TAKDIR 2

TAKDIR 2
9 Bimbang


__ADS_3

malam pertama Krisna masih berlanjut hingga menjelang subuh, dua insan yang di mabuk cinta dan hasrat mereka masing-masing tak henti hentinya mengekpresikan cinta dan hasratnya. terlebih Krisna yang baru pertama kali melakukannya,ia terasa melayang di saat Elsa menguasai dirinya hingga ia sendiri menyerah.


Elsa sedikit tertawa melihat suaminya yang sudah tertidur karena kelelahan. melihat Krisna tidur Elsa memutuskan untuk mandi walau jam masih menunjukkan jam 3 pagi. setelah nya ia mengeringkan rambut nya dan membereskan apa yang berserakan di lantai. ia melakukan nya hingga subuh menjelang dan ia shalat lebih dulu setelah nya membangunkan Krisna.


''hai sayang.. bangun sudah subuh'' ucapnya lembut dan mengusap rambut Krisna lalu mencium keningnya. tak lama Krisna bangun dan tersenyum melihat Elsa, lalu sekilas melihat jam kemudian mengecup pipi Elsa dan bergegas untuk mandi.


saat Krisna mandi Elsa turun kebawah dan menuju dapur. di dapur sudah ada syasa dan asisten rumah tangganya.


''pagi ma.. ''sapa Elsa yang sudah tidak ada canggung, karena Elsa juga pintar beradaptasi dan di sukai banyak orang.


''pagi sayang.. mana suami mu'' jawab syasa lalu tersenyum melihat Elsa


''masih mandi ma..''jawab Elsa melihat syasa dengan cekatan membuat jus dan sarapan


''sayang kamu duduk biar Krisna nanti yang membuat kan mu sesuatu, kamu pasti lelah'' goda syasa di akhir kalimat nya dan Elsa hanya tersenyum malu


''mama bisa saja.. tidak ma.. biar Elsa membuat kan sesuatu untuk Krisna'' jawab Elsa mengambil buah jeruk yang sudah syasa sediakan untuk membuat minuman. syass membebaskan semua menantunya untuk membuat apa pun yang mereka suka dan tidak membedakan menantu laki laki dan perempuan,semua sama.


Elsa membuatkan jus jeruk kesukaannya dan memang dari dulu menu andalan keluarga besar syasa soal minuman adalah jus jeruk hangat dan sarapan roti bakar atau nasi goreng.dan kali ini Elsa membuatkan nasi goreng untuk Krisna.


''Elsa mama tinggal sebentar, mama mau membangunkan adik adik mu''


''iya ma.. '' jawab Elsa lalu syasa membangunkan Luna dan Jane.


''Luna.. sayang bangun.. bungsu mama'' panggil syasa pada Luna di balik pintu kamar nya . tak lama Luna membuka pintu dan Luna masih menggunakan mukena karena baru saja selesai shalat


''udah bangun ma.. ''


''pintar.. kakakmu jane''


''tidak tahu ma.. Luna dari tadi sudah menggedor pintu nya tapi tidak ada jawaban'' jelas Luna yang masih di ambang pintu, syasa mengerutkan dahinya saat mendengar jawaban Luna. tidak biasanya Jane kesiangan. apa mungkin kelelahan pikir syasa


''ya sudah, biar mama saja yang membangunkan jane'' balas syasa lalu menuju kamar jane


''tok.. tok..''


''jane.. sayang.. bangun sayang.. Jane..'' panggil syasa namun tidak ada jawaban, syass mencoba menempelkan telinganya di daun pintu dan tidak aktifitas apapun yang ia dengar,


''jane..Jane..'' panggil syasa dan terus menggedor pintunya namun lagi lagi tidak ada respon dari pemilik kamar. syasa mulai panik dan terus menggendor pintunya dan memanggil nama Jane berulang ulang hingga Luna dan Julio serta Krisna keluar dari kamar


''mas.. !'' teriak syasa dari lantai atas


''ada apa ma..''tanya Julio


''jane.. '' jawab syasa panik


''mama takut asamanya kambuh'' ucap syasa melihat Krisna


''jane.. buka pintunya'' panggil syasa lagi, tanpa pikir panjang Krisna langsung mendobrak pintu nya


''ada apa sayang..'' tanya Bryan tiba tiba yang baru sampai lantai atas di ikuti Elsa yang juga ikut panik saat mendengar syasa berteriak memanggil jane.


''jane mas..'' ucap syasa panik melihat krisana berusaha mendobrak pintu bersama Julio


''brakkk'' pintu pun terbuka


''jane '' panggil Krisna saat pintu terbuka. Krisna dan Julio melihat Jane tergeletak di lantai dan hampir tidak sadarkan diri. syasa ,Bryan, Luna serta Elsa masuk kedalam kamar jane


'' astaga Jane.. '' ucap krisna lalu menghampiri Jane dan langsung membopongnya dan menidurkannya di tempat tidur .


''jane.. '' panggil syasa di tepi tempat tidur sambil memacari obat asama Jane di laci nakas


''jane.. bangun.. Jane.. Jane.. ''panggil Krisna menepuk nepuk pipi Jane.dan Jane melihat Krisna sekilas dengan nafas tersendat sendat


''krisna..'' ucap Elsa tiba tiba menemukan foto rey dan diary Jane di lantai. semua orang melihat ke arah Elsa yang memegang diary dan foto rey. kemudian Krisna melihat foto dan membaca diary jane. setelah Krisna tahu semua isi diary Jane krisna melihat Bryan dan syasa yang menatapnya binggung kemudian memberikan foto r6ey dan diary Jane pada syasa, Julio membatu Jane untuk menghirup Nebulizer nya


''astaga.. jadi selama ini adik mu menaruh hati dengan Rey dan akhirnya dia kecewa saat Rey mempunyai calon istri dan sebenarnya Rey tahu jika adik mu menyukainya ..'' ucap syasa pelan saat membaca diary jane dan melihat Jane

__ADS_1


''krisna tidak tahu ma, Rey juga tidak pernah bercerita jika Jane suka padanya'' jawab Krisna pelan sekilas melihat Jane yang setengah sadar


''jene bangun... jangan latihan mati'' celetuk Luna kesal '' dan itu membuat gelak tawa Julio dan Elsa


''plak..'' Bryan menepuk pundak Luna dan menatap nya tajam


''sembarangan'' ucap Bryan lalu duduk di samping jane. tak lama Jane sudah bernafas dengan norma dan melihat sekelilingnya yang sudah banyak orang


''pa....''panggil lirih Jane


''kamu kenapa sayang..? kenapa asama mu bisa kambuh'' tanya Bryan namun tiba tiba Jane memeluk Bryan. dan syasa menyimpan buku dan foto rey kedalam laci meja nakas dan memilih untuk tidak menanyakan lebih dulu prihal Rey pada jane


''apa yang kamu pikirkan'' jawab Bryan mengusap punggung anakya


''tidak ada pa..'' jawab Jane sendu mencoba menutupi semuanya


''ya sudah istirahat dulu nanti jika sudah membaik ganti shalat mu ini sudah hampir jam enam


''iya pa.. ''jawab Jane sendu lalu semua memutuskan untuk keluar dari kamar Jane,dan membiarkan Jane istirahat sejenak. dan hanya Julio yang masih di kamar jane


''kakak..'' panggil Luna pada Krisna yang langsung naik ke punggung nya, Elsa dan yang lain hanya tertawa kecil melihat Luna begitu manja dengan Krisna


''astaga Luna, hampir saja jatuh'' jawab Krisna lalu membenarkan posisi Luna di punggung nya, dan terus berjalan menuruni tangga


''kakak.. nanti bulan madu di mana ''


''kenapa?''


''mau ikut..'' jawab manja Luna


''sembarangan...''saut syasa lalu Krisna menurunkan saat sampai bawah


''duh pinggang kakak sakit'' gumam Krisna memegangi pinggang nya sambil melihat Elsa. Elsa yang mengetahui pun menahan tawa dan terus berjalan di samping syasa menuju ruang makan. disisi lain julio menemani Jane dan bertanya pada Jane apakah benar Jane menaruh hati pada Rey.


''jane.. sejak kapan kamu mencintai kak Rey?'' tanya Julio melihat Jane tertunduk


''lalu kak Rey tahu kamu menyukainya'' tanya Julio lagi


''heum.. karena aku sempat mengatakannya setahun lalu tapi kak Rey menganggap ku hanya sebagai adiknya dan kakak tahu gadis yang bersamanya tadi malam, kak Rey bilang pada ku gadis itu calon istrinya''jelas Jane sambil meneteskan air matanya


''kak.. Jane mencintai kak Rey kak.. hati Jane sakit saat kak Rey memperkenalkan gadis itu sebagai calon istri nya'' ucap Jane yang langsung memeluk Julio, dan Julio hanya bisa mengusap punggung nya Seolah memberi semangat.


''tapi cinta tidak bisa di paksa Jane.. ''


''iya kak aku tahu.. tapi Jane hanya ingin kak Rey..''jawab Jane yang masih memeluk Julio


''jodoh tidak akan kemana Jane, seperti kak Elsa dan kak Krisna, bersabarlah.. Tuhan yang membolak-balikkan hati hambanya'' jelas Julio melihat Jane dan menghapus air matanya


''sudah jangan menangis. yakin jika Rey di takdirkan untuk mu yakin lah pasti Rey akan menjadi milikmu''


''iya kak terima kasih'' jawab Jane mengganguk


''sabar Jane kakak akan membantu mu'' batin Julio mengusap lembut rambut adiknya dan tanpa sepengetahuan mereka berdua Krisna mendengar percakapan mereka.


✨


Rey.. berjalan ke sana kemari di balkon apartemennya, ia memikirkan reaksi Jane saat ia memperkenalkan meli sebagai calon istrinya. Rey sengaja mengatakan hal itu agar Jane tidak mengharapkan nya lagi. disisi lain ia tanpa sadar sudah memberikan harapan pada meli namun ia juga khawatir terjadi sesuatu pada Jane mengingat Jane adalah adik sahabatnya.


''arhqqqq sial kenapa menjadi seperti ini , aku mendekati meli agar aku bisa membantunya dan melindunginya tapi aku juga tidak tega melihat Jane tadi malam. ck.. ah..!!'' ucapnya frustasi tak lama ponselnya berdering. melihat


nama di layar ponsel nya kemudian ia mengangkat nya


''ya Kris... '' jawabnya


''apa yang kamu katakan pada Jane tadi malam, terakhir aku melihat kalian berbincang bertiga bersama meli setelah itu aku melihat Jane berlari masuk kedalam rumah''tanya Krisna serius


''eum.. aku memperkenalkan meli sebagai calon istri ku'' jawab Rey ragu

__ADS_1


''apa kamu yakin dengan meli'' tanya krisna, namun Rey diam sejenak memikirkan jawaban nya


''yakin..''


''baiklah segera nikahi meli, untuk urusan adik ku, biar menjadi urusan ku'' jawab Krisna ambigu dan membuat Rey semakin bingung dan mengira terjadi sesuatu pada Jane. lalu Krisna mematikan ponselnya


''apa terjadi sesuatu pada Jane..'' batin Rey dan memikirkan hal hal terburuk tentang Jane dan meli


''ting tong.. '' bel apartemen Rey tiba tiba berbunyi


''siapa siang siang seperti ini datang?'' batin Rey lalu berjalan ke arah pintu


''ceklek'' suara gagang pintu dan ia membuka pintu nya


''julio.. '' ucap Rey melihat Julio berdiri di depan pintunya


''masuk lio'' ajak Rey lalu menggeser tubuhnya agar Julio masuk kedalam, setelah Julio masuk Rey menutup pintunya


''ada apa Li.. tidak biasanya datang kemari'' tanya Rey yang duduk di depan Julio


''hanya main saja kak.. dan aku ingin memberitahu kakak soal jane''


''jane?''tanya Rey khawatir dan penasaran


''jane kenapa?'' tanya Rey lagi melihat wajah serius Julio


''apa aku harus menjelaskannya lagi'' tanya balik Julio Rey pun mengetahui maksud Julio


'' eum..aku hanya menganggap Jane sebagai adik Julio, tidak lebih..'' tegas Rey walau sebenarnya hatinya juga masih bimbang dengan meli


''aku tahu kakak ragu karena kakak tidak pernah memberi kesempatan pada Jane untuk dekat dengan kakak, Jane menyukai kakak dari SMA kak,dan sampai sekarang tolong lihat Jane sekali saja'' pinta Julio dan itu semakin membuat Rey bimbang


''lalu bagaimana dengan meli, aku sudah dekat dengannya tidak mungkin aku menggantungnya''


''kakak baru mengatakan calon istri kan, dan itu di depan Jane Karena kakak hanya ingin Jane menjauhi kakak. aku tidak mengetahui meli tapi yang jelas jika terjadi sesuatu pada Jane aku orang pertama yang akan membunuh kakak'' jawab Julio serius. Julio melakukan hal itu hanya semata demi adiknya. ia tahu apa yang ia lakukan itu sudah sangat salah dan sudah mengancam Rey. Rey terdiam dan tidak tahu harus mengatakan apa karena memang ia pun belum yakin dengan meli antara jatuh cinta atau iba


''kakak tolong beri kesempatan pada Jane, Jane lebih dulu mengenal kakak'' ucap Julio lalu berdiri dan berjalan keluar. lagi lagi Rey tidak dapat berbicara hanya diam dan memikirkan ucapan julio. menurut Rey ucapan Julio ada benarnya, selama ini ia tidak pernah memberikan kesempatan untuk Jane dekat dengan nya lebih tepatnya secara emosi. mereka hanya dekat jika sedang berbincang bersama sang kakak dan Jane hanya ikut ikutan saja.sementara itu meli hatinya tengah berbunga bunga lantaran pernyataan Rey tadi malam yang menyebutnya sebagai calon istrinya ,dan mengingat semua perlakuan Rey padanya. ia bagaikan menemukan sosok yang ia rindukan yaitu ayahnya. Rey membuat pekerjanya saat ini menjadi bersemangat dan penuh senyum sampai sampai seperti orang gila di mata rekan kerjanya Rendi


''hai.. aku perhatikan kamu sedang bahagia, apa tuan Rey mengajak mu jalan lagi''tanya Rendi dengan gayanya yang sedikit kemayu


''eum.. tidak Rendi.. mana mungkin tuan Rey mengajak ku lagi, kemarin itu hanya kebetulan bertemu di acara pernikahan Elsa'' bohong meli namun gestur tubuhnya tidak bisa berbohong


''tapi tadi malam kamu diantar pulang ke rumah kan?'' goda Rendi


''ya itu karena permintaan Elsa, mana mungkin Elsa membiarkan aku pulang sendiri'' elak meli lagi .


''siapa tahu tuan Rey memang benar benar suka sama kamu, begitu.'' balas Rey


'' aku tidak berharap rend.. aku tahu siapa diri ku,status ku , aku hanya orang biasa dan hanya pelayan restoran dan sepertinya tuan Rey lebih cocok dengan adik tuan Krisna jane'' balas meli sendu yang seketika sadar akan jati dirinya.lalu tersenyum tipis


''oh Jane yang tadi malam itu yang memakai dress selutut warna silver '' ucap Rendi mengingat ingat gadis yang menghampiri meli


'' iya rend.. cantik ya rend...''


''iya cantik, tapi sayang aku datang hanya sebagai pelayan coba kamu datang sebagai tamu undangan ,aku ingin mendekati keluarga Kusuma eh salah Akbar ,kan enak tu jadi menantu orang kaya'' canda Rendi membuat rekan kerja yang lain tersenyum dan geleng geleng .


''mimpi..!'' celetuknya lagi dan itu membuat tawa semuanya


''ia rend mimpi.. ,yah kamu benar mungkin tadi malam aku hanya bermimpi saat tuan Rey mengatakan jika aku calon istrinya ,ia itu hanya mimpi.'' batin nya menyakinkan dirinya sendiri jika ia itu tidak mungkin . lalu ia melanjutkan pekerjaannya bersama teman temannya


* * * * * * *


terima kasih


maaf sebelumnya, judul nya kau ganti lagi bukan Krisna ya , author lupa kalau Krisna itu masih punya adik Julio Jane dan Luna , author nya dudul πŸ˜‚βœŒοΈ ya udah deh maksud hati pengen fokus cerita Krisna eh malah baru ingat tiga adiknya . jadi judulnya TAKDIR 2


MAKASIH 😘😘

__ADS_1


__ADS_2