
Pepatah mengatakan dia yang menabur dia pula yang menuai, sama halnya dengan Attar, menjadi orang sabar tidaklah mudah baginya, sebelum menjadi bagian keluarga Akbar dia adalah mahasiswa yang prestasinya patut di acungi jempol. ia aktif di berbagai kegiatan kampus dan menjadi aktivis di kampusnya, ia cukup terkenal di kampusnya, dan pandai menyampaikan pendapat di depan banyak orang. tak ayaal saat ia bekerja ia sangat di kagumi lawan bicaranya, caranya ia menyampaikan suatu ide dan gagasan, Krisna dan yang lain sangat puas akan konsep yang ia berikan.
Dahulu ia adalah anak kampung, anak seorang petani dan banyak di maki di caci, namun satu hal yang ia ingat pesan dari orang tuanya yaitu sabar, serta jujur dalam hal apa pun dan sampai saat ini ia ingat pesan tersebut .hingga Akhirnya kini ia bekerja di perusahaan ternama, perusahaan sang kakak ipar kusuma Group.dan menjadi suami sang adik.
''kakak'' panggil Luna saat bangun tidur, ia tidak mendapati sang suami di sampingnya, lalu ia keluar dari kamarnya dan mencari suaminya, seminggu setelah menikah mereka menempati rumahnya, dan sang mama Syasa memberikan satu asisten rumah tangganya untuk membantunya di rumah, karena sang mama tahu Jane belum terlalu bisa mandiri.
Luna mendapati sang suami sedang memasak di dapur sedangkan sang asisten yang sering ia panggil mbok iroh sedang menjemur baju, Perlahan ia menghampiri Attar dan memeluknya dari belakang.
''Kak.. lapar'' ucap manja Luna, dan bergelayut di punggung Attar, attar tersenyum dan memegang tangan Luna.
''Ini kakak sudah buatkan roti bakar dan susu, nanti habiskan'' Jawab Attar lalu tersenyun kemudian menghadap kearah Luna lalu sekilas mencium pipi Luna.
''Terima kasih kak'' balas Luna lalu tersenyum kemudian mereka menuju meja makan dan mereka sarapan bersama
''kakak sudah siapkan semua keperluan kita untuk bulan madu besok, jadi kamu tinggal menyiapkan sisanya yang mungkin ada yang kurang''ucap Attar saat mereka selesai sarapan.
''Heum.. tidak perlu banyak membawa barang kak, nanti kita bisa membelinya jika ada yang kurang, lagian kita berangkat bukan berdua tapi enam orang'' jelas Luna memperhatikan wajah Attar
''Enam?''
"Heum, kak Julio, kak Yuna, om Abi dan kak Arya, om Abi dan kak Arya biasa urusan bisnis''
''Oh ya tidak masalah, malah lebih ramai'' jawab Attar
''Iya lebih ramai apa lagi om Abi, paling ramai jika sudah melihat gadis gadis cantik,dan itu menyebalkan'' balas Luna membayangakan Abi.
''Dreetttt, drett'' suara getaran ponsel Luna, lalu ia mengangkatnya
''Ya halo, dengan Luna galery'' jawabnya,
"Apa benar ini nona'' Luna?''
"Ya saya sendiri''
''İni saya tuan yaqmur dari turki ingin membeli lukisan anda yang ada di pameran festival kemarin'' jelasnya, lalu Luna berdiri meninggalkan Attar di ruang makan sediri dan ia menuju teras taman yang terhubung di ruang makan
''Oh baik tuan, nanti Asisten saya yang akan mengurusnya ''jawab Luna sopan,
''Tapi saya ingin bertemu anda langsung Nona''
''Eum,, maaf tuan saya sedang tidak ada di indonesia saya sedang bulan madu ke belanda'' bohong Luna, Ia sengaja melakukan itu karena ia benar benar menghabiskan waktunya bersama sang suami.
''Oh, anda sudah menikah?'' jawabnya kecewa
''Ya seminggu yang lalu''jawab Luna lalu tersenyum karena attar memeluknya dari belakang..
''Baiklah, asisten anda saja"
__ADS_1
''Maaf tuan'' balas luna lalu keduanya mematikan sambungan ponselnya masing masing.
''Apa itu dari pengemar lukisan mu'' tanya Attar yang masih memeluk Luna dari belakang.
''Heum...'' jawab luna lalu membalikkan tubuhnya.dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
''Kak, maaf selama seminggu ini aku belum bisa bangun pagi, selesai subuh malah tidur lagi'' ucap Luna yang setelah menikah jadwal dan tugas kuliah nya semakin banyak dan ia harus menyelesaikannya sebelun berangkat bulan madu.
''Iya tidak apa apa, kakak mengerti kamu seminggu ini sudah bergadang mengerjakan tugas kuliah dan aku tambah lagi pekerjaanmu ''
''Pekerjaan?'' tanya luna yang masih belum paham
''Di tempat tidur'' bisik Attar membuat Luna malu.
''Kakak'' pekiknya menghambur ke pelukakannya,
* * * * * *
Hari ini adalah hari minggu, Rey membawa Aryan ke rumahnya tanpa Jane, karena Jane sedang mengerjakan tugas kuliahnya dan tidak bisa menemani sang putra bertemu papa kandungnya. terlebih Amar hanya beberapa kali bisa di hubungi karena kendala perbedaan waktu, padahal hanya selisih dua jam.
Rey bermain bersama sang putra dan putri, ia sangat bahagia melihat keduanya tumbuh aktif. meli yang yang melihat dari dapur tersenyum seraya membuatkan susu untuk Aryan dan Maudy , mereka berdua sudah meminum susu tambahan, Aryan yang usianya 8 bulan sudah minum dan makan tambahan dan itu memudahkan Jane untuk beraktifitas, maudy sendiri yang baru satu tahun kurang pun sama seperti Aryan.
''Hai.. waktunya minum susu'' sapa Meli membawa dua botol susu untuk anak dan anak tirinya, meli memberikan susu maudy pada Rey untuk di berikan pada maudy, sedangkan Meli memangku Aryan dan memberinya susu.Meli tersenyum saat Aryan meminum susu di pangkuaanya, sedangkan Aryan terus melihat Meli tersenyum, Aryan pun tersenyum. perlakuan Meli pada Aryan yang lembut membua t Aryan merasa nyaman. ya begitulah anak kecil tahu mana orang yang begitu tulus dan baik.
''Rey sepertinya Aryan menyukai ku'' ucap Meli lalu tersenyum, Rey juga tersenyum melihat anaknya nyaman bersama sang istri.
''Dia tahu jika mama pertamanya sangat baik dan penyayang, dan penyabar'' jawab Rey lalu tertawa kecil begitu juga Meli
''Sepertinya dia kelelahan bermain" ucap Meli lalu mengambil botol nya dari tangan Aryan karena sudah habis, dan meletakan botolnya , Meli melihat Aryan begitu lekat lalu mencium pipinya dengan lembut, ia membayangakan ingin sekali anak laki laki, tapi mungkin jika Maudy sudah besar.
''Kenapa kamu meliahat Aryan seperti itu, apa kamu ingin anak satu lagi'' goda Rey
''Ya, tapi nanti kalau maudy sudah 3 atau 5 tahun'' jawabnya lalu menidurkan Aryan di dalam boksnya.
''Rey.. tadi pagi waktu kamu menjemput Aryan, apa kamu tidak di cemburui Suaminya? tanya Meli menggoda Rey.
''Amar ada di pakistan, dia berangkat setelah acara resepsi pernikahan Luna dan Attar, itu pun tidak pamit dengannya, hanya meninggalkan secarcik kertas''
''Apa mereka ada masalah?"
"Tidak tahu, Jane tidak bercerita banyak, yang kalau ada masalah, itu bukan urusan ku, urusan ku hanya dengan Aryan'' jawab rey lalu tersenyum , dan tidak mau tahu urusan rumah tangga mantan istrinya.
Lain di mulut lain di hati, tidak di pungkiri Rey khawatir dengan keadaan Jane, iya tahu Jane pasti kerepotan mengurus Aryan sendirian .Rey tahu betul bagaimana Jane, ia tidak bisa melakukan apa pun sendiri, di tambah tugas kuliahnya menumpuk dan orang yang sering bersamanya tidak ada di sampingnya.
Disisi lain Jane yang baru saja selesai mengerjakan tugas kuliahnya berusaha menghubungi Amar, namun nihil, Jane terus berusaha menghubunginya namun tidak ada jawaban padahal perbedaan waktu indonesia hanya beda 2 jam dari pakistan, lebih cepat indonesaia, jam baru menunjukan jam 11 siang itu artinya di pakistan baru jam 9 pagi.
''Amar ayo angkatlah, sebenarnya kamu dan keluarga mu ada masalah apa, kenapa kamu tidak menceritakannya pada ku'' gumam Jane yang berjalan kesana kemari
__ADS_1
''Dan aku juga punya kabar gembira untuk mu'' gumamnya lagi seraya mengusap perutnya. ya sewaktu ia mengatakan telat datang bulan tempo lalu saat masih di new york, dan Jane tidak mau mengetesnya karena ia takut negatif seperti yang sudah sudah dan kali ini ia mengetesnya karena sudah telat dua minggu dan hasilnya positif.
''Ayolah Amar, sudah satu minggu kamu di pakistan dan baru dua kali kamu menghubungi ku.'' Gumamnya lagi, lalu ia duduk di sisi tempat tidur.
''Jangan jangan dia di nikahkan sama sepeupuny?'' batinnya lalu ia beranjak dari duduknya lalu meraih koper dan tasnya, lalu memasukan beberapa bajunya dan baju Aryan serta keperluan Aryan, serta surat surat penting lainya untuk perjalanan, lalu ia menghubungi orang kepercayaan keluarganya untuk menyiapkan pesawat pribadinya dan mengirim pesan untuk Rey agar mengantarkan Aryan ke bandara. setelahnya ia keluar dari kamarnya.
''Ma.. pa.. aku mau ke pakistan menyusul Amar'' pamit Jane pada Bryan dan Syasa. mereka berdua pun heran pasalnya Jane pergi secara mendadak.
''Ada apa?, kenapa tiba tiba, lalu bagaimana Aryan, apa kamu berani datang sendiri disana? tanya Syasa menghampiri Jane
''Tidak ada apa apa ma, aku rindu padanya, sedangkan Amar masih ada urusan dengan keluarganya, jadi aku memutuskan untuk menyusulnya ma'' Jawab Jane sesantai mungkin agar orang tuanya tidak mengetahui kekhawatirannya.
''Dengan siapa kamu pergi? tanya Bryan
''Aryan''
''Maksud papa yang menemani mu pergi ke sana, kamu belum pernah pergi ke sana sayang'' jawab Bryan merasa khawatir.
''Tidak ada pa, Jane berani sendiri, Jane sudah besar,nanti kalau sudah sampai Jane juga tidak langsung ke rumah Amar, Jane mau istirahat di hotel''
''Baiklah, nanti papa hubungi sandev, untuk menjemputmu, sandev bekerja di kedutaan pakistan, nanti biar dia yang membantu mu''jelas Bryan lalu memeluk Jane di ikuti Syasa
''Iya pa, terima kasih'' jawab jane.
''Aryan bagaimana?''
"Jane sudah menghubungi kak Rey untuk mengantarkannya ke bandara. nanti bertemu disana'' jelas jane lalu tersenyum kemudian ia menuju bandara.
disisi lain Rey yang hendak berangkat mengantarkan Aryan justru heran melihat Meli yang membawa koper kecil menuju arahnya dan membawakan tas yang sering ia bawa pergi.
''koper?'' tanya Rey
"Temani Jane dan Aryan, jangan biarkan Jane membawa anakmu pergi sendiri di negara orang, Aryan masih kecil'' ucap Meli pada Rey. Rey tersenyum haru begitu lembutnya hati sang istri.
''Tidak apa apa?''
"Tidak apa apa sayang, pergilah lindungi Anakmu dan ibunya, aku tidak mau terjadi sesuatu pada putra ku Aryan''
''Meli..'' panggilnya penuh haru lalu memeluk Meli begitu erat,
''Aku percaya padamu, dan kamu jangan khawatir aku akan menjaga Anak dan harta mu'' jelas meli di pelukan Rey.
''paspor dan yang lainya sudah ada di tas kecil'' ucap Meli lalu tersenyum, lalu di angguki Rey
''Hatimu terbuat dari apa Meli, sungguh hatimu begitu mulia'' Batin Rey lalu mereka melepaskan pelukannya, kemudian mencium Meli dan maudy, setelahnya ia berangkat ke bandara menyusul Jane.
* * * * *
__ADS_1
Terima kasih
vote, like, komen , Rate.