.


''tapi bagaimana ya rasanya salaman dan memeluk mama mertua, terus bercanda tertawa, masak bersama. bagaimana rasanya. ah.. kan aku jadi merindukan almarhum mama '' batinnya yang air matanya hampir jatuh di pipinya.


ya, semenjak perceraiannya dengan suami pertamanya ia juga harus kehilangan sang mama dan ayahnya menikah lagi dengan wanita di luar pulau dan menetap di sana. dan saat ini harapannya adalah Julio walau tidak begitu mencintai Julio namun dengan Julio ia juga merasa nyaman terlepas dari misi Julio yang tidak ia sukai,sebisa mungkin ia terus mengalihkan jika julio membahas tentang Rey.

__ADS_1


setelah makan Yuna mencuci piringnya lalu ia mengangkat jemuran dan melipatnya begitu saja karena seminggu sekali ada jasa setrika yang mengambil baju bajunya karena ia paling malas jika harus menggosok baju. waktu terus berjalan hingga sore menjelang Yuna pun menyiapkan makan malam kesukaan julio. setelah nya ia mandi dan berhias secantik mungkin untuk menyambut julio.tak lupa ia pun membuka pintu pagar lebih dulu agar Julio lebih mudah memasukan mobilnya .selang beberapa menit juli datang


''selamat malam sayang.. selamat datang'' sambut Yuna dengan senyum manisnya dan sedikit menggoda Julio saat di ambang pintu. Julio hanya tertawa kecil dan memeluk Yuna .


''kamu memang selalu menggoda'' ucap Julio Lalu ia masuk dan menutup pintunya. kemudian Julio duduk di karpet di depan tv sedangkan Yuna mengambil air minum.


''ini minumlah'' ucapnya lalu Yuna juga duduk di depan Julio


''oh ya kamu mau mandi atau mau makan lebih dulu?''


''mandi '' jawab Julio lalu ia beranjak menuju kamar mandi, setelah mandi ia mengganti baju kemudian mereka makan malam bersama.


''julio kamu yang mencuci piringnya, aku capek hari ini banyak yang aku kerjakan''


''aku juga letih sayang''


''julio''


''ok Baiklah'' jawab Julio menghela nafas panjang dan melihat tempat cucian piring yang ternyata banyak perkakas yang harus ia cuci sedangkan Yuna menonton televisi. ia sengaja melakukan itu agar Julio paham ia juga letih . setelah Julio selesai mencuci piring ia menyusul Yuna menonton televisi


''sudah selesai'' tanya Yuna melihat Julio duduk di sampingnya


''sudah'' jawab Julio santai lalu bersandar di tembok


''julio apa boleh aku menemui mama''


''mama tidak mau bertemu dengan kita sayang, mama belum mau bertemu dengan kita''.


''kenapa?''


''tidak .. aku hanya ingin memeluk mama, tapi jika mama belum mau ya apa boleh buat'' jawab Yuna sendu kali ini ia memang benar benar merindukan sang mama.


''sabar...'' balas Julio merangkul yuna dan Yuna hanya tersenyum, sementara itu mata Julio melihat jemari Yuna yang menggunakan cincin diamond


''cincin dari siapa? tanya Julio


''cincin ku sendiri, tadi aku beli di toko langgananmu''


''cuma sebelas juta , dan uangnya sisa uang belanja yang setiap bulan kamu berikan pada ku'' jawab Yuna tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya


''ck.. kamu menyuruhku untuk berhemat tapi kamu belanja sampai, belasan juta''


''investasi sayang'' jawab Yuna lalu tersenyum lalu mencium pipi Julio


''terserah yang penting kamu senang dan masih ada uang simpanan untuk keperluan darurat, karena gaji ku semua kamu yang memegang'' balas Julio seperti tidak terima


''tidak perlu mengajari ku'' jawab Yuna yang juga kesal, lalu meninggalkan Julio menuju kamar


'' salah lagi, arrqqq''gumam Julio lalu menyusul ke kamar


''sayang.. ''


''heum..''


''marah?''


''tidak''


''sudah sana keluar ,aku mau tidur'' balas Yuna lalu berbaring di tempat tidur


''sayang.. ''


''keluar.., kunci pintu pagar, periksa jendela dan kunci pintu'' jawab Yuna tidak mau di bantah


''iya iya..'' saut Julio pasrah lalu menepuk bokong Yuna


''aduh.. sakit lio'' namun Julio hanya tertawa dan langsung menuju ke depan untuk menggembok pintu pagar, mengecek jendela dan mengunci pintu. namun saat hendak masuk ke kamar setelah mematikan televisi ponselnya berdering. lalu ia menjawabnya entah apa yang di sampaikan lawan bicaranya lalu ia menjawabnya.

__ADS_1


''bakar'' jawab Julio lalu tersenyum sinis. setelahnya ia masuk kedalam kamar .



''plak..'' Yuna menampar julio


''jangan katakan kebakaran seminggu yang lalu di toko kue tuan rey karena ulah mu'' ucap Yuna emosi, Yuna benar benar kecolongan. Julio hanya diam dan seolah mengiyakan. Yuna mengetahui kebakaran toko kue meli dari media televisi yang baru saja ia tonton


''kamu tahu meli baru saja melahirkan, dan mereka membutuhkan banyak biaya, kamu pikir toko seperti itu ada asuransinya seperti perusahaan mu, tidak Julio, kamu benar benar keterlaluan'' ucap meli benar benar emosi


''kehidupan kita tidak lebih baik dari mereka Julio, kamu mempunyai segalanya, sedangkan mereka benar benar merintis usahanya dari nol,dan kamu menghancurkannya begitu saja, biadab kamu'' ucap meli mendorong Julio sampai Julio terhuyung dan Julio hanya diam, ia merasa puas dendamnya terbalaskan. lalu Yuna pun keluar dari kamar dan menuju dapur, ia duduk di kursi meja makan dan menangis, ia menangis memikirkan meli yang masih di rumah sakit ddan Rey mengurusi kebakaran di tokonya


''apa kamu puas'' tanya Yuna saat Julio berlutut di depannya


''maafkan aku, aku masih terbawa dendam ku'' jawab Julio meraih tangan Yuna


''ck..sudah berapa kali aku katakan padamu, dendam tidak akan menyelesaikan masalah, tapi menambah masalah ,dendam mu tidak masuk akal hanya karena tuan Rey tidak membalas cintanya jane, lio'' kamu tahu cinta itu tidak bisa di paksakan, jika di paksakan akan menyakiti keduanya'' jelas Yuna yang masih menangis ,ia menangisi kelakuan Julio.


''kamu tahu kerugian yang di alami tuan Rey lima ratus juta lebih dan kita tidak mempunyai uang sebanyak itu, Julio maaf aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini ,aku tidak bisa hidup dengan laki laki pendendam seperti mu''


''yuna, apa maksudmu?''


''tidak perlu aku jelaskan,ini'' jawab Yuna menyerahkan cincin pernikahannya pada Julio


'' tidak, tidak Yuna , jangan pergi dari ku, aku tidak bisa hidup tanpamu'' balas Julio memasangkan cincinnya kembali ke jari manis Yuna


''maaf''


''tidak, kamu tidak boleh pergi'' ucap Julio memeluk Yuna


''sekarang kamu tahu rasanya hidup tanpa orang yang kamu cintai, begitu juga tuan Rey terhadap meli dan kamu tidak bisa memaksakan kehendak mu terlebih kamu tidak ada urusan antara cinta segitiganya, jane ,meli dan tuan Rey''


''iya.. aku paham''


''lalu''


''aku menyesal''


''minta maaf pada tuan Rey dan ganti semua kerugiannya''


''uang dari mana?''


''aku juga tidak tahu, tapi aku harap ini terakhir dan menjadi pelajaran untuk mu''jawab Yuna yang tidak tega jika benar benar meninggalkan Julio.


'' ikut dengan ku'' ucap Yuna menarik Julio dan membawanya ke kamar. kemudian Yuna mengeluarkan semua perhiasannya, dan buku tabungannya


''ini tabungan ada 50 juta, dan perhiasan jika di jual 50 juta, dan ini tabungan ku saat aku belum menjadi istri mu ada seratus juta jadi semuanya dua ratus juta, sisanya kamu pikirkan sendiri, ganti rugi semua kerusakan toko kue meli ,aku tidak mau tahu ,dan setelahnya kita juga harus berjuang dari nol lagi'' jelas Yuna yang semakin membuat Julio merasa bersalah pada Yuna , ia tidak menyangka Yuna bisa memiliki banyak uang


''ini semua hasil dendam mu julio, lihatlah semua habis'' jawabnya Lalu tersenyum simpul.


''yuna.. maafkan aku''


''jangan minta maaf pada ku tapi minta maaflah pada Tuhan dan tuan Rey'' jawabnya lalu ia membuka lemari. dan mengeluarkan kotak perhiasan


''ini perhiasan peninggalan mama ku, jual untuk menambah kekurangannya, ini jika di jual hanya 7 juta saja''


''yuna maafkan aku, tidak ,aku tidak akan menggunakan ini semua, biar aku pikirkan sendiri caranya''


''caranya,? kamu ingin meminjam papa, atau mama, apa kamu tidak malu, orang tuamu belum menerima mu kembali, dan apa kamu ingin meminjam dari perusahaan, CK.. tidak semudah itu Julio walau kamu orang penting di perusahaan keluargamu, kamu ingin meminjam kak Krisna, sama saja kamu bunuh diri'' jelas Yuna yang memang ada benarnya, jika Julio meminjam uang pada Krisna sama saja ia bunuh diri, dan Krisna akan mengetahui bahwa ia yang membakar toko kue meli.


''sudah besok aku antar kamu bertemu tuan Rey dan akui semua kesalahanmu'' jawab Yuna lalu membereskan semua perhiasannya.


''sepertinya, kita tunda untuk membeli rumah julio'' ucap Yuna sendu saat selesai membereskan perhiasannya. namun Julio hanya diam dan melihat raut wajah Yuna yang bersedih. ia baru menyadari hanya Yuna yang masih berada di sampingnya saat ia benar benar terpuruk dan terjatuh walau sebenarnya ia terjatuh karena ulahnya sendiri .


''yuna.. maafkan aku sudah membuat mu susah, seharusnya aku fokus membahagiakan mu, bukan fokus pada dendam ku'' batin Julio melihat Yuna yang sedang memikirkan sesuatu.


* * * * * *

__ADS_1


selamat hari raya idul Fitri 1442H


mohon maaf lahir dan batin


__ADS_2