
Yuna berjalan dengan pasti menghampiri wanita yang di duga yang mengirim pesan untuk Julio tadi malam. ia tidak membawa sang bayi yang baru saja dua bulan kurang.ia berjalan seolah tidak ada beban, dengan wajah datar ia menghampiri wanita tersebut.
''selamat siang, apa benar anda Erika'' tanya Yuna datar dan masih berdiri di depan wanita tersebut.wanita itu pun mendongak ke arah Yuna.
''Ya saya sendiri'' jawabnya heran.lalu Yuna duduk dengan santainya di kursi di sebrang meja Erika,
''Sudah berapa lama kamu mempunyai hubungan dengan Julio''
'' Julio?, apa penting aku menjawab pertanyaan dari orang yang tidak aku kenal, memangnya kamu siapa Julio'' jawab Erika sedikit kesal, Yuna dengan anggunnya tersenyum lepas,
''Tidak penting aku siapa, yang jelas hadirnya kamu di hidup julio belakangan ini sangat mengganggu ku'' balas Yuna.Erika mengerutkan dahinya, ia heran dengan ucapan Yuna.
''Mengganggumu?, memangnya kamu siapa?, kekasihnya?''
''Jawab saja pertanyaan ku berapa lama kamu sudah mengenal Julio''
''Dari SMA''
''Oh, teman SMA, ok jauhi Julio, Julio milikku dan selamanya milik ku''
''Milikmu?, apa hak mu melarang aku mendekatinya!, siapa kamu?'' ucap Erika kesal seraya berdiri , Yuna hanya duduk santai dan tersenyum.
''Aku istrinya, istri sahnya'' jawab Yuna santai, seketika Erika tertawa dan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Yuna dan menganggap Yuna wanita gila.lalu Erika duduk kembali dan masih tertawa.
''Semua wanita yang dulu dekat dengan Julio semua mengaku pacar dan calon istrinya'' balas Erika, tanpa kata lagi yuna memberikan ponselnya kepada Erika, dan memperlihatkan foto pernikahannya yang sederhana, lalu foto saat hamil dan melahirkan, semua anggota keluarga ada di sana dan terakhir foto julio dan anaknya serta dirinya,tak lama Yuna mengeluarkan buku pernikahannya, Erika terkejut namun ia tidak percaya dan menahan amarah.
''Sudah jelas semua, memang kami belum mengadakan resepsi pernikahan,karena suatu masalah''
''Aku tidak percaya sebelum tante Syasa mengatakan sendiri'' jawab kesal Erika dan melempar buku pernikahan Yuna di wajah yuna dan itu menyulut emosi Yuna, yuna menggebrak meja dan membuat pengunjung lain terkejut dan melihat mereka.Yuna tidak perduli dan ia dengan beraninya menarik kerah baju Erika dan menatap tajam.
''Jauhi suami ku!'' ucap Yuna sedikit lantang dan ia sengaja membuat malu Erika, Erika syok dan terdiam lalu Yuna melepaskan cengkraman nya dari baju Erika dan sedikit mendorongnya. lalu Yuna meraih tas dan buku pernikahannya di meja kemudian meninggalkan Erika yang syok. sebelum jauh Yuna memberhentikan langkahnya lalu berbalik ke arah Erika
''JAUHI SUAMI KU!!!'' ucap Yuna lalu menunjuk Erika kemudian ia memakai kaca mata hitamnya dan langsung pergi dari kafe tersebut,Erika sangat syok dan menahan malu, ia melihat sekelilingnya, banyak yang berbisik tentangnya dan itu membuat ia bertambah malu, lalu secepatnya pergi dari kafe.
Yuna memutuskan untuk pulang dengan menggunakan taksi, ia puas dengan apa yang ia lakukan, seharusnya sedari dulu ia menjadi wanita tegas untuk suaminya terdahulu, tapi sudahlah semua sudah berlalu,kini ia harus fokus dengan anak dan suaminya.
Disisi lain Julio berada di kantor dan baru teringat akan ponselnya yang tertinggal, bukan tertinggal namun itu semua ulah Yuna agar sang suami melupakan ponselnya, ponselnya sengaja Yuna sembunyikan dan membuat seolah Julio sudah membawanya.
''kemana ponselku?, apa masih di rumah?, duh.. bisa bisa singa di rumah mengamuk jika ia membaca pesan dari Erika, tapi kenapa Erika harus datang lagi di hidup ku, sial!!!'' umpatnya mengacak rambutnya. Lalu ia duduk di kursinya
''Selamat pagi tuan'' sapa sang asisten, yang bernama Dimitri, dimitri juga masih kerabat bryan dari pihak sang papa alias kakek julio.
''Tuan tuan, memangnya aku tuan mu'' jawab Julio tidak suka di panggil tuan oleh Dimitri, Dimitri hanya tertawa seraya meletakan berkas di meja Julio.
''kamu memang tuan ku julio'' jawabnya lalu duduk di kursi di sebrang meja kerja julio, dan julio memutar bola matanya tanda jengah dengan panggilan tersebut,
''Kamu kenapa, sepertinya kamu gelisah?'' tanya dimitri melihat Julio gelisah
''Ponsel ku tertinggal , aku takut istri ku membuka isi pesan dari Erika'' jelasnya pasrah.
"Kamu sendiri kenapa meladeni Erika, makan itu auman singa di rumah mu'' ledek dimitri lalu tertawa dan meninggalkan Julio.
''ck,,sial!" umpat Julio pada Dimitri lalu ia mengusap kasar wajahnya dan pasrah apa pun nanti yang terjadi di rumah.
* * * * * * *
''Sayang aku pulang!'' panggil Julio di ambang pintu,lalu ia masuk kedalam rumah, dan melihat sang istri sedang menggendong Emir, saat hendak menghampiri Yuna, yuna mengusirnya.
''huusss, sana mandi dulu, bawa kuman'' ucapnya di selingi tawa kecil dan sedikit mendorong julio,
''Ok, baiklah'' jawab julio lalu menuju kamarnya dan meletakkan tas kerjanya,tiba tiba ia teringat ponselnya ia mencarinya dan ternyata ada di atas lemari buku kamarnya, secepat kilat ia membuka pesannya, ada beberapa pesan yang masuk, ia lega Erika tidak mengirimi pesan hari ini''
''Julio..!'' panggil Yuna yang membuat Julio terkejut dan membuat ponselnya hampir terjatuh dan ia memejamkan matanya seraya mengusap dadanya, lalu ia bergegas ke kamar mandi.
''Aku sedang mandi'' jawabnya
__ADS_1
''Mau mandi saja melihat ponsel, memang enak aku kerjai'' gumam Yuna tertawa kecil. selang beberapa menit, Julio sudah selesai mandi dan mengganti bajunya, dan melihat Yuna sedang menidurkan Emir di dalam boksnya,
Julio dan Yuna sebenarnya sudah pindah rumah semenjak pulang dari rumah sakit sesaat setelah melahirkan, Julio dan Yuna menempati rumah milik Bryan saat Bryan masih bersama sasmi dan saat menjadi duda, rumah tersebut memang di peruntukan untuk julio dan istrinya sedangkan rumah yang dulu ia tempati ia rubah sebagi kafe karena tempatnya strategis.
''Kamu sudah makan?'' tanya Julio memeluk Yuna dari belakang
''Belum, tapi tadi aku sudah minum susu dan makan salad buatan bi Jum'' jawab Yuna mencium pipi Julio dan berpura pura tidak mengetahui apa pun tentang Erika.
''Ayo makan lagi, aku lapar'' ajak Julio yang masih memeluk Yuna
''Ayo, aku juga sudah lapar lagi''jawabnya melepaskan pelukan Julio lalu keduanya saling berhadapan dan tersenyum, Julio fokus ke dada Yuna dan menelan silva nya, ya yuna saat ini tubuhnya sangat berisi karena sedang menyusui, kerap kali ia tidak tahan melihat Yuna, Namun sekuat tenaga ia menahannya, ia tahu jika luna masih belum siap setelah melahirkan.
''kamu melihat apa'' tanya Yuna sedari tadi memperhatikan Julio yang melihat dada Yuna
''besar'' jawabnya tanpa sadar dan membuat gelak tawa Yuna, sadar dengan ucapannya ia pun menggaruk tengkuknya, lalu menyunggingkan senyumnya.
''Sabar'' jawab Yuna lalu tertawa kecil lalu mereka menuju ruang makan.
''Bi Jumi..'' panggil yuna pada asisten rumah tangganya
''Ya..Nyonya..'' jawabnya sopan
''Makan malam sudah siap bi'' tanya Yuna
''Sudah nyonya''
''heumm sepertinya lezat'' ucap Yuna lalu ia duduk di kursi di ikuti Julio, Julio melihat makanan di meja berupa ayam goreng dan lalapan beserta sambelnya tak lupa sayur daun katuk untuk Yuna, lalu mereka makan bersama
''Oh ya Juna kamu tahu ponsel kamu tertinggal'' ucap Yuna membuka pembicaraan di sela makan mereka dan itu membuat Julio tersedak.
''pelan pelan sayang'' ucap Yuna memberikan air minum pada Julio.lalu Julio meminumnya
''Eumm, iya aku lupa, aku pikir sudah ada di kantong jas ku ternyata masih di atas rak buku'' jelas Julio sedikit gugup, Yuna tahu jika Julio gugup namun ia pura pura tidak tahu,
''Lain kali sebelum berangkat di cek lagi barang barang yang menurut mu penting, ponsel itu kan sangat penting, siapa tahu ada seseorang yang penting menghubungi mu'' jelas Yuna menahan tawa dan Julio kembali tersedak, lalu ia minum
''Oh,baiklah, jam berapa besok kita ke sana''
''Sore saja, sekitar jam tiga, setelah aku dari kantor''
''heum..'' jawab Yuna singkat seraya menggut manggut,
''ting tong'' suara bel rumah tiba tiba berbunyi, Yuna dan Julio saling memandang.
''Bi Jum.. sepertinya ada tamu'' Panggil Yuna pada Bi Jumi yang sedang mencuci perkakas memasak.
''iya nyonya'' jawab Bi Jum kemudian membuka pintu depan.
''Selamat malam nona'' sapa Bi Jum saat membuka pintu
''Malam''
''Julio nya ada bi?''
''Ada, tapi maaf anda siapa?''tanya bi Jum yng tidak mungkin membiarkan tamu masuk begitu saja
''Saya Erika, kekasih Julio'' jawab Erika dengan percaya dirinya, ia memang sangat tidak percaya dengan ucapan Yuna tadi pagi dan ingin penjelasan langsung dari Julio. Bi Jum mengerutkan dahinya dan melihat Erika dari atas sampai bawah, memang Erika sangat menggoda terlihat dari penampilannya yang menggunakan dress ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya yang seksi seperti Yuna saat belum hamil dan menyusui.
''Siapa bi..'' tanya Yuna, yuna sedikit terkejut saat mengetahui siapa yang datang
''Bibi kebelakang saja, biar aku yang mengurus wanita tidak tahu malu ini'' bisik Yuna pada bi JUm, bi Jum hanya menurut saja,lalu menuju kebelakang
''Sepertinya ada pertunjukan, eh salah., perang dunia ke 4 dari keluarga nyonya syasa'' Batin bi jum yang tahu bagaimana rumitnya keluarga syasa dari kisahnya sampai kisah laras,
''Mana julio'' tanya Erika tidak tahu malu.
__ADS_1
''Aku pikir gadis terhormat seperti mu mempunyai harga diri, ternyata,,ck'' ucap Yuna tertawa kecil
''Julio sayang,,!!, Suami ku!!!'' panggil Yuna dengan lantang,
''ya'' jawa Julio
''Kemarilah, ada kekasih mu''ucap Yuna namun Julio tak kunjung datang karena ia sedang di kamar sedang menggendong Emir dan justru tertawa.
''kekasih apa?, aku sudah mempunyai istri yang cantik seperti diri mu sudah lebih dari cukup'' jawab julio lalu ia keluar kamar seraya menggendong Emir'
''kamu dengar?'' ucap Yuna pada Erika, Erika sangat kesal, namun tidak mau beranjak pergi
''Siapa yang mengaku kekasih ku?'' tanya Julio yang menghampiri Yuna yang berdiri di ambang pintu.
''Erika?'' gumam, Julio melihat Erika kemudian melihat Yuna secara bergantian
''Sial!!'' umpat Julio dalam hati melihat Erika dan mendapat tatapan tajam dari Yuna,
''Selesaikan urusan mu dengannya'' ucap Yuna lalu mengambil Emir dari gendongan Julio, mau tidak mau Julio harus menyelesaikan apa yang sudah ia mainkan
''Untuk apa kamu datang kemari? dan dari mana kamu tahu aku tinggal di rumah lama papa ku '' tanya Julio tanpa mempersilahkan masuk lebih dulu.
''Apa aku tidak kamu persilahkan masuk?''
''Tidak perlu, ada istri ku''
''Jadi benar kamu sudah menikah?
''Ya..''
''Kamu memang brengsek Julio, jadi kata kata manis yang kamu ucapkan itu apa artinya'' balas Erika kesal dan memukul lengan Julio dengan tas tangannya.
''Ayolah Erika, kamu tau aku brengsek bukan? aku suka merayu para gadis dan kenapa kamu termakan gombalan ku, padahal kamu tahu sendiri aku seperti apa'' jelas Julio tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya
''Aku tidak percaya kamu tidak pernah berubah, atau dia yang merayu mu lebih dulu, memberikan tubuhnya dan mengaku mengandung anak mu'' balas Erika yang masih saja tidak percaya,
''BRRAAKK'' Julio memukul pintunya, Erika terkejut, terlebih bi Jumi yang mengintip di balik tembok ruang keluarga, sedangkan Yuna duduk santai sambil menyusui Emir di kamarnya.
''tutup mulutmu!!, justru aku yang tergila gila pada istri ku'' ucap julio tidak terima walau kenyataanya benar adanya dan mereka melakukannya atas dasar suka sama suka, tak lama Erika justru tertawa, karena ia tahu betul siapa julio walau tidak sepenuhnya tahu,
''Aku tahu dirimu Julio''
''Lantas jika itu terjadi itu bukan urusan mu, dan yang jelas aku mencintai istri ku sekarang pergilah dan tunggu saja undangan resepsi pernikahan kami bulan depan'' jawab julio penuh emosi. tak lama Yuna datang dan langsung mendorong Erika tanpa permisi dan langsung menutup pintunya
''Pergi dari sini sekarang atau aku panggil polisi'' Ancam Yuna di balik pintu,sambil menatap tajam Julio
''Kalian berdua memang pasangan brengsek'' umpat Erika dari luar seraya menendang pintu, habis sudah kesabaran Yuna, ia langsung membuka pintu dan langsung menarik rambut Erika dan menyeretnya sampai ke pintu gerbang, Julio tidak dapat melerai keduanya, terlebih melihat Yuna yang begitu Emosi.para warga yang sedari tadi keluar dan menyaksikan bergelidik ngeri melihat sikap Yuna, dan memang patut di acungi jempol para ibu ibu yang melihatnya
''JANGAN PERNAH LAGI KAMU MENGGANGGU SUAMI KU!!'' ucap Yuna lantang di depan gerbang dan di saksikan banyak warga, Yuna sengaja melakukan itu karena ingin memberi sanksi sosial pada Erika dan semua warga pun menyorakinya.
''JANGAN PERNAH LAGI KAMU DATANG KEMARI, PAHAM!!!'' ucap Yuna lagi dengan nada yang sama, lalu Yuna masuk ke dalam rumah dan langsung membanting pintunya, sedangkan Erika pulang dengan rasa malu yang luar bisa. Dan besok pagi, mungkin wajahnya sudah beredar di media sosial karena warga banyak yang mengambil videonya dengan ponsel masing
Yuna masuk ke dalam kamar di ikuti Julio, Yuna duduk di tempat tidur dan mengatur nafasnya, lalu ia minum air putih satu gelas besar sampai habis setelahbya menarik nafasnya dalam dalam mengatur emosinya agar ia tidak emosi menghadapi Julio.
''Sayang'' panggil Julio yang duduk di samping Yuna.yuna sekilas tersenyum lalu memeluk Julio
''Jangan bermain api jika kamu tidak ingin terbakar, dan jangan menyulut api di dalam dada ku, sekarang kamu sudah tahu bagaimana aku marah?'' jelas Yuna yang masih memeluk Julio
''Maaf" hanya itu yang bisa Julio katakan, kemudian mereka melepaskan pelukannya dan tersenyum.
''Tidurlah'' Ucap julio lalu mereka berdua tidur bersama.
* * * * * * *
like, komen ,vote, rate
__ADS_1
terima kasih