TAKDIR 2

TAKDIR 2
31.Bersyukur


__ADS_3

kini Rey berada di toko kue nya , Rey duduk termenung di ruangannya setelah pulang dari kantor Krisna. Rey memikirkan jane, bagaimana Jane menjalani hari harinya dengan kehamilan nya tanpa ada suami di sampingnya, ia merasa tidak berguna menjadi seorang ayah dari anak Jane.


''kenapa Jane tidak memberitahu ku jika ia hamil?, kenapa?'' batinnya yang sedang bersandar di kursi lalu mengusap kasar wajahnya .


''jane.. aku pernah bermimpi kamu membawa anak perempuan tapi justru anak ku bersama meli yang perempuan dan anak ku dari mu laki laki, Ya Tuhan bagaimana wajah putra ku'' batin Rey lagi yang ingin sekali melihat anaknya dari Jane.


''drett drettr'' getaran ponselnya mengagetkannya lalu ia membuka layar ponselnya yang ternyata sang istri mengirimkan pesan untuknya. Rey tersenyum ketika membaca nama meli di layar ponselnya tak lama ia membuka pesannya .


"Rey ini foto Aryan aku dapat dari Elsa , hidung,bibir mirip dengan mu tapi bentuk wajah dan matanya mirip dengan jane". begitu lah bunyi pesan dari meli di sertai emoticon tersenyum. Rey memperhatikan foto bayi nya, dan memang benar hidung dan bibirnya mirip sekali dengan ku


''Reymond junior '' batinnya lalu tersenyum dan sedikit menitihkan air matanya, Rey benar benar ingin memeluk anaknya, Namun apa daya ia hanya bisa melihatnya foto dari ponselnya.


''aku harus menemui Jane, tidak tidak , tidak sekarang, benar kata Krisna biarkan Jane belajar mencintai suaminya, aku tidak boleh egois, Jane berhak bahagia'' batinnya lalu ia tersenyum melihat wajah sang anak dan menyeka air matanya yang menetes.


Rey kembali termenung memikirkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi saat nanti bertemu Jane, bukan tapi lebih tepatnya sang anak, Apakah nanti Aryan akan mengenalinya, atau membencinya.


''Aku yakin Reymond kecil ku akan mengenali ku'' batin nya lagi lalu tersenyum kemudian ia berdiri dan keluar ruangannya untuk mengecek toko kue nya karena sepertinya ramai pengunjung.


''syukurlah, toko ini tidak kehilangan pelanggan setelah kebakaran tempo lalu'' batinnya tersenyum lalu ikut melayani pengunjung.



beberapa hari setelah acara pernikahannya.seluruh keluarga Kemabli ke negara asal masing masing, sedangkan Jane dan Amar memulai aktivitas seperti biasa namun dengan status berbeda yaitu suami istri dan Amar juga mempunyai gelar baru yaitu baba atau ayah.


walau anak tiri Amar memperlakukannya seperti anaknya sendiri, bahkan memberikan nama marganya kepada Aryan. dan juga memikirkan masa depan sang anak tiri.


Jane yang kini sudah kembali menyandang status istri, ia banyak belajar dari masa lalu, belajar menjadi lebih baik, seperti memasak kesukaan makan Amar dan belajar memasak masakan dari negara sang suami, Pakistan . ia menjalani hari harinya dengan senang hati karena ia belajar banyak hal terlebih budaya dan tradisi sang suami.


''Sayang..Amar, masakan kesukaan mu sudah matang, Aloo keema'' ucap Jane saat menghidangkan hasil masakannya di meja makan, mendengar Jane menyebut makanan kesukaannya di sebut, Amar bergegas menghampirinya di ruang makan sambil menggendong baby Aryan.


''sepertinya istri ku ini sudah pintar memasak masakan kesukaan suaminya'' puji Amar lalu mencium pipi Jane, Jane tersenyum simpul lalu mengambil baby Aryan dari gendongan Amar dan meletakkan di boksnya. setelahnya ia melayani Amar dan makan bersama.


''Amar tugas kuliah ku dari mu belum selesai, tolong jangan menghukum ku nanti'' ucap Jane namun Amar tertawa mendengar ucapan Jane dan hampir tersedak.


''ya sudah habiskan sarapan mu nanti kerjakan sebelum berangkat kuliah biar aku yang menjaga Aryan.


''baiklah, terima kasih''


''mungkin aku akan menghukum mu di kamar jika tugas mu tidak selesai'' goda Amar lalu keduanya tertawa . Amar sangat bahagia jika melihat jane tersenyum atau tertawa, baginya Jane adalah anugrah terindah dari Tuhan, di mata Amar Jane memiliki paras yang manis dan lembut, terlebih saat Jane sedang mengasuh baby Aryan.


''Jane kenapa kamu mau menikah dengan ku? tanya Amar saat selesai makan


''seharusnya pertanyaan itu untuk mu, kenapa kamu mau menikah dengan ku, jelas jelas aku seorang janda dan mempunyai anak'' tanya balik Jane lalu memperhatikan wajah Amar dengan senyuman lembutnya


''Tidak tahu, aku hanya nyaman bersama mu, aku tidak perduli dengan status mu'' jawab Amar lalu mengusap pipi Jane dan keduanya tersenyum


''kalau kamu?''


''Sama aku nyaman bersama mu'' jawab Jane meraih jemari Amar


''baiklah, aku bereskan sisa makanannya'' ucap Jane lalu berdiri.


''biar aku saja, kamu susui dan siapkan keperluan Aryan sebelum ke kampus'' jawab Amar agar Jane mempersiapkan Aryan karena saat mereka berdua pergi ke kampus Aryan ikut serta. dan Jane tidak mau berpisah dari Aryan dan memutuskan untuk selalu membawa Aryan kemana ia pergi termasuk ke kampus. dan sudah mendapatkan izin dari pihak kampus.


Amar membersihkan semuanya , dan Jane menyusui Aryan serta menyiapkan keperluan Aryan tak lupa ia memompa ASI nya untuk persediaan dan ia letakkan di tempat khusus untuk di bawa ke kampus.


setelah selesai ia mengerjakan tugas mata kuliah dari Amar, dan Amar hanya memperhatikan di sampingnya.sesekali Jane bertanya. Amar yang melihat Jane menggunakan kemeja longgar dan celana pendek pun merasa gelisah dan akhirnya ia tidak tahan dan mendekati Jane.


Perlahan ia meraba pinggang lalu pahanya dan menciumi rambut Jane, Jane merasa terganggu dan melebarkan matanya dan menyingkirkan tangan Amar


''Amar tugas ku belum selesai''

__ADS_1


''nanti aku ajari , tapi berikan aku sesuatu'' jawab Amar memasukkan tangannya kedalam kemeja Jane dan meraba perutnya.


''Amar stop''


''sebentar saja''


''ok baiklah'' jawab Jane pasrah Lalu mereka berdua menuju kamar tak lupa baby Aryan ia bawa dan ia tidurkan di dalam boksnya.


di dalam kamar hanya terdengar rintihan nikmat mereka berdua, Amar yang usianya sudah matang pun bak anak muda yang baru pertama kali melakukannya, dan pada dasarnya baru pertama kali untuknya. Dan nyatanya Amar berbohong dengan permainannya yang ternyata lebih lama dan membuat Jane tak berdaya hingga tugas kuliahnya belum selesai.


''Amar kamu keterlaluan, janji hanya sebentar tapi.. ah sudahlah aku mau mandi nanti terlambat ke kampus.'' ucap Jane yang langsung ke kamar mandi sedangkan Amar hanya tertawa puas sudah sukses mengerjai istrinya. tak lama ia menyusul dan mandi bersama.



Jane tergesa gesa memasuki kelasnya dan meninggalkan Amar begitu saja, Amar hanya tertawa seraya mendorong stroller baby Aryan, memasuki lorong kampus dan Melihat Jane berlari menuju kelasnya.


''Amar keterlaluan mengerjai ku'' ucap Jane saat duduk di bangkunya sambil membuka tas dan mengeluarkan buku tugasnya, Rahel sang sahabat heran melihat Jane begitu sibuk mengerjakan tugasnya.


''Jane kamu kenapa, sepertinya gugup dan terburu buru?'' tanya Rahel lalu duduk di sampingnya


''tugas ku belum selesai'' jawabnya, sontak Rahel tertawa


''memanganya suami mu itu tidak membantu mu mengerjakannya''


''tidak'' jawab Jane seraya menggelengkan kepalanya


''justru aku yang di kerjai''


''selamat siang semua'' suara Amar terdengar tiba tiba dan membuat panik Jane, sedangkan Rahel menahan tawa melihat ekspresi Jane. Amar mendorong stroller di pojok ruangan, lalu melihat Aryan sedang memainkan jemarinya lalu tertawa melihat Amar. dan Amar tersenyum melihat sang anak tertawa .


''ok baiklah, kumpulkan tugas kemarin, bagi yang belum selesai cepat selesaikan saya beri waktu lima menit'' ucap Amar seraya melihat Jane yang mengerjakan tugasnya terburu buru lalu tersenyum


''ini pak saya sudah menyelesaikannya'' ucap Jane, lalu tersenyum kesal.


''Ok '' jawab Amar lalu mengerlingkan satu matanya menggoda Jane, Jane melebarkan matanya lalu diam diam mencubit lengan Amar kemudian berlari menuju bangkunya. dan Amar hanya menahan tawa.


''memangnya enak di kerjai suami'' goda Rahel saat Jane duduk di bangkunya.


''Awas saja nanti sampai di rumah'' jawab Jane pelan. kemudian Amar melanjutkan materi kuliahnya , menjelaskan semua materinya namun di tengah Amar menyampaikan materi tiba tiba Aryan menangis, seketika Amar diam dan melihat stroller dan Melihat Jane yang khawatir, Jane pun hendak berdiri Namun Amar melarangnya dengan mengedipkan matanya.lalu Jane duduk Kemabli sedangkan Amar menghampiri Arya lalu menggendongnya serta memberinya susu.


''maaf mengganggu'' ucap Amar lalu tersenyum , kemudian melanjutkan materinya sambil menggendong Aryan dan memberinya susu lewat botol dotnya. semua kagum melihat Amar terlebih Jane.


''mungkin aku belum sepenuhnya mencintai mu tapi mungkin kamu lah takdirku, yang di kirim Tuhan di waktu yang tepat.'' batin Jane Melihat Amar lalu tersenyum.


Jam mata kuliah telah usai kini Jane dan teman teman nya memilih untuk pulang Namun Jane harus menunggu Amar lebih dulu . Jane menunggu Amar di taman kampus sambil menjaga baby Aryan tak ketinggalan Rahel selalu setia menemani Jane. Mereka berbincang di taman dan bercanda bersama baby Aryan .


''jane''


''heum..''


''Pak Amar sepertinya sangat mencintaimu, tapi bagaimana dengan mu?'' tanya Rahel sambil memangku Aryan, sejenak Jane menghela nafas panjang lalu tersenyum.


''Aku juga mencintainya, lebih tepatnya belajar mencintainya , jika di nilai baru 70 persen'' jawab Jane tertawa kecil sambil memegang jemari Aryan


''Tidak mudah Rahel untuk melupakan orang yang sangat kita cintai begitu saja, ya.. aku tahu aku hanya sendiri mencintainya, dalam arti lain bertepuk sebelah tangan, tapi di cintai ternyata lebih menyenangkan terlebih laki laki seperti Amar'' jelasnya membayangkan perlakuan Amar padanya selama ini.


''Apa kamu nanti ada niatan untuk mempertemukan Aryan dengan ayah kandungnya''


''pasti , tapi tidak sekarang, aku butuh kesiapan untuk menemuinya lagi, biarkan Rey bahagia dengan istrinya dan juga putrinya dan aku juga ingin bahagia dengan suami ku'' balas Jane menerawang lu tersenyum dan Melihat Rahel


''ouh... pemikiran mu dewasa sekali jane'' puji Rahel mengusap pundak Jane

__ADS_1


''pengalaman yang menjadikan ku seperti ini Rahel dan aku sangat bersyukur ''


''hai sayang'' sapa Amar tiba tiba, Jane menoleh ke arah Amar yang berjalan mendekatinya laku tersenyum


''Ayo pulang '' ajak Amar mengusap mengusap pundak Jane


''baiklah, ini Aryan, dan saya pamit'' saut Rahel yang tidak mau mengganggu dosen dan sahabatnya


'' hati hati'' jawab Jane setelah menggendong Aryan.


''iya.. bye'' jawab Rahel lalu berjalan meninggalkan Jane dan Amar.


''Ayo..'' ajak Amar lalu mereka pulang ke apartemen.



Yuna duduk sambil menonton televisi sambil menghitung uang penjualan batagornya , setelah kafenya tutup lebih awal, dan dua karyawan juga sudah pulang, jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Yuna menunggu sang suami pulang dari kantor, kebetulan Julio juga sedang lembur, dan Yuna setia menunggu kepulangan sang suami.


''Alhamdulillah, penjualan bulan ini sepertinya meningkat, ini rejeki mu sayang , kuat kuat ya temani mama untuk menjemput rejeki untuk mu dan untuk kita semua, dan hutang papa secepatnya lunas dan mama bisa koleksi berlian lagi'' gumamnya pada perutnya seraya mengusap usap perutnya.


tak lama terdengar suara mobil Julio, suara mobil yang selalu Yuna rindukan, entah mengapa semenjak hamil besar ia selalu ingin didekat suaminya. Yuna berdiri lalu membuka pintu dan tersenyum melihat sang suami keluar dari mobil lalu berjalan menghampirinya


''Assalamualaikum..'' salam Julio lalu mengecup kening yuna, kemudian Julio masuk dan Yuna menutup dan mengunci pintunya. dan Julio sesegera mungkin membersihkan badannya ke kamar mandi dan mengganti bajunya sementara itu Yuna membuatkan jahe hangat untuk Julio


''heum..terima kasih sayang ''ucap Julio seraya memeluk Yuna dari belakang yang sedang membuatkan jahe hangat untuknya.


''ini minumlah '' ucap Yuna memberikan satu gelas jahe hangat untuk Julio lalu keduanya keluar menuju ruang depan


''hari ini pekerjaan banyak sekali, menemani kak Krisna meeting dan membahas pembangunan mall baru di kota G '' ucap julio lalu duduk di karpet di ikuti Yuna, Yuna tersenyum mendengar cerita sang suami.


''Oh ya, tidak bisanya kafe tutup lebih awal '' tanya Julio lalu meminum jahe hangatnya


''iya tadi ada ibu ibu memborong semuanya, ini hasilnya bahkan ibu itu memberikan uang lebih katanya buat adik bayi yang ada dalam perut, katanya udah baik mau di ajak kerja'' jawab Yuna di ikuti tawa kecil keduanya


''heum..pasti ibu itu sangat baik'' saut Julio lalu mengusap perut Yuna


''oh ya, kamu sudah melihat notifikasi M- banking kita'' Tanya Julio melihat Yuna


''Belum? kenapa?''


''coba kamu lihat'' jawab Julio lalu Yuna mengambil ponselnya dan membuka notifikasi M-banking nya


''julio ini tidak salah ,seratus juta'' balas Yuna tidak percaya melihat nominal yang ada di rekening Julio yang ia pegang


''heum''


''uang dari mana?''


''itu bonus dari perusahaan karena bulan kemarin aku dan tim ku memenangkan tender besar dan itu bonus dari perusahaan'' jelas Julio lalu mencium pipi Yuna. Yuna seakan tidak percaya begitu banyak kebaikan saat ia hamil.


''tapi kita tidak bisa menikmatinya Julio, ini untuk membayar hutang'' jelas Yuna , Julio terdiam dan merasa bersalah belum bisa memberikan sesuatu pada Yuna dari awal pernikahan.


''maafkan aku yuna''


''tidak apa apa julio , jika kita mendahulukan kewajiban kita , Tuhan pasti akan membukakan pintu rejeki yang seluas luasnya untuk kita, percaya pada ku'' balas Yuna lalu menghambur ke pelukan Julio


''Yuna.. aku tidak tahu jika aku tidak bertemu dengan mu, pasti aku masih menjadi Julio yang penuh dendam dan berfoya foya dan merayu para gadis gadis'' batin Julio lalu memperberat pelukannya .


Ya, Yuna banyak merubah hidupnya, mengajari banyak hal, menjadikan nya laki laki yang bertanggung jawab dan cara bersyukur serta ikhlas dengan keadaan.


* * * * * *

__ADS_1


__ADS_2