
''Luna..! Luna..!'' panggil Attar mencari ke sana kemari di Danau.
''Luna..!''
''Maaf bu, Apa ibu tadi melihat wanita yang duduk di sini'' tanya Attar pada ibu ibu yang melintas di danau.
''Sepertinya tadi mengikuti tukang balon arahnya ke sana'' Jawab ibu tersebut menunjuk arah jalan keluar danau
''Terima kasih Bu'' jawab Attar yang langsung berlari ke arah ya keluar danau ia melihat kanan dan kiri, dan akhirnya ia melihat Luna yang sedang duduk di trotoar seraya memegang balon.
''Luna'' panggil Attar lalu ia berlari ke arah arah Luna.
''Luna'' panggilnya lembut lalu ia berlutut di hadapan Luna.
''kakak, Luna mau balon itu lagi'' jawabnya sendu karena ia hanya mendapat satu balon.
''Iya, Tapi Luna jangan jauh dari kakak ya. Kakak khawatir'' balas Attar yang menahan tangisnya, karena Luna belum ada perubahan.
''Iya'' jawab nya senang lalu ia berdiri dan menghampiri tukang balon bersama Attar.
''Pak berapa semua balonnya?'' tanya Attar
''eh.. tadi udah di kasih non nya''
''iya pak ini mau saya beli semua'' jawab Attar ramah
''Di jaga mas Adiknya, adik linglung begitu'' balas tukang balon seraya mengambil semua balonnya.
''Iya pak maaf, tapi ini isteri saya''
''Oh..semua seratus ribu '' balas tukang balon lalu Attar memberikan uangnya dan menerima semua balonnya.
''Ini balonnya'' ucap Attar lalu tersenyum melihat raut wajah bahagia sang istri.
''Terima kasih kak '' jawabnya lalu tersenyum dan berjalan menuju taman yang ada di sekitar danau.Attar mengikutinya dari belakang dan melihat Luna membagi bagikan balon pada setiap anak kecil yang melintas.
''Luna, cepatlah pulih sayang'' batin Attar yang menyeka air matanya, mengingat Luna belum ada perubahan.
''Luna sudah meminum obatnya tapi kenapa belum ada perubahan?'' Batin Attar yang selama ini mendampingi minum obat dan pergi ke dokter. kini ia hanya bisa pasrah dan hanya bisa selalu di samping Luna.
''kakak, Ayo pulang?'' pinta Luna saat selesai membagikan Balonnya sampai habis.
''Iya, kamu juga harus istirahat'' balas Attar lalu tersenyum kemudian meraih jemari Luna lalu mereka menuju parkiran mobil dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Luna mencari sang papa.
''Pa..papa..!'' panggilnya dari ruang keluarga, Namun ia tidak mendapati sang papa.karena syasa dan Bryan sedang ada urusan di Surabaya, Julio dan Yuna ada di kantor sedangkan Krisna dan Yuna sedang berbelanja di supermarket.
''Kakak.., kak lio'' panggil nya mencari julio, Attar hanya menahan tangisnya saat melihat sang istri yang tiba tiba saat di mobil lupa akan dirinya. mbok Mira yang melihat Luna ingin menghampiri, Namun Attar melarangnya dengan tanda isyarat tangannya.
''kakak di mana?'' ucap Luna yang mencari julio di taman dekat ruang keluarga dan wajahnya sudah berubah sendu dan seakan ingin menangis. Namun Luna melihat catatan kecil kecil itu dan melihat foto serta tulisannya.
''Ini kak Krisna, ini.. ini siapa?'' gumam Luna melihat foto Elsa
__ADS_1
''ink bukan kak Sofiya , ini bukan tunangan kak Krisna dan siapa anak ini '' gumamnya lagi mengikuti beberapa tahun saat Krisna masih bersama Sofiya.
''Luna minum obatnya'' ucap Attar saat membawakan obat Luna.
''Tidak mau, aku mau sama kak lio atau papa, obat itu pahit Luna tidak mau'' jawab Luna seperti anak kecil yang merengek tidak mau minum obatnya.
''Nanti papa marah kalu Luna tidak mau minum obatnya'' jawab Attar lembut membujuk Luna, Luna terdiam seolah berfikir lalu melihat Attar, Attar tersenyum lalu memberikan obatnya. kemudian Luna meminum nya. setelah Itu Attar kembali ke kamar.
Saat Attar ke kamar Luna melepeh obatnya, selama ini ia tidak menelan obatnya karena pahit, Luna membuangnya di semak semak bunga milik sang mama.lalu ia minum dan duduk manis seolah sudah meminum obatnya.
sementara itu Attar di kamar hendak menutup jendela tidak sengaja ia melihat di bawah jendela luar banyak terdapat obat yang sama persis di minum Luna. Kamar Luna kini pindah di lantai bawah mengingat Luna sedang hamil. Attar mengerutkan dahinya dan memperhatikan obat yang terdapat di celah tanaman bunga.
''Astaga.. jadi selama ini Luna tidak meminum obatnya'' batin Attar yang langsung berlari keluar menghampiri Luna dan ternyata Luna sudah tidur di sofa ruang keluarga. lalu Attar berlari ke taman dan mencari setiap sudut tanaman, benar saja Luna membuang obatnya.
Sedih Kecewa menjadi satu, Attar lunglai usahanya sia sia, ia menangis sejadi jadinya mengingat dampak sakit yang di alami Luna bisa merenggut semua memorinya dan mengganggu mentalnya.
"Tidak aku tidak boleh menyerah, Luna pasti sembuh, iya pasti sembuh'' gumamnya lalu ia masuk kedalam dan memindahkan Luna kedalam kamarnya.
''Hanya satu yang kakak takutkan Luna, hanya satu, kakak takut kamu melupakan kakak. tidak aku harus membangun memori lamanya, iya aku harus melakukannya.'' batinnya dengan segudang rencana di otak Attar mulai dari awal menjadi sopir sampai tunangan dan menikah, Attar akan mengulangi semuanya dari awal dan pastinya dukungan dari keluarga.
* * * * *
Saat ini Krisna dan Elsa sedang di rumahnya, setelah berbelanja ia tidak langsung pulang ke rumah sang mama, Krisna dan Elsa membutuhkan waktu berdua, karena hampir satu bulan ini tidak ada waktu untuk berdua dan bermesraan, karena Harus menuruti Luna sang adik yang sedang sakit.
Elsa menidurkan Wisnu tempat tidurnya, setelahnya ia menghampiri Krisna yang sedang melepaskan kemejanya karena merasa panas, perlahan Elsa memeluk Krisna dari belakang dan menciumi pinggang Krisna.
Krisna tersenyum dan membiarkan sang istri menjelajahi tubuh kekarnya, ia hany menikmatinya saja. Elsa membuka satu persatu bajunya di depan Krisna lalu menarik lembut tangan Krisna menuju tempat tidur
''Krisna.. ''ucapnya lalu meraba dada Krisna dan berhenti di bagian intinya, meremas lembut lalu mencium Krisna
''Elsa, lakukan sayang, jangan berhenti'' Racau Krisna melihat istrinya begitu liar. Elsa tersenyum menggoda dan terus melakukan aksinya.
''Elsa kamu membuatku gila'' Racau Krisna lagi dan kini mengambil alih permainannya.
Sudah sama sama merasa puas, kini mereka berdua berbaring dan saling tersenyum melihat langit langit kamar
''Terima kasih Elsa, kali ini kamu luar biasa tidak seperti biasanya'' ucap Krisna lalu melihat Elsa yang tersenyum padanya.
''Aku hanya tidak mau kamu bersama wanita liar di luar sana, aku juga bisa lebih liar dari mereka'' Jawab Elsa di iringi tawa Krisna.
''Apa yang kamu pikirkan, aku tidak mungkin Menganti berlian ku dengan batu krikil di jalanan'' balas Krisna lalu sekilas mengecup pipi Elsa
''Tapi batu krikil terkadang membuat sang raja penasaran, jadi sang ratu juga bisa menjadi krikil hitam yang di inginkan suami, hanya untuk suaminya'' jawab Elsa lalu tersenyum kemudian mereka berpelukan
''Tidak akan pernah sayang, Tidak akan pernah hanya kamu yang akan menjadi ratu di hati ku, di hidup ku dan di ranjang ku dan aku menyukai berlian bukan batu kerikil'' Balas Krisna memeluk erat Elsa.
"Sudah ayo kita mandi dan pulang, nanti Luna mencari kita'' ucap Elsa lalu keduanya bangun dan mandi bersama setelahnya mereka pulang ke rumah orang tuanya.
* * * *
Semua keluarga duduk mendengarkan penjelasan Attar bahwa ingin mengulang semua awal pertemuan mereka sampai menikah, Dan semua menyetujuinya. Namun tiba tiba terdengar suara orang terjatuh
__ADS_1
''Bruukkkk''
''Mama.. '' teriak Luna dari dalam kamarnya. sontak semua melihat ke arah kamar Luna, Attar bergegas berlari ke arah kamar di ikuti semuanya.
Attar tercengang saat melihat Luna yang sudah terduduk di lantai dan melihat Luna kesakitan memegang perutnya.
''Luna, Ya Tuhan'' ucap Attar merengkuh tubuh Luna
''Sakit'' Balasnya tak lama darah mengalir di sela paha Luna
''Darah.. '' ucap Luna, dengan sigap Attar membopong Luna keluar dan Krisna menyiapkan mobil, Semua keluarga cemas melihat Luna pendarahan
''Mama sakit'' Rintihnya saat di dalam mobil.
''Iya sayang, kita ke rumah sakit ya, kalian di rumah saja, jaga anak kalian '' ucap Syasa pada dua menantunya.
''Krisna Ayo jalankan mobilnya'' ucap Syasa panik
''Iya ma'' jawab Krisna yang langsung melajukan mobilnya.
''Ma.. bayi Luna, sakit ma'' Ucap Luna yang teringat ia sedang hamil dan menggenggam jemari sang mama
''kamu tenang ya, kita ke rumah sakit, bayi kamu pasti baik baik saja.
''Ahhh..sstttt mama sakit'' Rintihnya merasakan kontraksi dan darahnyavsemskin banyak mengalir, Attar hanya bisa merangkul Luna dan mengusap rambut Luna yang menutupi wajahnya, ia hanya pasrah dengan bayinya dan yang terpenting Luna selamat.
''Krisna cepat Krisna'' ucap Syasa
''Iya ma..'' Jawab Krisna lalu menambah kecepatan mobilnya.
Sesampainya di rumah sakit Luna langsung di tangani dokter, Julio ,Krisna dan orang tuanya terlebih Attar yang begitu cemas dan merasa bersalah seharusnya ia selalu menjaga Luna dan terus di samping Luna.
''Seharusnya aku tidak meninggalkan Luna sendiri di kamar, seharusnya aku terus di sampingnya'' ucap Attar frustasi dan mengusap kasar wajahnya.
''Jangan menyalahkan dirimu, Semua ini terjadi sudah kehendak NYA, jadi bersabarlah'' balas Krisna menepuk pundak Attar. Tak lama Dokter keluar dari ruang UGD.
''Dokter bagaimana anak saya dan kandungannya'' ucap Syasa saat melihat dokter Deniz keluar.
''Maaf nyonya , bayinya tidak bisa di selamat kan'' ucap Deniz dengan berat hati,lalu melihat Attar.
''Maafkan saya tuan'' ucap Deniz menepuk pundak Attar.
''Tidak Apa apa dok, tapi bagaimana keadaan istri saya?''
''Luna baik baik saja, tinggal pemulihan, saya harap dengan ini Luna akan segera pulih dan tolong fokuskan untu kesebuahan penyakit alzheimer nya, nanti saya akan mengabari dokter banyu'' jelas Dokter Deniz pada semua, Semua mengerti dan mungkin ini yang terbaik untuk kesembuhan Luna.
''Mungkin ini yang terbaik'' batin Attar yang raut wajahnya sendu.
* * * * *
yang belum baca BENİM dan TUAN WILLIAM
__ADS_1
Monggo mampir ya, 🤗🤗
terima kasih