
pagi harinya Julio bangun dan mendapati Yuna di sampingnya, yang berselimut tebal terlihat punggung putihnya setelah Julio mintanya kembali di tengah malam, Julio tersenyum sinis melihat dan membayangkan permainan Yuna yang begitu liar.
''yuna..'' batinnya lalu ia menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. selang beberapa menit ia keluar dan mendapati Yuna sudah duduk di sofa dan menggunakan kaos milik Julio sambil meminum kopi dengan kaki ia naikan ke atas dan sedikit terlihat pangkal pahanya,dan itu membuat Julio sedikit terganggu.
''turunkan kaki mu'' ucap Julio sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil dan hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya. namun Yuna hanya tertawa dan semakin melebarkan pahanya. Julio nampak kesal dan melempar handuk kecil kearah Yuna dan sedikit tertawa lalu mendekati Yuna
''kamu benar benar menggoda ku yuna'' ucap Julio yang kini menindih yuna, Yuna hanya tertawa kecil dan melepas handuk Julio dari pinggangnya, entah bagaimana Yuna benar benar membuat Julio semakin gila.dan mereka melakukan lagi.
''sial.. kenapa milikmu nikmat sekali'' grutu Julio di tengah permainannya, dan Yuna hanya tersenyum di sela suara merdunya.dan pada akhirnya Julio harus mandi untuk kedua kalinya,sedangkan Yuna kembali menikmati' kopinya dengan posisi yang sama dengan menggunakan kaos milik Julio
''aku sudah membuatkan kopi untukmu'' ucap Yuna melihat Julio mengeringkan rambutnya lalu menghampiri Yuna dan duduk di sampingnya kemudian menyeruput kopinya.
''heum.. nikmat'' gumam Julio lalu tersenyum ke arah Yuna dan Yuna hanya menaikkan kedua alisnya Seolah menggoda Julio
''oh ya.. hari ini aku mau ke kampus hari ini aku sidang, dan..apa kamu mau ke toko kue meli, sekalian nanti aku antar'' ucap Julio melihat meli
''eum... tidak hari ini hari liburku, mungkin aku pulang ke kos saja''
''baikalah..''jawa Julio, tak lama ponselnya berdering.lalu ia mengangkatnya
''heum..ada apa lagi..''jawab Julio malas
''julio kamu ada dimana''
''Alya aku mau di mana bukan urusan mu lagi, kita sudah lama putus ok dan jangan hubungi aku lagi'' jawab Julio kesal lalu mematikan ponselnya secara sepihak .
''arrqqq..''ucapnya kesal lalu melempar ponselnya di sofa, Yuna pun hanya mengangkat alisnya dan tersenyum lalu menarik lembut lengan Julio
''sabar heum..'' ucap Yuna meletakan dagunya di bahu Julio,lalu mencium pipinya.
''begini saja kamu ikut dengan ku ke kampus''
''aku tidak mau''
''sayang. ayo lah aku malas berurusan dengan Alya lagi''
''memangnya aku ini mahasiswa lagi, masa ku sudah lewat'' jawab Yuna lalu berdiri hendak meninggalkan Julio namun tangannya di cekal julio
''iya aku tahu, masa mu sudah lewat tapi temani aku''
''eum.. baiklah'' jawab Yuna pasrah
''yes...'' ucap Julio seperti anak kecil yang langsung memeluk yuna.
''tapi aku harus menunggu kamu dimana, mana mungkin aku bisa sembarang masuk kampus mu''
''sudah tenang saja, aku tidak akan membiarkan mu sendiri atau kamu bisa menunggu di kantin''
''ya sudah di kantin saja'' jawab Yuna lalu mengambil handuk dari pinggang Julio
''astaga.. '' jawab Julio terkejut namun Yuna tertawa sambil melenggang menuju kamar mandi. setelahnya Julio menuju lemari dan mengenakan bajunya.selang beberapa menit Yuna selesai mandi dan langsung mengenakan bajunya, Yuna mengenakan celana jeans pemberian Julio serta kemeja warna putih yang senada dengan Julio.Julio melihat Yuna tak berkedip saat Yuna menyisir rambut nya.
''apa semua janda itu menggoda, Yuna benar benar berbeda dengan pacar pacar ku yang sebelumnya, Yuna mengerti apa yang aku inginkan'' batin Julio yang masih melihat Yuna yang kini sedang memoles wajahnya dengan riasan tipis tak lupa membubuhi pewarna bibir dengan bewarna natural yang membuat wajah Yuna terlihat lebih muda daripada Julio ia terlihat imut dan manis.
''tinggal saja sebagian baju mu di sini'' ucap Julio mendekati Yuna. lalu memeluknya dari belakang.
''seksi'' ucap Julio meraba perut Yuna.
''julio..''pekik Yuna memegang tangan Julio dan Julio tertawa.
''sudah ayo.. nanti kamu terlambat'' ucap Yuna lagi membalikkan badannya.dan sekilas mengecup bibir julio.tak lama mereka pergi menuju kampus.
''ternyata Yuna lebih cantik jika mengenakan baju biasa dari pada baju seragam toko kue'' batin Julio saat berada di mobil dan melirik Yuna yang sedang memainkan ponsel barunya
''punys pacar cuma di tiduri, tapi tidak di beri makan'' sindir Yuna melirik Julio, Karena memang mereka berdua belum sarapan. Julio yang mendengar tertawa.
__ADS_1
''punya pacar janda rasa gadis, sindirannya sadis'' saut Julio lalu mereka berdua tertawa.
''iya nanti kita makan di kantin'' ucap Julio lalu meraih jemari Yuna
''yuna.. ''
''heum..''
''kamu berpendidikan tapi kenapa mau menjadi pelayan toko?'' tanya Julio
''kenapa? tidak boleh, apa kamu menyuruh ku untuk menjadi pelayan mu atau melayani mu'' jawab Yuna menggoda Julio lalu keduanya tertawa kecil
''buka begitu sayang''
''julio..jaman sekarang itu sulit mencari pekerjaan, jadi yah apa boleh buat saat ada tawaran pekerjaan di toko tuan Rey aku ambil saja yang terpenting aku bisa melanjutkan hidup setelah semua habis dan suami ku pergi dengan wanita lain'' jelasnya mengenang masa lalu bersama mantan suaminya dan hartanya habis karena ulah suaminya dan ia hampir bunuh diri beruntung ada Rey dan meli yang menyelamatkan hidupnya dan menyadarkannya .
''lalu setelah kamu berpisah dengan suamimu, apa kamu dekat dengan laki laki lain sebelum aku'' tanya Julio memastikan apakah Yuna wanita murahan atau tidak, walau kenyataannya memang murahan karena suka rela tidur dengan Julio tanpa ikatan pernikahan, bukan tanpa alasan ia melakukan itu semua.
''tidak..baru dengan mu''
''oh'' jawab Julio melihat Yuna yang tersenyum simpul
''aku pikir kamu janda yang memang mau dengan siapa pun'' batin Julio lalu tersenyum. Yuna memang menceritakan semua masalah hidupnya, ia memang sengaja sedikit menambah nambah cerita agar Julio simpati, Yuna sengaja melakukan itu karena ingin menjerat Julio, yuna bosan hidup sederhana, dan secara kebetulan datang seorang Julio yang kaya raya menawarkan cinta walau cintanya ada misi tertentu, Yuna tidak mau melewatkan kesempatan emas di depan matanya.
Julio dan Yuna sudah sampai di parkiran kampus mereka turun bersama, banyak pasang mata yang melihat sang idola menggandeng seorang wanita cantik dan terlihat lebih muda dari Julio, di tambah senyum yang manis dan rambut panjang terurai dengan sepatu berhak tinggi serasi dengan Julio.
Julio mengajak Yuna ke kantin lebih dulu mereka memesan soto dan teh manis. mereka berdua tidak perduli menjadi pusat perhatian banyak orang.dan tiba tiba Alya datang
''oh.. jadi ini kamu meninggalkanku tanpa alasan'' ucap Alya berdiri di depan Julio dan yuna, Julio terlihat santai dan melihat Alya
''lalu sekarang apa mau mu'' tanya Julio santai begitu juga Yuna, yang bersikap santai, Alya terus melihat tajam Yuna dan tiba tiba Alya menyiram wajah Yuna dengan air
''Alya!'' teriak Julio menatap tajam Alya, Yuna sejenak terdiam lalu tiba tiba menggebrak meja dan menatap tajam Alya tanpa kata Yuna membalas Alya menyiram wajahnya dengan air lalu meninggalkan kantin begitu saja. semua heran melihat Yuna Karen hanya Yuna yang berani melawan Alya. selama ini Alya dan Julio sangat di takuti mahasiswa lainnya. tak lama Julio mengejar Yuna namun Alya pun ikut mengejar yuna
''hai.. tunggu''ucap Juna menarik lengan Yuna hingga Yuna terhempas di pelukannya, Yuna mengetahui jika Alya mengikutinya. tak tinggal diam Yuna berpura pura menangis.
''maafkan aku, aku sudah melibatkan mu dengan Alya'' ucap Julio menghapus air mata Yuna.lalu Julio memeluk Yuna kembali. Yuna melihat Alya dengan tatapan kesal pun tersenyum licik ke arah Alya lalu membalas pelukan julio.
''eum.. Julio aku tunggu di mobil saja,dan juga aku mau mengganti baju ku'' ucap Yuna saat melepas pelukannya.
''baiklah, ini kunci mobilnya, mungkin aku sedikit lama, jika kamu bosan kamu bisa jalan jalan, kamu bisa mengemudi mobilkan'' jawab Julio mengusap pipi Yuna dan Yuna hanya mengangguk,. kemudian Julio kembali ke kantin sedangkan Yuna menuju parkiran.
''julio.. aku tidak akan pernah melepaskan mu '' batin Yuna saat di dalam mobil, kemudian ia mengganti bajunya Yang basah dengan kaos biasa setelahnya ia memundurkan sandaran kursi mobil dan berbaring sambil memainkan ponselnya
ya, Yuna memang licik, akan tetapi ia melakukan hal itu agar Julio tidak merusak rumah tangga Rey dan meli karena ia pernah bagaimana rumah tangganya hancur begitu saja karena ulah orang ke tiga. Yuna ingin membuat Julio bertekuk lutut padanya hingga akhirnya ia melupakan misi balas dendamnya.
hampir setengah hari Yuna menunggu Julio sidang skripsinya sampai ia sudah beberapa kali keluar masuk kampus dengan mengendarai mobil julio hanya untuk mencari makan siang dan tak lupa ia membelikannya untuk julio.setelahnya ia memutuskan untuk menunggu di parkiran dan tidur di mobil dengan posisi duduk.
setelah menunggu beberapa jam akhirnya Julio selesai dan langsung menuju parkiran kemudian mengetuk kaca pintu mobilnya. Yuna yang mendengar ketukan dari pintu mobil pun terbangun lalu ia membuka pintunya.
''bagaimana ?'' tanya Yuna
''eum.. lulus'' jawab Julio lalu Tersenyum
''benarkah, selamat sayang'' jawab Yuna lalu mereka berpelukan.
''oh ya.. ini aku belikan pizza, pasti kamu lapar'' ucap Yuna mengambil kotak pizzanya di kursi belakang berserta minumannya.
''kamu memang pengertian sayang'' jawab julio sambil menerima kotak pizzanya, lalu Julio memakannya karena ia pun lapar.
''kamu sangat perhatian dari pada mantan mantan ku'' ucap Julio di sela makannya
''jangan bandingkan aku dengan mantan mu, aku jelas berbeda'' balas Yuna lalu tersenyum sambil melihat Julio makan.
''baru hal kecil saja kamu terharu'' batin Yuna lalu tersenyum simpul melihat Julio begitu lahap memakan pizzanya.
__ADS_1
''ok..kita pulang'' ucap Julio saat selesai makan, namun tiba tiba Alya datang mengetuk pintu mobil julio.
''julio buka..''ucapnya sambil terus mengetuk pintu mobilnya, Yuna dan julio yang merasa terganggu hanya mengusap usap keningnya. tak lama Yuna turun dan menghampiri Alya di ikuti Julio yang juga keluar dari mobil
''apa mau mu''' ucap Yuna lalu melipat tangannya di dadanya
''urusanku bukan dengan mu''
''lalu''
''urusan ku dengan julio''
''ok..silshka'' jawab santai Yuna lalu Alya menghadap ke arah Julio yang sedari tadi cemas melihat Yuna dan Alya, Julio takut Alya menyerang Yuna lagi
''julio kenapa kamu mengakhiri begitu saja hubungan kita, apa salah ku'' ucap Alya yang tidak terima jika Julio meninggalkannya
'' baiklah kamu mau tahu kenapa hem.. karena kamu selalu menuntut ini dan itu, memaksa semua kehendak mu sendiri tanpa memikirkan pendapat ku , dan satu lagi kamu tidak pernah tahu apa yang aku ingin kan ,kamu ingin diperhatikan tapi kamu tidak pernah memperhatikan ku, egois.'' tegas Julio lalu masuk kedalam mobil, tak lama Yuna pun melangkah hendak masuk mobil namun Alya mencekal tangannya sontak Yuna melihat tajam kearah Alya lalu melihat tangan Alya yang mencekal tangannya kemudian melihat Alya kembali dengan tatapan tajam lalu kembali mencekal tangan Alya dengan sekuat tenaga agar cengkram tangan Alya lepas dari tangannya.
''kau..'' ucap Alya, tak mau kalah Yuna hanya menjentikan dua kaki jarinya ke wajah Alya lalu memperlihatkan cincin berliannya yang melingkar di jari manisnya. Alya pun semakin kesal namun ia tidak bisa berbuat banyak dan hanya terdiam melihat Yuna masuk ke dalam mobil. lalu Julio melajukan mobilnya menuju apartemennya
''apa yang kamu katakan padanya'' tanya Julio saat di perjalanan
''tidak ada, hanya menunjukan ini'' jawab Yuna menunjukkan jemarinya, Julio pun tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya
''aku suka cara mu menghadapinya, tanpa kata, tapi sangat menusuk''
''bukan level ku banyak bicara Julio, aku lebih suka mengambil tindakan, beruntung aku tidak menyerangnya,dan aku harus bisa menempatkan posisi ku dan situasinya , itu kampus,dan tidak mungkin aku membuat keributan'' tegas Yuna lalu tersenyum, begitu juga julio
''pintar'' batin Julio.
* * *
Julio kembali ke rumah setelah dari apartemen dan meninggalkan Yuna di apartemennya. Julio sengaja pulang dan memang harus pulang untuk memberitahu pada sang mama bahwasanya sekripsi nya telah lulus.
''mama..'' panggil Julio menuju taman belakang.
''masih ingat pulang, tidur di mana kamu'' balas syasa mengintrogasi sang anak
''mama Julio sudah izin tidur di apartemen, karena Julio tidak mau di ganggu'' jawab Julio sambil memeluk syasa dari belakang
''alasan, kamu tidak mau di ganggu karena kamu semalam membawa seorang gadis ke Apartemen bukan?
''mama''
''jangan berbohong pada mama, kamu pikir mama tidak mengetahuinya''
''ok baiklah Julio mengaku, namanya Yuna'' jawab Julio jujur sambil melepas pelukannya
''besok bawa kemari kenalkan pada mama'' jawab syasa tidak mau di bantah
''iya..''
''oh ya bagaimana sidang sekripsi mu?'' tanya syasa melihat sang anak
''lulus..'' jawab Julio lalu tersenyum.
''selamat sayang..'' balas syasa lalu memeluk Julio
''kamu sudah dewasa, mama percaya pada mu, kamu pasti menjadi orang sukses nantinya'' ucap syasa mengusap pipi Julio.
''terima kasih ma, doa mama yang selalu Julio butuhkan'' jawab Julio yang langsung memeluk syasa .syasa tidak mengetahui jika Julio sudah berbuat macam macam dengan Yuna di apartemen, namun Julio juga tidak tahu akibat ulahnya itu tanpa sadar sudah membuka masalah baru.
* * * * * * * * * *
terima kasih
__ADS_1