TAKDIR 2

TAKDIR 2
47. PENGACAU


__ADS_3

Di perjalanan menuju hotel tak henti hentinya Jane menangis, sandev yang melihatnya tidak tau harus berbuat apa. dan akhirnya sandev mengirim pesan pada Krisna. dan menceritakan semua yang terjadi lewat pesan, dan kebetulan Krisna sedang berada di uzbekistan menghadiri acara pernikahan rekan bisnisnya. dan langsung menuju karachi pakistan.


"Amar, Amar" gumamnya sambil mengusap perutnya. Tak lama ponselnya berdering lalu ia mengangkatnya


''Hallo" jawabnya heran karena ia tidak tahu nomor ponsel siapa yang menghubunginya.


''Hallo kakak ipar ini saya Attaf ''


''ya ada apa"


"kak. Amar masuk rumah sakit, dia di tembak Hasan saat ingin mengejar kakak ipar'' jelas Attaf pada Jane


''Apa? di rumah sakit mana?''


''Burhani hospital''


''Tut..'' Jane mengakhiri sambungan ponselnya.


"paman sandev antarkan aku ke rumah sakit Burhani" ucap Jane panik dan cemas. sandev pun menjadi binggung dan heran, namun ia tidak mau banyak bertanya, dan menyuruh sang sopir memutar arah menuju rumah sakit.


Krisna yang mengetahui jika Rey juga ikut ke pakistan pun langsung menghubunginya dan menuju ke hotel tempat Rey menginap.


''iya tunggu sebentar'' jawab Reymond saat seseorang mengetuk pintu kamar hotelnya. Rey berjalan membuka pintu sambil menggendong Aryan.


''wesss.... dewa krisna telah datang" ucap Rey, seperti biasa ia selalu bercanda, Rey melihat Krisan dengan tatapan tajam pun langsung terdiam. namun itu tidak lama, krisna tertawa melihat ekpresi sahabatnya.


''Brengsek, aku pikir kamu mau memarahi ku karena aku ikut kemari''


"Baba" ucap Aryan pada Krisna seraya meminta gendong, lalu Krisna menggendongnya


''Kamu seperti beru mengenali ku Rey'' jawab Krisna lalu berjalan masuk, seraya menarik kopernya danasih tertawa.


''Oh ya, Bagaimana bisa kamu bersama Jane di sini''


"Aku hanya menemani Jane, dan menjaga anak ku itu saja'' Jawab Rey lalu mereka duduk di sofa. Tak lama ponsel krisna berdering ternyata dari sandev.


''Ya paman" jawab krisna seraya memberikan Aryan pada Rey


"Apa anda sudah sampai di karachi?''


"Sudah, ini saya sedang bersama Rey"


"Maaf tuan nona Jane ada di rumah sakit, Amar masuk Rumah sakit"jelas Sandev membuat Krisna terkejut


"Apa, Kenapa?''


"nanti saja saya jelaskan, tuan datang saja di rumah sakit Burhani, dan jangan Mengajak Tuan Rey dan Aryan"


"Baiklah , aku mengerti maksud paman, Aku segera kesana" jawab Krisna,lalu keduanya memutuskan sambuingan ponselnya.


'' Ada apa krisna?'' tanya Rey


"Amar masuk rumah sakit, aku harus ke sana dan kamu di sisni saja, jaga Aryan'' jelas Krisna lalu mencium pucuk rambut  Aryan kemudian ia menuju rumah sakit yang di maksud Sandev.


"Jane bagaimana" tanya Rey tanpa sadar dan itu membuat Krisan mengerutkan dahinya dan menarik sudut bibirnya,


"sejak kapan kamu perduli dengan adik ku"


"kris.. Ayolah dia ibu dari Anak ku"


''Dia baik baik saja, jujur saja jika kamu mulai mencintai adik ku" goda Krisna dan membuat Rey jengkel  dam melempar bantal sofa ke arah Krisna, dan krisna hanya tertawa, sedangkan Aryan tersenyum melihat  papa dan paman nya saling bercanda. krisna keluar dan langsung menuju Rumah sakit yang di maksud sandev.


Disis lain Jane tergesa gesa memasuki rumah sakit dan langsung menemui Attaf sang adik ipar yang sudsh menunggunya.

__ADS_1


''Attaf, bagaimana Amar, bagaimana suami ku'' tanya Jane begitu mengkhawatirkan Amar.


''Apa yng sebenarnya terjadi'' tanyanya lagi


''kak ipar tenanglah, Kak  Amar sedang di tangani dokter dan sedang di oprasi untuk mengeluarkan pelurunya" jawab Attaf mencoba menenangkan  Jane.


"Ini semua karena mu, jika kamu tidak datang pasti Amar baik baik saja dan pernikahan kami tetap berlangsung dan toh nanti jika amar kemabali ke new york dia menjadi suami mu lagi" saut  Aroofa


''what? what do mean?, Apa kamu berfikir aku mau berbagi suami dengan mu?'' jawab Jane menatap tajam Aroo


''Iya ini semua karena mu''


"Apa? karena ku, seharusnya kamu befikir Aroo'' ucap  Jane berjalan mendekati Aroofa.


"Berfikir apa? kamu tiba tiba datang mengacaukan segalanya'' balas Aroo tidak mau kalah, dan itu membuat kesabaran Jane habis, ia mendorong Aroofa ke tembok dan mencengcram kerah bajunya, semua terkejut melihat sikap Jane yang begitu emosi


"Dengar baik baik, Amar suamiku, aku istri pertamanya, dan yang kamu bilang pengacau, KAMU YANG PENGACAU DALAM RUMAH TANGGA  KU!!! '' Balas Jane dengan lantang di akhir kalimatnya.lalu mendorong Aroofa.kemudian ia berjalan menjauhi Aroofa namun belum jauh lengannya di tarik dan hendak di tampar oleh Aroofa namun pada dasarnya jane memiliki kecepatan tangan karena dahulu sering berlatih bela diri ia mampu menangkisnya  dan mengunci tangan Aroofa di punggungnya, semua orang hanya bisa melihat dan tidak berani melerainya.


''jangan pernah bermain main dengan ku, aku akan merebut apa yang seharusnya sudah menjadi milik ku, dan aku tidak akan membiarkan mu mengusiknya lagi''


"Jane lepaskan'' ucap Krisna tiba tiba datang lalu menghampirinya,


''kakak''jawabnya lalu melepaskan tangan Aroofa dan berlari memeluk Krisna


''Tuan Krisna'' sapa Sandev, krisna hanya tersenyum dan mengangguk.


"kakak, Amar kak"


"iya Amar baik baik saja'' jawab Krisna menenangkan Jane dan meengusap punggungnya.


"Maaf tuan, siapa diantara kalian kerabat pasien yang bernama Amar'' ucap suster menggunkan bahasa urdu , Jane melihat Attaf karena tidak begitu mengerti bahasanya


"Saya adiknya sus" jawab Attaf dalam bahasa yang sama


"Attaf apa ini'' tanya Jane melihat kertas tagihan rumah sakit Amar.


''Tagihan rumah sakit  Amar''  jawabnya lalu Jane melihat nominalnya kemudian ia penghitung jika di jadikan ruapiah, Jane tersenyum lalu menepuk pundak Attaf


"Ayo '' ajak Jane ke bagian administrasi, seraya melihat  tajam Aroofa, nampak Jane mengeluarkan kartu kreditnya berupa American Express yang bisa di gunakan di negara mana pun. dan semua anak anak syasa mempunyainya termasuk Jane.


"Sudah, untuk biaya selanjutnya tidak perlu di pikirkan, Amar suami ku jadi dia adalah tanggung jawab ku'' jelas Jane saat selesai membayar tagihan rumah sakitnya, Ibu Amar yang sedari tadi diam dan menangis perlahan menghampiri Jane, seraya menakupkan tanganya,


"Nak jane maafkan ibu dan keluarga kami, ibu Tidak tahu harus berbuat apa" ucapnya di hadapan Jane.


''Ibu jangan seperti ini, jane menantu ibu, seorang ibu tidak boleh merendahkan kepalanya di hadapan menantunya, jika Amar tahu, Amar bisa memarahi ku ibu, ibu tahu bagaimana amar jika marah?'' balas Jane memegang kedua tangan sang mertua, lalu memeluknya


''Ibu salah menilaimu selama ini nak, maafkan ibu"


"Tidak apa apa bu, Jane memahami seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya''jawab jane lalu tersenyum dan menghapus air mata sang mertua.


Krisna yang sedari tadi bersama Sandev dan mendengarkan penjelasan sandev atas pernikahan Amar dan Aroofa pun geram  namun ia harus menahannya ia tahu ini bukan negaranya. ia tidak mau berbuat onar.melihat Jane yang begitu setia menunggu Amar keluar dari ruang oprasi pun sedikit meredam Amarahnya, Krisna tahu jika sang adik begitu cemas .Tak lama ruang oprasi terbuka dan dokter pun keluar, dan berjalan menghampiri ibu amar dan Jane.


"Dok bagaimana keadaan suami saya" tanya Jane cemas, dokter melihat Jane dari atas sampai bawah lalu melihat sang ibu. sang ibu hanya mengangguk tanda membenarkan  bahwa Jane adalah istrinya Amar.


"Suami anda baik baik saja nyonya, pelurunya sudah berhasil kami keluarkan dari bahu kirinya, tunggu saja  sebentar lagi juga siuman'' jelas dokter yang membuat semuanya Lega.


Amar kini sudah di pindahkan di ruang perawatan , Aroofa pun pulang dengan segala kekecewaannya, dan sakit hatinya terhadap Jane, sang ibu juga pulang ke rumah  dan Attaf masih di rumah sakit, untuk mendampingi Jane sedangkan Krisna dan sandev menemui keluarga Amar di rumahnya. Jane menuggu amar sadar, ia setia di samping Amar, dan terus memegang jemari Amar,


"Jane'' suara Amar terdengar, jane yang sedari tadi menatapnya pun  tersenyum haru mendengar Amar menyebut namanya,


''Amar kamu sudah sadar'' balasnya melihat  Amar begitu lekat. perlahan  Amar membuka matanya dan melihat Jane. sedangkan Attaf memanggil dokter


''Jane, jangan tinggalkan aku'' ucapnya lirih

__ADS_1


''Tidak Amar , aku akan selalu bersama mu, karena aku'' ucapnya tersenyum namun seraya meneteskan air mata haru lalu meletakan tangan Amar di perutnya, Amar paham dan mengucap kata syukur lalu memeluk Jane


''kamu akan memberikan ku anak'' balas Amar yang masih memeluk Jane.perlahan  Amar melepaskan pelukkannya dan melihat Jane begitu lekat dan mengusap wajahnya, keduanya tersenyum. tak lama Amar mencium kening Jane lalu memeluknya kembali.


''Terima kasih'' ucapnya lalu  jane melepaskan pelukannya karena dokter sudah datang untuk memeriksany.


Disisi lain Krisna menyelesaikan permasalahan keluarga Amar, akhirnya paman salim  mengambil alih semuanya dan Aroofa  menerima keputusan Amar yang sudah menalaknya, sebagai ganti rugi Krisna membayar tuntutan dari paman salim dengan sejumplah uang, dengan syarat tidak mengganggu Jane dan Amar lagi dan juga keluarganya. Krisna juga memberikan uang kepada orang tua Amar agar membeli rumah baru untuk tempat tinggal.Uang bukan masalah bagi Krisna asal adiknya bahagia, sudah cukup apa yang di rasakan Jane selama ini. Kini saatnya sang adik bahagia.


* * * * *


beberapa hari kemudian


Amar kini sudah di perbolehkan pulang , Amar juga Tahu jika Rey ikut datang bersama Jane namun itu tidak masalah, Amar mengerti ia menjaga anaknya dan justru sangat berterima kasih pada Rey sudah mau menemani Jane dan Aryan. kini keluarga Amar juga sudah menempati rumah baru mereka, rumah itu atas nama  Aryan sang anak karena secara hukum Aryan adalah anak Amar, jadi suatu saat nanti jika keluarga Aroofa berbuat macam macam atau ingin memiliki harta keluarga Amar tidak ada yang berani mengusiknya.


Rey tersenyum melihat Jane begitu bahagia bersama Amar walau kenyataannya mereka saling mencintai, benar adanya cinta tidak harus saling memiliki,mungkin jane dan Rey belum bisa mengendalikan emosinya saat bertemu, beda dengan laras dan Ardan mereka bisa menguasi semuanya.


"Jane.. kakak dan Rey pulang ke indonesia, jaga dirimu dan Aryan di sini, jika ada yang menjahatimu hajar saja'' pamit Krisna di selingi canda di akhir kalimatnya., mereka tertawa dan semuanya tertawa.


''iya kak, dan terima kasih sudah membantu keluarga suami ku''


'' iya, nanti jika kamu kembali ke new york hubungi kakak atau mama''jawab Krisna lalu mereka berpelukan


"Amar aku percayakan anak ku padamu, jangan khawatir aku tidak lupa tanggung jawab ku dan terima kasih sudah memberikan nama mu pada anak ku'' ucap Rey pada Amar, amar hanya tersenyum dan menepuk pundak Rey,


''kalau begitu kami pamit''  saut Krisna. lalu krisna dan Rey ke bandara, sebelum Rey masuk kedalam mobil Rey berpamitan dengan Aryan, Rey menciumi pipinya, ia juga tidak kuasa menahan air matanya, namun harus bagaimana lagi ia harus rela berpisah dengan sang anak.


"Jane kakak pamit, tolong jaga anak kita'' ucapnya lalu hendak mengusap kepala jane, namun ia urungkan dan mengulurkan tangannya dan mereka saling berjabat tangan. Jane juga tak kuasa menahan air matanya saat melihat perpisahan Rey dengan aryan.


'' pasti kak. Jane mamanya'' jawab Jane lalu keduanya tersenyum. setelah itu Rey masuk kedalam mobil dan menuju bandara.


* * * * * * *


Terima kasih


vote, like, komen, Rate


Amar



Jane



Meli



Rey



Attar



Luna



yuna


__ADS_1


__ADS_2