TAKDIR 2

TAKDIR 2
51.Posesif dan pencemburu


__ADS_3

Setahun kemudian


Setiap hubungan pasti ada permasalahan, permasalahan  datang berwarna warni dan kita tidak bisa menebak kapan akan terjadi,permasalahan tersebut. terlebih hubungan percintaan dan pernikahan, tak sedikit mereka yang mempunyai masalah keuangan, Anak, pasangan yang kasar, cerewet , perhitungan dan posesif serta hubungannya dengan orang tua , mertua dan saudara ipar. bahkan pihak ketiga, namun masih banyak juga mereka yang bertahan demi semua baik baik saja, ya itulah kehidupan pernikahan yang banyak orang alami dengan permasalahan yang berbeda, dan ujian berbeda.


Berbicara tentang pernikahan, tidak akan pernah habis untuk membicarakannya karena setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda, cara yang berbeda dalam pernikahannya masing masing. dan tidak boleh men-sama ratakan pada semuanya walau sejatinya tujuannya adalah sama KEBAHAGIAAN.


Usia anak krisna dan Elsa kini satu tahun setengah, Aryan 2 tahun kurang, dan sang adik berusia 3 bulan. maudy anak dari Rey dua tahun dan Emir  satu tahun lebih beberapa bulan sedangkan Luna belum ada tanda tanda untuk ingin segera mempunyai  momongan. Usia Krisna dan Elsa kini memasuki 30 tahun begitu juga Rey. Luna 20 tahun attar 25 tahun, Yuna 27 tahun, Julio 25 tahun. dan untuk Meli 26 tahun, Laras 38 tahun, Martin 48 tahun dan Ardan 47. Daren 16 tahun ,Amara 14 tahun, arsy 12 tahun devan 15 tahun. Jane 22 dan Amar 37 tahun., Siena 39 tahun , Nathan 53 tahun.


Banyak cerita dalam setahun terakhir, dan cerita mereka berbeda beda, bahkan di antara mereka hampir ada yang berpisah, namun masih bisa di selamatkan berkat dukungan keluarga, dan rasa cinta yang masih ada.


"Jane jika aku ke indonesia aku harus bekerja di mana?, pendapatan di indonesia dan di new york pasti berbeda" Ucap Amar yang masih ragu jika harus ikut pulang dan menetap di indonesia.


"Kamu bisa menjadi Dosen di salah satu universitas di sana sesuai bidang mu dan apa yang kamu takutkan soal pendapatan, Tuhan sudah menjamin semuanya, dan aku juga akan bekerja di perusahaan papa membantu kak Julio, dan untuk biaya hidup lebih enak di indonesia Amar semua yang kita butuhkan tersedia, contohnya makanan yang sering kita makan,so far lebih baik di indonesia"


"Jika Aku tidak mau bagaimana?"


"Amar?''


"Tidak Jane aku tidak mengizinkan mu untuk bekerja, dan kamu harus patuh dengan ku, aku suami mu, dan pekerjaan ku di sini, kamu tahu bukan usia ku sudah tidak mungkin lagi mencari pekerjaan baru" jelas Amar yang tidak mau di bantah, dan Amar juga mempunyai Alasan kenapa dia tidak mau tinggal di indonesia karena keberadaan Rey.


Jane menghela nafas panjang mencoba sabar menghadapi Amar yang belakangan ini sangat posesif terlebih bulan lalu Rey mengunjungi Aryan dan Rey sementara tinggal satu gedung Apartemen dengannya walau Rey menempati Apartemen milik Krisna, namun mereka sering bertemu dan itu lah yang membuat  Amar sangat cemburu dan semakin posesif, dan itu membuat Jane serba salah .


"Terserah kamu saja" jawab Jane pasrah,lalu membawa kedua anaknya masuk kedalam kamar, Amar langsung terdiam dan duduk di sofa, ia merasa menang dalam hal ini tapi ia tidak mengetahui jika Jane sudah muak dengan sikapnya yang terlalu mengekang,


Jane menyuruh Aryan untuk tidur di tempat tidur, sedangkan ia menyusui bayinya, bayi yang berjenis laki laki ia beri nama Adnan Khan, beruntung Adnan tidak begitu rewel seolah mengerti kondisi mental sang ibu begitu juga Aryan yang menurut dengan ucapan sang mama.


"Tidur sayang, mama harus menyelesaikan pekerjaan kantor, nanti bibi Siena mau mengambil berkasnya" ucap Jane pelan pada kedua anaknya seraya menyusui dan menepuk bokong sang anak agar semua tertidur. Ya Jane Di New York membantu sang kakak siena, namun ia membantu dari rumah dan hanya jane yang di percaya sang kakak untuk mengurusi proyek proyek besar di bantu dengan Fernando.


"Aku seolah terjebak dengan  Amar, benar kata orang kebanyakan orang pakistan terutama laki lakinya , sangat posesif dan sangat pencemburu ulung, ya Tuhan aku tidak bisa hidup di kekang dan apa yang aku lakukan tidak ia izinkan, hanya di rumah, masak mengurus anak, tapi bagaimana pun aku harus mematuhinya Amar suami ku" batin jane. lalu melihat kedua anaknya sudah tertidur,lalu ia menidurkan adnan di sebelah Aryan. lalu ia mengerjakan pekerjaannya.


Sementara itu Amar juga sedang sibuk dengan leptopnya menyusun materi untuk para mahasiswanya. selang satu jam Amar sudah menyelesaikannya lalu ia menuju dapur dan memasak untuk makan malam, karena ia juga tahu Jane pasti sangat kelelahan mengurus dua anak yang masih kecil kecil.


Jane sudah menyelesaikan pekerjaannya, lalu ia mandi, setelahnya ia membangunkan Aryan dan memandikan nya, giliran Adnan yang ia mandikan. tak cukup di situ ia membereskan kamar setelah memandikan kedua anaknya, dan sementara kedua anak anaknya ia letakan di boks masing masing agar tidak mengganggu ia bekerja membereskan  kamar. Jane setelah menikah tidak lagi menggunakan jasa pelayan, ia tahu gaji sang suami tidak cukup untuk membayar pelayan, sebenarnya ia bisa saja menggunakan jasa pelayan namun ia menghargai  suaminya.


"Jane makan malam sudah siap Ayo makan" ajak Amar di ambang pintu dan melihat Jane sedang merapikan leptopnya.


"Iya sebentar" jawab Jane datar, mendengar Jawaban yang tidak biasa Amar masuk dan mendekati Jane, lalu memeluknya dari belakang.


"Kamu lelah?'' tanya nya

__ADS_1


"Iya, aku lelah dengan sikap posesif mu dan semua larangan mu" batin Jane yang tidak berani menjawab yang sejujurnya.


"iya, sedikit" jawab Jane lalu tersenyum simpul,


"Amar aku mau menyuapi aryan lebih dulu, kamu makan lah lebih dulu" jawab jane membalikan badanya.Amar memegang pinggangnya lalu tersenyum melihat wajah Jane.


"Kamu kenapa tersenyum"


"Tidak, kamu cantik, walau sudah mempunyai dua anak"


''kamu bisa saja, sudah nanti saja menggombalnya aku mau menyuapi Aryan" jawab Jane lalu melepaskan pelukan Amar dan hendak menghampiri Aryan, Namun tangannya di tarik Amar dan terhempas di pelukannya, tanpa kata amar menciumnya. sedikit lama mereka berciuman namun Jane menyudahinya, karena Aryan menangis di dalam boksnya.


"Sudah'' ucap Jane mendorong lembut Amar lalu menghampiri Aryan dan menggendongnya dan membawanya untuk makan, sedangkan Amar, ia memilih mandi.


 * * * * * * * * *


keesokan Harinya Jane bangun lebih awal karena harus menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai, ia di depan leptop dari jam 4 pagi dan selesai jam 6 pagi, setelahnya ia mengirim ke email sang kakak Siena, setelahnya ia memasak membuat sarapan lalu ia sarapan lebih dulu karena ia sangat lapar, setelahnya menyiapkan keperluan Amar dan membangunkannya.


"Amar bangun ,sudah pagi''ucapnya lembut dan sedikit mengguncang tubuh Amar, Amar bangun dan sekilas melihat Jane yang tampak lelah. setelah itu Jane memandikan aryan Yang baru saja bangun.dan untuk amar ia juga langung bangun dan mandi.


Bagi jane ini sangat melelahkan, ia sudah terbiasa di layani kini setelah menikah ia harus mengerjakan nya sendiri, ya walau Amar sering membantunya namun tidak semuanya, dan kini rata rata pekerjaan rumah Jane yang menangani.


''Jane mana handuk nya" teriak Amar di kamar mandi


"Ini" Ucap jane lalu Amar mengambil dari tangan jane


"Terima kasih" balas Amar, Jane kembali lagi untuk memakaikan baju Aryan, namun tiba tiba Amar memanggilnya lagi.


"Sayang mana kemeja warnah putih ku" tanyanya di depan lemari


''DI kursi Amar, sudah aku siapkan'' jawab Jane mencoba sabar. Jane menghela nafas panjang.lalu menghampiri amar dan langsung mengambilkan kemeja serta celananya sekaligus.


''Ini" ucap Jane yang wajahnya datar tanpa melihat Amar, Amar tersenyum lalu menggunakan kemejanya,dan Jane kembali mengurus Aryan. tak lama terdengar suara ponsel Jane lalu ia mengangkatnya, tanpa melihat nama yang menghubunginya,


"ya hallo''


''Apa kau mengganggu mu" jawab seseorang di seberang ponselnya, dan ia hafal dengan suaranya it, Jane terdiam sejenak dan melihat layar ponselnya ada nama tertera di sana kak Rey.


"Eum.. tidak, Ada apa?" tanya Jane melihat sekilas amar yang sedang menyisir rambutnya"

__ADS_1


"kakak sudah mentransfer sejumlah uang untuk keperluan Reymond, Jika kurang hubungi kakak" jawab Rey


" Iya terima kasih kak" jawabnya lalu mematikan sambungan ponselnya. Rey tahu jika Jane terlalu cepat mematikan ponselnya pasti di dekatnya ada Amar, Ia mengerti dan tidak Mau membuat jane kesulitan menghadapi Amar yang sangat pencemburu.


"Dari siapa'' tanya amar mendekati Jane


''kak Rey.." jawab Jane singkat


"Ada perlu apa?''


"Tidak ada perlu apa apa, hanya memberi tahu sudah mentransfer uang untuk keperluan Aryan" jawab Jane datar lalu meletakan Aryan di dalam boksnya. kemudian Jane mengikat rambutnya, Amar sedikit cemburu lalu menarik rambut Jane.


"Ah..sakit" pekik Jene memegangi rambutnya, Amar membalikan tubuh Jane agar menghadapnya dan masih menjambak rambutnya Amar melihat wajah Jane yang menahan sakit, dan ia hanya menatap tajam.


"Apa lagi yang kalian bicarakan"


"Sakit  Amar lepaskan, tidak ada ia hanya itu saja" jawab Jane ia masih meringis kesakitan. perlahan Amar melepaskan tangannya lalu memeluk Jane


"Maaf" hanya itu yang terucap di bibir Amar lalu mencium pucuk rambut Jane. Amar sudah melakukan itu berulang kali semenjak ia mempunyai anak sendiri, seolah sifat Aslinya terlihat, Namun setelah itu ia langsung meminta Maaf  dan pintar memenangkan hati jane Lagi.Jane juga tidak bisa berbuat banyak, ia hanya diam, karena ia tahu Amar sangat pencemburu.jika seseorang sudah cemburu buta ia bisa saja melakukan hal bodoh seperti menyakiti pasangannya, dan jane tahu hal itu.


"Amar sarapan mu sudah aku siapkan, sekarang lepaskan aku, aku mau memandikan Adnan" ucap jane lalu Amar melepaskan pelukannya, setelahnya ia menggendong Aryan dan menyuapinya,


"Sampai kapan aku bertahan dengan Amar, aku tidak tahan selalu di kekang, dan seperti di penjara, tapi aku juga tidak mau berpisah, bagaimana dengan anak anak ku, dan aku tidak mau lagi menyandang status janda untuk ke dua kalinya jika aku berpisah dengan Amar''batin Jane saat di kamar mandi sambil memandikan bayinya yang berusia 3 bulan.


Setelah selesai, ia menyusui Adnan, setelahnya ia keluar dan menyusul Amar dan Aryan di ruang makan, Jane mendapati Amar sarapan sambil menyuapi Aryan dan sesekali bercanda.


"Jane ayo sarapan'' ajak Amar


"Iya, tapi aku sudah makan, nanti saja aku makan lagi" jawabnya seraya menepuk nepuk punggung Adnan agar bersendawa.


"Ok baiklah, kamu harus makan yang banyak agar nutrisi Bayi kita cukup"


"Iya" jawab Jane lalu tersenyum simpul.Amar pun tersenyum kemudian ia berdiri dan menghampiri Jane


"Ya sudah Aku berangkat, jangan menerima tamu laki laki lain Ok"


" iya " jawab Jane mengiyakan karena Jane sudah malas berdebat, lalu Amar berangkat bekerja dan Jane harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah sendiri sambil menjaga sang anak.


* * * *

__ADS_1


Terima kasih


jangan lupa Vote like komen and Rate


__ADS_2