
Setelah kejadian penjambakan di rumahnya yang di lakukan Yuna sang istri, Julio kini nampak sangat berhati hati dengan wanita, dan sudah tidak berani menggoda wanita wanita yang menurutnya menarik di matanya. ia benar benar tidak mau membangunkan singa di dalam diri yuna. Saat ini mereka sedang berada di gedung yang nantinya untuk acara pernikahan Luna dan Attar serta acara resepsi mereka berempat.
Jane dan Amar pun sudah berada di indonesia dan tengah berada di rumah Syasa, mereka sedang istirahat di kamarnya. Amar yang baru pertama kali datang ke indonesia pun, ia merasa aneh dan asing.Namun keramahan keluarga Jane membuat ia nyaman.
''Amar, Bangun sayang sudah sore'' ucap Jane yang masih berbaring di sampingnya, dan mengusap lembut pipi Amar dengan ibu jarinya, Amar membuka mata dan tersenyum melihat Jane lalu memeluknya.
''Aku masih mengantuk Jane, badan ku rasanya remuk setelah perjalanan jauh'' jawabnya lirih seraya mengeratkan pelukannya.
''Tok..tok..'' suara pintu di ketuk seseorang.
''Siapa?'' tanya Jane yang masih di pelukan Amar
''kakak''
''Masuk kak, pintunya tidak di kunci''
''Kreeeett''
''Astaga..'' ucapnya melihat jane dan amar masih saling berpelukan.
''Amar lepas ada kak krisna'' ucap Jane, Nanun Amar tidak mau melepaskannya, Krisna berjalan menghampiri sang adik dan duduk di tepi tempat tidur.
''Ada apa kak?" tanya Jane lalu memutar tubuhnya menghadap ke arah Krisna dan Amar memeluknya dari belakang.
''Eum.. Rey ingin menemui mu dan anaknya, dia sudah tahu kalian ada di indonesia'' jawab Krisna hati hati dan sekilas melihat Amar, Krisna tahu jika Amar pasti cemburu tapi masalah ini harus secepatnya di selesaikan dan Amar tahu itu. Ia harus menahan rasa cemburunya lebih dulu sampai masalah mereka selesai.
''Aku pikirkan nanti kak, sebenarnya aku belum siap bertemu dengan Kak Rey, karena aku tidak tahu harus memulai pembicaraannya dari mana''jawab Jane seraya menggenggam erat jemari Amar.
''Lebih cepat lebih baik, biar masalah ini tidak berlarut larut dan kalian bisa menjalani hidup masing masing, Atau mau kakak temani'' balas Krisna melihat Jane, Amar dan jane duduk di tempat tidur dan tersenyum satu sama lain.
''Tidak kak, biar Amar saja nanti yang menemani ku, untuk kapannya, nanti aku hubungi Kak Rey sendiri, aku masih menyimpan no ponselnya di ponsel lama'' terang Jane lalu tersenyum.
''Baiklah, oh ya.. mama sudah menunggu kalian , mama memasak masakan kesukaan mu''jawab Krisna mengusap kepala Jane lalu di angguki Jane, kemudian Krisna keluar dari kamar Jane. Setelah Krisna keluar, Jane menghambur kepelukan Amar.
''Bagaimana aku menghadapinya?''tanya Jane pada Amar ,Amar tersenyum dan sebenarnya ia juga menahan Cemburu.
''Temui saja'' jawab Amar lalu tersenyum
Jane tidak tahu harus bagaimana?, apakah ia sanggup menghadapi Rey?, ia sendiri takut, takut akan perasaannya sendiri, takut rasa itu akan muncul kembali, walau nyatanya memang tidak sepenuhnya hilang,
Amar turun dari tempat tidur dan memutuskan untuk mandi sedangkan Jane, ia keluar menemui sang mama dan juga anaknya yang sedang di jaga Elsa.
''Hai kak'' sapa Jane pada Elsa yang sedang menggendong Aryan
''Hai.. bagaimana tidur siang mu" tanya Elsa melihat jane menghampiri Wisnu di dalam boksnya sedang tertidur.
'''nyenyak kak, aku memang sangat merindukan rumah, Amar saja sampai mendengkur'' balasnya diiringi tawa di akhir kalimatnya.
''kamu bisa saja'' jawab Elsa yang sedari tadi ikut tertawa, Krisna yang mendengar tawa istri dan sang adik pun keluar kamar dan ikut bergabung.
''Ada apa, sepertinya seru?''
__ADS_1
"ah,tidak ada apa apa kak, aku hanya cerita kalau tidur Amar mendengur, ya mungkin karena dia kelelahan''
'' oh,,'' jawab krisna.
Suasana rumah Syasa kini kembali ramai, bahkan bertambah ramai, anak dan menantu, serta cucu cucunya sudah berkumpul, Syasa merayakan kepulangan sang anak Jane yang hampir dua tahun tidak pulang, Syasa merasa senang melihat sang anak baik baik saja, secara fisik dan mental walau nyatanya ia juga tahu apa yang ada di dalam hati Jane terhadap Rey,
Malam pun tiba semua berkumpul di ruang makan, untuk makan malam bersama, Amar yang pertama kali meliahat makanan yang berbentuk bulat bulat pun heran dan bertanya pada Jane seraya berbisik.
''Itu yang bulat bulat apa namanya'' tanyanya, jane tersenyum dam melihat Amar, semua yang melihat amar berbisik pun tersenyum,
''ok, baiklah, aku beri tahu semua masakan ini, ini namanya bakso, ini namanya soto, dan yang ini namanya rendang'' jelas Jane satu satu pada Amar,
''Rendang ini terbuat dari daging sapi yang di masak dengan bumbu dan rempah rempah lainnya,bakso juga sama terbuat dari daging, bisa daging sapi atau juga bisa daging ayam, atau ikan dan daging di giling lebih dulu, lalu di campur dengam tepung dan bumbu khusus, di padu dengan kuah dan sayuran yang segar, kamu mau yang mana'' jelas Jane melihat Amar. Amar mengambil beberapa butir bakso dan ia letakan di mangkok lalu ia mengambil kuahnya sesekali melihat Cara yuna mensajikan untuk Julio, ia menambahkan kecap dn saus cabai dan sambal seperti apa yang Yuna lakukan, lalu ia mencoba memakannya.
''heum,, rasanya enak, kuahnya segar'' gumam Amar seraya menikmatinya baksonya, dan semuanya tersenyum melihat Amar.
''Sepertinya ini menjadi daftar makanan favorit ku saat di indonesia'' ucap Amar dan iringi galak tawa semuanya,
''Kamu juga harus mencoba masakkan Laras nanti di jamin'' saut Martin lalu yang belum selesai kalimatnya sudah terkena cubitan laras
''Dijamin sakit perut'' sambung Julio lalu semuanya tertawa
''Awas saja nanti kalau aku memasak kalian ikut makan'' balas laras tidak terima menatap tajam Julio, namun Julio hanya menjulutkan lidah.
suasana semakin semakin ramai tatkala anak anak mereka ada yang menangis terlebih naina yang di jaili jojo, dan itu membuat siena mengoceh panjang kali lebar, Namun Syasa dan Bryan sangat menukmati kebersamaan malam ini bersama keluarganya. Sementara itu sebagian mereka sudah selesai makan memilih berkumpul di ruang keluarga, sedangkan jane diam diam mengubungi Rey saat Amar tengah sibuk berbincang dengan keluarganya dan tidak ada yang mengetahui itu.
Jane berada di sudut ruang baca, ia menunggu Rey mengangkat panggilannya, beberpa kali ia mencoba namun tidak ada jawaban hingga Akhirnya Rey mengangkatnya, Rey tidak tahu jika yang menghubungi adalah Jane.
''Jane'' jawab jane singkat,sejenak mereka terdiam terlebih Rey, ia melihat sekelilingnya dan melihat meli yang sedang tidur bersama maudy sang anak. lalu ia keluar dari kamarnya menuju teras depan
''Jane eum.. apa kabar" balasnya canggung
''Temui aku di taman komplek rumah ku sekarang, aku tunggu'' jawab Jane lalu mematikan ponselnya begitu saja, tanpa pikir panjang Rey memenuhi permintaan Jane ia pergi dengan menggunakan motornya, tanpa sepengetahuan Meli dan adik adiknya sedangkan Jane beralasan pada semuanya izin ke ruangan kerja sang papa dan tidak mau di ganggu karena ada sedikit tugas kuliah yang harus ia selesaikan, dan memang ada tugas kuliahnya yang belum selesai dan Amar tahu akan hal itu.
Jane mengendap endap keluar lewat jendela ruangan kerja Bryan dan sebelumya ia sudah mengunci pintunya, lalu menuju taman komplak perumahannya yang tidak jauh dari rumah. Ia menunggu Rey cukup lama sekitar lima belas menit. Dan akhirnya Rey sampai di taman, Rey melihat Jane yang sedang duduk di bangku taman dengan memakai jaket milik Rey yang dulu ia bawa dari Apartemennya, jaket itu juga yang menemaninya saat di new york.
perlahan Rey menghampiri Jane dan duduk di sampingnya, sekilas melihat wajah jane yang seolah menahan tangis, Jane tahu Rey sudah duduk di sampingnya.
''Ada apa kamu menyuruh aku menemui mu malam malam seperti ini, bukankah kita sudah sepakat bertemu dengan anak kita lusa besok'' tanya Rey yang pandangannya lurus kedepan.
''Aku tidak tahu kak, kenapa aku bisa berada disini, aku hanya menuruti kata hati ku, ternyata melupakan kakak tidak semudah yang aku bayangkan, aku tidak bisa melupalan kakak sepenuhnya terlebih ada Reymong kecil yang selalu mengingatkan ku pada kakak'' jelas Jane dengan suara bergetar menahan air matanya agar tidak jatuh, Namun tetep saja air mata itu jatuh tanpa permisi.
''Lalu apa yang kamu inginkan dari kakak''
''Tidak ada'' jawab jane seraya menghapus air matanya
''Apa kaka mencintai kak Meli?''
"Maksudmu?" tanya balik Rey yang tidak tahu maksud Jane
"Kakak cinta atau kasihan'' pertanyaan Jane membuat Bingung Rey
__ADS_1
''Cinta''
''Bohong!, kakak tidak pernah mencintai Kak meli, kakak hanya kasihan dengannya, jika memang kakak mencintai kak meli untuk apa kakak menikahi ku dengan dalih takut ancaman dari kak Julio?, Aku baru sadar jika kakak mencintai ku dari aku SMA, iyakan kak?, tapi kakak takut dengan kak Krisna dan tidak mau mengakui perasaan kakak sendiri, kakak selalu menganggap ku adik makanya kakak tidak mau mengakui perasaan kakak sendiri, jawab kak'' jelas Jane mengingat masa masa SMA, dan perlakuan manis Rey saat itu.
Kini Rey tidak bisa mengelak lagi bahwa sebenarnya apa yang di katakan Jane semua benar, Ada rasa di hati Rey untuk Jane saat itu, dan memang benar ia memang kasihan dengan Meli dan juga Kagum dengan perjuangan Meli,sehingga ia lebih memilih Meli.
''Iya kakak mencintai mu, tapi semua sudah terlambat Jane,cinta tidak harus memiliki. Kenapa kakak lebih memilih Meli, karena kakak tidak tega jika harus meninggalkan dia begitu saja, karena Meli juga mencintai kakak"
"Lantas bagaimana dengan ku kak''
''Jane.. ada beberapa hal yang tidak bisa kakak jelaskan pada mu, yang jelas kakak tidak bisa meninggalkannya, dia yatim piatu hanya memiliki dua adik, sedangkan kamu memiliki segalanya.tapi semakin kesini kakak juga sangat mencintainya terlebih ada maudy putri kami'' jelas Rey melihat Jane terdiam seraya menangis.
''Jane..'' ucap Rey meraih jemarinya.
''Maafkan kakak, sudah membuat mu kecewa,mugkin kakak bukan Ayah yang baik buat anak kita tapi percayalah , sebenarnya kamu ada di dalam sini'' ucap Rey meletakan tangan jane di dadanya, seketika jane menghambur kepelukan Rey dan menangis di dadanya.
''Kenapa aku terlambat menyadari jika kakak juga mencintai ku, jika aku tahu aku tidak akan menikah lagi dan tidak meminta cerai dari kakak, aku rela jika harus berbagi dengan kak meli'' jawab Jane dalam isak tangisnya,Rey hanya bisa mengusap punggung Jane dan tersenyum.
"Sudah jalan takdirnya seperti ini Jane, kita bisa berencana menikahi siapa, tapi kita tidak bisa merencanakan cinta kita untuk siapa,dan Tuhan menempatkan seseorang dalam hidup kita karena sebuah alasan, dan jika seseorang tersebut tidak bisa bersama kita, itu karena sebuah alasan yang lebih baik, seperti kak laras dan kak Ardan, mereka saling mencintai tapi karena keadaan tidak memungkinkan mereka untuk bersatu kembali, ada banyak hati yang harus mereka jaga sama halnya kakak, kakak tidak mau menyakiti gadis yatim piatu'' jelas Rey melihat jane dan tersenyum tapi tidak dengan jane akal dan perasaannya tidak sama dengan laras, Namun ia tidak bisa berbuat banyak hanya menuruti apa yang di ucapkan Rey
''Jika suatu saat Tuhan mengizinkan aku kembali kepada kakak, apa kakak mau dengan ku''
''mungkin di kehidupan berikutnya'' jawab Rey mengusap pipi Jane.
''kakak"
"Sudah malam pulanglah, suami mu pasti mencari mu, dan tolong jaga anak kita, maafkan kakak jane'' balas Rey lalu mencium kening Jane
''kakak'' ucap lirih Jane lalu memeluk Rey sekilas kemudian tersenyum dan akhirnya ia menemukan jawaban yang sebenarnya, Rey mengeluarkan sebuah gelang mainan di sakunya lalu memberikannya pada jane.
''Berikan ini pada Reymond kita, gelang ini sama dengan punya kakaknya maudy, jangan sampai hilang'' jelas Rey. Jane hanya mengangguk dan tersenyum kemudian mereka saling berpelukan lalu Jane kembali kerumah tanpa ada satu orang yang tahu, begitu juga Rey kembali ke rumah.
Pagi harinya Reymond bersikap biasa saja bahkan seperti tidak terjadi apa apa, ia bangun seperti biasa membantu sang istri menjaga sang anak sedangkan Meli memasak untuknya dan adik adiknya.Meli tidak mengetahui jika Rey keluar malam hari, Rey juga pandai saat pulang ia membawa martabak sebagai alasan, karena takut tiba tiba meli terbangun tengah malam tidak mendapati dirinya di rumah dan martabak itu yang menjadi alasannya ia keluar.
Sementara itu keluarga Jane juga tidak ada yang mengetahui jika malam hari Jane menemui Rey. semua begitu rapi dan Jane pandai membaca situasi.Kini ia sedang menyiapkan sarapan untuk sang anak dan suami dengan hati lega dengan senyum yang mengembang, rasa penasaranya sudah hilang dan sudah menemukan jawaban yang sebenarnya.
''Pagi sayang'' sapa Amar mencium pucuk rambut Jane
''Pagi Amar, suami ku'' jawabnya lalu tersenyum lebar, Amar sedikit heran dengan senyuman sang istri, tidak biasanya ia tersenyum selebar itu, Namun ia memahami karena saat ini Jane sedang bersama keluarganya.
''Apa kamu senang berada di rumah mu sendiri'' tanya Amar memeluk Jane dari belakang
''heum, karena aku memang merindukan rumah ini Amar, di sini tempat masa kecil ku dan remajaku dan juga banyak kenangan'' jawab Jane membayangkan masa masa SMA nya saat bermain bersama krisna dan Rey
''Ini susu , dan Roti chapati dan kari untuk mu sudah siap, kamu sudah lama tidak memakan ini bukan?'' ucap Jane memberikan chapatinya pada Amar yang sudah ia siapkan di piring. lalu keduanya menuju ruang makan, Bryan dan Syasa dan yang lainnya hanya tersenyum melihat keromantisan Jane dan Suaminya
* * * * *
Terima kasih
like , vote, komen dan rate
__ADS_1
jangan bully Author ya, Author udah begadang nulis ini,