
Jane kini tengah memasak, dan sebenarnya memasak adalah hal yang ia tidak suka, tapi berhubung di tradisi suaminya di haruskan bisa memasak ia belajar mati Matian, belajar membuat makanan kas Pakistan dan terkadang ia juga memasak menu dari India. dan itu membuatnya kesal.
Sementara itu Amar sedang mengasuh Aryan yang kini genap 6 bulan, ia begitu telaten saat mengurus anak walau Aryan bukan anak kandungnya.
"pranggg" suara tutup panci terjatuh dan itu membuat kesal Jane. kesalnya semakin bertambah saat membuat parata selalu gagal.
Amar yang mendengar suara benda jatuh dari dapur pun langsung menghampiri Jane ke dapur seraya menggendong Aryan. tahu jika Amar datang Jane cemberut dan menekuk wajahnya, lalu melempar serbet ke atas meja.
" aku tidak bisa Amar, aku tidak bisa" ucap nya kesal lalu menjatuhkan dirinya di lantai dan menyembunyikan wajahnya di antara lututnya dan menangis''
''sudah, tidak perlu memaksakan, aku tidak menuntut mu untuk kamu bisa membuat semuanya'' jawab Amar merangkul Jane sambil memangku Aryan
''tapi tradisi seorang istri harus bisa memasak untuk suaminya'' seketika Amar tertawa kecil
''hai.. mama ku tidak mempermasalahkan itu ,itu hanya tradisi, sudahlah apa pun masakan yang kamu masak aku akan memakannya, jika kamu lelah biar aku yang memasak atau kita bisa makan di luar'' jawab Amar lalu tersenyum dan mencium pipi Jane
Jane merasa sangat beruntung memiliki suami yang sangat pengertian, Amar tahu menyesuaikan adat dan tradisi dari negara tidaklah mudah maka dari itu Amar tidak mau memaksa Jane, tapi ia sangat menghargai usaha Jane untuk mengenal tradisi negara asalnya. Biarlah Jane apa adanya, yang terpenting nyaman, bukankah perbedaan kedua negara itu begitu indah, batin Amar.''
''kamu istirahat saja, biarkan aku menyelesaikannya'' ucap Amar lalu tersenyum kemudian mereka berdua berdiri. dan Jane mengambil Aryan dari Gendongan Amar dan mengajaknya ke kamar.
''aryan waktunya istirahat'' ucap Jane saat sampai di kamar, lalu berbaring dan menyusui Aryan. bocah kecil itu pun seolah paham kelelahan sang mama ia pun langsung tertidur bersama sang mama. sementara itu Amar melanjutkan membuat parata beserta pelengkapnya.
''jane, Jane seharusnya kamu tidak perlu mendengarkan ucapan bibi ku yang mengharuskan kamu bisa memasak, toh kita tinggal di new York bukan di Pakistan, aku juga tidak akan membiarkanmu terpaksa melakukannya demi orang lain'' batin Amar yang mengetahui obrolan Jane bersama bibinya lewat sambungan ponsel.
Amar menyelesaikan masakan, lalu mencuci semua sisa perkakasnya. kemudian ia menuju kamar untuk melihat Jane dan Aryan.
Amar tersenyum melihat Jane yang tidur bersama Aryan, ia paham, ia sudah menikahi wanita tergolong sangat muda dari pada usia, dan ia juga tahu betul status sosial Jane yang bukan anak orang sembarangan. ia tidak mau, Jane merasa kelelahan mengurusnya karena ia tahu betapa orang tuanya sangat memanjakannya. sebisa mungkin Amar selalu memberikan kenyamanan pada Jane dalam hal apa pun.
✨
Elsa sedang berdiri mematung dan menahan air matanya sembari mengendong sang putra, ia menahan tangis karena salah satu pegawai menghinanya karena ia datang hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek yang panjang selutut dan menggunakan sendal jepit.
Awalnya ia melihat lihat disalah satu store baju dan tas, dan mempunyai brand ternama, tak di sangka ia tidak sengaja menjatuhkan salah satu tas yang harganya ratusan juta. akhirnya sang pegawai pun memarahinya. sialnya ia juga sedang tidak di kawal oleh bodyguard yang biasanya selalu menemaninya. ia sengaja pergi sendiri dengan menggunakan taksi ia ingin hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian seperti dulu. dan sialnya lagi ia lupa membawa ponsel.dan kredit card nya pun ia lupa membawanya.
''mbak.. ini bagaimana, jangan diam saja, ini hiasan tas kami patah'' ucap salah satu pegawai store tersebut.
''maaf saya mbak , pasti saya akan menggantinya tapi saya sedang tidak membawa kredit card saya mbak'' jelas Elsa dengan nada lembut.
''halah Alasan, paling kamu simpanan om om kan, sok Sokan ingin belanja disini'' ucap ketus pegawai tersebut
''Alin jaga bicaramu, jangan seperti itu dengan pelanggan'' lerai salah satu pegawainya, Elsa sekilas melihat pegawai tersebut, ternyat masih ada yang membelanya.
''maafkan teman saya nyonya, mungkin ada yang bisa di hubungi '' ucap pegawai tersebut dengan ramah
''ada mbak suami saya, tapi saya juga tidak membawa ponsel''
''Alasan saja itu Ra'' saut Alın pada Ara. rekan kerjanya.
'' kamu bisa sopan tidak Lin''
''Sudah sana, aku saja yang mengurusnya'' jawab Alın lalu Ara pun meninggalkan mereka dan menghubungi menegernya menurutnya sikap Alin sudah keterlaluan
''ini ponsel ku , hubungi simpanan mu itu'' ucap Alın pegawai sombong itu menyodorkan ponselnya. Elsa mengambil ponsel Alın, lalu menghubungi Krisna karena hanya Krisna yang ada dalam pikirannya. air matanya pun sudah menetes, ia tidak sanggup lagi menahan air matanya atas hinaan pegawai store tersebut. Elsa memang belum di kenal sebagai istri bos besar, karena ia tidak mau di sorot media dan orang banyak.
''halo krisna'' ucap Elsa dengan suara bergetar, krisna pun mengerutkan dahinya mendengar suara di seberang ponselnya
''ini siapa?''
''Elsa..'' jawab Elsa menangis
''Astaga.. kamu kenapa sayang''
__ADS_1
''jangan banyak drama, menghabiskan Pulsa ku saja, cepat katakan kamu di mana'' ucap Alın yang terdengar oleh krisna.krisna masih bingung dengan kalimat yang ia dengar.
''krisna aku ada di BRYZA MALL di storenya Bianca, pegawainya memarahi dan menghina ku, katanya aku simpanan om om . aku tidak sengaja menjatuhkan tas yang harganya mahal Krisna, maafkan aku'' jelas Elsa di sela Isak tangisnya tanpa sadar menceritakan semuanya
''tidak perlu minta maaf sayang , mereka yang harus meminta maaf padamu '' jawab Krisna yang darahnya sudah mendidih mendengar ucapan Elsa. lalu ia mematikan' sambungan ponselnya, kemudian ia bergegas di sana.setelah menghubungi krisna Elsa langsung menghapus nomor ponsel Krisna dari ponsel Alın , karena ia tahu nomor itu cukup dia mengetahuinya.
Elsa duduk di lantai sambil memangku Wisnu ,ia tidak di perbolehkan duduk di kursi oleh pegawai yang bernama Alın. beruntung pegawai yang bernama Ara masih berbaik hati memberikan minum sedangkan 2 pegawai lagi tidak berani dengan sikap Alın , Alin adalah penanggung jawab store tersebut saat sang menegaer tidak berada di tempat. dan kebetulan sang meneger sedang berada di store lain. Namun sikap yang di tunjukkan kurang beretika pada orang orang yang berpenampilan biasa
''maaf nyonya, seperti bayi anda sedang lapar'' ucap Ara memperhatikan Wisnu.
''iya mbak, maaf boleh saya duduk di sofa itu saya ingin menyusui bayi saya'' ucap Elsa pada Ara
''tentu boleh nyonya silahkan''
''mau kemana?, sudah di sini saja'' ucap Alin yang berdiri di hadapan Elsa yang hendak berdiri .
''Alin, jaga sikap mu nyonya ini juga pelanggan''
''pelanggan om om sampai mempunyai anak, lihat saja anaknya di tutupi, takut wajahnya terlihat kalau anak hasil simpanan , anak haram'' ucap Alin dengan santainya , darah Elsa mendidih mendengar anaknya di hina. ia tidak terima
''cukup!'' ucap Elsa bernada tinggi, ia berdiri sambil menggendong bayinya. dan
''plakkk'' Elsa menampar pipi Alin, Alin Terkejut dan hanya melihat Elsa dengan wajah yang sudah memerah karena emosi
''kamu boleh menghina ku ,tapi aku tidak terima jika kamu menghina anak ku dengan sebutan anak haram.'' jelas Elsa emosi tanpa di sadari Krisna mendengar ucapan Elsa dan menatap tajam Alin
''siapa yang berani mengatakan putra ku anak haram! '' teriak Krisna, lalu merangkul Elsa, Elsa pun langsung memeluk Krisna dan menangis di dadanya
''krisna, dia menghina anak kita , aku tidak terima Krisna ,aku tidak terima'' ucap Elsa disela Isak tangisnya. ia mengingat perjuangannya saat ingin memiliki anak, harus terapi ini dan itu untuk mengembalikan hormonnya dan itu buruh proses. ia juga mengingat bagaimana mantan suaminya yang sudah menghinanya karena tidak bisa mempunyai anak
''tuan Krisna'' gumam Alin seketika menunduk begitu juga Ara dan yang lainnya
''Nizar.. !'' teriak Krisna memanggil menegernya
''mati kamu Lin, ternyata nyonya ini bukan orang sembarangan , tamat riwayat mu '' batin Ara tersenyum puas melihat Alin ketakutan.
''Mana, dan Apa yang di rusak istri ku'' ucap Krisna masih menatap tajam Alin lalu mata Krisna tertuju pada tas yang di pegang Alin
''sini tasnya'' ucap Krisna meraih tasnya dari tangan Alin lalu dengan sekuat tenaga Krisna merobek tasnya, setelahnya ia lemparkan di bawah kaki Alin, semua tercengang, namun tidak bisa berbuat banyak dan hanya diam.
''berapa harganya'' tanya Krisna datar, Namun lidah Alin kelu, tidak bisa menjawab
''berapa harganya?'' bentak Krisna
''enam ratus juta tuan'' saut Ara dan tetap menunduk lalu Krisna mengeluarkan dompetnya dan memberikan kredit card nya pada Ara namun matanya terus melihat Alin
''ini tidak sebanding atas penghinaan mu pada istri ku'' ucap Krisna melihat tajam Alin
''permisi tuan, maaf saya terlambat, saya dari gerai yang lainnya'' ucap Nizar tiba tiba
''pecat dia dan blacklist dari gerai mana pun termasuk mall mall milik ku. jika perlu pastikan tidak ada yang menerimanya bekerja dari perusahaan mana pun, orang tidak beretika sepertinya patut di beri pelajaran'' jelas Krisna tidak mau di bantah lalu ia menuju meja kasir untuk mengambil card kreditnya.
''Tuan maafkan saya tuan, saya mengaku salah'' rengengek Alin mengikuti Krisna di meja kasir
''Maaf?, Apa kamu memberi maaf istri ku yang tidak sengaja merusak tas murahan itu, apa aku harus memberi maaf pada orang yang sudah menghina anak dan istri ku, aku rasa kamu tahu jawabannya'' ucap Krisna lalu berlalu begitu saja sembari merangkul Elsa keluar dari store, di ikuti dua bodyguard yang sedari tadi menunggu di luar store.
semua tercengang melihat ketegasan Krisna dan tidak membenarkan sikap sang pegawai. Elsa hanya diam dan mengikuti langkah Krisna, tak lama Krisna mengambil Wisnu dari gendongan Elsa, ia paham pasti Elsa sangat lelah.
''krisna, aku takut melihat mu marah'' ucap lirih Elsa saat Krisna mengambil Wisnu dari gendongannya
''jangan takut, aku tidak akan pernah marah pada mu, heum.. ''ucap Krisna mengusap pipi Elsa lalu tersenyum begitu juga Elsa.
__ADS_1
''oh ya katakan, kamu ingin membeli apa''
''tidak jadi, selera ku sudah hilang, lebih baik belanja baju di pasar saja, pegawainya tidak melihat penampilan'' jawab polos Elsa dan itu membuat gelak tawa Krisna.
''baiklah, ayo ke pasar'' balas Krisna lalu merangkul Elsa kemudian mereka berjalan lagi
''Tapi aku lapar''
''baiklah kita ke restauran om Abi saja''
''heum'' jawab Elsa antusias.
sikap polos Elsa ini lah yang membuat Krisna, tidak bisa berpaling darinya , sederhana, Apa adanya , dan tidak mau terlihat kaya. karena ia tahu kekayaan hanyalah sesaat. Elsa sendiri juga sadar, ia hanya orang biasa yang kebetulan di cintai seorang krisna balder. yang memang sudah mempunyai segalanya dari lahir. dan ia tidak mau memanfaatkan nama besar sang suami padahal ia sah saja karena memang ia istri sah Krisna , nyonya balder.
✨
sesampainya di restauran Abi mereka duduk di tempat lesehan, Wisnu di tidurkan di bawah di dekat Krisna lalu mereka makan bersama dan sang bodyguard pun ikut serta namun di meja yang berbeda.
''krisna kenapa kamu tidak bertanya, di mana ponsel ku, di mana dompet ku?'' tanya Elsa di sela makannya.
''ponsel mu di rumah''
''Dari mana kamu tahu?''
''tadi sebelum kamu menelpon ku dengan nomor tidak aku kenal , aku menghubungi mu tapi saat di angkat ternyata suara bibi, aku bertanya kamu ada di mana?, bibi bilang kamu sedang jalan jalan,dan aku berfikir pasti kamu melupakannya.''
''maafkan aku Krisna'' jawab Elsa sendu
''tidak apa apa sayang, nilai tas itu tidak ada artinya di banding harga dirimu, masih bersyukur aku tidak melaporkanya pada polisi''
''terima kasih Krisna'' jawab Elsa lalu tersenyum.
''Oh ya sayang.. selesai ini ke rumah Julio, ada acara pemberian nama ''
''Astaga aku hampir melupakannya, iya tapi pulang lebih dulu''
''iya pasti, kamu istirahat dulu, acaranya nanti selepas magrib. ''jawab Krisna melihat Elsa tersenyum kemudian melanjutkan makannya.
Entah mengapa Krisna selalu tidak percaya dengan orang yang di hadapannya. tidak percaya yang kini di depannya adalah Elsa, yang sudah ia nikahi. Krisna merasa Elsa tidak berubah dari sifat watak dan penampilan, rambut panjang, kulit bersih dan tentunya senyum yang selalu membuat Krisna tak berdaya.
''Elsa..''
''heum..''
''kenapa penampilan rambut mu tidak pernah berubah justru sekarang kamu jauh lebih seksi'' goda Krisna dan itu membuat Elsa salah tingkah.
''kenapa kamu sekarang pintar menggombal, kamu tidak sedang menginginkan sesuatu kan?'' balas Elsa senatural mungkin dan tidak mau menunjukkan sikap salah tingkah nya. Namun Krisna justru kini semakin mendekatinya dan mengusap pinggangnya lalu memasukkan jemarinya di sela baju Elsa dan mengusap usap punggungnya
''krisna apa yang kamu lakukan?''
''aku sudah lama menahannya, kamu belum memberikannya setelah melahirkan'' bisik Krisna yang tangannya semakin liar, Elsa melihat kanan kiri melihat dua bodyguardnya yang duduk sedikit jauh dan sedang merokok.
Mau tidak mau Elsa menyudahi makannya. lalu mencekal pergelangan tangan Krisna
''Nakal. ayo pulang'' ucap Elsa lalu Tersenyum memberi tanda bahwa ia sudah siap . tidak menyiakan waktu Krisna tersenyum lebar lalu beranjak , tak lupa ia menggendong sang anak kemudian mereka pulang bersama sang bodyguard.
* * * * * *
Elsa
__ADS_1
Krisna