TAKDIR 2

TAKDIR 2
23. Tegas


__ADS_3

hari hari telah terlewati, hubungan Amar dan Jane semakin erat. Attar dan Luna semakin serius, Krisna dan Elsa semakin harmonis sedangkan meli dan Rey tengah menunggu kelahiran sang calon bayi sementara itu Julio sudah menikahi Yuna secara agama saja, karena perasaannya semakin tak terkendali kepada Yuna, Yuna benar benar membuat Julio tergila gila hingga ia pun lupa akan misinya. dan Julio masih menyembunyikan pernikahannya dari semua keluarganya, hingga syasa mempergoki mereka di apartemen.


''brakkk'' pintu kamar apartemen Julio di buka kasar oleh syasa


''julio!!'' teriak syasa,yang membuat Yuna dan Julio kalang kabut, julio pun langsung mengambil celana pendeknya dan Yuna menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


''ma..Julio bisa jelaskan'' ucap Julio mendekati syasa namun syasa mundur selangkah.


''ma..''


''sayang..''panggil Bryan yang baru saja datang, melihat syasa lalu melihat Julio yang hanya mengenakan celana pendek lalu melihat Yuna yang duduk meringkuk di atas tempat tidur dan menunduk dan terbalut selimut.


''julio..'' geram Bryan lalu menampar julio tanpa ampun.


''pa ampun pa, Julio bisa jelaskan'' jawab Julio yang terhuyung ke belakang.


''apa yang ingin kamu jelaskan hah, semua sudah jelas kamu dan dia.. astaga'' geram Bryan menatap tajam Julio dan hendak menampar Julio kembali


''kami sudah menikah'' jawab Julio menyakini


''apa, menikah?, sejak kapan kamu menikah tidak memberitahu keluarga mu hah. kamu menganggap kami apa''ucap syasa emosi, mendorong tubuh julio. sementara itu Yuna hanya diam dan menunduk dan masih dengan posisi yang sama.


''ma..'' ucap Julio yang sudah berlutut di depan syasa.


''maaf ma , Julio mengaku salah'' ucap Julio


''berulang kali mama meminta mu untuk membawanya ke rumah,tapi kamu selalu beralasan ini itu'' balas syasa lalu melihat Yuna yang sudah menangis tanpa suara.


''kenakan baju kalian, mama tunggu di luar'' ucap syasa kesal lalu keluar dari kamar di ikuti Bryan.


''yes.. ini yang aku inginkan'' batin yuna tersenyum licik melihat Julio yang masih melihat syasa dan Bryan keluar kamar. saat Julio melihatnya, seketika Yuna memasang wajah sedih.


''yuna kenakan baju mu, aku harap kamu akan selalu bersamaku dengan kemungkinan terburuk dan hukuman dari orang tua ku'' ucap julio lalu mengambil baju untuk Yuna. Yuna hanya mengangguk. kemudian Yuna menuju kamar mandi dan mengenakan bajunya setelah mencuci wajah dan menyisir rambutnya kemudian mereka keluar bersama sama menemui syasa dan Bryan di ruangan depan.


mereka duduk berdampingan, Julio nampak cemas dan gelisah, sedangkan Bryan dan syasa masih diam melihat Yuna dan Julio bergantian.


''kamu yang namanya yuna'' tanya datar melihat tajam Julio dan yuna


''iya Tante..'' jawab Yuna sopan dan menunduk


''berapa usia mu''


''du..dua lima Tante''


''kuliah, Bekerja?''


''kerja Tante''


''dimana dan sebagai apa , status mu dan di mana keluarga mu'' tanya ditail syasa


''mama'' saut Julio


''diam kamu''


''ayo jawab''


''di toko kue meli, milik tuan Rey, saya tidak mempunyai keluarga dan saya..eum.. saya, saya janda tanpa anak'' jelas Yuna sedikit ragu di akhir kalimatnya. dan sekilas melihat syasa dan Bryan. syasa menghela nafas panjang dan memijit pangkal hidungnya.


''julio menjanjikan apa pada mu sehingga kamu mau menikah begitu saja dengannya tanpa melibatkan keluarga, apa kamu yang merayu anak ku''


''mama..''


''diam Julio, mama bertanya padanya'' balas syasa yang begitu emosi , namun Yuna hanya diam karena ingin melihat reaksi Julio dan memikirkan jawaban yang tepat


''aku tahu anak ku seperti apa, Julio suka merayu wanita dan gadis gadis. tapi apa kamu tidak bisa menolak rayuan anak ku, dimana harga dirimu, seharusnya kamu menjadi janda yang mempunyai harga diri dan berkualitas, dan tidak terlihat murahan''


''mama..apa yang mama katakan''

__ADS_1


''diam Julio, mama juga pernah di posisinya''


''cukup Tante, memang benar saya janda murahan, benar saya yang salah dalam hal ini seharusnya saya tidak termakan rayuan Julio, tapi setelah saya berpisah dengan suami saya, saya hanya berpacaran dan menikah dengan anak anda, mungkin saya salah sudah mencintai julio, dan rasa cinta itu membuat saya melupakan harga diri saya sendiri'' jelas Yuna menahan tangisnya


''julio.. mama sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan kamu menikah dengan siapa pun, tapi dengan cara mu yang tidak melibatkan mama dan papa dan juga keluarga besar kita, Jujur mama kecewa.dan mama akan menghukum mu''


''ma..''ucap julio tak percaya melihat syasa dan Bryan bergantian


''kembalikan semua fasilitas dari papa mu, mobil, kredit card dan kunci Apartemen, dan silahkan keluar dari rumah, tapi jangan khawatir kamu masih bisa bekerja di kantor seperti biasa, dan kamu masih bisa mendapatkan penghasilan'' jelas syasa datar ,syasa sengaja melakukan semua nya agar Julio lebih mandiri dan belajar dari kesalahannya dalam mengambil keputusan yang tidak melibatkan keluarga.


''ma.. apa itu tidak berlebihan'' protes Julio tidak terima


''resiko'' jawab syasa datar.


''mama hanya ingin melihat seberapa besar tanggung jawabnya sebagai suami dan mama ingin melihat kerja keras mu, kegigihan mu, tanpa menggunakan fasilitas dari mama dan papa.'' jelas syasa lalu berdiri


''mama pilih kasih, kak Krisna bisa menggunakan semuanya''


''mama bukan pilih kasih lio, tapi kakak mu dari usia 18 tahun sudah belajar dan bekerja di perusahaan bersama papa, jadi yang ia miliki saat ini adalah kerja kerasnya bukan dari mama papa, jika kamu ingin seperti kakak kakak mu kerja keraslah dan buktikan kamu bisa lebih dari kakak kakak mu'' jelas syasa lagi lalu melihat Yuna sekilas


''dan kamu Yuna, buktikan jika kamu benar benar mencintai julio, bimbing dia menaiki tangga kesuksesannya, kamu lebih dewasa darinya'' ucap syasa lagi lalu melangkah keluar .


''satu lagi kosongkan apartemen ini'' ucap syasa sebelum keluar dari pintu. Bryan tidak menyangka syasa akan setegas ini, dan ia pun tidak bisa berbuat banyak sedangkan Julio hanya pasrah.


''kalian boleh tinggal di rumah lama papa di sana juga masih ada mobil lama milik kakek mu'' ucap bryan sebelum keluar dari apartemen, bagaimanapun Bryan juga tidak tiga membiarkan anak dan menantunya begitu saja. karena Bryan tahu Julio mempunyai sifat dendam, Bryan tidak mau Julio dendam dengan sang mama terlebih dengan kakak kakaknya.


''julio'' panggil Yuna saat Bryan keluar apartemen


''Rumah lama papa kecil Yuna, apa kamu mau tinggal disana'' jawab Julio melihat Yuna


''tidak apa apa, yang penting bersama mu'' jawab Yuna lalu Tersenyum, lalu mereka berdua berpelukan


''asal kamu tidak di coret saja dari daftar warisan aku juga tidak mau hidup susah lagi.'' batin Yuna tersenyum licik


''baiklah, mulai besok kita resmikan pernikahan kita di KUA heum.. ''



''julio.. itu siapa?'' tanya Yuna melihat seorang gadis bersama laki laki seumuran dengan Julio


''mana''


''itu''


''kakak'' panggil Luna membuka pagar rumahnya di ikuti Attar


''Luna..''jawab Julio lalu meletakkan sapunya begitu saja di lantai.


''kakak'' panggil Luna lalu memeluknya


''Luna muter muter mencari alamat rumah kakak, ternyata di sini'' ucap Luna saat melepaskan pelukannya lalu tersenyum dan melihat Yuna


''kak yuna'' sapa Luna lalu menghampiri Yuna, Yuna pun sekilas memeluknya.


''oh ya kak kenalkan, aku Luna adik kak lio dan itu kak Attar pacar luna'' ucap Luna menjabat tangan Yuna lalu tersenyum begitu juga Yuna .


''yuna''


'' ya sudah ayo masuk, maaf rumahnya kecil'' ucap Yuna lalu mengajak semua masuk ke rumah. ya, rumah yang di tempati Julio dan Yuna adalah rumah kakek buyutnya julio, rumah berukuran sederhana hanya memiliki dua kamar , dapur dan kamar mandi serta ruang tamu yang terbatas. terlihat sempit bagi Julio dan Luna karena mereka terbiasa dengan ruangan mewah tapi bagi Yuna dan Attar cukup sederhana dari pada tidak mempunyai rumah.


mereka duduk di ruang tamu beralasan karpet, Yuna mengambilkan minuman untuk mereka, Luna nampak khawatir melihat keadaan Julio saat ini, apakah Julio bisa tinggal di rumah yang sangat kecil.di ruang tamu nampak meja kecil yang di atasnya terdapat tv yang baru saja di beli, dan di garasi terdapat mobil tua namun masih bisa di Kendarai, selama rumah tersebut kosong seringkali orang suruhan Bryan yang datang dan membersihkan rumah dan merawat mobil sang kakek


perlahan Luna melihat seisi rumah yang masih kosong, dan nampak temboknya selesai di cat. kemudian Luna beranjak berjalan menuju kedalam melihat kamar Julio yang berukuran tiga kali tiga dan tempat tidurnya di bawah dan ada lemari di sampingnya serta lemari kecil tempat barang pribadi milik Yuna, lalu ia juga melihat kamar di sebelah nya terdapat baju dan kain yang baru di angkat dari jemuran, tergeletak di lantai begitu saja. lalu menuju kebelakang yaitu ruang makan yang menyatu dengan dapur. tidak banyak peralatan dapur di sana hanya ada beberapa panci dan penggorengan serta kompor dan tabung gas yang selama ini Luna tidak pernah melihatnya.


Luna sontak terbayang jika kelak ia hidup bersama Attar mungkin akan seperti Julio dan Yuna.


''Luna..apa kamu ingin membuat minum sendiri untuk pacar mu'' tanya Yuna saat melihat Luna berdiri di ambang pintu dapur

__ADS_1


''boleh kak, kak Attar suka sekali kopi buatan ku '' jawab Luna lalu membuatkan kopi untuk Attar sedangkan Yuna membuatkan kopi untuk Julio


''kak yuna, maafkan mama ya kak, mama hanya kecewa dengan keputusan kak lio , tapi sebenarnya mama baik kak, mama hanya ingin melihat kak lio kerja keras dan bisa bertanggung jawab atas keputusannya menikah tanpa memberitahu keluarga besar'' ucap Luna sambil mengaduk kopinya


''iya tidak apa apa, ini juga salah kakak''


''kak.. tolong jaga kak Lio dan sering sering nasehati dia, sepertinya hanya ucapan kakak yang kak Lio dengar'' ucap Luna yang memang paham watak sang kakak yang tidak mau mendengar nasehat sang mama dan papa.


''pasti Luna, tenang saja kakak punya jurus sendiri untuk menaklukkan kakak mu'' jawab Yuna lalu mereka berdua tertawa kecil. tak lama mereka berdua keluar dan membawa kopi untuk pasangannya masing-masing dan Luna membawa air putih untuk dirinya sendiri.


''mana julio'' ucap Yuna meletakan gelas kopinya di karpet. begitu juga Luna meletakkan gelasnya di depan Attar


''keluar beli pisang goreng'' jawab Attar.


''oh.. sepertinya Julio sudah ketagihan pisang goreng di warung sebelah'' balas Yuna lalu ketiganya tertawa


''kak julio memang suka sekali pisang goreng kak'' saut Luna


''oh.. kakak baru tahu''


''permisi.. ini pisang gorengnya ''ucap julio saat masuk kedalam rumah lalu meletakkan plastiknya berisikan pisang goreng.


''sebentar aku ambilkan piring'' ucap Yuna lalu berdiri menuju dapur.


''aduh.. panas'' ucap Luna saat mengambil pisang gorengnya


''hati hati masih panas'' ucap Attar lalu meraih jemari Luna dan mengusapnya dengan tisu.luna hanya tersenyum lalu melihat Julio yang menggoda nya dengan cara seolah ingin muntah.


''kakak..'' pekik Luna, namun Julio hanya tertawa tak lama Yuna keluar dari dapur lalu memindahkan pisang gorengnya kedalam piring. mereka saling bercerita bercanda tertawa hingga tak terasa malam pun tiba.


'' kak.. kami pulang, nanti kalau ada waktu pasti main kemari lagi'' pamit Luna


''iya kakak tunggu, sekarang kakak selalu di rumah karena kakak mu tidak memperbolehkan kakak bekerja lagi'' balas yuna lalu tersenyum


''pasti kak, jangan lupa berikan Luna keponakan'' bisik Luna pada Yuna lalu keduanya tertawa.


''pasti'' jawab Yuna lalu tersenyum dan memeluk Luna.


''mari Kak'' pamit Attar


''heum.. hati hati jaga adik ku'' jawab Julio lalu Luna dan Attar keluar lalu attar mengendarai sepeda motor. saat Attar dan Luna sudah hilang dari pandangan mereka, Yuna dan Julio masuk kedalam dan membereskan sisa kopi dan pisang goreng serta sisa makan malam mereka.


''Julio kamu saja yang mencuci piring, aku mengantuk'' ucap Yuna lalu meninggalkan dapur begitu saja. sedangkan julio hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan mencuci piringnya.


sementara itu Yuna di kamar sedang membersihkan wajahnya dan mengganti bajunya dengan pakaian seksi karena Julio sangat menyukainya. setelah selesai Yuna menyusul julio ke dapur, Yuna melihat Julio sedang menyusun piring dan gelas di rak piring dengan begitu rapi. Yuna menghampiri Julio dengan gaya menggoda dan itu memang kelemahan Julio. yang tidak tahan jika melihat Yuna berpakaian seksi.


''yuna.. kamu menggoda ku''


''heum.. ayolah '' jawab Yuna menarik kerah baju Julio lalu Yuna memulai aksinya. sementara itu Attar dan Luna yang masih di perjalanan pulang untuk mengantarkan Luna pun mereka saling diam. Luna dengan pikirannya sambil memeluk Attar dari belakang dan Attar dengan pikirannya sambil mengendarai motornya. hingga akhirnya Attar bersuara.


''sayang..''


''eum..''


''apa kamu merasa Julio sangat mencintai yuna''


''bukan mencintai, tapi kak Julio itu sepertinya takut dengan kak Yuna, yang aku lihat kak Yuna itu orang yang tegas, dan menurut Luna mereka cocok, kak Julio yang masih ragu dalam mengambil keputusan mendapatkan kak Yuna yang tegas.''


''kalau kamu''


''aku mendapatkan laki laki yang mandiri, sayang dengan ku dan selalu memanjakan ku , kakak anak pertama Luna anak bungsu, jadi cocok'' jawab Luna lalu keduanya tertawa


''kamu bisa saja'' balas Attar lalu menambah kecepatan laju motornya sedangkan Luna mempererat pelukannya.


* * * * * * * *


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2