TAKDIR 2

TAKDIR 2
32. Kisah kita terulang?


__ADS_3

Luna kini sedang bersama  Attar, mereka berdua sedang meninjau pembangunan rumah Attar, rumah  yang nanti kelak mereka tempati saat sudah menikah. rumah dengan disain minimalis dan moderen sesuai permintaan Luna. Luna sadar diri tidak meminta hal yang muluk, mengingat pendapatan Attar yang masih pas pasan, sebenarnya luna juga ingin membantu namun Attar tidak mau dan Luna menghormati keputusannya, bagaimana pun Attar mempunyai harga diri yang harus Luna jaga.


''kak.. Luna suka dengan kamarnya'' ucap Luna saat melihat kamarnya, kamar yang di disain  khusus sesuai permintaan Luna dan lumayan luas.


''katakan jika ada yang kurang, nanti kakak usahakan'' balas Attar melihat Luna lalu tersenyum.


''iya kak, memang ada yang kurang'' jawab Luna menghampiri Attar dan berdiri di hadapannya


''Apa?,katakan''


''menikahi ku'' jawab Luna lalu tertawa begitu juga Attar yang langsung memeluknya


''nanti sayang.. selesaikan kuliah mu lebih dulu'' jawab Attar lalu melepas pelukannya


''Dengar, kakak sudah berjanji pada papa mu untuk menunggu dirimu selesai kuliah, baru kakak menikahi mu, untuk sekarang  tugas kakak memantaskan diri kakak lebih dulu.''


''iya kak, aku akan menunggu waktu itu tiba'' jawab Luna lalu tersenyum simpul, sebenarnya Luna hanya meminta kepastian, setidaknya bertunangan namun sepertinya Attar juga masih ragu, ragu akan dirinya sendiri, karena status mereka begitu berbeda, ragu, apakah kelak nanti ia bisa membahagiakan Luna atau tidak dan itu selalu membuat ia berfikir apakah dirinya pantas untuk Luna?


mereka kini memilih untuk keluar dan melihat setiap sudut ruangan, melihat ruangan yang baru setengah jadi, setelahnya mereka ke luar dan memutuskan untuk jalan jalan di danau, tak lupa Luna selalu membawa peralatan lukisnya . di danau mereka menggelar tikar dan bersendau gurau dan Luna juga memutuskan untuk membuat lukisan di sana.


''kak haus, air minumnya habis'' ucap Luna saat ingin minum namun botolnya kosong


''tunggu di sini kakak belikan air minum, tunggu ya'' jawab Attar lembut dan mengusap rambut Luna.


''iya.. jangan lama lama''


''iya..'' jawab Attar lalu menuju warung yang tidak jauh dari danau,dan Luna melanjutkan melukisnya.


saat sedang asyik melukis tiba tiba, ada seseorang yang menutup matanya, ia terkejut namun Luna mengira itu adalah Attar


''kakak jangan menjailiku, aku sedang melukis'' rengeknya sambil menegang tangan orang yang menutup kedua matanya


''Lukisan mu memang bagus''


''siapa kamu?'' jawab Luna membuka paksa matanya lalu sedikit menjauh dan Melihat orang tersebut


''kak Fatir?'' ucap Luna tidak percaya


''iya.. ini kakak, kamu sendiri di sinim'' tanya Fatir Melihat sekelilingnya


''Tidak, kakak sendiri?''


''ah tidak kakak hanya kebetulan lewat dan melihat mu sendiri'' jawab Fatir yang sebenarnya Fatir mengikuti Luna. mereka berbincang hingga tidak menyadari kedatangan Attar


''Luna siapa?'' tanya Attar tiba tiba


''kak Attar?'' jawab Luna Melihat kedatangan Attar


''ini kak Fatir kak, kak Fattir ini kak Attar'' jawab Luna memperkenalkan ,lalu keduanya bersalam


''Attar''


''Fatir''


''maaf kalau mengganggu kalian, kalau begitu kakak permisi'' ucap Fatir lalu tersenyum, kemudian mengusap kepala Luna dan berlalu meninggalkan Luna dan Attar


''kakak, kebiasaan.. Ais.. rambut ku jadi berantakan ''ucap kesal Luna karena Fatir selalu mengacak rambutnya saat bertemu namun Fatir hanya tertawa sambil melihat nya dari kejauhan dan terus berjalan.sedangkan Attar Melihat Fatir masuk kedalam mobil sportnya


''kak.. minum..'' ucap manja lalu meraih botol dari tangan Attar.


''Dia siapa?'' tanya Attar


''kak Fatir..''


''iya maksud kakak, ada hubungan apa kamu sama dia''


''oh..itu ,kak Fatir itu anak pak Wibowo rekan bisnis papa, dan kak Fatir itu kakak kelas ku waktu sekolah, jadi waktu aku masuk SMP kak Fatir kelas 2 SMA, ya usianya seumuran dengan kakak, dan dia baru pulang dari Jerman'' jelas Luna apa adanya , dan itu membuat Attar semakin berkecil hati , Attar tahu jika Fatir menaruh hati pada Luna nampak dari sorot matanya dan sikapnya


''Jerman?''


''heum baru selesai S2 di sana''


''oh..'' jawab Attar sendu lalu duduk di ikuti Attar kemudian Luna melanjutkan melukisnya dan Attar dengan pikiran sendiri.



''Attar terima kasih presentasi mu luar biasa'', puji Bryan saat selesai meeting bersama beberapa dewan direksi dan rekan bisnis Bryan, tak lain tak bukan adalah Fatir sendiri yang kini menggantikan sang papa.


''terima kasih tuan, saya akan selalu memberikan yang terbaik dalam pekerjaan saya'' jawab Attar lalu tersenyum dan sekilas melihat Fatir.


''Bagus pertahankan'' jawab Bryan menepuk pundak Attar. lalu tersenyum dan juga sekilas melihat Fatir.


''oh ya perkenalkan, ini Fatir anak tuan Wibowo, Fatir sekarang yang menggantikan tuan Wibowo'' ucap Bryan lalu Fatir mengulurkan tangannya dan Attar menyambutnya , mereka pura pura tidak saling mengenal padahal baru kemarin mereka bertemu.


'' Fatir Wibowo''


''Attar'' jawab lalu tersenyum sopan,


''baiklah Fatir kita bicarakan lagi di ruangan ku''


''baik om, mari.. '' jawab Fatir lalu Bryan berjalan lebih dulu dan Fatir tersenyum melihat Attar


''kita bertemu lagi ,jaga Luna dengan baik jika tidak mau aku rebut'' bisik Fatir menepuk bahu Attar, lalu mengikuti langkah Bryan keluar ruangan meeting, Attar hanya bisa diam dan mencerna ucapan Fatir.


''ternyata mencintai anak orang kaya itu butuh pengorbanan dan perjuangan lebih ,apa aku bisa'' batin Attar yang semakin berkecil hati.


Dalam benak Attar, Fatir adalah pemuda yang mungkin lebih sepadan dengan Luna, kaya , pengusaha dan mempunyai segalanya yang bisa di banggakan, sedangkan Attar ia benar benar harus berjuang dari titik nol, dan sampai detik ini ia juga belum bisa memberikan apa pun yang berharga untuk Luna karena ia fokus dalam membangun rumah. tak lama ia juga memutuskan keluar dari ruang meeting dan bekerja kembali. sementara itu Bryan dan Fatir di ruangan berbincang dengan topik berbeda beda hingga membahas Luna .

__ADS_1


''om apa Luna sudah mempunyai kekasih?''


''sudah.. kenapa?, kamu menyukainya'' tanya Bryan menggoda


''yah..tapi sepertinya terlambat'' jawab Fatir sendu dan Bryan hanya tertawa kecil.


''kamu terlalu lama di luar negeri'' jawab Bryan lalu tersenyum kemudian berdiri untuk mengambil minuman kaleng di lemari pendingin yang ada di ruangannya.


''yah.. tapi mungkin saya masih punya kesempatan untuk mendekati Luna kan om?'' mendengar ucapan Fatir Bryan pun tertawa seraya melempar minum kaleng ke arah Fatir dan Fatir menangkapnya, kemudian berjalan duduk Kemabli di sofa.


''Yah mungkin?, tapi sebaiknya jangan, Tolong hargai perasaan Luna, jangan permainkan hatinya, jika kamu masuk pasti dia akan bimbang karena Luna masih sangat muda masih sangat labil. Dan kekasihnya sedang berjuang, dan om menghargai perjuangannya'' jelas Bryan memperingati.


''ya..ya. Fatir paham om'' jawab Fatir lalu bersulang dengan minumannya


''tapi tidak ada yang bisa menghalangi ku om, selagi janur kuning belum melengkung'' batin Fatir lalu tersenyum.



''halo sayang.. kakak tidak bisa menjemput mu di galeri, kakak hari ini lembur, pulang jam 10 malam'' ucap Attar di seberang sambungan ponselnya.


''yah kakak, ya sudah tidak apa apa , semangat kerjanya ''jawab Luna sedikit kecewa namun ia paham Attar melakukan itu demi masa depannya.


''ya sudah kamu pulang hati hati ya''


''iya kak, kakak juga'' jawabnya Luna lalu keduanya memutuskan sambungan ponselnya. Luna menghela nafas panjang lalu mengambil tasnya kemudian keluar dari galeri


''tahu begini aku bawa mobil'' batin Luna lesu dan terus berjalan tanpa melihat jalan dan terus menunduk.


''bruuk'' tiba tiba ia menubruk seseorang.


''ah maaf'' ucap Luna lalu mengambil buku gambar nya dan orang tersebut juga membantu Luna mengambilkan seketsa lukisan Luna yang berserakan.


''lain kali hati hati'' ucap orang tersebut


''kak Fatir?'' ucap Luna melihat kearah Fatir dan Fatir pun tersenyum


''kakak kenapa ada di sini'' tanya Luna saat keduanya berdiri


''seperti biasa ,kakak Melihat lihat lukisan di galeri mu'' jawab Fatir lalu keduanya berjalan keluar.


''oh ya kamu pulang dengan siapa sepertinya kamu tidak membawa mobil?'' tanya Fatir Melihat Luna


''iya, tadinya kak Attar mau menjemput ku tapi tiba tiba kak Attar lembur di kantor'' jawab Luna sendu.


''ya sudah kakak antar pulang, mau?, atau mau jalan jalan lebih dulu ke pasar malam seperti dulu ?''


''eum.. ide bagus ,ayo'' jawab Luna bersemangat mendengar pasar malam karena waktu masih sekolah ia suka jalan jalan dengan Fatir.


''mbak rosa aku duluan, nanti semua lampu matikan ya mbak'' pamit Luna pada penjaga galerinya


''baik nona Luna'' jawab Rosa lalu tersenyum melihat Luna dan Fatir, kemudian Luna mengangguk dan berjalan keluar.


'' aku mau membeli permen kapas'' jawab Luna lalu tersenyum membayangkan permen kapas yang dulu sering ia beli bersama Fatir


''kesukaan mu tidak pernah berubah'' balas Fatir mengacak rambut Luna.


''Aisss kakak, rambut ku berantakan'' jawab Luna mengerucutkan bibirnya, tak lama Luna membalas dengan hal yang sama mengacak ngacak rambut Fatir, lalu tertawa melihat ekspresi Fathir .


''sudah ayo jalan'' ucap Luna yang masih tertawa melihat Fatir merapikan rambutnya dengan tangan dan Fatir diam seolah kesal namun dalam hatinya ia bahagia melihat tawa Luna kembali setelah sekian lama.



''da kakak..'' ucap Luna saat Fatir sudah mengantarkannya pulang


''da..'' jawab Fatir lalu tersenyum kemudian melajukan mobilnya. Luna memasuki gerbang rumahnya dan menyapa penjaga rumah kemudian berjalan masuk kedalam rumah tak lupa ia membawa permen kapasnya dan memasuki rumah dengan rasa bahagia.


''dari mana kamu jam segini baru pulang'' tanya Bryan yang duduk di sofa menunggu Luna pulang.


''baru jam sepuluh pa''


''kemari..'' balas Bryan menepuk sofa agar Luna duduk di sampingnya. setelah Luna duduk, Bryan mengambil permen kapas milik Luna lalu sedikit memakannya.


''manis'' ucap Bryan lalu melihat Luna kemudian tersenyum begitu juga dengan Luna


''kamu pulang dengan siapa?''


''kak Fatir'' jawab santai Luna lalu memakan permen kapasnya


''fatir?''


''heum''


''Attar tidak menjemputmu?''


''Ka Attar lembur''


''lalu kenapa kamu bisa pulang bersama Fatir?''


''Tadi kak Fatir ke galeri, terus mengajak ku ke pasar malam'' jelas Luna Melihat Bryan


''Luna.. dengar, Attar sedang berjuang untuk mu, jadi hargai perjuangannya, Attar bekerja demi dirimu tapi kamu justru bersenang senang dengan lelaki lain'' ucap Bryan menasehati


''maksud papa?'' tanya Luna dengan polosnya seraya menautkan kedua alisnya


'' Luna.., Fatir laki laki , bisa saja dia menyukai mu, dan kamu jangan memberikan harapan atau peluang untuk masuk kedalam hubungan mu bersama Attar''


''tapi kami hanya berteman pa, bahkan papa tahu itu''

__ADS_1


''tidak ada pertemanan antara laki laki dan perempuan pasti salah satunya menggunakan perasaan, papa tidak melarang mu berteman tapi ingat jangan memberi harapan, paham''


''iya pa paham, maaf pa'' jawab Luna lalu menghambur ke pelukan Bryan


''Hubungi Attar besok malam, suruh menemui papa di rumah'' jelas Bryan lalu mengusap rambut Luna


''iya, tapi untuk apa pa?''


''ini urusan papa dan Attar ''


'' iya baiklah, kalau begitu Luna mau ke kamar'' balas Luna lalu mencium pipi Bryan. lalu ia ke kamarnya.


''Mas.. seperti nya tadi ada suara Luna, memangnya baru pulang'' ucap syasa tiba tiba yang baru saja keluar dari kamar


''iya baru saja naik ke atas''


''pulang dengan siapa? bukannya dia tidak membawa mobil?'' balas Syasa lalu duduk di samping Bryan


''Fatir''


''fatir?''


''eum..''


''mereka mempunyai hubungan?''


''entahlah, hanya Luna yang tahu tapi Fatir sempat mengutarakan ingin mendekati Luna tapi mas melarangnya Karena mas menghargai perjuangannya Attar''


''lalu Bagaimana jika Fatir diam diam mendekati Luna, dan Attar mengetahui Fatir mendekati Luna dan justru Attar nanti berkecil hati dan mundur''


''itu yang aku takutkan, aku tidak mau kisah kita terulang dengan cerita yang berbeda, tapi aku juga belum rela jika Luna menikah muda seperti kakaknya apa lagi sampai menjada di usia muda'' jelas Bryan yang sepertinya bimbang ingin segera menikahkan Luna atau nanti. tak lama terdengar langkah kaki menuruni tangga dengan tergesa-gesa.


''Luna..hati hati'' ucap Syasa


''ma..kak Attar !, tolong ma..kak Attar kecelakaan'' Isak tangis Luna saat masih menuruni tangga, Bryan dan syasa sontak berdiri


''apa ! ''


''iya pa ayo ke rumah sakit'' balas Luna menarik Bryan


'' iya iya ayo..'' jawab Bryan yang langsung menuruti langkah sang anak di ikuti syasa.



Rumah sakit


Luna dan Bryan serta syasa berjalan tergesa-gesa di lorong rumah sakit ,Luna yang sedari tadi hanya menangis pun tidak sabar ingin segera bertemu dengan Attar.


''suster di mana ruangan saudara Attar Iskandar'' Tanya Luna pada suster jaga resepsionis


''Anda kerabatnya?''


''Bukan, saya kekasihnya'' jawab Luna dengan ketidak sabarannya.


''cepat suster !'' teriak Luna dengan Isak tangisnya


''sabar nona, saya sedang mencarinya'' balas suster yang sebenarnya kesal Luna meneriakinya


''sabar Luna'' saut Bryan merangkulnya


''Di ruang kenanga, no 24 ''


''terima kasih'' jawab Luna yang langsung berlari mencari ruangan Attar di ikuti Bryan dan Syasa


''kak Attar..'' panggilnya ,dan semua yang menempati ruangan tersebut menoleh ke arah Luna, karena Attar dirawat di kelas biasa. Luna berjalan masuk kedalam ruangan dan mencari Attar.


''maaf nona apa pasien sebelah sini yang anda cari'' ucap ibu ibu yang duduk di brankar dekat brankar Attar dan hanya di batasi tirai pembatas


''terima kasih bu'' jawab Luna lalu menyibak tirai nya di lihatnya Attar terbaring dengan kepala di balut perban serta kaki dan tangan yang juga di balut perban, serta alat alat yang menempel di dadanya dan belum sadarkan diri


''kak Attar, kenapa menjadi seperti ini'' ucap lirih Luna dalam Isak tangisnya. sedangkan Bryan dan syasa hanya melihat di ujung brankar, tak lama dokter pun datang dan menghampiri Bryan.


''selamat malam tuan'' sapa sang dokter mendengar ada yang menyapanya, Bryan dan syasa pun menoleh ke arah sang dokter


''malam..''


''Tuan Bryan'' ujar dokter yang mengetahui Bryan. siapa yang tidak mengenali Bryan, pengusaha berpengaruh di negri ini.


''Ya ini saya''


''apa Tuan mengenali korban tabrak lari ini?'' tanya dokter yang diketahui bernama kemal.


''iya, dia kekasih Anak ku''


''kekasih?'' tanya sang dokter dan Bryan hanya mengangguk.


''bisa bicara sebentar di luar tuan''


''baiklah, mari'' lalu dokter kemal dan Bryan keluar ruangan, sedangkan syasa menemani Luna


''begini tuan kondisi pasien kritis , ada benturan di kepalanya dan kakinya patah dan di sini peralatan kami belum memadai'' jelas sang dokter Bryan menghela nafas panjang lalu tersenyum simpul kemudian menepuk bahu sang dokter.


''hubungi dokter Bayu atau banyu dan pindahkan calon menantu ku ke rumah sakitnya, Mila hospital dan biaya aku yang menanggung semua'' balas Bryan lalu tersenyum kemudian meninggalkan dokter kemal masuk ke ruangan di mana Attar dirawat. dan sang dokter segera melaksanakan permintaannya


* * * * * *


komen dong , like vote juga

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2