TAKDIR 2

TAKDIR 2
6 Bersyukur


__ADS_3

''Rey.. sudah kamu beri peringatan media yang memberitakan Elsa''


''sudah Kris tapi berita yang sudah beredar tidak bisa di hentikan dan media sekarang lebih cepat memberi informasi pada masyarakat'' jelas Rey duduk di kursi sebarang meja Krisna


''sial..'' umpat krisna lalu


berdiri Danz menghubungi Sofi


''halo.. sof''


''ya Kris.. ada apa..? aku sedang bersama Alex''


''oh.. em.. maaf aku hanya.. ''


''tenang saja besok pagi aku akan jumpa pers untuk menjelaskan semuanya, dan Elsa mu aman '' jelas Sofia yang sudah mengetahui berita atas terseretnya nama Elsa dengan kandasnya hubungan mereka


''oh my God .. terima kasih Sofi, sekarang aku lega''


''ya.. santai saja, aku jamin pernikahan mu lancar dengan kekasih dan cinta pertama mu'' jelas Sofia lagi


'' hey.. dari mana kamu tahu''


'' dari asisten mu yang bocor'' jawab Sofia lalu kedua nya tertawa dan Krisna sekilas melihat Rey.


''ok baiklah terima kasih'' ucap Krisna lalu memutuskan sambungan ponsel nya.


''akhirnya Sofi mau membantu'' ucap Krisna melihat Rey yang sedari tadi setia menunggu nya lalu ia pun duduk dan memeriksa ponsel yang satunya


"**bosan**"


seketika Krisna beranjak setelah melihat story Elsa.ia mengemasi barang bawaannya dan meminta kunci mobil milik nya pada Rey, Rey yang melihat nya bingung karena tidak biasanya Krisna terburu buru


''kamu mau kemana ?'' tanya Rey heran


''pulang, ada sesuatu yang lebih penting''


''tanda tangan dulu berkasnya'' jawab Rey membuka mapnya


''besok saja, aku belum mempelajari berkasnya'' jawab Krisna melangkah keluar.


''ck.. ok baiklah, besok saja lagian satu jam lagi waktu jam pulang kerja'' gumam Rey lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dan merenungi nasibnya yang belum juga mempunyai pasangan


''aku menikah dengan siapa? siapa yang mau menerima diriku apa adanya, Gita..? CK.. Gita terlalu ambisius , meli.. meli.. ? kenapa aku menyebut nama pelayan restoran itu


, manis sih tapi sedikit chubby, eh apa kabar dirinya sekarang sudah lama aku tidak ke restoran om Abi'' batinnya lalu tersenyum dan keluar ruangan Krisna .


*


Krisna keluar dari mobil nya dengan tergesa gesa dan langsung berjalan masuk kedalam rumah, mencari sosok yang ia rindukan. siapa lagi kalau bukan Elsa Safira yang seminggu lagi akan ia nikahi. ia mencari ke kamar Elsa namun ia tidak menemukannya, lalu krisna menanyakannya pada bi Tini yang kebetulan sedang membersihkan ruangan yang ada di depan kamar Elsa


''bi.. mana Elsa ?''


''tuan..? non Elsa ada di ruang kerja tuan sedang membaca buku'' jawabnya lalu tersenyum sopan


''oh.. ya sudah bi, lanjutkan pekerjaan bibi''


''baik tuan'' lalu krisna menuju ruang kerjanya, ia mendapati Elsa sedang tertidur dengan posisi kepalanya di letakkan di atas meja beralaskan buku . Krisna tersenyum melihat nya lalu perlahan ia mendekatinya dan mengusap lembut rambut Elsa.Elsa terbangun saat merasakan kepalanya ada yang mengusap dan melihat siapa yang mengusapnya


''krisna.. kamu sudah pulang?'' tanya Elsa merapikan rambutnya lalu melihat Krisna


''iya .. aku merindukan mu''


''gombal'' jawabnya lalu sedikit mencubit perut Krisna dan mereka tertawa


''oh ya .. aku sudah memasak ayam panggang dan sambel goreng untuk mu''


''oh ya.. seperti nya lezat,aku jadi lapar ayo kita makan'' puji krisna lalu tersenyum kemudian mereka berdua menuju ruang makan. Elsa mengambilkan makanan untuk Krisna serta menuangkan minuman kedalam gelas lalu mereka berdua makan bersama.


''krisna sebelum menikah nanti aku ingin ke makam ayah dan ibu ku'' ucap Elsa saat selesai makan


'' iya ..nanti aku juga mau ke makam opa Oma buyut dan makam Metha dan juga paman dewo lalu aku juga ingin tabur bunga di laut'' jelas Krisna sendu mengingat kecelakaan dewa dan Dewi serta adik adik nya

__ADS_1


''iya nanti aku temani'' jawab Elsa menggenggam jemari Krisna seolah memberi kekuatan, Elsa tahu bagaimana Krisna sangat kehilangan papa kandungnya , terlihat saat dulu bercerita dengan nya dan Elsa hanya menjadi pendengar yang baik dan itulah yang membuat Krisna Nyaman menceritakan segala sesuatu nya pada Elsa


''baiklah aku mau mandi setelah ini ayo jalan jalan sekalian ke butik tante Utari untuk mengambil baju pengantin kita dan agar kamu tidak bosan'' jelas Krisna tersenyum


''iya.. aku bereskan piring nya lebih dulu''


'' tidak perlu biar mbok Titin saja'' balas Krisna menarik lembut Elsa lalu keduanya ke kamar mereka masing-masing. sementara itu Rey kini berada di restoran Abi tempat di mana meli bekerja. Rey sengaja memesan banyak makanan lalu mengajak meli makan, Rey menyukai cara makan meli seperti menggugah selera makannya


''mel habiskan ya''


''ah.. iya tuan tapi saya sudah kenyang, kalau tidak keberatan, boleh saya bawa pulang untuk kedua adik saya ?'' jawab meli sedikit ragu dan menyunggingkan senyum nya. Rey melihat lekat meli dan memang seperti nya


meli sudah kenyang


''owh.. tentu saja , jika kurang pesan lagi saja nanti tagihan nya biar aku membayarnya'' jelas


Rey lalu tersenyum melihat binar bahagia di mata meli. ya meli adalah gadis biasa sama halnya dengan Elsa tidak mempunyai kedua orang tua namun meli sedikit beruntung masih memiliki dua adik walau harus susah payah merawat dan menjaga serta mensekolahkan mereka dan memenuhi semua kebutuhan adik adiknya, setidaknya ia tidak kesepian seperti Elsa


''tuan kalau begitu ini saya bereskan''


''iya silahkan'' jawab Rey lalu tersenyum sambil melihat meli merapikan nya setelah selesai membungkus meli langsung meletakkan makanan nya di tasnya dan berhubung waktu sudah malam dan jam pulang kerja ia memutuskan untuk pulang dengan hati gembira. tanpa sepengetahuan meli Rey mengikuti nya dari belakang sampai ke rumah meli.


rumah yang sangat sederhana namun penuh dengan kenyamanan dan kehangatan. meli masuk setelah di sambut adik adik nya dan menutup pintu


''Amel.. kamu belum tidur'' tanya meli meletakan tasnya di meja


''lapar kak..'' jawab Amel apa adanya


''memang nya Andi tidak memasak untuk mu''tanya meli sambil menghampiri Amel


''beres habis kak , bagaimana mau masak. kakak tidak memberi uang untuk beli beras''


''eum.. maaf ndi ,kakak belum gajian ,tapi tadi siang masih ada nasi kan ? besok kakak coba untuk kasbon di restoran siapa tau di kasih'' jawab meli sendu melihat adiknya kelaparan ,ada rasa bersalah belum bisa memberikan yang terbaik untuk adik adiknya


''oh ya.. kakak bawa makanan enak untuk kalian'' ucap meli mengeluarkan bungkusan lumayan besar


''wow.. apa kak'' tanya Amel penasaran


''wow kak ,banyak sekali'' ucap Amel yang sudah tidak sabar melihat bungkusannya


''ini kak'' ucap Andi memberikan wadah dan piring nya


''nasinya lumayan banyak,masih bisa untuk besok sarapan ,dan ini lauknya ,ada ayam bakar ,udang pedas manis sama ikan bakar''


''kalian makan pakai udangnya saja malam ini ya ,sisanya kakak masukkan kulkas biar besok bisa untuk sarapan'' jelas meli lalu mengambil makanannya yang ingin ia masukkan ke dalam lemari pendingin .


''oh ya ndi.. ini uang lima puluh ribu besok kamu belikan beras semua, tadi kakak dapat tips dari pengunjung'' jelas meli memberikan uangnya


''iya kak'' jawab Andi patuh lalu keduanya tersenyum dan melihat Amel begitu lahap memakan nasi dengan lauk udang


''enak kak ,Amel pertama kali makan makanan seenak ini. apa lagi dari restoran tempat kakak bekerja'' celoteh Amel dan itu membuat meli tersayat hatinya Karena selama ini ia belum bisa memberikan makanan yang enak dan lezat untuk adiknya sedangkan Andi hanya terdiam dan melihat sekilas sang kakak yang sudah meneteskan air matanya.Andi paham bagaimana perjuangan sang kakak untuk menghidupinya dan sang adik


''kakak nanti kalau Andi sudah bekerja dan banyak uang, kakak tidak perlu lagi bekerja menjadi pelayan restoran apa lagi sampai tengah malam ,Andi sedih kak banyak tetangga yang menjelekkan kakak' karena pulang tengah malam'' ucap Andi yang juga ikut menangis


''sssttt sudah ndi.. jangan menceritakan kesedihan dan kesusahan kita terlebih pada orang lain terlebih lagi pada Amel , biarkan dia tumbuh jadi anak yang bahagia dan ceria Jangan lupa selalu bersyukur, kita masih bisa makan masih punya rumah dan tidur nyenyak '' jawab meli pelan agar Amel tidak mendengarnya


''iya Kak maaf'' balas Andi mengusap Air matanya


'' ya sudah selesai makan kalian tidur, besok sekolah'' ucap meli lalu meninggalkan Sang adik menuju kamar nya. tanpa sepengetahuan mereka, Rey diam diam mendengarkan percakapan mereka di balik pintu rumah meli, betapa terkejutnya Rey saat mengetahui kehidupan meli yang sebenarnya dan ikut meneteskan air mata, setelah nya ia pun pulang kerumahnya



pagi harinya


Rey duduk termenung di ruangan kantor nya meresapi apa yang ia dengar tadi malam, terlebih ucapan Amel yang baru pertama kali memakan udang. dan makanan yang di simpan untuk makan esok hari, begitu teriris dan tertamparnya seorang Rey. mengingat dirinya yang suka makan tapi tidak di habiskan dan terkadang membuang buang makanan


''ah.. sial.. kenapa Takdir nya tidak seindah orang orang yang aku lihat, dan kenapa aku harus mengetahui nya'' batin nya lalu memutar mutar pulpen di jarinya.


''ya Tuhan.. '' gumamnya lalu ia meraih ponselnya nya dan memesan makanan untuk adik adik meli setelahnya ia meletakan ponselnya di atas meja kerjanya dan mengusap kasar wajahnya


''ya Tuhan...'' keluhnya lalu berdiri dan menuju ruangan Krisna dan membawa beberapa berkas yang harus Krisna tanda tangani

__ADS_1


''pagi Kris...'' sapa rey dengan wajah kusutnya


''pagi Rey.., kanapa wajahmu seperti keset selamat datang'' jawab Krisna yang menghentikan jemarinya dari leptopnya lalu tertawa


''huh... aku benar benar tertampar Kris.. ''keluhnya sambil duduk di kursi di sebrang meja krisna


''siapa yang berani menampar mu ?''


''kehidupan seseorang yang menampar ku'' jelas Rey serius


''maksud mu?''


''kamu pernah mendengar seseorang atau melihat orang yang baru pertama kali berkunjung ke suatu tempat atau misal mendengar ada seseorang makan makanan lezat untuk pertama kalinya''


''eum.. pernah?''


''dimana?'' tanya rey penasaran


''panti asuhan,anak anak jalanan dan pengemis''


''selain itu''


''eum.. orang orang yang tidak mampu , kenapa kamu menanyakan hal itu, aku kan sering mengajak mu untuk bakti sosial di panti asuhan Oma ku, tapi kamu selalu menolak'' jelas krisna yang juga ikut serius


''selama ini aku selalu berfoya foya dengan makanan berlebih dan sebagainya, and you know lah diri ku seperti apa''


''than...?''


''sampai tadi malam aku melihat dan mendengar ucapan itu, ternyata ada seseorang yang membuat ku sadar, sadar bagaimana harus bersyukur'' jelas Reymond melihat Krisna yang menatapnya serius


'' menikahlah, agar hidupmu terarah dan itu juga bentuk rasa syukur kita pada Tuhan. setidaknya kamu di beri kesempatan untuk bagaimana cara bersyukur''


''apa hubungannya?''


''ada.. kamu bisa memberi anak orang makan dan ada tempat tujuan kita pulang setelah kita lelah bekerja, dan melihat orang yang kita cintai menunggu kita di rumah'' jelas krisna lalu berdiri menuju jendela besar ruangan nya dan melihat ke arah jendela .


''kamu saja belum merasakan bagaimana kamu bisa mengatakan hal itu'' sanggah Rey yang sebenarnya juga membenarkan setiap kalimat Krisna


''sebentar lagi Rey, sebentar lagi aku merasakan nya. dan aku sering melihat papa ku pulang di sambut oleh mama dengan rasa cinta dan seperti nya rasa lelah papa terobati di tambah adanya adik adik ku,kelak kamu akan mengetahui jika kamu sudah jatuh cinta dengan seseorang dan tidak mau berpisah lagi dengannya''


''owh..manisnya, ya wis aku balik'' pamit Rey lalu berdiri


''aku sudah bicara panjang kali lebar kamu cuma bilang owh..manisnya ..sial'' jawab krisna melempar pulpen kearah Rey namun Rey memghidar dan terus berjalan sambil kedua nya tertawa


''Rey..Rey..'' gumam Krisna menggelengkan kepala nya


''kapan kamu berubah'' gumam Krisna lalu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. namun tiba tiba ada suara pintu terbuka dan suara Rey dan gita


''git.. Krisna sedang sibuk'' cegah Rey namun Gita tidak perduli dan terus menerobos masuk


''ada apa ini, ada apa git.. Kenapa wajah mu seperti itu'' tanya Krisna melihat heran Gita yang wajah nya menahan amarah


''krisna apa benar kamu sekarang dengan Elsa dan 5 hari lagi kamu akan menikah dengan nya?'' tanya Gita dengan sorot mata yang begitu emosi dan melihat tajam Krisna.krisna menarik nafas dalam dalam agar bisa menjawab pertanyaan Gita dengan tepat


''lalu kenapa? tidak ada hubungannya dengan mu bukan?''


''krisna Elsa seorang janda, dan tidak sepedan dengan mu, apa kamu tidak malu mempunyai istri yang hanya lulusan SMA hah.. ya memang kita semua sahabat tapi...''


'' tapi apa, kamu juga menyukai ku ,lalu siapa yang sepadan dengan ku? kamu? dan kenapa jika sekarang dia seorang janda, itu bukan kemauan nya, Apa salah dengan latar belakang pendidikannya'' potong krisna tidak menyangka Gita akan menyampaikan hal yang sangat menyakitkan.


''lalu sahabat macam apa kamu merendahkan sahabat sendiri, sedangkan dia selalu berbicara baik tentang mu dan ingin sekali bertemu dengan mu. jika seperti ini aku tidak mengizinkan Elsa untuk bertemu dengan mu. biarkan dia selalu menganggap dirimu baik dengan kepolosan nya agar tidak ada lagi rasa sakit di hatinya, karena mempunyai sahabat seperti mu''


''Krisna bukan itu maksud ku''


''lalu apa..? pendidikan mu tinggi tapi nilai persahabatan mu tidak mencerminkan pendidikan mu, kamu terlalu ambisius sampai sampai merendahkan orang lain bahkan sahabat sendiri, aku tidak mempermasalahkan karekter kalian berdua, Karena semua orang mempunyai karakter berbeda beda yang penting kalian masih ada sisi baik dan aku selalu menganggap kalian baik dan kita masih sahabat sampai kapan pun kecuali Elsa, aku mencintainya dari awal aku bertemu dengan nya'' jelas krisna panjang lebar dan terlihat santai


Krisna diam diam juga sangat memperhatikan Rey dan gita, Rey dengan gayanya apa adanya dan kehebohan nya serta mempunyai kecerdasan sama dengan nya dan asyik untuk bertukar pikiran dalam segala hal dan Gita wanita yang ambisius dan cerdas Krisna menyukai semangat Gita dalam pelajaran dan pekerjaan sampai Sampai ia di percaya untuk mengurus perusahaan nya di London.


mereka semua Mempunyai sisi buruk namun krisna tidak mempermasalahkan itu yang terpenting tidak merugikan dirinya dan perusahaan nya, dan ada timbal balik yang sepadan tapi kali ini Gita sudah sangat keterlaluan sudah menghina Elsa di depan Krisna, dan itu membuat Krisna hilang respect pada Gita


* * * * * * *

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2