
''kak itu siapa?'' ucap Andi pada meli yang sedang menjemur baju. Andi melihat laki laki tampan turun dari mobil dan berjalan ke arah rumahnya dan membawa banyak makanan dan bahan makanan
''tuan Rey..'' ucap meli heran lalu meletakkan bajunya kedalam ember yang seharusnya ia jemur.
''hay mel.. '' sapa Rey lalu tersenyum, meli dengan rasa herannya hanya bisa membalas senyuman Rey dengan senyuman heran.
''ini untuk kalian, ambillah'' ucap Rey pada kedua adik meli, Amel dengan tingkah polosnya berlari menghampiri Rey dan mengambil kantong plastik berisikan jajanan untuk Amel dan Andi
''tuan ada perlu apa?'' tanya meli melihat Amel Begitu bahagia mendapatkan jajanan yang jarang ia makan, ada coklat ice cream dan jajanan lainnya yang ada hanya di supermarket besar
''tidak ada perlu apa apa, aku hanya ingin main kesini saja'' jawab Rey melihat meli yang wajahnya begitu polos tanpa riasan namun masih terlihat manis dengan rambut tergerai karena selesai mandi sore.dan menggunakan rok dan kemeja yang warnanya sedikit pudar, Rey melihat tersenyum simpul, hatinya terasa teririis melihat penampilan meli dan juga adik adiknya
''oh.. mari masuk tuan tapi begini rumah kami sempit dan berantakan'' ajak meli mempersilakan Rey duduk di teras
''Amel..Andi.. masuk kedalam ya, makan jajanan di dalam'' titah meli lembut, meli hampir tidak pernah memarahi Amel dan Andi, karena mereka juga tahu bagaimana sang kakak dan memilih untuk menuruti kata kata kakak nya, meli sangat pintar dalam menasehati adik adik nya agar selalu bersyukur dalam hidup walaupun adik adiknya masih kecil mereka sudah mengerti maksud sang kakak .
''baik kak.. tuan rey terima kasih jajanannya '' ucap Amel pada Rey lalu tersenyum dan membawa kantong plastik masuk kedalam sedangkan Andi membawa masuk kantong plastik satunya .
''tuan sebentar saya ambilkan minum'' ucap meli hendak berdiri namun Rey mencekal tangannya.
''tidak usah.. nanti saja'' jawab Rey menarik lembut meli, meli pun duduk kembali.meli sedikit menunduk dan sesekali membenarkan roknya karena lututnya sedikit terlihat. Rey memperhatikan meli.memperhatikan baju meli.
''ya Tuhan.. aku selama ini kurung bersyukur pada mu,aku selalu membeli ini dan itu tanpa memikirkan manfaatnya'' batin Rey lalu menghela nafas panjang
''oh ya.. besok hari pernikahan krisna,apa kamu sudah ada persiapan'' tanya Rey melihat meli
''persiapan.. eum.. mungkin saya tidak datang tuan, saya tidak pantas di pesta orang orang kaya, tuan bisa lihat sendiri apa saya pantas berada di sana. dan saya sudah memberitahu Elsa jika saya tidak datang, dan saya besok ada pekerjaan tambahan sebelum bekerja di restoran'' jelas meli yang enggan hadir di acara pernikahan sahabatnya karena ia sadar siapa orang yang menikahi sahabatnya. Rey yang mendengar jawaban meli hanya tersenyum
''sahabat macam apa kamu tidak mau menghadiri acara pernikahan sahabat sendiri?'' jawab Rey melihat meli
''bukan begitu tuan tapi.. bagaimana dengan pekerjaan saya dan bukankah acaranya hanya untuk keluarga besar tuan Krisna'' balas meli.
''tidak. kamu harus hadir, ya.. memang acara itu untuk keluarga besar Krisna dan sahabatnya. dan kamu sahabat Elsa dan bukankah Elsa sudah memberimu gaun bridesmaid'' tanya Rey
''iya tapi saya tidak pantas menggunakan gaun seragam pemberian Elsa apa lagi sama dengan keluarga besar tuan Krisna.. '' jawab meli , tiba tiba Rey menggenggam jemari nya
''baiklah aku tidak memaksamu lagi tapi jika kamu tidak keberatan kamu mau hadir menjadi tamu undangan bersama ku''
''eum... .''
''tidak usah khawatir, sekarang ikut dengan ku'' ucap Rey lalu berdiri dan masih menggenggam jemari meli lalu memanggil adik adiknya
''andi ..Amel..'' panggil Rey
''ya tuan ..'' jawab Andi
''kemari kalian'' jawabnya lalu Amel dan Andi keluar
''ayo ikut jalan jalan ke mall, tutup pintunya'' titah Rey melihat wajah Amel yang begitu bahagia saat mendengar kata jalan jalan .
''asyik jalan jalan.. '' ucap Amel kegirangan pasalnya anak berusia 9 tahun itu jarang sekali jalan jalan apa lagi ke mall besar paling mewah baginya adalah di mini market. meli tidak bisa menolak saat melihat adiknya bahagia. tak lama mereka menuju mall.
sepanjang jalan meli diam memikirkan sikap Rey akhir akhir ini padanya dan juga adik adiknya.
''apa maksud tuan Rey selama ini'' batin meli yang duduk di samping Rey yang sedang mengemudi dan adik adiknya duduk di belakang melihat gedung gedung dari balik kaca mobil.meli sekilas melihat Rey yang tersenyum melihat adik adiknya di belakang dari kaca mobil nya dan sesekali menjawab pertanyaan Amel.
''akhirnya sampai.. '' ucap Rey tersenyum melihat meli lalu melihat dua adiknya yang juga tersenyum. lalu mereka turun dan masuk kedalam mall.mereka masuk kedalam salah satu store baju untuk anak anak. banyak mata yang melihat Rey Dengan seorang gadis yang berpenampilan biasa dan sangat biasa dan dua anak kecil berusia 9 tahun dan 12 tahun.
''nah Amel andi. sekarang kalian pilih baju yang kalian suka'' ucap Rey lalu tersenyum mengusap kepala Amel
''bolehkah tuan ?Amel mau satu baju gambar Barbie'' izin Amel dengan polosnya
''sepuluh ..lima belas juga boleh'' jawab Rey mencubit pipi Amel. meli yang sedari tadi hendak bicara pun lidahnya serasa keluh dan Rey terus menggenggam tangannya
'' asyik.. terima kasih tuan.. ''
__ADS_1
''ets.. tapi dengan satu syarat, jangan panggil tuan tapi kakak.. ''balas Rey lalu mengusap rambut Amel
''kakak..?''
''heum.. ''
''baiklah kak terima kasih'' jawab Amel lalu tersenyum, tak lama Rey memanggil pegawai store untuk mendampingi Amel dan Andi
''iya tuan bisa saya bantu?
'' tolong dampingi mereka berdua, biarkan mereka mengambil apa yang mereka suka'' titah Rey pada pegawai store tersebut
''baik tuan rey'' jawabnya lalu mengajak Andi dan Amel mencari apa saja yang mereka inginkan sedangkan Rey mengajak meli ke store baju dewasa. setelah Rey masuk. Rey pun di sambut pegawai store
''selamat sore tuan ?'' sapa sang pegawai memperhatikan meli dari ujung rambut sampai ujung kaki. dan hanya tersenyum simpul.
''sore ana.. tolong tunjukkan keluaran terbaru koleksi mu'' jawab Rey lalu tersenyum dan melihat meli yang berada di samping nya.
''baik tuan Rey.. mari'' jawab ana lalu berjalan di ikuti meli dan Rey
''silahkan tuan''
'' meli sekarang giliran mu pilih yang kamu suka '' ucap Rey sambil melihat lihat baju, dress dan model lainya dan Rey terus menggenggam jemari meli
''tuan.. maaf. tangannya'' saut meli yang sedari tadi tidak enak hati karena Rey terus menggenggam jemari nya terlebih banyak pasang mata yang melihat mereka berdua masuk kedalam store.
''ah.. maaf.. ya sudah pilihlah.. '' ucap Rey
'' tidak perlu tuan , adik adik saya saja''
'' meli aku sengaja membawamu kemari agar kamu memilih sendiri'' jawab Rey melihat lekat meli
'' tapi.. ? ''
''ini ini ini.. ambil, ana tolong.. yang itu juga berikan padanya dan .. '' ucap Rey terputus saat melihat dress dan setelan jasnya yang warnanya senada . lalu Rey berjalan menuju dres dan setelan jasnya
''ana aku ambil yang ini '' ucap Rey pada ana yang sedang melayani meli
''baik tuan '' jawab ana lalu mengambil dress dan setelan jasnya sedangkan Rey menghampiri meli
'' tuan ini terlalu banyak, bagaimana aku bisa menggantinya nanti'' saut meli tidak enak hati
''cerewet'' balas Rey mengambil baju baju dari tangan meli lalu memberikan nya pada ana
''ana aku ambil ini semua ,oh ya tas ini aku ambil '' jawab Rey asal mengambil tas pesta yang ada di atas meja dan tidak melihat harganya
''baik tuan'' jawab ana patuh lalu Rey menarik lembut meli agar duduk di sofa kemudian Rey mengambil beberapa sepatu dan sendal lalu memberikan pada meli agar di cobanya
'' coba semuanya '' ucap Rey yang sudah berjongkok di hadapan meli untuk membantu meli mengenakan sepatu pestanya
'' tuan jangan memegang kaki saya''
'' tidak apa.. nah pas , ukuran sepatu mu tiga delapan , ok baiklah ana sendal sepatu ini aku ambil semua '' titah Rey lalu ikut duduk di samping meli. meli hanya terdiam tidak bisa berbuat apa pun selain menurut.
''setelah ini kita kesalon langganan Tante syasa'' ucap Rey tanpa sadar merapikan dan menyibak rambut meli dan ia selipkan di telinga nya. rambut meli yang panjang membuat Rey senang melihat nya.lagi lagi meli tidak bisa menolak
''tuan ini berlebihan '' ucap meli
''tidak siapa bilang berlebihan'' jawab Rey meraih jemari meli
''tuan Rey maaf.. semua sudah kami bungkus ini tagihan nya '' ucap ana tiba tiba sambil memberikan tagihan nya
''oh ya ..'' jawab Rey lalu melihat lembar kertas tagihannya dan ternyata harga tasnya yang lebih mahal tapi bukan itu masalah nya . yang penting meli tidak lagi merasa dirinya rendah.
''seratus lima puluh juta'' batin Rey lalu tersenyum kemudian Rey mengambil kartu kredit nya di dalam dompet nya kemudian ia berdiri dan berbisik pada ana
__ADS_1
''harganya sudah kamu lepas semua''
''sudah tuan ''jawab ana pelan lalu tersenyum kemudian ana menuju meja kasir
''tuan maaf habis berapa?''tanya meli saat Rey duduk di samping nya
'' satu juta lima ratus'' bohong Rey lalu tersenyum. meli dengan polosnya percaya dan merasa lega. ia berfikir nanti akan mengganti nya jika ia sudah gajian dengan cara mencicilnya .
✨
hari pernikahan Krisna dan Elsa pun tiba semua keluarga hadir tidak terkecuali, Krisna yang gagah dengan setelan jas warnah putih senada dengan kebaya modern yang Elsa kenakan. Elsa nampak cantik dan anggun walau status nya seorang janda. Bram dan Wina memaksa datang padahal sudah dilarang oleh Krisna. mengingat Bram dan Wina sudah menua. walaupun begitu Bram dan Wina masih bisa berjalan dan sehat bugar.
kini kedua mempelai duduk di depan penghulu. keluarga Elsa yang sengaja Krisna datangkan dari pulau S pun menambah kebahagiaan Elsa,dan Elsa tidak merasa sendiri
nampak pasukan Wina yang berseragam sama pun turut duduk di tempat masing masing mereka nampak cantik dan gagah tak ketinggalkan Julio yang kini berusia 23 tahun dan Jane yang berusia 20 tahun serta Luna yang kini berusia 18 tahun mereka juga tak kalah cantik dan gagah.
''mari acaranya kita mulai'' ucap sang penghulu lalu Krisna menjabat tangan sang penghulu
''nak Krisna siap'' tanya sang penghulu
''siap pak''
''baiklah kita mulai, Krisna putra balder bin Sadewa balder saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan wanita pilihan mu Elsa Safira binti Sofyan Idris almarhum dengan mas kawin cincin diamond 17 karat di bayar tunai''
''saya terima nikah dan kawinnya Elsa Safira binti Sofyan Idris almarhum dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.. ''
''sah.. ''
''sah..!!!'' ucap serentak semua keluarga, seiring kata sah Krisna meneteskan air mata. dan akhirnya ia menikah dengan orang yang sangat ia cintai dari remaja.begitu juga Elsa ia tidak menyangka takdir menyatukan mereka. nampak jelas kebahagiaan mereka.kebahagiaan yang mungkin kelak ada yang iri melihat nya
kini mereka berdua bertukar cincin dan menyelesaikan semua prosesi demi prosesi pernikahannya. kemudian satu persatu memberikan selamat saat kedua mempelai sudah duduk di pelaminan. walau tanpa tamu undangan dari pihak luar, keluarga Krisna sudah sangat membuat kemeriahan tersendiri di pestanya.acara pemberian selamat pun selesai kini mereka mempunyai acara bebas, ada yang mengobrol bercanda dan sebagian berdansa. halaman rumah syasa yang begitu luas pun penuh dengan canda tawa keluarga nya hingga pesta berlangsung sampai malam hari
''Elsa.. istri ku'' bisik Krisna disela dansa mereka lalu Krisna melihat lekat wajah Elsa . dengan senyum yang terus mengembang mereka saling berciuman walau semua menyorakinya
''sudah Kris masuk aja sudah malam'' teriak Abi yang tidak pernah berubah selalu jail dan konyol sedangkan Krisna hanya mengacungkan jempolnya. ya malam ini adalah malam milik Krisna dan Elsa
'' kamu sudah tua tidak berubah'' celetuk Utari menepuk pundak Abi
''aw... sakit sayang'' pekik Abi melihat Krisna yang masih berdansa . Jane yang melihat kakaknya berdansa pun mencoba mendekati Rey yang sedang duduk bersama meli. ya Jane diam diam menaruh hati pada Rey sahabat sang kakak namun ia tidak berani mengutarakan
''kak Rey.. '' sapanya
''hey.. Jane... wow kamu cantik'' puji Rey yang sudah menganggap Jane adiknya walau Rey sebenarnya tahu Jane menyukai nya namun Rey memilih diam.
''itu siapa'' tanya jane
''ini meli calon istri kakak'' jawab asal Rey
''oh .. '' gumamnya melihat meli yang berdiri di samping Rey.
''hai.. meli'' sapa meli mengulurkan tangannya namun Jane hanya diam dan melihat tangan meli. kemudian pergi begitu saja dan menahan tangis nya.
''lah.. kenapa itu anak'' ujar Rey lalu melihat meli tersenyum simpul. meli merasa jika Jane cemburu dan sedikit jijik padanya namun ia hanya bisa diam.
pesta hingga larut malam dan satu persatu keluarga membubarkan diri dan kembali ke hotel dan untuk rey mengantar meli pulang kini kedua pengantin sudah berada di kamar setelah lelah berpesta dengan keluarga yang super konyol dan ramai . Elsa berdiri di depan cermin dan sudah mengganti gaun nya dengan dress khusus yang di belikan Krisna untuk nya . dress transparan yang memperlihatkan lekuk tubuh Elsa . Krisna yang baru saja keluar dari kamar mandi pun tersenyum saat melihat Elsa menggunakan dress pemberiannya perlahan Krisna mendekati Elsa dan memeluknya dari belakang
''Elsa.. '' panggil Krisna pelan di daun telinga Elsa dan sedikit meniup daun telinga Elsa hingga Elsa bergelidik dan mulai terbawa suasana karena tangan Krisna sudah menjelajahi bagian sensitif nya
''krisna... ah.. ''
''sebut nama ku sayang''bisik Krisna yang mulai liar menjelajahi tubuh Elsa . perlahan Krisna membopong Elsa ke tempat tidur dan mereka melakukan kewajiban sebagai suami istri .
suara lenguhan Elsa membuat Krisna semakin bergairah. mencecapi seluruh tubuh Elsa . Elsa yang sudah 2 tahun yang tidak merasakannya kini bagai tanah gersang yang di hujani air hujan. hingga akhirnya Elsa menguasai permainannya dan Krisna pasrah dan menikmati permainan liar Elsa.
__ADS_1
* * * * *